13 April 2026
Beranda blog Halaman 41898

Permasalahkan UMK Bekasi dan Sukabumi, Buruh Kecam Dirjen PHI

Jakarta, Aktual.co —Buruh DKI Jakarta dan sekitarnya mengecam sikap dan pernyataan Dirjen PHI (Pembinaan Hubungan Industrial) dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Irianto Simbolon terkait kenaikan upah minimum.
Di mana Irianto mempermasalahkan Upah Minimum Kota di Kota Bekasi dan Sukabumi yang dianggapnya naik cukup tinggi.
“Kami sangat kecewa dan mengecam sikap Irianto Simbolon,” kata Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi di Jakarta, Senin (24/11).
Karena sikap itu dianggap merupakan sikap pejabat pemerintahan yang sama sekali tidak pro kaum buruh. 
Selain itu juga KSPI menduga pernyataan sikapnya itu merupakan bagian dari jaringan pengusaha hitam yang ingin melanggengkan kebijakan upah murah di Indonesia.
“Atas pernyataan itu kami akan terus melakukan perlawanan dan penolakan atas penetapan upah murah dan juga menolak atas kenaikkan harga BBM saat ini,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, KSPI yang mewakili para buruh meminta agar pemerintah dan DPR RI melakukan revisi terhadap aturan Permenaker No 12 Tahun 2013 Tentang Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari 60 item menjadi 84 item.
Bukan itu saja para buruh juga akan kembali melakukan aksi yang diperkirakan akan dilakukan pada Rabu (26/11) dengan lokasi di gedung DPR RI dan Kemenakertrans RI.
Dalam aksi damai itu akan turun ke jalan sekitar 10 ribu massa yang semuanya para buruh dari wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Tangerang dan Serang.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia juga menyatakan upah minimum yang ada di Indonesia saat ini harus naik 30 persen dari tahun-tahun sebelumnya.
“Upah minimum untuk para buruh di Indonesia saat ini kami nilai rendah apabila dibandingkan dengan negara lainnya,” tuturnya.
Untuk itu KSPI menuntut agar pemerintah mengambil langkah serius guna menaikkan upah minimum 2015 nantinya sebesar 30 persen. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan upah dengan negara lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

ABG Pelaku Tindak Perampasan Sepeda Motor Diringkus Polisi

Semarang, Aktual.co — Kepolisian Sektor Tembalang Semarang berhasil meringkus lima remaja pelaku aksi perampasan sepeda motor yang disertai aksi kekerasan di wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Mereka ditangkap tak lama setelah melakukan aksi perampasan di Jalan Godang Raya no 2, Jumat (14/11) lalu.

Kelima tersangka yakni, Lintang Fajri Angga Wijaya (20), warga jalan Pucang Adi XII no 4 Semarang, Andrianto (22), warga Mranggen, Wahyu Kkurniawan (21) warga Pucang Asri Semarang, serta RAP (16) warga Pedurungan dan RA (18) warga Mranggen, Demak.

“Kami sudah beraksi di 13 lokasi berbeda. Hasilnya berupa ponsel dan motor langsung kami jual,” tutur Lintang, mantan residivis dengan kasus serupa di Mapolrestabes Semarang, Senin (24/11).

Lintang Fajri mengaku menjadi otak perampokan diberbagai lokasi kejadian. Dirinya beralasan tidak memiliki uang untuk membeli minuman keras.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Djihartono mengatakan, kelima tersangka merupakan target yang sudah lama diincar pihak kepolisian. Komplotan tersebut merupakan kelompok yang selalu membuat resah warga Semarang.

“Saat beraksi, beberapa dari mereka menggunakan pisau dapur untuk mengancam korbannya. Otak perampasan merupakan residivis dan pernah ditahan karena kasus serupa, ” ujarnya, di Mapolrestabes Semarang.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau dapur, dua buah ponsel dan satu unit motor jupiter Z bernopol H 2014 HH berhasil diamankan dari tangan pelaku.

“Mereka akan dikenakan dengan pasal 365 atau 368  KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun penjara,” tandas mantan Kabidhumas Polda Jateng tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, sebut Kapolrestabes, pernah diketahui mereka juga pernah menyatroni sebuah warung di jalan Timoho Barat Semarang pada Minggu 5 Oktober 2014 lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Kebingungan Pilah Sampah Organik dan Anorganik

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah warga Jakarta mengakui masih bingung memilah sampah antara organik dan anorganik sebelum membuang pada tempatnya sebagai dukungan pencanangan Gerakan Pungut Sampah (GPS).
Salah seorang warga M. Abdi, mengaku tidak terlalu paham membedakan sampah organik dan anorganik sehingga ia kerap membuang sampah dengan tidak memikirkan perbedaan jenis dan sifat sampahnya.
“Kalau saya pokoknya buang sampah di tempatnya. Apa itu organik atau anorganik, saya tidak paham betul,” ujarnya ketika ditemui di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (24/11).
Tentang program GPS, bapak dua anak tersebut mengaku sudah mendengar dan sangat mendukungnya demi menjadikan Jakarta bersih dan bebas banjir.
“Efeknya sangat bagus karena meminimalisasi banjir di Jakarta. Kalau bisa program ini dikontrol dan ada pengawasan,” katanya.
Dian, perempuan asal Menteng, mengaku belum mendengar program GPS yang pencanangannya resmi diberlakukan akhir pekan lalu.
“Saya belum dengar program itu. Tapi, kalau tujuannya seperti itu maka wajib didukung,” katanya.
Terkait pemilahan sampah organik dan anorganik, ia mengaku mengerti perbedaannya, namun kerap tak mempedulikan membuang sampah berdasarkan sifatnya.
“Ya terus terang saya membuangnya tak melihat organik atau anorganik. Pokoknya saya buang sampah di tempatnya,” kata perempuan yang datang bersama rekannya tersebut.
Berbeda dengan Sudirman, warga asal Pasar Baru, yang mengaku belum mendengar program GPS.
“Belum tahu mas. Harus ada sosialisasi lebih dari pemerintah tentang program itu,” katanya.
Sebelumnya, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencanangkan GPS yang merupakan gerakan massal rutin digelar setiap Jumat pukul 06.30-07.00 WIB.
“Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan memiliki kesadaran pribadi, sikap, dan akhirnya menjadi kebiasaan untuk selalu menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” ujar Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas.
Untuk mendukung kegiatan itu, pihaknya menyediakan kotak sampah dengan tiga warna, yaitu hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk jenis sampah yang tidak termasuk ke dalam dua golongan sampah tersebut.
“Kami harap dengan penyediaan kotak sampah warga DKI juga akan terbiasa untuk memilah sampah sesuai jenisnya sebagai langkah awal dari proses daur ulang sampah,” katanya.
Sekadar diketahui, sampah organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering dan sebagainya yang dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
Sedangkan, sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Uji Nyali Anda Disini!

Jakarta, Aktual.co — Flying fox adalah permainan ekstrim yang sangat digemari oleh semua kalangan. Manfaat dari olahraga ekstrim tersebut, Anda bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat serta berani mengatakan “Ya” atau “Tidak”. Olahraga rekreasi ini bisa menghilangkan rasa takut dalam diri Anda.

“Permainan outbound tantangan yang dapat, memberikan pengalaman baru pada orang, mengambil keputusan yang cepat, dan melawan rasa takut.  Kini flying fox dijadikan sebuah wisata,” urai Yudho Triwibowo, pemilik dari ‘Flying Fox Indonesia’, di Jakarta.

Yudho menuturkan, para penggiat flying fox harus bernyali besar. “Hampir semua kalangan tertarik untuk melakukan permainan seperti ini. Mulai dari orang-orang sipil hingga tentara. Dewasa hingga anak kecil,” paparnya.

Namun, pada olahraga ini terdapat beberapa pantangan. Yakni, bagi wanita hamil dan orang yang mempunyai riwayat resiko penyakit jantung dilarang untuk mengikutinya. “Game ini juga memiliki hentakan ketika mulai meluncur. Jadi bagi orang sakit jantung dan wanita hamil sebaiknya jangan melakukan permainan ini,” kata ia memberikan saran.

Pria ramah dan murah senyum itu menerangkan tentang peralatan yang wajib dipakai peserta. Tujuannya, kata ia, agar penggiat flying fox terhindar dari cedera serius hingga kematian. Misalnya, daswire (kable baja) sebagai jalur lintasan dan kunci pengaman serta conector sling dengan katrol. Lalu, ada heat harness yakni alat pengaman tubuh dari ikatan tali. Kemudian, full body harness sebagai alat pengaman tubuh dari ikatan tali, helm dan sebagainya.

“Peralatan tersebut disediakan yang dibutuhkan dalam permainan ini. Kami juga menerima jasa pemasangan flying fox dan pelatihan bagi operator yang memandu permainan ini,” katanya lagi.

Selain peralatan, lanjutnya, di tempatnya, juga ada pelatihan bagi calon operator dalam memadu pengunjung yang ingin menikmati sensasi meluncur. “Pelatihan yang diberikan kepada para operator sehari kegiatan sudah cukup. Materi yang disajikan seperti teorinya safety prosedure, cara penggunaan alat, kemudian cara perawatan peralatan tersebut,” bebernya.

Peralatan tersebut wajib dicek terlebih dahulu. “Pengecekan peralatan menjadi perhatian utama pada permainan ini. Karena menyangkut resiko keselamatan  nyawa orang,” ujarnya lagi

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden dan Gubernur Bertemu di Istana Bogor

Yogyakarta, Aktual.co —Pertemuan Pesiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Gubernur seluruh Indonesia di Istana Bogor, Senin (24/11) pagi adalah tindak lanjut pertemuan sebelumnya di Istana Negara Jakarta untuk mendengarkan persoalan maupun program-program para Gubernur.

“Pertemuan ini dirancang sebagai pertemuan ke dua Gubernur dengan Presiden. Jika pada pertemuan pertama lalu Presiden memaparkan program-program unggulan kepada Gubernur, maka pada pertemuan ke dua ini presiden yang akan mendengarkan program-program yang dirancang para Gubernur,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Pratikno usai menghadiri pelantikan rektor baru UGM di Balai Senat UGM, Senin (24/11).

Presiden Jokowi ingin mendengarkan dan mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi para Gubernur satu persatu dan kemudian dilakukan evaluasi. Termasuk juga program-progam yang dimiliki para Gubernur untuk mendukung sejumlah kebijakan strategisnya.

“Fokusnya tetap pada program strategisnya. Pertama adalah isu tentang pangan, bagaimana Gubernur melakukan akselerasi kemandirian pangan. Kedua adalah terkait industri energi terutama power plan. Karena beliau sangat komit dengan percepatan penyelesaian penyediaan energi listrik. Yang ketiga tentang infrastruktur pendukung yang lain seperti pelabuhan dll,” katanya.

Selain itu dikatakan salah satu hal yang juga menjadi pembicaraan Presiden dengan Gubernur dalam pertemuan itu adalah menyangkut persoalan percepatan pelayanan publik khususnya dalam hal perijinan. Pasalnya di dalam perijinan ini dikatakan masih banyak terjadi persoalan yang harus diselesaikan.

“Tindak lanjutnya sesuai dengan apa yang selalu ditekankan oleh presiden Jokowi untuk tidak berlama-lama pada proses perencanaan. Harus segera diselesaikan dari hulu sampai hilir dan diikuti dengan gaya blusukan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Dianggap Layak Ajukan Interpelasi

Jakarta, Aktual.co — DPR harus mengajukan hak interpelasi kepada Presiden Joko Widodo terkait dinaikannya harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi.

Hal itu diungkapkan Koordinator Fitra Uchok Sky Khadafi, Senin (24/11).

“Interpelasi dilakukan untuk mengetahui dasar hukum apa yang membuat Presiden Jokowi berani menaikan harga BBM subsidi tanpa persetujuan DPR,” kata dia.

Selain soal penaikan harga BBM bersubsidi, interpelasi juga bisa dilakukan DPR terkait peluncuran tiga kartu sakti Jokowi, yakni Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera.

Dimana, kata dia, penggunaan anggaran untuk ketiga kartu itu juga tanpa persetujuan DPR.

“Kalau presiden (Joko Widodo) sudah memberikan keterangan atau alasan terkait penaikan harga BBM dan peluncuran tiga kartu itu (KIS, KIP dan KKS), DPR tak perlu lakukan interpelasi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain