2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41537

Hendra/Ahsan Melaju ke Final Hong Kong

Jakarta, Aktual.co — Ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan melangkah ke babak final turnamen Hong Kong Open Super Series 2014 setelah menundukkan wakil Denmark Mads Pieler Kolding/Mads Conrad-Petersen pada babak semifinal, Sabtu (22/11).

“Mau lawan siapa saja kami siap. Kalau sudah sampai final semua lawan itu berat. Kami harus bisa mengembangkan pola permainan kami terlebih dahulu, menyerang duluan,” kata Hendra usai pertandingan di Kowloon.

Hendra/Ahsan menaklukkan ganda putra Denmark itu dalam tiga game pertandingan selama 58 menit dengan skor 21-16, 15-21, dan 21-19.

Kekalahan pada game kedua tidak menjatuhkan pasangan Indonesia yang justru membalik posisi hingga meraih kemenangan pada game ketiga saat kedudukan 20-15 hingga 20-19.

“Pada game kedua, pertahanan lawan kuat sekali. Mereka sulit untuk ditembus. Saat sudah mematikan akan mematikan bola, malah bola mati. Jadi kami yang kehilangan poin,” kata Ahsan tentang pertandingan di stadion Hong Kong Coliseum.

Ganda putra Indonesia yang merupakan pasangan unggulan kedua itu masih menunggu calon lawan dari hasil pertandingan antara ganda Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan wakil Tiongkok Liu Xiaolong/Qiu Zihan.

Hendra/Ahsan akan bertanding dalam babak final pada Minggu (23/11) pukul 13.00 waktu Kowloon Hong Kong atau 12.00 WIB.

Pada nomor ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dipaksa mengalah oleh pasangan Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi pada babak semifinal dengan skor 16-21 dan 15-21.

Artikel ini ditulis oleh:

Munas Golkar, Ical Dianggap Sulit untuk Dikalahkan

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, Aburizal Bakrie masih menjadi kandidat kuat untuk menjabat Ketua Umum Partai Golkar periode 2014-2019.

Bahkan dirinya menilai sulit bagi kandidat lain untuk mengalahkan Ical dalam Musyawaran Nasional partai bentukan Soekarno itu pada akhir bulan ini.

Internal Golkar sendiri, kata dia, terutama dari kalangan DPP dan DPD tidak menganggap kekalahan Golkar di pemilu legislatif dan presiden lalu sebagai sebuah kegagalan.

“Pak Ical kan juga lebih banyak dikenal oleh fungsionaris Golkar di daerah karena sempat keliling Indonesia dalam pemilu lalu. Selain itu, Pak Ical juga mempunyai kekuatan uang yang tidak bisa disaingi oleh kandidat lainnya. Ini terbukti ketika pada Munas lima tahun lalu Pak Ical bisa mengalahkan Pak Surya Paloh yang sama-sama mempunyai kekuatan uang yang besar,” kata Siti, Sabtu (22/11).

Selain uang, kata dia, percepatan Munas Golkar juga lebih menguntungkan Ical untuk kembali memimpin Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

PBB Yakin Ebola Bisa Diakhiri Pertengahan Tahun Depan

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan, wabah mematikan Ebola bisa diakhiri pada pertengah tahun depan bila respon penanganan atas kasus tersebut dipercepat.

Hal itu dia ungkapkan dalam perteman dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington.

Ban mengkritisi upaya internasional sejauh ini yang dinilai kurang merata dalam mengatasi Ebola, terutama terkait bantuan tenaga medis.

“Kita harus membuat kasus (Ebola) ke angka nol. Ebola bukanlah penyakit di mana kalian bisa menyisakan sedikit kasus,” kata dia dikutip BBC, Sabtu (22/11).

Sedangkan kepala misi PBB untuk penangaan Ebola, Anthony Banbury menyebut bahwa dunia saat ini masih kesulitan menghadapi virus yang telah menelan lebih dari 5.400 korban jiwa.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Susi: Cegah Pencurian Ikan oleh Pihak Asing

Jakarta, Aktual.co — Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan, eksploitasi pihak asing berupa pencurian terhadap sumber daya perikanan di kawasan perairan Indonesia harus dicegah dan ditangkal guna mengembalikan marwah maritim.

“Sudah saatnya marwah maritim diwujudkan dengan tidak membiarkan pihak asing leluasa menangkap ikan dan memanfaatkan sumber daya pesisir, kelautan, dan pulau-pulau kecil kita,” kata Susi Pudjiastuti di Jakarta, Sabtu (22/11).

Menurut Susi, tidak ada kata terlambat untuk meminimalkan bahkan meniadakan kerugian yang sangat besar akibat beragam praktIk ilegal yang dilakukan pihak asing tersebut.

Menurut dia, ekosistem dan sumber daya alam pesisir bersifat rentan terhadap perubahan sehingga mudah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut dapat diakibatkan oleh adanya interaksi antara faktor eksternal dan internal.

Jika kerentanan wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil tidak dipertimbangkan dalam pengelolaannya, lanjutnya, maka dicemaskan akan muncul konflik antara kepentingan dalam pemanfaatan sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup dan pembangunan ekonomi jangka pendek dengan kebutuhan generasi akan datang.

Sebagaimana diwartakan, manusia perahu yang tertangkap di kawasan perbatasan Derawan, Kalimantan Timur, diduga terlibat pula dalam pencurian ikan di kawasan perairan Indonesia yang juga merugikan perekonomian.

“(Manusia perahu) itu tidak bisa dibilang sebagai nelayan kecil,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di KKP, Jumat (21/11).

Dalam operasi bersama atau gabungan aparat yang dilakukan pada 17-21 November 2014, ditemukan sebanyak 435 manusia perahu yang diperkirakan berasal dari luar negeri yang menggunakan 132 perahu (59 perahu kayu dan 73 sampan).

Susi memaparkan kapal yang dimiliki oleh para manusia perahu itu adalah sebesar 10–15 gross tonnage atau rata-rata lebih besar daripada kapal nelayan Indonesia asli Berau yang rata-rata 5 gross tonnage.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, ada dugaan bahwa tangkapan ikan yang dibawa oleh manusia perahu itu akan dijual kepada kapal besar yang menunggu di perbatasan laut RI.

Dia mengemukakan bahwa kapal-kapal asing yang berukuran ratusan gross tonnage itu berani berbuat hal demikian karena diperkirakan tidak diketahui oleh pihak aparat Indonesia.

“Kita bisa melihat apa yang orang lain dilakukan, tetapi kita tidak punya kemampuan untuk menangkap mereka semua,” kata dia.

Untuk itu, menurut dia, untuk urusan manusia perahu itu akan dikoordinasikan secara lintas kementerian, seperti dengan pihak Kementerian Luar Negeri.

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Tulungagung Temukan Mortir di Gudang Tua

Jakarta, Aktual.co — Anggota Kepolisian Resort Tulungagung, Jawa Timur, tidak sengaja menemukan sebuah mortir aktif serta ratusan butir peluru kaliber 12,7 MM diduga peninggalan Perang Dunia II saat membersihkan gudang kosong di belakang Mapolsek Kedungwaru.

“Kami temukan saat menggelar ‘Jumat bersih’, Jumat (21/11). Kebetulan saat itu saya berinisiatif membuka gudang lama dan ternyata ada sisa logistik militer yang diduga peninggalan zaman perang dunia,” kata Kapolsek Kedungwaru, AKP Irwantoro, Sabtu (22/11).

Saat pertama kali ditemukan, kata dia, mortir atau sejenis bom udara ke darat dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan panjang satu meter tersebut tertutup sarang rayap.

Setelah dibersihkan dan menyisir sekitar mortir tersebut, petugas kembali menemukan sedikitnya 107 butir peluru aktif kaliber 12,7 berserak dengan sebagian tertimbun pasir.

Irwantoro memperkirakan, mortir atau bom pesawat dengan hulu ledak aktif yang mereka temukan memiliki radius ledakan hingga 500 meter.

“Mungkin ini temuan lama yang disimpan di gudang. Tapi karena sudah lama (gudang) tidak digunakan, bom dan peluru aktif ini tidak terurus,” kata dia.

Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, Irwantoro lalu berkoordinasi dengan tim Sabhara Polres Tulungagung guna mengevakuasi bom dan peluru aktif tersebut untuk selanjutnya dibawa ke Mako Brimob Polda Jatim di Kediri.

Logistik perang peninggalan zaman perang dunia kedua diduga masih tersebar di sejumlah wilayah eks-Karesidenan Mataraman selatan.

Hal ini ditandai dengan kerapnya ditemukan peluru, granat, mortir, maupun aneka persenjataan kuno di wilayah Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kediri, maupun daerah lain di sekitarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Din Syamsuddin: Penyelesaian Konflik Harus Komprehensif

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai penyelesaian berbagai konflik yang terjadi harus komprehensif melalui kajian masalah yang ada.

“Pertama yang harus dilihat adalah akar yang menjadi penyebab konflik, kemudian gunakan pendekatan yang relevan,” kata dia di Jakarta, Sabtu (22/11).

Dia menyampaikan hal itu dalam rangkaian kegiatan “World Peace Forum” ke-5 dengan tema “Berbagi Pengalaman Resolusi Konflik” yang diselenggarakan PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Cheng Ho Multi Culture Trust of Malaysia dan didukung Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC).

Dalam acara yang diikuti 200 peserta pada 20-23 November itu, Din mengatakan jika konflik dipicu oleh kesenjangan ekonomi, sosial dan politik, maka jangan lupa untuk tetap membawa pendekatan keagamaan dalam menyelesaikannya.

“Pendekatan yang menyeluruh dalam menyelesaikan konflik yang terjadi terbukti lebih baik dibandingkan dengan pendekatan parsial,” kata dia.

Selanjutnya, jika suatu konflik terus berlarut maka lakukan evaluasi apa yang menjadi penyebabnya melalui pengkajian yang mendalam.

Dia mengatakan pelaksanaan “World Peace Forum” memberikan pelajaran berharga untuk mewujudkan perdamaian dunia.

“Melalui acara ini diperoleh resolusi konflik dan penanganannya yang merupakan hal berharga untuk mewujudkan dunia bebas konflik,” kata dia.

Pembahasan yang dilakukan telah menghasilkan pelajaran-pelajaran penting yang berharga baik penanganan konflik yang sukses maupun yang belum berhasil.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain