3 April 2026
Beranda blog Halaman 41844

Para Pendiri Demokrat Desak SBY Tak Maju Ketum Lagi

Jakarta, Aktual.co — Forum Komunisasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat meminta agar Susilo Bambang Yudhoyono tak lagi menjadi ketua umum partai.

Mereka juga mendesak agar perhelatan Silaturahmi Nasional (Silatnas) II digelar pada 23-25 Januari 2015.

Ketua Umum FKPD Vence Rumangkang mengatakan, tujuan diadakannya Silatnas tersebut untuk menghimpun para pendiri Denokrat untuk memperjuangan dan membesarkan kembali partai berlambang Mercy itu.

“Kita kembali menghimpun teman-teman yang selama ini tersingkir dari PD. Saya harapkan dengan kehadiran para pendiri ini bisa memperjuangkan dan membesarkan PD kembali di mana di era SBY merosot,” kata Vence di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (24/11).

Vence mengatakan, ada pertemuan DPD se-Indonesia untuk mengaklamasikan SBY kembali menjadi ketua umum.

“Saya mendengarkan hal tersebut para DPD dikumpulkan untuk mendukung SBY. Tetapi kita harus membuka selebar-lebarnya membuka kepada tokoh yang lain, yang mempunyai kemampuan untuk membawa PD ke arah lebih baik,” kata dia.

Sementara itu, Wakil FKPD, Haroe Sys NS menjelaskan, PD sekarang sudah menjadi partai keluarga. Di mana hampir separuhnya berisikan keluarga dari SBY.

“Saya kira ini ketakutan Pak SBY sewaktu PD dikuasai Anas (mantan Ketum Demokrat, Anas Urbaningrum). Seharusnya jangan ada keluarga-keluarga. Memang tidak diatur, tapi secara etik tidak boleh. SBY jadi Ketum, terus Ibas jadi Sekjen, harusnya salah satunya keluar saja,” kata Sys NS.

Karena itu, dirinya meminta agar SBY rela tidak memimpin PD untuk ke depannya. “Saya meminta agar Pak SBY sudah tidak perlu memikirkan Demokrat lagi. Cukup berkancah di luar negeri saja. Itu sudah baik,” kata Sys Ns.

Artikel ini ditulis oleh:

Alih Fungsi Stadion Lebak Bulus, Perlatan Dimutasi

Jakarta, Aktual.co — Pengalihfungsian Stadion Lebak Bulus menjadi terminal Mass Rapit Transit (MRT), membuat beberapa peralatan yang dipergunakan, baik untuk stadion maupun gelanggang olahraga seperti squash dan kolam renang, juga mengalami alihfungsi.

Dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Stadion Lebak Bulus, Suratmin, dengan adanya pengalihfungsian, tentunya fasilitas-fasilitas yang ada di kawasan Stadion Lebak Bulus akan didata kembali dan akan mengalami mutasi.

“Misalnya squash, kaca untuk olahraga squash kan di impor langsung dari Jerman. Nanti akan kita mutasikan ke arena squash yang di Rawamangun. Lampu-lampu stadion juga begitu, tinggal diatur nanti mau dimutasi kemana. Pokoknya selama masih ada aset yang masih berguna, akan dimutasikan,” papar Suratmin kepada Aktual.co, Senin (24/11).

Lebih jauh disampaikan oleh Suratmin, untuk kegiatan olahraga yang di luar stadion, misalnya squash dan renang masih boleh dipergunakan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Namun, untuk yang di dalam stadion sama sekali tidak ada aktifitas lagi.

“Kegiatan olahraga di luar stadion masih berjalan selama pembongkaran belum dilakukan,” tambahnya.

“Di dalam stadion sudah tidak ada lagi aktifitas. Masuk juga nggak boleh. Sesuai dengan kebijakan, yang masuk tanpa izin di denda Rp1 juta,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertempur untuk ISIS, 60 Warga Jerman Tewas

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas intelijen Dalam Negeri Jerman, Hans-George Maassen, mengatakan sampai saat ini sudah ada sekitar 60 warga Jerman yang tewas saat berjuang di bawah bendera kelompok Negara Islam di Suriah dan Irak (ISIS). 
Kepada surat kabar ‘Welt am Sonntag’, dia mengatakan dari ke-60 orang yang meninggal itu, sembilan di antaranya mati dalam serangan bunuh diri.
Diakuinya, ada sekitar 550 warga Jerman yang bergabung dengan kelompok ISIS di zona konflik.
“Namun 180 orang telah kembali ke Jerman,” ujarnya, Minggu (23/11) waktu setempat.
Namun justru dari orang-orang yang baru kembali ke Jerman dari medan-medan perang itulah kekhawatiran meningkat terkait ancaman keamanan nasional.
Di pertengahan Oktober, Jerman pun mengumumkan langkah-langkah baru untuk mencegah warganya bepergian ke Irak dan Suriah. Salah satunya dengan menyita identitas mereka. 

Artikel ini ditulis oleh:

Kadin: Konsorsium Brisbane Jajaki PT Semen III

Jakarta, Aktual.co —   Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Abraham Paul Liyanto mengatakan investor Konsorsium Brisbane Capital Investment (BCI) menjajaki pembangunan Pabrik Semen Kupang III.

“Selama dua hari berada di Kupang, para investor meninjau PT Semen Kupang, lokasi PLTS di Kupang Barat (Bolok) dan bendungan Tilong serta bertemu dengan Bupati Kupang Ayub Titu Eki. Mereka juga membicarakan kerja sama pembangunan PLTS,” katanya di Kupang, Senin (24/11).

Kunjungan para investor untuk mengetahui berbagai kebijakan pemerintah terkait dengan prosedur berinvestasi di Indonesia pada umumnya dan di NTT khususnya dalam mengahadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) November 2015 mendatang.

Selain itu, konsorsium menjajaki pembangunan sarana air bersih (water treatment), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pembangunan rumah sakit berskala internasional di Kupang.

Investor yang tergabung dalam konsorsium BCI terdiri dari investor Malaysia dan Australia ingin berinvestasi di Indonesia termasuk NTT setelah mendengar paparan Presiden RI, Joko Widodo, pada KTT G-20 Brisbane, 13 November 2014 lalu.

Pada kesempatan itu, katanya, Presiden Joko Widodo dihadapan para peserta G-20 terkait pembangunan PLTS 35.000 megawatt di Indonesia membuka peluang bagi para investor untuk melirik dan berinvestasi di Indonesia.

Pada kesempatan terpisah Gubernur Frans Lebu Raya kepada para investor itu mengatakan Pemprov NTT saat ini bertekad untuk mengembangkan Pabrik Semen Kupang III.

“Ini lantaran pabrik semen Kupang yang ada sekarang, mulai beroperasi sejak tahun 1986 menggunakan teknologi tungku tegak dan tahun 1997 kegiatan operasional Pabrik Semen Kupang beraliih menggunakan teknologi tungku tidur dengan kapasitas produksi 400 ton per hari,” katanya.

Kemudian, kata gubernur, sejak adanya Kerjasama Operasional (KSO) dengan PT Sarana Agra Gemilang (SAG) tahun 2009 lalu, kapasitas produksi pabrik semen Kupang terus meningkat.

Saat ini kapasitas produksinuya 1.500 ton per hari, sehingga kelengkapan fasilitas pendukung perlu terus dikembangkan selain untuk memenuhi permintaan masyarakat NTT juga ke depan dapat melayani permintaan negara Timor Leste, NTB dan Papua.

“Kita perlu menyambut baik keinginan Presiden Joko Widodo, supaya harga semen di Papua, jangan terus melambung dan kita sedang jajaki pembangunan Pabrik Semen Kupang III dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun untuk dapat didistribusikan ke Papua, Timor Leste dan provinsi lainnya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penaikan Harga BBM Bebani Rakyat, DPRA Surati DPR RI

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyurati pimpinan DPR RI di Jakarta untuk meninjau kembali penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak memberatkan rakyat.

“Pimpinan DPRA sudah menyurati Ketua DPR RI agar penaikan harga BBM ditinjau ulang. Surat ini ditandatangani Ketua Sementara DPRA Tengku H Muharuddin,” kata Kautsar, anggota DPRA, dihadapan massa mahasiswa yang berunjuk rasa di depan DPRA di Jalan Tengku Daud Beureueh, Banda Aceh, Senin (24/12).

Kautsar membacakan surat rekomendasi DPRA terkait penaikan harga BBM kepada belasan pengunjuk rasa yang mengaku berasal dari Forum BEM se-Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Selain ditujukan kepada Ketua DPR RI, surat dengan kop DPRA itu juga ditujukan kepada Ketua Forum Bersama (Forbes) DPD/DPR RI asal Aceh. Tembusan surat disampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden, Menteri Dalam Negeri, serta Gubernur Aceh.

“Surat ini menyikapi tuntutan mahasiswa yang datang ke DPRA pekan lalu. Mahasiswa menuntut pemerintah menurunkan harga BBM karena kenaikan harga minyak tersebut memberatkan masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Rizki Youland Ardianto, koordinator aksi mahasiswa, mengatakan, dirinya bersama belasan mahasiswa kembali mendatangi DPRA untuk menagih janji lembaga legislatif tersebut mengeluarkan surat rekomendasi peninjauan harga BBM yang dikirim kepada pemerintah pusat.

“Waktu kami berunjuk rasa pekan lalu, Ketua DPRA berjanji membuat surat rekomendasi terkait peninjauan harga BBM. Tapi, hingga hari ini surat tersebut tidak pernah dibuat. Karena itu, kami kembali mendatangi DPRA,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengurus Cabor Mengeluh ke Menpora Soal Sewa Gedung

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), meminta kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), agar diberikan dana operasional untuk mengurus sekretariat.

Ketua Umum PB PABBSI, Adang Daradjatun, mengatakan pihaknya saat ini tengah kesulitan menghadapi permasalahan anggaran kesekretariatan seperti, pembayaran sewa ruangan, air dan listrik.

“Kami berada di Pintu Kuning (sekretariat) dan kami selalu ditagih untuk membayar sewa. Terus terang berat sekali, Pak. Selama ini kami ada bantuan, tapi tidak banyak. Tapi untuk pembayaran air dan sebagainya selama satu dan dua tahun ini tidak dikasih, dan kami harus menalangi sendiri,” kata Adang menyesal ketika rapat antara penrurus cabor dengan Menpora di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (24/11).

“Kami yang semen, ngecat, tapi disuruh bayar juga. Makanya jangan heran kalau dulu wajahnya para pengurus cabang cerah-cerah, lalu sekarang wajahnya sudah layu-layu,” tambahnya.

Seperti diketahui, PB PABBSI merupakan salah satu cabor yang memanfaatkan salah satu ruangan di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk dipakai sebagai sekretariat dan pusat pelatihan atlet.

Mendengar begitu banyak keluhan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, langsung menanggapinya. Disampaikan oleh Menpora, jika pihaknya telah bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) untuk mengambil alih pengelolaan komplek Gelora Bung Karno (GBK).

“Saya sudah tanda tangan surat untuk Kemenpan yang ditembuskan untuk Sekretariat Negara (Sekneg). Ini untuk mengambil alih pengelolaan GBK. Jadi, tidak ada lagi keluhan-keluhan soal air, listrik dan lainnnya,” papar Menpora.

Untuk diketahui, pertemuan tersebut berlangsung terbuka dan dihadiri oleh dua lembaga olahraga lainnya yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Satlak Prima.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain