2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41541

Ini 4 Korban Tewas Akibat Longsor Di Sibio-bio, Tapanuli Tengah

Medan, Aktual.co — Sebanyak 4 warga menjadi korban tewas dalam musibah banjir dan longsor di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (21/11).
Menurut Ruslin Zebua (30), warga dan saksi mata musibah,  mengatakan bahwa kelima korban terdiri dari dua kepala rumah tangga yang rumahnya tertimbun longsor dan terseret arus.
Berikut nama-nama korban :
1. Saut Marito Zebua usia 28 tahun,2. Ariyani Telaumbanua usia 18 tahun (istri Saut),3. Dalizato zebua usia 20 tahun,4. Yunita Telaumbanua usia 20 tahun (istri Dalizato), dan

“Dua rumah itu dua kepala keluarga,” ujarnya, Sabtu (22/11).
Diketahui, empat korban tewas sudah ditemukan dan sudah dievakuasi pihak SAR Sibolga-Tapteng. Sementara, Butet (anak dari pasangan Dalizato dan Yunita), bayi berusia empat bulan yang diduga juga meninggal dunia, hingga kini masih dalam proses pencarian. 

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Desa Terendam, Pemkab Aceh Utara Salurkan Bantuan

Banda Aceh, Aktual.co — Pemkab Aceh Utara menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Desa Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Sabtu (22/11). 
Penyerahan bantuan itu diberikan langsung oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Muthalib dan Sekda Aceh Utara Isa Anshari.
“Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, mie instan dan kebutuhan dasar untuk masa panik. Juga disiapkan tenda untuk mengantisipasi adanya pengungsi,” ujar Abdul Muthalib.
Sementara itu, Isa Anshari menyebutkan  bahwa pihaknya telah mengerahkan seluruh tim Tagana, BPBD, SAR, dibantu relawan RAPI, TNI/Polri di lokasi banjir. Untuk lokasi banjir, kini sedang disalurkan bantuan masa panik.
“Bantuan itu sedang disalurkan. Sebagian wilayah banjir sudah tiba bantuannya. Sebagian lagi dalam perjalanan,” kata dia.
Solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir adalah pembangunan Waduk Keureuto di Kecamatan Paya Bakong. “Jika waduk itu selesai, maka banjir sudah teratasi. Kita harap, waduk ini terus mendapat dukungan dana dari pusat,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir terjadi di Kecamatan Paya Bakong, Samudera, dan Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, dan menyebabkan satu rumah hancur dan puluhan desa terendam. 

Artikel ini ditulis oleh:

Beras Merah Lebih Banyak Mengandung Arsenik Daripada Beras Putih

, Aktual.co — Nasi atau beras yang kita konsumsi setiap hari, ternyata bisa menjadi ancaman bagi kesehatan kita. Para peneliti menemukan bahwa makanan yang popular tersebut itu kini sarat dengan arsenik anorganik penyebab kanker, dan mereka menyarankan anak kecil untuk tidak mengkonsumsi nasi lebih dari dua kali dalam sebulan.
Dalam penemuannya Consumer Reports menganalisa data FDA pada 656 makanan yang mengandung nasi dan menemukan tingkat anorganik arsenik yang dapat dilihat, yang terhubung dengan beberapa tipe kanker.
Arsenik tersebut dikenal ada di dalam banyak makanan, termasuk buah-buahan, biji-bijian, dan sayuran. Mereka menyerap arsenik dari dalam tanah dan pestisida. Namun, beras lebih mudah menyerap arsenik daripada kebanyakan sumber makanan lainnya. 
Dr. Michael Crupain seorang peneliti di Consumer Reports menjelaskan bahwa Arsenik dalam makanan merupakan masalah kesehatan yang nyata dan penting untuk mengurangi mengkonsumsinya.
Paparan jangka panjang terhadap arsenik mengakibatkan tingkatan yang lebih tinggi akan masalah kulit, kandung kemih, dan kanker paru-paru. Menurut Consumer Reports, untuk anak di bawah usia lima tahun, ditemukan bahwa sereal nasi dan pasta nasi memiliki lebih banyak arsenik dari yang kami lihat pada tes sebelumnya. 
“Jadi kami merekomendasikan anak-anak untuk tidak terlalu sering mengonsumsi makanan-makanan ini, yang berarti tidak lebih dari du akli dalam sebulan.”
Salah satu penemuan terbesarnya adalah bahwa tingginya kadar arsenik dalam beras tergantung pada di mana tempat menanamnya. Dan yang mengejutkan adalah, peneliti menemukan bahwa beras merah mengandung lebih dari 80% arsenik dibandingkan beras putih. 

Dikutip dari FoodBeast, Sabtu (22/11)

Artikel ini ditulis oleh:

Tarif Penyebrangan Naik, Sopir Truk Mogok di Gilimanuk

Denpasar, Aktual.co — Ratusan sopir truk di Pelabuhan Ketapang, mogok dan tak mau menyebrang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, lantaran tarif penyebrangan pelabuhan naik. 
Tak hanya di Gilimanuk, ratusan sopir truk juga mogok di Pelabuhan Ketapang. Mereka memilih memarkir kendaraan mereka di dalam areal pelabuhan.
“Baru saja BBM naik, sekarang tarif juga naik. Semua naik, tapi bos kami tidak juga naikkan gaji kami,” kata Sugeng, sopir truk yang hendak menyebrang ke Pulau Jawa, Sabtu (22/11).
Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk, Wahyudi Susianto menuturkan, keputusan untuk menaikkan tarif penyebrangan sudah diputuskan dan diumumkan pada Jumat (21/11) kemarin. Menurut dia, kenaikan tarif itu mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan dan keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry. 
“Tarif penyebrangan yang naik itu hanya khusus untuk roda empat dan sejenisnya,” kata Wahyudi.
Bagi kendaraan jenis mobil termasuk truk dan bus, biaya penyeberangan dinaikkan menurut golongan masing-masing. Untuk kendaraan penumpang dengan panjang sampai lima meter tarif naik menjadi Rp150 ribu, yang sebelumnya Rp135 ribu. Kendaraan barang dengan panjang yang sama naik menjadi Rp135 ribu dari sebelumnya Rp120 ribu.
Sementara itu, kendaraan dengan panjang hingga tujuh meter jenis penumpang, tarif dinaikkan menjadi Rp285 ribu dari sebelumnya Rp255 ribu. Untuk kendaraan barang dengan panjang yang sama naik menjadi Rp230 ribu dari sebelumnya Rp205 ribu.
Untuk kendaraan golongan empat dengan panjang sampai 10 meter, naik menjadi Rp475 ribu dari sebelumnya 430 ribu. Serta kendaraan barang naik menjadi Rp380 ribu dari sebelumnya Rp340 ribu.
“Untuk kendaraan yang memiliki panjang hingga 12 meter, dikenai tarif baru Rp500 ribu dari sebelumnya Rp 455 ribu,” ulasnya. Demikian juga kendaraan dengan panjang 16 meter ongkos jasa penyeberangan naik menjadi Rp755 ribu dari sebelumnya  Rp685 ribu dan terakhir kendaraan dengan panjang lebih dari 16 meter, dikenai tarif baru Rp1.120.000 dari sebelumnya Rp1.015.00o.”
Diakui, pihak ASDP belum melakukan sosialisasi atas kebijakan baru tersebut. Pihaknya sudah meminta kepada petugas tiketing untuk mensosialisasikan kebijakan baru ini, selain menyiapkan pengumuman yang ditempel di areal pelabuhan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Tabrakan Motor, Satu Orang Tewas

Jakarta, Aktual.co — Pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Tali Raya, Slipi saling bertabrakan. Akibatnya, satu orang tewas sedang satu lagi luka-luka dibawa ke rumah sakit.
Kasat Lantas Polres Jakarta Barat, AKBP Ipung Purnomo mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi saat pengendara motor Honda Vario bernopol B 3796 UFL, yakni Ramdan Arif Tri (25) melintas di Jalan Tali Raya, Slipi, Jakarta Barat, dan bertabrakan dengan pengendara motor Honda Beat.
“Motor Vario bertabrakan dengan Motor Beat warna putih tanpa ada plat nomor, peristiwanya terjadi sekira pukul 11.30 WIB siang tadi” ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/11).
Akibat peristiwa tersebut, Ramdan yang merupakan warga Jalan Pelita I RT 01/05, Jati Pulo, Jakarta Barat, meninggal di lokasi dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo guna keperluan visum.
“Kalau korban satu lagi luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban yang ini belum diketahui karena tidak ditemukan identitas apapun” katanya.
Korban yang dalam kondisi kritis tampak hanya mengenakan celana Jeans dengan menggunakan kaos berwarna abu-abu.
“Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penanganan penyelidikan oleh pihak kepolisian laka lantas satuan wilayah Jakarta Barat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir di Aceh Utara, Satu Rumah Hancur Terseret Arus

Banda Aceh, Aktual.co — Banjir merendam Kecamatan Matangkuli, Sawang, dan Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (22/11). 
Akibatnya, satu rumah milik M Nasir, warga Desa Lhok Cut, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, terseret arus. Beruntung, keluarga berhasil diselamatkan warga.
Akses lainnya, sepanjang 30 meter tanggul pembatas sungai di Desa Tanjung Awe, Kecamatan Samudera, Aceh Utara jebol. Akibatnya, ratusan rumah di desa itu terendam banjir. Selain itu, aktivitas belajar mengajar di SDN 10 Matangkuli terpaksa diliburkan.
Camat Sawang, Sofyan menyebutkan banjir bandang terjadi di kawasan tersebut. “Banjirnya seperti air bah. Tiba-tiba sangat deras, dan satu rumah terseret arus dan tenggelam di Sungai Sawang,” sebut Sofyan.
Sementara itu, Relawan RAPI Aceh Utara, Zainal Abidin, relawan RAPI melaporkan bahwa desa yang terendam banjir di Kecamatan Matangkuli yaitu Desa Hagu, Parang Sikureung, Hagu, Tumpok Barat, Lawang dan Desa Alue Thoe. 
“Kami terus memantau banjir. Sampai saat ini belum ada pengungsian,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain