3 April 2026
Beranda blog Halaman 41851

PTPP Cari Pendanaan Rp900 miliar

Jakarta, Aktual.co —   PT Pembangunan Perumahan (PTPP) tahun depan berencana mencari pendanaan sebesar Rp900 miliar guna dijadikan perseroan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp1,8 triliun.

Direktur Keuangan PTPP, Tumiyana mengatakan belanja modal perseroan tahun depan mengalami kenaikan cukup siginifikan. Di mana tahun ini perseroan hanya mengalokasikan belanja modal sebesar Rp466 miliar. Untuk tahun depan capex naik 286,26 persen menjadi sekitar Rp1,8 triliun.

“Dari alokasi capex Rp1,8 triliun, kami akan menggunakan dana internal sebesar 50 persen dan sisanya 50 persen dari external,” kata Tumiyana saat ditemui di Gor Soemantri, Jakarta, Senin (24/11).

Adapun sumber pendanaan eksternal rencanannya berasal dari tiga opsi yaitu medium term note (MTN), penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi dan pinjaman perbankan. Di samping itu perseroan juga masih akan melihat kondisi pasar dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) tahun depan.

“Kami masih ada PUB Obligasi tahap II sebesar Rp300 miliar, tapi ada kemungkinan lain untuk menawarkan MTN dan pinjaman bank. Kita imbangi dulu bunganya, dengan ekuitas Rp 2,1 triliun dan tahun depan ekuitas Rp4,2 triliun,” jelasnya.

Tumiyana mengungkapkan, sebagian besar belanja modal perseroan tahun depan akan digunakan untuk pembangunan properti melalui anak usaha PT PP Properti. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek. Sejumlah proyek properti yang akan dibangun PT PP Properti yakni pembangunan apartemen kelas midle up di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat serta proyek perkantoran di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Dalam empat tahun mendatang kami memang akan fokus menggarap proyek properti. Porsi properti nantinya mencapai 40 persen. Untuk proyek di Setiabudi dan Tanjung Duren rencanannya mulai dibangun pada kuartal I tahun 2015,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

PKS Sebut Interpelasi untuk Fasilitasi Pertanyaan Masyarakat

Jakarta, Aktual.co — Ketua fraksi PKS di DPR RI Jazuli Juwaini  mengatakan, hak interpelasi yang digunakan DPR terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi adalah untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat.

“Ada faktor penderitaan masyarakat, kami (DPR) hanya fasilitasi. Ini bagian pertanggung jawaban kami (DPR) kepada publik. Kami wakil rakyat, masa bisa kami diam saja sementara rakyat kami menderita?” kata Jazuli di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (24/11).

Sebelumnya, sudah 18 anggota dewan yang telah menandatangani untuk digunakannya hak interpelasi kepada pemerintah.

Berikut ini 18 anggota dewan yang sudah menandatangani hak interpelasi;

1. Mukhamad Misbakhun (Golkar)
2. Eka Sastra (Golkar)
3. M Sarmuji (Golkar)
4. M Suryo Alam (Golkar)
5. John K Azis (Golkar)
6. Bambang Soesatyo (Golkar)
7. Moh Nizar Zahro (Gerindra)
8. Harry Poernomo (Gerindra)
9. Abdul Hakim (PKS)
10. Totok Daryanto (PAN)
11. Yandri Susanto (PAN)
12. Jazuli Juwaini (PKS)
13. Desmond J Mahesa (Gerindra)
14. Aboe Bakar (PKS)
15. Kardaya Warnika (Gerindra)
16. Budi S (Golkar)
17. H M Luthfi (Golkar)
18. Kahar Muzakir (Golkar).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Musim Hujan, 1.400 Pohon di Jaktim Ditebang

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur akan memangkas (toping) sekitar 1.400 pohon yang berusia di atas 10 tahun.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tumbangnya pohon saat musim hujan tiba. Juga untuk tujuan memperindah pemandangan.
Kepala Suku Dinas Pertamanan Jakarta Timur, Suzi Marzitawati mengatakan pemangkasan kebanyakan dilakukan terhadap pohon jenis Angsana. Diperkirakan akan selesai di Desember.
“Karena daunnya sangat lebat, jadi kalau tidak dipangkas tentu rawan tumbang saat musim hujan,” ujarnya, Senin (24/11).
Pohon yang bakal dipangkas ada di sejumlah lokasi. Seperti Taman Viaduk Jatinegara, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Matraman Raya, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kolonel Sugiono dan Jalan Raden Inten.
Pemangkasan pohon, sebenarnya rutin dilakukan tiap tahun, terutama terhadap tunas baru yang tumbuh pada batang pohon. Padahal ketinggian dan kerimbunan tajuk pohon tidak boleh lebih besar dari akarnya.
“Harus sejajar antara bagian atas pohon dengan akar pohon yang menjadi tumpuannya.” 
Diakuinya, pemotongan dilakukan juga mendahulukan permintaan dari warga sendiri yang khawatir dengan pohon di sekitar kediaman mereka dan meminta agar segera dilakukan pemangkasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisaris Indosiar-SCTV Diperiksa KPK Soal Bos Sentul City

Presiden Komisaris PT Indosiar Karya Mandiri Tbk yang juga Wakil Presiden Komisaris di PT Surya Citra Media Tbk Suryani Zaini keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (24/11/2014). Suryani Zaini baru saja menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas tersangka Presdir PT Sentul City Tbk Kwee Cahyadi Kumala alias Swie Teng terkait dugaan suap rekomendasi tukar menukar kawasan hutan atau alih fungsi lahan di Sentul, Bogor. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Akibat Saling Ejek, Mahasiswa STMT Trisaksi Bentrok

Jakarta, Aktual.co —Bentrokan terjadi sekitar pukul 19.00Wib tadi saat Jakarta diguyur hujan di Kampus  Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisaksi di daerah Kebon Nanas, Jakarta Timur. 
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co di lokasi, bentrokan yang sampai luber ke jalan di Kuburan Kebon Nanas terjadi antar dua kubu mahasiswa Trisakti juga.
Meski hanya terjadi sekitar 15 menit, jalan di depan kampus sempat ditutup saat bentrokan. Akibatnya arus lalu lintas sempat terhambat. 
Sampai akhirnya datang sekitar 20-an petugas dari Polres jakarta Timur, yang langsung membuka jalan ke arah Rusun Cipinang Elok, dengan menembakkan gas air mata.
Polisi pun langsung merangsek masuk ke dalam kampus untuk menetralisir keadaan yang sempat diwarnai pelemparan petasan dari mahasiswa yang bentrok.
Beberapa mahasiswa dilaporkan terluka akibat terkena lemparan batu dan petasan. Para mahasiswa yang tawuran juga terlihat membawa senjata tajam.
Saat ini polisi masih melakukan negosiasi dengan mahasiswa yang berseteru.
Dari keterangan seorang mahasiswa yang tak mau disebut namanya, bentrokan dipicu oleh saling ejek antar dua kelompok mahasiswa. 
Saat ini kondisi sudah berangsur membaik. Namun masih terlihat satu kelompok mahasiswa yang duduk-duduk di luar lokasi kampus.

Artikel ini ditulis oleh:

Koalisi Masyarakat Sipil Sikapi Kasus Bentrokan TNI-Polri

Pemerhati sektor keamanan Mufti Maakarim (kanan) bersama Koordinator KontraS Haris Azhar (kedua kanan), Dosen UI & Pengamat Kepolisian, Bambang Widodo Umar (kedua kiri) dan Praktisi Advokasi Sektor Keamanan, Hari Prihartono, memberikan keterangan pers dengan tema “Bentrok TNI-Polri : Ancaman atas Rasa Aman Masyarakat” di kantor KontraS, Jakarta, Senin (24/11/2014). AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain