9 April 2026
Beranda blog Halaman 41792

Sukseskan Munas, Golkar Bali Gelar Persembahyangan

Denpasar, Aktual.co — DPD Partai Golkar Bali menggelar persembahyangan di kantor DPD Partai Golkar, Jalan Surapati Nomor 1 Denpasar, demi kelancaran Munas IX yang rencananya digelar di Nusa Dua, Bali.
Sekretaris DPD Partai Golkar Bali, I Komang Purnama menuturkan, persembahyangan ini digelar oleh beberapa kader Golkar untuk meminta petunjuk Yang Maha Kuasa demi kesuksesan Munas yang digelar mulai 30 November-3 Desember 2014.
“Ya, ini untuk meminta restu kelancaran pelaksanaan Munas Partai Golkar,” kata Purnama, Kamis (27/11). 
Sejumlah kader tampak mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Munas. Spanduk, bendera dan baliho pun sudah siap dipasang. 
Beberapa kader lain sibuk mempersiapkan canang (sesaji perangkat persembahyangan umat Hindu) dan menggelar persembahyangan di pura di lingkungan Kantor Golkar Bali.
Peserta dari tingkat provinsi terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, ketua bidang organisasi, ketua bidang kepemudaan, ketua bidang perempuan serta ketua bidang pemenangan. Sementara peserta dari tingkat kabupaten/kota terdiri dari ketua dan sekretaris. 

Artikel ini ditulis oleh:

Divonis 5,5 Tahun, Rachmat Yasin ‘Inna Lillahi Wa Inna Lillahi Rojiun’

Jakarta, Aktual.co — Bupati Bogor nonaktif Rahmat Yasin menerima putusan Majelis Hakim Tipikor Bandung yang memvonis hukuman lima tahun enam bulan penjara terkait kasus suap tukar menukar kawasan hutan PT Bukit Jonggol Asri sebesar Rp4,5 miliar.

Pernyataan Rachmat tersebut setelah berunding dengan tim kuasa hukumnya lalu menyampaikan langsung kepada majelis hakim dengan diawali ucapan inna lillahi wa inna lillahi rojiun pada sidang vonis Pengadilan Tipikor, Bandung, Jabar, Kamis (27/11).

“Saya ucapkan inna lillahi wa inna lillahi rojiun saya menerima putusan lima tahun penjara tanpa menggunakan hak proses hukum selanjutnya,” kata Rahmat Yasin.

Dia mengaku, sudah memahami apa yang telah disampaikan dan diputuskan majelis hakim yang telah memutus hukuman lima tahun enam bulan penjara. Politikus asal Partai Persatuan Pembangunan itu tidak akan mengajukan banding, meskipun harapannya mendapatkan hukuman lebih ringan.

“Tapi apapun keputusan hakim saya sudah ikhlas menerima. Tidak akan banding, saya terima,” katanya.

Usai sidang vonis, Rahmat menegaskan bahwa perbuatannya sudah diakui dan disesali yang tentunya mengharapkan adanya hukuman lebih ringan.

“Persoalannya bukan lima tahun atau berapa tahun itu persoalan angka, tetapi ketika saya sudah menyadari perbuatan, menyesali perbuatan, maunya saya lebih ringan,” katanya.

Kuasa Hukum terdakwa Sugeng Teguh Santoso mengatakan, alasan menerima keputusan majelis hakim karena lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK yang menuntut 7,5 tahun penjara.

“Itu (vonis) masih kategori yang bisa diterima karena lebih ringan dari tuntutan jaksa, kalau banding kan tidak menentu hasilnya,” kata Sugeng.

Selain putusan hukuman penjara, terdakwa juga didenda sebesar Rp300 juta atau subsider tiga bulan kurungan penjara dan hukuman tambahan pencabutan hak dipilih selama dua tahun.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 (a) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Perusahaan Sekuritas Bidik Pasar Anak Muda

Jakarta, Aktual.co —   Perusahaan sekuritas membidik pasar anak muda seiring dengan pengetahuan mereka yang semakin baik tentang pasar modal.

“Kami menganggap anak-anak muda saat ini cukup mengerti apa itu pasar modal, selain itu untuk bisa bertransaksi di pasar modal sekarang ini tidak perlu berinvestasi uang dalam jumlah banyak jadi sesuai dengan kemampuan mereka,” ujar Branch Manajer Panin Sekuritas Semarang Marwahyudi di Semarang, Kamis (27/11).

Untuk terus menambah nasabah dari kalangan anak muda, saat ini pihaknya aktif berkunjung ke sejumlah perguruan tinggi dalam rangka memberikan edukasi terkait pasar modal.

“Misi awal kami adalah generasi muda bisa mengerti apa itu pasar modal sehingga bisa berinvestasi dengan tepat,” katanya.

Menurutnya, jika kalangan muda memiliki pola pikir jangka panjang maka akan memanfaatkan pasar modal sebagai alat untuk berinvestasi.

“Dengan investasi perbulan sebanyak Rp100 ribu, hasilnya bisa dinikmati pada lima atau sepuluh tahun mendatang. Mereka bisa membelanjakan uang tersebut untuk membeli kendaraan, rumah, melanjutkan pendidikan, atau menjalankan ibadah,” katanya Meski demikian, pihaknya mengakui bukan hal yang mudah mengajak masyarakat untuk bisa berinvestasi dengan tepat. Kondisi ini disebabkan karena pengetahuan mereka yang masih minim terkait pasar modal, terutama bagi pekerja atau kalangan yang sudah berumur.

Mengenai kondisi tersebut, saat ini ada jenis saham yang bisa dicoba oleh nasabah baru yaitu reksadana. Dengan reksadana tersebut, uang yang diinvestasikan nasabah dijalankan oleh fund manajer.

Dalam hal ini fund manajer atau trader adalah orang yang memahami betul kondisi pasar di pasar modal sehingga risiko investasi bisa diminimalisasi. Untuk saat ini jumlah nasabah khusus reksadana yang dimiliki Panin Sekuritas Cabang Semarang mencapai 500 orang.

“Dengan adanya program edukasi yang kami fokuskan pada kalangan muda ini harapan kami jumlah nasabah dari Semarang dan sekitarnya bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Tahap Pertama, Rp9,2 Triliun Siap Digelontorkan Untuk Program Desa

Jakarta, Aktual.co — Program pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni Rp. 1,4 milyar per desa akan mulai digulirkan tahun 2015 mendatang, pada tahap pertama akan digelontorkan 9,2 triliun rupiah.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar dana yang digunakan untuk program itu bukan dari dana APBN menyeluruh, melainkan dari dana transfer daerah sekitar 10 persen.
“Kalau sekarang dana transfer daerah 700 triliun, itu berarti dana untuk desa kurang lebih Rp 70 trilun,” kata Marwan Jafar di Gedung KPK, Kamis (27/11).
Sebagai permulaan, kata Marwan, pada 2015 mendatang tidak langsung dikucurkan Rp 70 triuliun, melainkan hanya Rp 9,2 triliu untuk dicairkan dan dibagi rata untuk sekitar 73 ribu desa/keluran di seluruh Indonesia.
“Karena keterbatasan APBN kita,” kata Marwan.
Untuk pelaksanaannya, menurut Marwan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian dalan negeri dan juga melibatkan KPK dalam mengawasi penggunaan dana tersebut.
“Nanti masing-masing tim akan ada kajian dan koordinasi bagaimana secara teknis mekanismenya untuk mengawasi itu, kita juga sudah sampaikan kepada KPK untuk awasi itu,” kata dia.
Mengenai kesipan desa/ kelurahan dalam menerima uang sebanyak itu, kata Marwan, pihaknya akan menyediakan fasilitator untuk melakukan pendampingan.
“Nanti akan dibekali, akan diajari juga membuat laporan yang bener transparan dan akuntable,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

eSPeKaPe: Jokowi Jangan Pilih Dirut Pertamina Dinasti Ari Soemarno

Jakarta, Aktual.co — Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) mengingatkan kepada Presiden RI Joko Widodo agar cermat dan tidak memilih Direktur Utama Pertamina dari dinasti Ari Soemarno.

Berdasarkan informasi yang digali dari dalam Kementerian BUMN, nama calon Direktur Utama Pertamina sudah selesai di proses oleh Tim Penilaian Akhir (TPA). Dikabarkan sosok yang terpilih berasal dari eksternal seperti Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto, namun ada juga kandidat yang pernah menjabat direksi Pertamina.

Kemungkinan sosok itu adalah Ahmad Faisal mantan Direktur Niaga Pertamina era Dirut Ari Soemarno, Ferederick Siahaan ST yang mantan Direktur Keuangan Pertamina juga di era Dirut Ari Soemarno. Berikutnya ada nama Widyawan Prawira Atmaja, Deputi Pengendalian Komersial SKK Migas yang pernah sempat akan dijadikan Direktur Hulu Pertamina di era Dirut Ari Soemarno, tapi kapasitas dan kapabilitasnya justru kalah oleh Karen Agustiawan. Selain itu ada Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto yang berlatar belakang Akuntan, sama seperti Sudirman Said dan Amien SKK Migas.

Ari Soemarno sendiri menjadi Dirut Pertamina sejak 8 Maret 2006 sampai tahun 2009, dan merupakan kakak kandung Menteri BUMN Rini M Soemarno.

“Ari juga menjadi salah satu kandidat terkuat untuk menempati komisaris utama di Pertamina menggantikan Sugiharto,” kata Ketua Umum eSPeKaPe, Binsar Effendi Hutabarat melalui keterangan resminya, Rabu (26/11).
 
Menurutnya, jika saja informasi ini ada kebenarannya, Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) akan mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan janjinya saat menjadi Presiden terpilih yang disampaikan di Balai Kota Jakarta pada 24 September 2014. Jokowi saat itu mengatakan dengan tegas, bahwa ia akan melakukan sejumlah pembenahan pada Pertamina dan menyatakan pula akan merombak perusahaan plat merah tersebut untuk memberantas mafia migas.
 
Ia mengungkapkan, saat Ari Soemarno menjadi dirut di Pertamina, dan berdasarkan persetujuan Dewan Komisaris pada 17 September 2008, ia membentuk ISC (Integrated Supply Chain). Dimaksud agar dapat menyelaraskan pengadaan minyak mentah dan BBM buat kebutuhan kilang dan pemasaran.

“Tapi, mana buktinya ISC yang dibentuk Bapak Ari ini? Justru sampai saat ini pun yang terjadi adalah penghambatan pembangunan kilang baru. Sebaliknya bukan malah memfasilitasi dan mempercepat pembangunan kilang,” lanjutnya.
 
“Orang yang paling berkuasa di ISC waktu itu adalah Ari H Soemarno, karena dialah yang membentuk ISC pada 2008. Dengan demikian eSPeKaPe bisa menyebutkan, bahwa ISC ‘jantung mafia migas di Pertamina’ yang selama Dirut Pertamina Ari justru melakukan kontrol pengawasan terhadap Petral. Sehingga ISC Pertamina inilah yang secara de facto dan de jure menguasai Petral,” tuturnya.
 
Dalam sektor migas ada kejahatan terstruktur, sistematis dan massif dalam pengelolaan migas. Selama ini sangat sepi dan jauh dari ruang ruang pemberitaan dan diskursus publik, karena kuatnya backing para mafia migas ini dan dilindungi, bahkan dari pusat pusat  kekuasaan.

Nampaknya dengan kuatnya posisi Ari H Soemarno dalam pusaran politik migas dan terbukti pernah ditunjuk menjadi ketua kelompok kerja bidang energi pada kantor transisi Jokowi untuk menyusun road map energi pemerintahan Jokowi-JK, tak pelak menjadi perhatian serius dari pensiunan Pertamina yang ada di eSPeKaPe.
 
“Indikator ini bisa dilihat bagaimana para mafia migas berusaha tetap eksis dalam pemerintahan siapapun yang berkuasa. Niat Jokowi memberantas mafia migas nampaknya telah terinfiltrasi dari dalam, sehingga sangat sulit diharapkan niat tersebut akan terlaksana dengan baik pada prakteknya”, imbuh Binsar Effendi yang juga Komandan Gerakan Nasionalisasi Migas (GNM).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK: Kesadaran Pejabat Negara Setor LHKPN Sangat Minim

Jakarta, Aktual.co — Kesadaran pejabat negara dalam hal Laporan Harta Penyelenggara Negara dinilai sangat minim kesadaran.  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqqodas menyebut, di Indonesia secara keseluruhan masih rendah sehingga perlu terus dilakukan upaya peningkatan.
“Tidak hanya di Jateng, secara keseluruhan LHKPN masih rendah sehingga terus kita ‘trigger’ dan kita minta hingga eselon IV untuk menyerahkan LHKPN,” katanya di Semarang, Kamis (27/11).

Menurut Busyro, upaya meningkatkan kesadaran penyerahan LHKPN di kalangan pejabat itu sebenarnya merupakan kewajiban moral. Busyro menilai jika tingkat kesadaran menyerahkan LHKPN masih rendah maka hal tersebut membuktikan bahwa transparansi belum berjalan optimal.

“Ada problem intransparansi tapi ada juga problem administrasi terkait dengan rendahnya kesadaran penyerahan LHKPN.”

Untuk mengatasi permasalahan di bidang administrasi penyerahan LHKPN, kata dia, KPK telah memberikan solusi bagaimana menyusun LHKPN, bahkan formulir pengisiannya bisa diunduh melalui internet.

Hal tersebut disampaikan Busyro di sela kegiatan semiloka dengan tema “Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Yang Berkeadilan di Provinsi Jawa Tengah” yang berlangsung di Gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks Kantor Gubernur Jateng.

Semiloka tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Direktur Pengawasan Badan Usaha Perminyakan dan Gas Bumi BPKP Yus Muharaam, serta Kepala Perwakilan BPKP Jateng Bambang Wahyudi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain