2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 41544

Ombudsman: Konflik DPR Ganggu Stabilitas Pelayanan Publik

Jakarta, Aktual.co — Hampir dua bulan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diambil sumpahnya sebagai wakil rakyat periode 2014-2019. Namun, hingga kini anggota DPR belum efektif menjalankan kinerjanya.
“Bila DPR tidak selesai tentang UU MD3 maka kisruh ini akan berlanjut sampai tahun depan” ujar Ketua Ombudsman, Danang Girindrawardana, di Jakarta, Sabtu (22/11).
Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan agar revisi Undang Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3). Ini akan menjadi jalan agar terjadi perdamaian di DPR.
Menurut dia, Bila UU MD3 ini tidak selesai maka situasi tetap alot dan konflik akan berkepanjangan. Hal ini tentu menganggu stabilitas pelayanan publik. 
“Bila kisruh tak segera selesai akan sangat membahayakan pelayanan publik, karena tidak bisa dilakukan penandatanganan APBN untuk membiayai pembelanjaan negara.”
Laporan: Meutia

Artikel ini ditulis oleh:

Revolusi Mental Layanan Publik

Dari kiri ke kanan, Kepala pusat Informasi dan Humas Kemendikbud, Ibnu Ahmad, Ketua Ombudsman, Danang Giridrawardana, Moderator, Pangeran Ahmad Nurdin, Wakil Ketua Komisi 10 DPR RI, Sohibul Imam, Direktur LP3ES, Suhardi saat menjadi narasumber pada acara diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Diskusi membahas soal layanan publik bertema “Revolusi Mental Layanan Publik”. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Longsor di Tapanuli Tengah, Bayi Berumur 4 Bulan Belum Ditemukan

Medan, Aktual.co — Seorang bayi berumur empat bulan, yang tertimbun longsor di Desa Angoli, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli tengah, belum ditemukan.
Korpos SAR Sibolga-Tapteng, mengatakan bahwa empat korban tewas akibat longsor sudah berhasil dievakuasi.
“Yang 4 orang dewasa sudah dievakuasi dan sudah dibawa ke rumah duka,” kata Abdul Rahman, ketika dihubungi, Sabtu (22/11).
Sementara itu, seorang korban lain, bayi berusia 4 bulan, belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.
“Korban masih terus kita cari. Ini masih pencarian menyurusi sungai. Medan berat karena dalam hutan dan berlumpur,” tutur Rahman.
Longsor itu terjadi disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Jumat (21/11) kemarin. Akibatnya, empat orang tewas dalam kejadian ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Longsor Di Kabupaten Tapanuli Tengah, 4 Orang Tewas

Medan, Aktual.co — Sebanyak empat orang tewas dalam musibah longsor yang kembali terjadi di Desa Sibio-bio, Sibabangun, Tapanuli Tengah, Jumat (21/11). 
Kapos SAR Tapteng, Abdul Rahman Sembiring ketika dihubungi Aktual.co dari Medan, Sabtu (22/11) menyebutkan, musibah longsor itu terjadi kemarin malam, Jumat (21/11).
“Kejadiannya tadi malam, namun kita baru menerima informasi pagi tadi, dan langsung ke lokasi melakukan pencarian dan evakuasi,” kata Ka Pos SAR Tapteng, Abdul Rahman Sembiring, ketika dihubungi Aktual.co, Sabtu (22/11).
Diperkirakan sebanyak dua rumah tertimbun saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut tadi malam.
“Hujan deras dan angin kencang, diperkirakan yang tertimbun longsor ada dua rumah,” tutur Rahman. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kisruh DPR Tak Kunjung Selesai, Indonesia Shut Down

Jakarta, Aktual.co — Kisruh DPR yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda sepakat antara kedua kubu, dikhawatirkan berpengaruh pada jadwal penandatanganan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang seharusnya dilakukan pada 5 Desember 2014.
Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana mengatakan bahwa hal ini dapat membahayakan keadaan negara dan kepentingan rakyat, dimana pelayanan publik akan berhenti bila tidak adanya pembiayaan belanja negara.
“Jika terus menerus tidak selesai dalam kisruh DPR ini akan berlanjut sampai tahun depan, sangat berkemungkinan menjadi seperti USA, shut down” (22/11)
APBN harus ditandatangani oleh DPR dalam sidang paripurna, dan bila selalu terhambat maka dampaknya akan merugikan rakyat.
“Pelayanan publik akan terganggu bahkan berbahaya berhenti semua, Indonesia shut down.”
Laporan: Meutia

Artikel ini ditulis oleh:

Revolusi Mental Harus Dimulai Dari Presiden

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud Ibnu Hamad mengatakan, revolusi mental baru bisa terjadi jika dimulai dengan keteladanan yang ditunjukan oleh para pemimpinnya.
“Tentunya setiap instansi harus memulai revolusi mental dari pimpinan tertingginya agar diikuti oleh bawahannya sehingga birokrasi bisa lebih baik,” kata Ibnu, di Cikini, Jakarta, Sabtu (22/11). 
Dia juga menyebutkan bahwa revolusi mental juga harus dimulai dari pemimpin tertinggi yaitu presiden.
“Jadi tentu juga harus dimulai dari pemimpin tertinggi yaitu Presiden Jokowi. Dia harus menjadi teladan yang baik bagi rakyat. Jokowi harus menunjukan mental yang baik,” ungkapnya.
Ketua Ombudsman Danang Girinwardana mengatakan bahwa yang harus dipertanyakan dalam hal ini adalah siapakah yang akan merevolusi mental tersebut.
“Harusnya dibalik pertanyaannya, siapa yang harus merevolusi birokrasi itu? Simpul utama permasalahannya kan Pemerintah yang harus bisa merevolusi mental,” katanya.
Dicontohkan, Kementerian Perhubungan di bidang perizinan dan kementerian agama dibidang ketentuan pernikahan yang masuk dalam rapor merah.
“Orang yang pernah menikah dan membayar KUA melebihi ketentuan yang telah ditetapkan Pemerintah itu koruptor, karena itu sama saja memberikan suap kan. Karena sebenarnya kita hanya perlu membayar Rp50.000 – Rp200.000, tapi kerap kali kita diminta membayar lebih.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain