3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41524

Cermati Kenaikan BI Rate, WKSI: Volatilitas Rupiah Sedikit

Jakarta, Aktual.co — Menguatnya laju bursa saham Asia, stabilnya pergerakan Rupiah, dan kembalinya asing melakukan pembelian memberikan sentimen positif bagi IHSG. Transaksi asing pada perdagangan akhir pekan kembali tercatat nett buy (dari net sell Rp432,38 miliar menjadi net buy Rp237,08 miliar).

Meski laju Yen masih mengalami pelemahan seiring dengan langkah PM Jepang, Shinzo Abe, yang membubarkan parlemen sebelum pemilu dan turunnya Yuan, tidak membuat laju Rupiah ikut terbawa pelemahan.

“Laju Rupiah tidak banyak mengalami volatilitas. Tampaknya pelaku pasar masih merespon positif kebijakan kenaikan suku bunga BI rate untuk antisipasi kenaikan inflasi dan pengurangan subsidi BBM,” ujar Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada dalam riset yang diterima Aktual, Senin (24/11).

Laju Rupiah diperdiksi berada di bawah level resisten 12.158. Diharapkan stabilnya pergerakan Rupiah dapat bertahan di awal pekan.

“Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia diperkirakan akan berada di rentang Rp12.174-12.158,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: IHSG Diprediksi Menguat Ditengah Persimpangan

Jakarta, Aktual.co — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (24/11) diperkirakan akan berada pada rentang support 5.075-5.095 dan resisten 5.125-5.130.

Bullish harami bertahan di bawah area upper bollinger band (UBB ). MACD mencoba naik dengan histogram positif yang naik. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba naik.

“Laju IHSG mampu naik dan bertahan di target resisten 5.100-5.132 dan mampu bertahan di atas di area target support 5.055-5.068,” ujar Head of Research Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada dalam riset yang diterima Aktual, Senin (24/11).

Menurutnya, Laju IHSG masih dipersimpangan yang membutuhkan sentimen positif untuk melanjutkan penguatannya. Pertimbangan saham-saham antara lain INDF, LPKR, BBRI, SGRO, dan MPPA.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ciputra Optimis Pasar Properti Meningkat di 2015

Jakarta, Aktual.co — Ditengah twin defisit dan kenaikan Suku bunga acuan Bank Indonesia, Ciputra Residence optimis pertumbuhan properti tahun 2015 bakal meningkat dengan signifikan. Bahkan akhir tahun ini, Ciputra Residence melakukan groundbreaking apartemen CitraLake Suite.

“Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 7,75 basis poin sedikit banyak akan mempengaruhi investor. Namun itu hanya sementara saja. Kami optimis tahun depan BI rate bakal turun lagi dan penjualan pasar properti bakal meningkat tajam,” ujar Senior Director Ciputra Group, Agussurja Widjaja di Jakarta, ditulis Aktual Senin (24/11).

Dirinya tidak menampik bahwa pertumbuhan properti di tahun 2014 sempat mengalami perlambatan. Banyak hal yang menjadi faktor pendorong perlambatan tersebut, salah satunya yaitu situasi politik, mulai dari pemilihan DPR hingga pemilihan presiden.

“Sedikit banyak, situasi politik berpengaruh pada pertumbuhan sektor properti. Investor dan pembeli sebenarnya hanya membutuhkan kepastian dan situasi yang kondusif seperti ekonomi dan politik yang stabil,” tambahnya.

Terkait penaikkan harga BBM subsidi, menurutnya akan sedikit berpengaruh pada harga jual produk properti.

“Penaikkan BBM subsidi sedikit berpengaruh terhadap harga jual properti. Namun jangka panjangnya lebih bagus karena inflasi bakal terkendali, ekonomi bakal stabil, trade defisit bakal berkurang, pembangunan bakal berjalan,” tambahnya.

Ketua DPD REI Pekalongan, Ricsa Mangkulla mengatakan pengembang sudah menyiapkan rencana kenaikan harga rumah sebagai upaya menyeimbangkan harga bahan bangunan dan bahan bakar minyak (BBM).

“Kami belum bisa memastikan kapan waktunya akan menaikan harga rumah. Akan tetapi rencana menaikan harga rumah itu sudah pasti,” ujarnya di Pekalongan.

Kebijakan pengembang menaikan harga rumah harus dilakukan karena sebelum harga BBM dan bahan baku pembuatan rumah juga sudah naik.

“Imbas kenaikan BBM 2014 diperkirakan berpengaruh sebesar 10 sampai dengan 15 persen terhadap bisnis properti,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Bantah Dua Warga Tertembak di Antrean Bantuan BPSKS

Denpasar, Aktual.co —Dua orang diduga tertembak peluru tajam saat tengah mengantre dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kantor Pos Payangan, Gianyar, Bali. 
Mereka adalah I Nyoman Misi (50) dan I Wayan Sudana (57). Keduanya asal Banjar Lebah A, Desa  Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.
I Nyoman Misi mengalami luka tembus pada kepala dengan panjang tiga centimeter. Sementara I Wayan Sudaha mengalami luka tembus pada paha kiri dengan panjang dua centimeter. Atas peristiwa yang menggegerkan itu, tiga orang saksi diperiksa. 
Kasat Reskrim Polres Gianyar, Ajun Komsaris Aris Purwanto membenarkan adanya dua korban terluka saat tengah mengantre pencairan dana Bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (BPSKS) di Kantor Pos Payangan.
Namun dia membantah jika keduanya disebut tertembak peluru nyasar. “Saya bingung baca beritanya itu. Dari saksi-saksi yang kami periksa tidak ada bunyi letusan atau bunyi ‘dor’ gitu,” kata Aris saat dihubungi Minggu malam (23/11).
“Kalau ada dua orang terluka, itu benar. Satu di bagian kepala sebelah kanan, satu lagi di bagian paha sebelah kiri,” tuturnya. 
Untuk mendalami peristiwa itu, Aris mengaku pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi untuk dimintai keterangan. Hingga kini belum bisa diketahui apakah gerangan yang menyebabkan kedua warga itu terluka.
“Tiga orang saksi sudah diperiksa. Tapi sekali lagi, tidak ada itu yang namanya letusan atau bunyi dor. Tolong itu diluruskan. Kalau tidak percaya silakan datang ke sini, nanti dikira saya berbohong,” papar Aris.
Sementara soal penemuan proyektil oleh seorang warga bernama I Made Tenaya, Aris masih menyelidiki keterkaitannya dengan peristiwa yang menyebabkan dua warga terluka.
“Soal proyektil yang ditemukan warga, kita masih selidiki apakah itu yang menjadi penyebab luka-lukanya warga atau bukan. Kan tidak melulu keduanya berkaitan. Bisa jadi itu hal yang berbeda,” imbuhnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berpotensi Rusak Lingkungan, KESDM Diminta Setop Perizinan Baru

Jakarta, Aktual.co —  Khawatir menurunnya kualitas lingkungan dan munculnya bencana ekologis, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) berharap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghentikan penerbitan perizinan baru.

“Di tengah gempuran bencana ekologis, seharusnya Kementerian ESDM menghentikan dulu keluarnya izin-izin baru, kemudian mengevaluasi seluruh izin-izin yang dibarengi penegakan hukum,” kata Manajer Kampanye Walhi, Edo Rakhman di Jakarta, Minggu (23/11).

Langkah selanjutnya memperbaiki tata kelola sumber daya alam Indonesia berdasar pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan dalam perspektif perubahan iklim.

Berkaitan dengan perizinan baru, Walhi meminta klarifikasi kepada kementerian terkait pemberian rekomendasi surat persetujuan ekspor (SPE) pasir besi di Jawa Barat. Sebab menurut informasi yang berkembang diduga kementerian telah mengeluarkan rekomendasi kepada PT SBP (anak usaha PT SSP dan WTI) yang memiliki konsesi tambang pasir besi seluas 10 hektare di Sukabumi serta PT MIS (anak usaha FGL) yang memiliki konsesi tambang pasir besi seluas 15.000 hektare di Cianjur Jawa Barat.

Inti surat tersebut terang dia, Walhi meminta klarifikasi pemerintah terkait landasan hukum dan kelayakan kedua perusahaan menerima rekomendasi SPE Pasir Besi, karena sebelumnya telah dihentikan sehingga publik ingin mengetahui alasan-alasan penting dikeluarkannya rekomendasi khususnya kelayakan dokumen Amdal.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ekonom Nilai Bank Sulit Mengalang DPK pada 2015

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi dan perbankan Riau, Dr Viator Butar Butar mengungkapkan pada 2015 perbankan akan lebih susah menggalang dana masyarakat karena adanya tekanan inflasi.

“Persaingan bank dalam mendapatkan dana diyakini akan terjadi kembali perang suku bunga,” ujar Viator dalam keteranganya di Pekanbaru, Minggu (23/11).

Kendati ada tekanan inflasi namun salah satu jalan yang bisa ditempuh oleh perbankan adalah dengan menaikkan suku bunga sebagai insentif menabung di bank.

“Namun akan ada kemungkinan perbankan, khususnya bank-bank kecil menetapkan suku bunga simpanan berkisar 1-2 persen di atas BI rate dan harga pasar,” katanya.

Berdasarkan data, BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh bank Indonesia dan diumumkan kepada publik.

BI Rate sendiri diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan suku bunga Pasar Uang AntarBank Overnight (PUAB O/N). Pergerakan di suku bunga PUAB ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya suku bunga kredit perbankan.

Sedangkan Inflasi adalah suatu keadaan dimana harga barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai uang dalam negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain