3 April 2026
Beranda blog Halaman 41852

Komisaris Indosiar-SCTV Diperiksa KPK Soal Bos Sentul City

Presiden Komisaris PT Indosiar Karya Mandiri Tbk yang juga Wakil Presiden Komisaris di PT Surya Citra Media Tbk Suryani Zaini keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (24/11/2014). Suryani Zaini baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas tersangka Presdir PT Sentul City Tbk Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng terkait dugaan suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atau alih fungsi lahan di Sentul, Bogor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Akibat Saling Ejek, Mahasiswa STMT Trisaksi Bentrok

Jakarta, Aktual.co —Bentrokan terjadi sekitar pukul 19.00Wib tadi saat Jakarta diguyur hujan di Kampus  Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisaksi di daerah Kebon Nanas, Jakarta Timur. 
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co di lokasi, bentrokan yang sampai luber ke jalan di Kuburan Kebon Nanas terjadi antar dua kubu mahasiswa Trisakti juga.
Meski hanya terjadi sekitar 15 menit, jalan di depan kampus sempat ditutup saat bentrokan. Akibatnya arus lalu lintas sempat terhambat. 
Sampai akhirnya datang sekitar 20-an petugas dari Polres jakarta Timur, yang langsung membuka jalan ke arah Rusun Cipinang Elok, dengan menembakkan gas air mata.
Polisi pun langsung merangsek masuk ke dalam kampus untuk menetralisir keadaan yang sempat diwarnai pelemparan petasan dari mahasiswa yang bentrok.
Beberapa mahasiswa dilaporkan terluka akibat terkena lemparan batu dan petasan. Para mahasiswa yang tawuran juga terlihat membawa senjata tajam.
Saat ini polisi masih melakukan negosiasi dengan mahasiswa yang berseteru.
Dari keterangan seorang mahasiswa yang tak mau disebut namanya, bentrokan dipicu oleh saling ejek antar dua kelompok mahasiswa. 
Saat ini kondisi sudah berangsur membaik. Namun masih terlihat satu kelompok mahasiswa yang duduk-duduk di luar lokasi kampus.

Artikel ini ditulis oleh:

Koalisi Masyarakat Sipil Sikapi Kasus Bentrokan TNI-Polri

Pemerhati sektor keamanan Mufti Maakarim (kanan) bersama Koordinator KontraS Haris Azhar (kedua kanan), Dosen UI & Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar (kedua kiri) dan Praktisi Advokasi Sektor Keamanan, Hari Prihartono, memberikan keterangan pers dengan tema “Bentrok TNI-Polri : Ancaman atas Rasa Aman Masyarakat” di kantor KontraS, Jakarta, Senin (24/11/2014). AKTUAL/MUNZIR

BI Janjikan Insentif Untuk Bank Penyalur Kredit

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Balikpapan, Kalimantan Timur menjanjikan insentif bagi bank yang menyalurkan kredit dalam jumlah besar untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sekarang kita belum menentukan bentuk insentifnya,” Kata Kepala Perwakilan BI Balikpapan Mawardi BH Ritonga di Balikpapan, Senin (24/11).

Bahkan, besaran kredit yang mesti disalurkan bank untuk mendapat insentif itu pun belum disebutkan. Pada pemerintahan sebelumnya, bank mendapat insentif bila menyalurkan hingga 20 persen dari portofolio kredit yang disediakannya untuk UMKM.

Namun demikian, menurut Mawardi, bank akan senang bila mendapat insentif dalam bentuk penilaian (judgement) baik atas kesehatannya.

“Bila bank menyalurkan, katakanlah hingga 20 persen dari portofolio kreditnya untuk UMKM, maka penilaian kesehatannya bisa kita tambah,” kata Mawardi.

Ia mengatakan penilaian bank yang sehat memberi asumsi kinerja yang baik dan ini akan membawa kepercayaan. Bisnis bank sejatinya adalah bisnis kepercayaan, prudential.

Dalam rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan lalu ditetapkan BI rate dinaikkan 25 basis poin, dari 7,50 menjadi 7,75. Karena suku bunga tinggi, jamaknya bank lebih suka menyimpan uangnya ketimbang menyalurkannya sebagai kredit.

BI menaikkan suku bunga acuan ini untuk mencegah inflasi melebihi target, mengendalikannya, dan bersifat sementara, setidaknya hingga Februari 2015 sudah berada pada nilai 4 plus minus 1 persen. Langkah ini adalah antisipasi pengalihan subsidi BBM ke sektor lain yang lebih produktif.

Sampai dengan tahun 2013, kata dia, bank bisa mengucurkan besaran kredit mikro mulai dari Rp5 juta. Dalam skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), pengusaha mikro bisa mendapat Rp20 juta hingga Rp30 juta.

KUR disalurkan oleh delapan bank yaitu BRI, BNI, BNI Syariah, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BTN, Bukopin dan Bank Pembangunan Daerah. Tahun lalu, pemerinta menargetkan penyaluran KUR ini mencapai Rp36 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

JAH Eksekusi Sri Wahyuningsih di Taman Gajah

Jakarta, Aktual.co — Penyidik Polres Metro Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyebutkan tersangka Jean Alter Huliselan atau JAH membunuh Sri Wahyuningsih di sekitar Taman Gajah Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
“Korban dibunuh di luar bandara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin.
Rikwanto menuturkan tersangka JAH mencekik korban kemudian membawa Sri dalam kondisi sudah tewas ke Parkir Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Rikwanto menjelaskan, JAH dan Sri sempat bersama sepasang lainnya mengunjungi salah satu klab malam, di Kemang Jakarta Selatan pada Sabtu (15/11) dinihari.
Kemudian kedua pasangan itu melanjutkan ke tempat hiburan di wilayah Jakarta Barat untuk minum bersama.
“Salah satu pasangan itu muntah-muntah,” ujar Rikwanto.
JAH membantu wanita muntah yang merupakan temannya itu, namun hal itu membuat Sri cemburu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PR Baru KBUMN, Penunjukan Dirut Perum Bulog

Jakarta, Aktual.co — Sutarto Alimoeso telah pensiun dari jabatannya sebagai Direktur Utama Perum Bulog. Posisi yang ditinggalkan Sutarto diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Perum Bulog Budi Purwanto yang merupakan Direktur Keuangan Bulog. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sutarto saat ditemui usai menerima Surat Keputusan (SK).

“Iya saya menerima penyerahan SK (pemberhentian direksi), saya pensiun, kan lima tahun harus pensiun,” kata Sutarto saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (24/11)

Ketika ditanyai sampai kapankah posisi Dirut Perum Bulog diisi oleh Plt, Sutarto mengaku tidak tahu dan pelit bicara.

“Wah saya tidak tahu, tanya kementerian BUMN, jangan saya. Saya kan hanya menerima SK selesai,” ucapnya.

Usai menerima SK, Sutarto mengaku telah memiliki rencana umtuk mengajar sebagai dosen di perguruan tinggi.

“Setelah ini saya masih akan mengabdi pada negara, mudah-mudahan masih bisa. Kemungkinan saya ngajar,” lanjutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain