2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41534

Reklamasi 17 Pulau di Utara Jakarta Segera Dimulai

Jakarta, Aktual.co — Direktur PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan, reklamasi di Utara Jakarta diperkirakan menelan biaya lebih dari Rp 200 triliun dan ditangani oleh pihak swasta sebagai pengembang. Proyek ini masih dalam tahap penyelesaian kajian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
Beberapa pihak swasta yang akan menjalankan proyek tersebut adalah PT Pelindo, PT Manggala Krida Yuda, PT Pembangunan Jaya Ancol, PT Jakarta Propertindo, PT Muara Aisesa Samudra, PT Saladri Ekapaksi, dan PT Kapuk Naga Indah.
Reklamasi 17 pulau ini bertujuan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota pantai, menahan banjir rob, dan mencegah penurunan muka tanah serta mempertahankan sumber air baku.
“Rata-rata untuk penanganan satu meternya akan menelan Rp 3 sampai Rp 4 juta dengan las rata0rata satu pulau sekitar 350 hektar,” ucap Sumadi.
17 pulau tersebut akan dilangkapi kanal-kanal untuk menahan air laut dan juga sistem pengolahan air limbah agar tidak mencemari lingkungan. Reklamasi dibagi menjadi tiga zona, yaitu barat, tengah, dan timur.
Zona barat meliputi Pantai Mutiara, Pantai Hijau di Pluit serta Muara Angke dan Pantai Indah Kapuk. Zona tengah meliputi Muara Baru, Sunda Kelapa, Ancol, Tanjung Priuk. Sedangkan zona timur meliputi Tanjung Priuk hingga Marunda.
Proyek reklamasi 17 pulau di utara Jakarta merupakan bagian dari megaproyek Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Reklamasi ini membentang sepanjang garis pantai Jakarta pada areal sepanjang 32 km dengan lebar rata-rata 2 km sampai kedalaman 8 m dengan kebutuhan bahan urugan sebanyak 330 juta meter kubik.
Kawasan ini diperkirakan dapat menampung 1,7 juta jiwa. Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menolaj proyek tersebut dan mengajukan gugatan pada pihak pengembang. Namun, pada 2011 melalui keputusan Peninjauan Kembali, Mahkamah Agung menyatakan proyek ini legal dan dapat diteruskan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Penaikan BBM, Organda Tanjuk Perak Bakal Naikan Tarif

Jakarta, Aktual.co —  Organisasi Angkutan Darat Pelabuhan Tanjung Perak akan menaikkan tarif pasca penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp2.000 untuk solar.
“Kebijakan penaikan BBM khususnya solar ini memang menjadi pemicu untuk menaikkan tarif jasa angkutan di pelabuhan,” kata Ketua Umum Angkutan Khusus Organda Tanjung Perak Kody Lamahayu, di Surabaya, Minggu (23/11).
Menurut dia, revisi kenaikan tarif angkutan siap dilakukan dalam waktu dekat. Estimasi panikan tarif tersebut 35 persen seiring dengan naiknya harga solar perliter yang mencapai 36 persen.
“Besaran penaikan tersebut sangat realistis lantaran layanan jasa angkut tidak hanya tergantung dari faktor solar. Akan tetapi suku cadang dan biaya lain.”
Di samping itu, jelas dia, pihaknya sudah lama tidak menaikkan tarif jasa angkut umum. Penaikan tarif terakhir pada 2013 dengan besaran 35 persen, hal itu juga disebabkan karena penaikan harga BBM pada masa pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono.
“Sementara, kini biaya operasional yang dikeluarkan untuk truk sangat besar,” katanya.
Angka minimal, tambah dia, membutuhkan 35 liter per harinya atau setara dengan Rp 192.500 (dengan asumsi Rp 5.500 per liternya). Namun, dengan adanya penaikan solar yang mencapai Rp 7.500 per liter maka biaya operasional untuk beli BBM mencapai Rp 262.500.
“Penaikan tarif ini, akan secepatnya kami sosialisasi terhadap asosiasi terkait di Tanjung Perak,” katanya.
Sementara itu, akibat penaikan harga solar tersebut Organda Pelabuhan Tanjung Perak mendesak pemerintah melakukan konversi dari BBM ke Bahan Bakar Gas. Penyebabnya, harga gas diyakini lebih murah dibanding solar dngan harga satu liter gas Rp 3.100 sedangkan solar sudah Rp 7.500.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

FKPT: Ormas Yang Menolak Ahok Tidak Mewakili Agama Manapun

Jakarta, Aktual.co — Ratusan orang dari kalangan pemuka agama, seniman, dan para pemuda berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menyampaikan kampanye perdamaian  “Jaga Jakarta”, Minggu (23/11).
Aksi yang digagas oleh Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Provinsi DKI Jakarta itu menegaskan bahwa aksi penolakan terhadap pelantikan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak bisa disebut mewakili satu agama tertentu.
“Ada aksi  dari beberapa organisasi agama yang menolak Ahok menjadi gubernur. Mereka tidak mewakili semua agama karena kami  yang hadir di sini mensupport calon pemimpin yang sudah terpilih tanpa membedakan dari agama tertentu, itu harus dihormati,” kata Koordinator Lapangan  aksi Jaga Jakarta, Ramdansyah, Minggu (23/11).
Dia mengatakan, ormas yang melakukan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan pendapat menolak pemimpin adalah hal yang lumrah, selama dilakukan dengan damai dan tidak radikal.
“Radikal dalam berfikir adalah positif, tetapi ketika diturunkan dalam bentuk kekerasan, vandalisme, bahkan teror itu bentuk pelanggaran hukum,” pungkas Ramdansyah.
Laporan: Acep Nazmudin

Artikel ini ditulis oleh:

Organda Tolak Penggabungan Angkutan Umum di Bawah PT Transjakarta

Jakarta, Aktual.co — Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menolak rencana penggabungan manajemen semua angkutan umum di bawah PT Transjakarta. Pasalnya penggabungan itu dinilai sebagai upaya monopoli PT Transjakarta terhadap usaha transportasi di Jakarta. 
“Kalau begitu, Transjakarta melakukan monopoli. Saya tidak setuju,” kata Ketua Organda DKI Safruan Sinungan di Jakarta, Minggu (23/11).
Menurutnya, alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggabungan untuk menata dan menertibkan sistem transportasi di Jakarta adalah cara yang salah. Pemprov tidak bisa serta merta melakukan penggabungan tersebut karena berdasarkan masalah di konsorsium operator bus Transjakarta yang harus mengikuti lelang setelah masa kontrak berakhir. 
Ia mengganggap trayek yang dilalui semua operator adalah hasil dari usaha para pebisnis transportasi. 
“Kami menolak. Karena dengan rute yang ada, pemerintah tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk membuka rute-rute itu,” tambahnya.
Safruan menegaskan, jika rencana penggabungan tersebut tetap dilakukan maka pihaknya akan mengajukan gugatan ke pengadilan. 
Untuk diketahui, Pemprov DKI berencana menggabungkan semua angkutan umum di Jakarta dibawah manajemen PT Transjakarta. Angkutan umum juga akan dikonversikan menggunakan bahan bakar gas dan juga tidak lagi menggunakan sistem setoran melainkan rupiah per kilometer.

Artikel ini ditulis oleh:

Selama Bulan November, KKP Klaim Tangkap 35 Kapal Asing

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat hingga bulan November 2014  berhasil menangkap hingga 35 kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia.
“Upaya penegakan peraturan perundang-undangan di bidang kelautan dan perikanan terus kita lakukan melalui operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam siaran pers KKP yang diterima di Jakarta, Minggu (23/11).
Menurut dia, operasi pengawasan merupakan hal yang penting karena kehadiran kapal penangkap ikan yang tidak mematuhi ketentuan dapat mengancam keberlanjutan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di Indonesia.
Susi menuturkan, KKP telah menempuh langkah tegas dalam menindak aksi IUU fishing. Hal itu ditunjukkan dengan diterapkannya langkah-langkah strategis baik preemtif, preventif maupun represif.
“Upaya pemberantasan ‘illegal fishing’ ini pun dilakukan lewat operasi pengawasan dan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan penegakan hukum di laut.”
Dia mencontohkan, dalam wilayah penangkapan ikan di perairan Natuna, Susi menargetkan dalam enam bulan ke depan perairan Natuna bersih dari kegiatan kapal ikan asing.
Sedangkan ke-35 kapal asing yang ditangkap itu berdasarkan data awal ditemukan merupakan kapal penangkap ikan yang berasal antara lain dari Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal pencuri ikan dan kapal asing yang berada di perairan Indonesia, KKP menggunakan alat pendeteksi atau sistem monitoring data dan teknologi citra satelit radar.
Selain upaya represif, lanjut Susi, KKP akan memperbaiki manajemen perikanan dengan menerapkan pengaturan musim penangkapan ikan sehingga terciptanya kantong-kantong perlindungan menjamin kelestarian.
“Tidak kalah pentingnya adalah perbaikan regulasi dan kebijakan. Semisalnya, dari pembenahan tata kelola, peningkatan PPh kapal bertonase besar, penghapusan retribusi perijinan bagi nelayan tradisional, subsidi kredit perikanan, serta aturan di bidang penanaman modal industri perikanan nasional,” katanya.
Sedangkan di level internasional, KKP melakukan pendekatan multilateral yang melibatkan berbagai negara dalam menangani masalah pencurian ikan di wilayah perairan Republik Indonesia.
Susi sebelumnya telah menemui 11 duta besar negara sahabat, guna mendorong negara-negara itu untuk berkomitmen kuat dan mendukung RI dalam melindungi wilayah perairan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Tokoh Agama dan Seniman Serukan Jakarta Damai

Jakarta, Aktual.co — Ratusan seniman dan tokoh lintas agama ramai-ramai menyuarakan kedamaian untuk Ibu Kota Jakarta. Mereka khawatir berbagai masalah bangsa yang disebabkan oleh prilaku elit politik membuat masyarakat ikut gaduh dan menjadi anarkis.
“Kita perlu mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pesan-pesan damai, bahwa perbedaan pendapat adalah hal lumrah,” kata Ramdansyah Koordinator Lapangan aksi damai Jaga Jakarta, di kawasan jalan Sudirman – MH. Thamrin Minggu (23/11).
Kampanye dan seruan damai ini difasilitasi oleh Forum Koordinasi dan Terorisme Provinsi Jakarta. Mereka menggandeng para pemuka dari enam agama yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, dan Budha serta sejumlah seniman dan kalangan pemuda.
“Turun ke Jalan menolak kenaikan BBM atau kepala daerah adalah hak selama berada di koridor yang tepat. Namun jangan dilakukan dengan cara radikal karena segala bentuk kekerasan, vandalisme, bahkan teror adalah pelanggaran hukum,” imbuh Ramdansyah.
Pantauan aktual.co, terbentang spanduk sepanjang 120 meter yang ditempatkan di titik strategis kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Setiap orang yang lewat bebas menandatangani spanduk sebagai dukungan terhadap kampanye damai.
“Penadatanganan spanduk ini sebagai wujud kepedulian masyarakat tentang wilayahnya,” tuntas Ramdansyah.Laporan: Acep Nazmudin

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain