4 April 2026
Beranda blog Halaman 41832

Presiden: DPR Harus Punya Akal Sehat

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan tanggapan atas polemik menyangkut pemanggilan menteri-menteri Kabinet Kerja oleh DPR-RI.
Melalui fan page facebooknya Ir. H. Joko Widodo yang diunggahnya Senin (24/11) malam, Presiden Jokowi meminta para menteri Kabinet Kerja untuk terus bekerja, dan untuk sementara menolak panggilan yang diberikan oleh DPR-RI.
“Karena menteri-menteri kabinet kerja baru bekerja dalam 1 (satu) bulan, jelas belum ada ukuran yang bisa diperdebatkan,” tulis Jokowi dalam fan page facebooknya itu, seperti dikutip dalam laman Setkab, Selasa (25/11).
Menurut Jokowi, pemanggilan bisa saja kalau memang urusan internal DPR sendiri sudah selesai. Dan waktu kerja menteri sudah layak untuk diukur dalam periode yang pantas.
“Dalam melaksanakan tata negara kita juga harus menggunakan akal sehat,” tegas Jokowi.
Presiden berharap, DPR bisa bisa segera menyelesaikan problem internal secepatnya, agar pihak eksekutif tidak bingung dalam proses komunikasi politik dengan DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Banding Ditolak, Pengacara Akil Berencana Kasasi

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar berencana melakukan kasasi ke Mahakamah Agung, menyusul perkara banding yang ditolak Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
Demikian disampaikan pengacara Akil, Tamsil Sjoekoer, ketika dihubungi, Selasa (25/11).
“Kalau ditolak, ya tentu kita akan kasasi,” ujar dia.
Meski demikian, ia menyatakan, langkah tersebut akan diambil dengan lebih dahulu menerima surat putusan banding itu, dan berkordinasi dengan Akil.  
“Sejak kita tahu pemberitahuannya, baru kita putuskan kasasi,” kata dia.
PT DKI sebelumnya memutuskan untuk menguatkan putusan pengadilan Tipikor Jakarta, dengan tetap memvonis Akil Mochtar penjara seumur hidup. Putusan ini diberikan, lantaran PT menganggap tepat jika terdakwa kasus dugaan suap sengketa pilkada tersebut, dijatuhi penjar seumur hidup.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PBB: Batas Waktu Pengendalian Virus Ebola Tak Bisa Dipenuhi

Jakarta, Aktual.co — Pihak Persatuan Bangsa-bangsa menyebutkan bahwa tenggat waktu 1 Desember mengendalikan penyebaran virus Ebola tak dapat terpenuhi.
Batas waktu 1 Desemeber tak bisa terpenuhi karena peningkatan infeksi yang terjadi di Sierra Leone.
Kepala UNMEER, ANthony Banbury mengatakan bahwa pada bulan September 70 persen pasien Ebola mendapat penanganan medis dan sebanyak 70 korban tewas akibat Ebola dimakamkan.
“Akan lebih dari waktu yang ditargetkan pada 1 Desember. Kami akan menyesuaikan dengan situasi di lapangan,” kata Anthony, seperti dikutip dari Aljazeera.
Wilayah yang menjadi perhatian dalam penyebaran virus ini adalah pedesaan di Sierra Leone serta Kota Makeni dan pelabuhan Loko di Barat Laut.

Artikel ini ditulis oleh:

Larang Menteri ke DPR, Fadli: Pemerintah Mau Dapat Uang Dari Langit?

Jakarta, Aktual.co — Sikap pemerintah yang tidak mau hadir dalam rapat dengan DPR diyakini akan merugikan pemerintah dan rakyat Indonesia. Pasalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tidak bisa cair tanpa persetujuan bersama antara Pemerintah dan DPR.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, jika pemerintah tetap tidak hadir dalam rapat dengan DPR, maka pembahasan APBN P akan mandek dan tidak akan disahkannya. Pemerintah pun harus memikirkan efek besar akibat sikapnya itu (mangkir dari rapat dengar pendapat)
“Itu bisa masuk kategori conten of parlament. Kalau misalnya mereka tidak hadir dan kemudian tak disahkan APBN P, lantas mereka (pemerintah) mau dapat anggaran darimana? Dari langit?,” tandas Fadli Zon di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11).
Oleh sebab itu, lanjut Fadli, DPR mengingatkan presiden Jokowi agar tidak terjabak melanggar ketentuan konstitusi.
“Mereka harus ikuti proses konstitusi. Ini bukan banana republik, ini republik Indonesia. Aturan main yang sudah diatur oleh konstitusi kita,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

BI: Kinerja Perbankan Banten Melambat

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja perbankan di Banten pada triwulan III tahun 2014 melambat dibandingkan periode sebelumnya, baik dari sisi aset, kredit maupun dana pihak ketiga.

“Aset bank umum tumbuh 12,87 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 20,33 persen (yoy),” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Budiharto Setyawan di Serang, Selasa (25/11).

Sementara penyaluran kredit perbankan tumbuh 16,10 persen (yoy), juga lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan II tahun 2014 yang mencapai 20,38 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun bank juga tercatat melambat yaitu menjadi 16,19 persen (yoy) dibandingkan triwulan II tahun 2014 yang mencapai 24,80 persen.

Budiharto menyampaikan hal itu dalam Forum Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional dengan tema “Peran Logistik dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi dan Stabilisasi Harga di Provinsi Banten” “Tingkat risiko perbankan di Banten masih terjaga dengan tingkat yang relatif aman di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan makroekonomi yang ketat,” katanya.

Mengenai fungsi intermediasi perbankan, Budiharto mengatakan mengalami peningkatan sebagaimana tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang meningkat dari 70,81 persen pada triwulan II tahun 2014 menjadi 72,67 persen pada periode laporan.

Peningkatan tersebut didukung oleh meningkatnya LDR perbankan konvensional serta FDR (Financing to Deposit Ratio) perbankan syariah.

“Non-Permorming Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah pada triwulan III tahun 2014 terindikasi masih relatif rendah meskipun meningkat dibanding triwulan sebelumnya yaitu 2,02 persen dari sebelumnya 1,91 persen,” katanya.

Transaksi pembayaran nontunai melalui fasilitas RTGS dari wilayah Banten mengalami peningkatan baik secara nilai maupun volume. Demikian juga dengan transaksi antarnasabah di provinsi Banten (from to) secara nominal.

Sementara itu, transaksi RTGS dari luar Banten ke Banten (to) mengalami penurunan meskipun penurunannya lebih rendah dari penurunan triwulan II tahun 2014. Kegiatan kliring tercatat mengalami penurunan baik secara nominal maupun secara volume.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pasar Cipulir Terendam Banjir

Pedagang menyelamatkan barang dagangannya saat banjir merendam kiosnya di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2014). Banjir setinggi 50 cm yang disebabkan meluapnya Kali Pesanggrahan sejak Selasa dini hari tadi tersebut membuat aktivitas perdagangan di pasar terganggu. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain