12 April 2026
Beranda blog Halaman 41913

Sekretaris DPRD: Satu Perda Butuh Rp400 Juta

Jakarta, Aktual.co — Lembaga DPRD Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur butuh anggaran sebesar sekitar Rp400 juta untuk menghasilkan satu produk hukum peraturan daerah (Perda).

“Untuk membuat satu perda membutuhkan dana besar karena harus melakukan konsultasi dengan beberapa Kementerian di Jakarta,” ujar Sekretaris DPRD Arief Yulianto di Sangatta, Minggu (23/11).

Anggota DPRD Kutim yang tergabung di dalam Badan Legislasi (Banleg) berjumlah 10 orang. Sekali konsultasi ke Jakarta biayanya Rp200 juta kalau dua kali Rp400 juta. Rinciannya biaya perjalanan dinas anggota Dewan ke Jakarta untuk sekali konsultasi sekitar Rp20 juta. Jadi kalau dua kali konsultasi Rp40 juta, sehingga dengan jumlah 10 anggota Banleg dua kali konsultasi biayanya Rp400 juta.

“Itu baru meliputi biaya konsultasi, belum lagi ketika dilakukan sosialisasi Perda di Kutim,” jelas Sekwan Arief Yulianto mantan Kadis Perindag Kutim.

Tapi menurut Sekwan, Banleg juga bisa menghemat anggaran namun mampu menyelesaikan hingga tiga buah perda hanya dengan Rp400 juta. Misalnya sekali konsultasi ke Jakarta tapi untuk dua atau tiga buah raperda.

Misalnya raperda terkait pemerintahan, Hukum dan Kesehatan, anggota Banleg konsultasinya ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Kesehatan.

“Biaya itu belum termasuk biaya sosialisasi peraturan daerah (perda) di masyarakat, yang tentunya dibiayai dana APBD Pos Sekretariat DPRD,” katanya.

Oleh karena itulah, kata dia, untuk menekan anggaran pembahasan raperda, maka Ketua DPRD meminta agar untuk membuat peraturan daerah itu tidak dibahas secara satu persatu, namun secara bersama-sama.

“Ketua DPRD pak Mahyunadi telah meminta kedepannya dibahas sekaligus dua atau tiga raperda. Sehingga ketika konsultasi ke Jakarta bisa selesai tiga perda dengan anggaran kecil,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Cabai Merah Tembus Rp100.000/Kg di Palembang

Jakarta, Aktual.co —   Harga cabai merah keriting di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang tembus angka Rp100 ribu per kilogram. Kenaikan cabai merah karena nilai tebus dari pedagang pengumpul relatif cukup tinggi. Pasokan barang dari daerah sentra produksi jumlahnya jauh berkurang.

“Pasokan cabai merah keriting sebulan terakhir kurang lancar. Selain itu, jumlahnya berkurang akibat petani gagal panen pada musim kemarau,” ujar Rifin (36) pedagang di Pasar Kelurahan 7 Ulu Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/11).

Harga cabai diperkirakan akan berangsur normal sekitar dua pekan ke depan karena mulai musim hujan. Akibat harga jual cabai merah naik tajam, daya beli masyarakat jauh menurun. Pelanggan yang biasa setiap hari membeli 2,5 ons, sekarang paling banyak 1 ons.

Bersama pedagang lainnya, sejak nilai tebus dari pedagang pengumpul relatif tinggi, pihaknya tidak berani menyediakan stok lebih banyak.

“Kalau biasanya setiap hari menyediakan kisaran 60 kg, sekarang paling banyak 20 kg karena takut tidak habis,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR: Pertamina Harus Kelola Sendiri Blok Mahakam

Jakarta, Aktual.co —  PT Pertamina (Persero) diharpkan mengelola sendiri Blok Mahakam, Kaltim agar memberikan manfaat maksimal bagi negara.

“Dengan 100 persen Blok Mahakam dimiliki Pertamina, maka negara mendapat manfaat 100 persen,” ujar Anggota Komisi VII DPR Kurtubi di Jakarta, Minggu (23/11).

Keputusan pemerintah memberikan Mahakam yang sebelumnya dikelola Total E&P Indonesie ke Pertamina merupakan langkah tepat.

“Keputusan tepat pemerintah karena Total sudah mengelola selama 50 tahun. Jadi, sudah cukup,” katanya.

Ke dua, cadangan migas di Blok Mahakam masih besar.

“Terbukti, Total masih berkeinginan melanjutkan pengelolaan Mahakam,” ujarnya.

Selain itu, jika Pertamina mengelola 100 persen Mahakam maka pemanfaatan gas buat domestik bisa lebih mudah dan maksimal. Negara bisa mengatur pemanfaatan gas Mahakam buat konversi bahan bakar kendaraan dari minyak ke gas, lalu untuk rumah tangga, listrik, pupuk, dan industri juga bisa lebih maksimal.

Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada minyak, sekaligus mengurangi impor dan subsidi BBM.

“PLN dan industri juga tidak lagi berteriak kekurangan gas,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pemerintah berencana menyerahkan pengelolaan Mahakam ke Pertamina pascahabis kontrak dengan Total E&P Indonesie pada 2017.

Selanjutnya, Pertamina bisa mengelola 100 persen Mahakam atau mengajak Total dengan kompensasi memperoleh blok milik perusahaan asal Perancis tersebut di luar negeri.

Total menandatangani kontrak Blok Mahakam pada 31 Maret 1967 dengan masa selama 30 tahun. Pada 1997, Total mendapat perpanjangan kontrak selama 20 tahun hingga berakhir 31 Maret 2017.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BBM Naik, Kunjungan Wisatawan ke Sabang Belum Terpengaruh

Banda Aceh, Aktual.co —Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belum mempengaruhi minat wisatawan nusantara untuk menyambangi Pulau Sabang, di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. 
Padahal, tarif transportasi laut dari Banda Aceh – Sabang atau sebaliknya naik sekitar Rp 15.000.
“Kenaikan BBM tidak mempengaruhi minat wisatawan ke Sabang. Mungkin, karena kenaikan transportasinya tidak begitu mahal. Sehingga, wisatawan masih ‘fine’ saja,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sabang, Zulfi kepada Aktual.co, Minggu (23/11).
Disebutkan, untuk kapal cepat harga tiket kelas bisnis kini Rp 65.000 naik menjadi Rp 75.000. Sedangkan kelas ekonomi dari Rp 75.000 menjadi Rp 90.000. Dan kelas VIP dari Rp 95.000 menjadi Rp 110.000 per orang. 
Khusus untuk kapal fery harga tiket naik dari Rp 25.00 menjadi Rp 35.000 per orang.
Disebutkan, sejumlah obyek wisata di Sabang seperti Pulau Weh, Tugu Nol Kilometer, dan lain sebagainya masih sangat diminati wisatawan nusantara. 
Keindahan panorama alam bawah laut pulau itu membuat wisatawan betah berlama-lama di pulau tersebut.“Semoga ke depan, wisatawan semakin ramai di Sabang.” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Ringkus Tersangka Pembunuh Pelatih Tari

Jakarta, Aktual.co — Petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan meringkus tersangka Mkh (18) warga Pondok Bekala Simalingkar A yang diduga pembunuh pelatih tari, Hendra Tumanggor (40) di Kompleks Golden Vista Jalan Letjen Djamin Ginting, Medan.

Kapolresta Medan Kombes Pol Nico Afinta Karokaro mengatakan tersangka ditangkap pihak berwajib di kawasan Jalan Letjen Djamin Ginting Simpang Gardu, Kecamatan Pancur Batu.

“Motif pembunuhan yaitu tersangka merasa marah diajak oleh korban untuk melakukan hubungan intim yang tidak disukai pelaku Mkh. Tersangka akhirnya marah terhadap korban,” ujarnya di Medan, Minggu (23/11).

Saat tersangka berada di rumah Hendra dan melihat sepeda motor, timbul niat pelaku untuk memilikinya. Kemudian, tersangka melihat sebilah parang di rumah korban dan mengambilnya, serta mendatangi Hendra di kamarnya yang sedang lagi tertidur dengan polisi telungkup.

“Tersangka langsung mengayunkan parang tersebut sebanyak tiga kali kebagian punggung korban, sehingga Hendra tidak bernyawa lagi di tempat kejadian,” katanya.

Akibat perbuatan tersangka yang membunuh dan menghilangkan nyawa korban tersebut, dijerat melalui pasal berlapis, yakni Pasal 338, Pasal 340 dan Pasal 365 dengan ancaman hukuman seumur hidup.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Batu Mulia Halmahera Tembus Pasar Ekspor

Jakarta, Aktual.co —   Batu mulia dengan nama batu maba asal Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara (Malut), semakin diminati di pasaran domestik. Bahkan menembus pasar ekspor seperti ke Tiongkok dan Taiwan.

“Permintaan batu maba dari Halmahera Timur berdatangan dari para pengusaha batu permata di Jakarta, Makassar dan Balikpapan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” kata salah seorang pengusaha batu maba, Ifan di Ternate, Minggu (23/11).

Batu maba diminati pasar domestik dan ekspor karena memiliki corak warna yang khas dan beragam. Secara keseluruhannya memiliki 25 corak warna, seperti hijau, hitam, kuning dan loreng. Selain itu ada jenis batu jahanam yang dikenal memiliki khasiat sebagai terapi penyembuhan.

Permintaan batu maba saat ini mencapai 100 kg per tiga hari dan jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah karena permintaan serupa juga mulai berdatangan dari berbagai kota lainnya di Indonesia.

Batu maba tersebut dikirim dalam bentuk setengah jadi (potongan segi empat), namun ke depan diupayakan dalam bentuk jadi, misalnya berupa batu cincin atau bahan aksesori lainnya sehingga bisa memiliki nilai jual lebih tinggi.

Batu maba, semula tidak dikenal luas karena kurangnya keseriusan Pemkab Halmahera Timur untuk memromosikan potensi batu mulia di daerah itu. Padahal dari segi corak warna tidak kalah bersaing jika dibandingkan dengan batu mulia lainnya dari Malut, seperti batu Bacan dan batu Obi di Halmahera Selatan.

Batu maba dari daerah penghasil nikel itu, mulai dikenal luas setelah perajin mencoba memperkenalkannya kepada para pengusaha batu permata di sejumlah kota di Indoensia, seperti Jakarta, Makassar dan Balikpapan.

“Mereka kemudian menawarkannya kepada para pelanggannya di dalam dan luar negeri dan ternyata sangat diminati. Sejak saat itu, saya diminta untuk mengirim batu maba kepada mereka secara rutin setiap minggunya, bahkan sekarang dalam setiap tiga hari mengirim sedikitnya 100 kg,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain