11 April 2026
Beranda blog Halaman 41914

Tim Gabungan Gagalkan ‘Ilegal Tapping’ Minyak Pertamina EP

Jakarta, Aktual.co — Tim gabungan PT Pertamina EP, Polri, dan TNI meringkus enam tersangka pencuri minyak saat beroperasi di wilayah operasi Adera Field, sekitar Sungai Ogan Ilir, Sumsel.

“Mereka dibekuk pada hari (Minggu) ini,” kata Manajer Humas Pertamina EP Muhammad Baron dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/11).

Pengungkapan pencurian minyak bermula saat staf keamanan Pertamina EP mandapatkan laporan tindakan “illegal tapping” (melubangi pipa secara ilegal). Atas laporan tersebut, tim segera menggerebek ke lokasi.

“Hasilnya, enam pelaku diringkus, enam lainnya melarikan diri,” ujarnya.

Dalam Operasi juga disita barang bukti kapal tongkang yang dimodifikasi sebagai tempat penampungan minyak hasil curian serta berbagai alat “illegal tapping” lainnya.

“Diperkirakan kapal tersebut bisa memuat 5.000-8.000 liter minyak mentah. Ditemukan juga selang yang digunakan untuk menyalurkan minyak tersebut,” tambahnya.

Ia berharap kasus ini dapat segera diselesaikan, serta terungkap seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

“Apa peran yang mereka kerjakan, mulai dari yang ambil minyak, ‘beking’, maupun penadahnya. Karena hal ini jelas-jelas merugikan negara, terlebih di tengah kondisi kesulitan energi negeri ini sekarang,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Demo BBM Dipanggil Polisi, Dua Mahasiswa Tegaskan Melawan

Medan, Aktual.co —Dua orang mahasiswa Kampus Pancabudi Medan, Sumatera Utara bernama Hendra M. Sihaloho dan Taufiq Helmi mendapat surat pemanggilan dari Satuan Reskrim Polresta Medan, terkait aksi demonstrasi menolak penaikan BBM bersubsidi yang dinilai melanggar ketertiban umum.
Helmi yang merupakan Presiden BEM Pancabudi menegaskan akan melakukan penolakan.
“Kita tidak akan pernah takut dan mundur selama memperjuangkan aspirasi rakyat kecil,” tegas Hendra saat dihubungi Aktual.co di Medan, Minggu (23/11).
Menurutnya, pemanggilan itu adalah bentuk gaya lama yang dipraktikkan dalam rezim Orde Baru dalam membungkam aksi-aksi mengkritisi pemerintah. “Kami akan tegas melawan gaya ini.”
Sementara itu, Hendra yang merupakan Alumnus dari kampus Pancabudi menambahkan, pihaknya akan menggalang kekuatan melawan pembungkaman itu. Dia yakin ini adalah titik balik bersatunya kekuatan mahasiswa di Kota Medan melawan rezim otoriter gaya baru.
“Kita akan galang kekuatan. Dan intinya, kita akan tetap menolak kenaikan BBM,” tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram Widarso melalui selulernya kepada Aktual.co membenarkan pemanggilan itu.
“Oh iya, betul,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, pemanggilan itu tidak saja kepada kedua mahasiswa Pancabudi itu, namun kepada semua mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa yang dinilai mengganggu ketertiban umum.
“Bukan cuma mereka, semua, yang aksi-aksi. Ya yang mengakibatkan macet, bakar ban, semua saya periksa. Iya. Saya kan sudah bilang, kalau demo-demo silahkan, jangan aneh-aneh, ada ketentuannya, jangan bikin macet. Mereka harus bertanggungjawab, itu aja,” kata Wahyu.
Diketahui, kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah berujung penolakan berbagai elemen organisasi dan gerakan mahasiswa termasuk di Kota Medan. Aksi-aksi itu mendesak pemerintah untuk mencabut kebijakannya menaikkan harga BBM.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Bayi Hilang Saat Banjir, Terus Digelar di Tapanuli Tengah

Medan, Aktual.co —Delapan personil SAR, dibantu TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek setempat dan masyarakat, dikerahkan untuk mencari seorang bayi umur empat tahun, Butet.
Bayi malang itu dilaporkan hilang saat terjadi banjir disertai longsor di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Saat dihubungi Aktual.co, koordinator Pos SAR Sibolga-Tapteng, Abdul Rahman Sembiring menuturkan, pencarian terhadap korban akan dilakukan kembali dari titik awal. Yakni radius 50 meter dari tempat kejadian. 
“Karena di situ kan banyak sampah-sampah batang kayu, kami prediksikan korban nyangkut. Karena semalam penyisiran sudah sampai perbatasan Tapteng-Batangtoru (Tapsel),” sebut Rahman ketika dihubungi Aktual.co, Minggu (23/11).
Jika korban ternyata tenggelam dalam air, kata dia, maka dalam satu hari belum akan muncul ke permukaan. Untuk itu, pencarian akan difokuskan pada penyisiran air.
“Air juga masih cukup keruh, karena mungkin di hulu masih hujan atau air sisa hujan kemarin masih banyak.”
Dikatakan Rahman, pencarian hari ini diperkirakan masih akan berat. Di samping cuaca yang mendung dan berpotensi hujan, sungai lokasi pencarian cukup lebar dan berarus deras.
“Sungai juga bercabang-cabang, dengan lebar mencapai 15 meter,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketimbang Buatan Tiongkok, Pengamat Sarankan Transjakarta Pakai Merek Eropa

Jakarta, Aktual.co —Pengadaan bus Transjakarta tahun depan sebaiknya menggunakan bus bermerek ternama dan berstandar internasional, dengan tidak lagi menggunakan ‘made in Tiongkok’ yang kualitasnya buruk. 
Saran itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman, busway buatan Tiongkok yang digunakan Transjakarta memang kerap menimbulkan masalah. Mulai dari mogok, hingga terbakar, sehingga terbukti berkualitas buruk. 
“Sebaiknya pemerintah membeli bus yang bermerk seperti Mercedes, Volvo atau Scania. Karena mereka lebih terjamin dibandingkan produk Tiongkok,” ujar pengamat transportasi, Edi Nursalam, di Jakarta, Minggu (23/11).
Pemerintah, disarankannya belajar dari pengalaman sebelumnya dimana bus Transjakarta kerap bermasalah. Sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna Transjakarta jadi tak terjamin. 
“Kalau dari Tiongkok kan belum terjamin kualitasnya. Lihat saja ada yang terbakar,” lanjutnya.
Meskipun diakuinya tidak semua bus buatan Tiongkok berkualitas buruk. “Ada beberapa merk bus buatan Tiongkok yang berkualitas baik, seperti Foton.” 
Edi berharap pengadaan bus Transjakarta yang akan melewati proses lelang di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) DKI, bisa didapat bus Transjakarta yang berkualitas baik.
“Kalau di e-katalog lebih jelas item-itemnya dan mereknya jelas bukan abal-abal.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Tarif Angkot Naik Rp1000, Penghematan Konsumsi BBM Diprediksi Gagal

Jakarta, Aktual.co —Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menyetujui pemberlakuan penaikan kenaikan tarif angkutan umum sebesar Rp1.000, tidak membuat konsumsi BBM jadi lebih hemat. 
Dan malah dianggap bisa memicu masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor, ketimbang menggunakan angkutan umum. 
Alasannya, menggunakan kendaraan pribadi bisa dianggap lebih menghemat pasca naiknya tarif angkutan umum.
“Orang pasti berpikir kalau akan lebih hemat kalau menggunakan sepeda motor. Terlebih lagi mungkin mereka ada yang gajinya belum naik, makanya mereka melakukan penghematan,” kata pengamat transportasi, Darmaningtyas di Jakarta, Minggu (23/11).
Naiknya pengguna kendaraan pribadi pun akan membuat konsumsi BBM bertambah.  “Maka sama saja target pemerintah untuk menghemat BBM justru gagal,” ujarnya.
Untuk itu, menurutnya pemerintah seharusnya menyubsidi angkutan umum, dan bukan malah membuat angkutan umum menaikkan tarif. 
“Pemerintah harus beri subsidi kepada angkutan umum contohnya spare part dan membantu peremajaan kendaraan. Kalau begini ya sama saja, banyak masyarakat yang beralih ke kendaraan pribadi dan konsumsi BBM semakin boros,” ujarnya.
Sebagai informasi, 17 November lalu, Presiden RI Joko Widodo dan beberapa menteri di Kabinet Kerja mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi untuk jenis premium dan solar senilai Rp. 2.000. 
Alasan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut adalah untuk menghemat konsumsi BBM. 
Menanggapi kenaikan tersebut, Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menuntut agar tarif angkutan umum dinaikkan juga. Setelah berunding dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, akhirnya disepakati tarif angkutan umum di Jakarta naik Rp1.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Dirjen Pajak Baru Harus Realistis Tetapkan Target Penerimaan

Jakarta, Aktual.co —Pengamat ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mangasa Sipahutar mengatakan sosok Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak pengganti Fuad Rahmany harus memahami permasalahan rendahnya penerimaan pajak.
Sehingga target penerimaan pajak harus dibuat serealistis mungkin. “Tahun ini (2014) saja target tidak tercapai. Jangan sampai seperti itu lagi,” ujarnya, di Jakarta, Minggu (23/11). 
Lagipula penerimaan pajak yang tinggi, menurutnya, belum tentu mencerminkan penerimaan negara juga tinggi.
“Atau sebaliknya penerimaan pajak rendah juga bukan berarti penerimaan negara rendah. Ini perlu dipahami.” Selain itu sosok Dirjen Pajak juga harus bisa membaca dan memahami situasi ekonomi yang ada. Sehingga riwayat pendidikan si calon dirjen menjadi salah satu faktor terpenting.
“Karena dia harus bisa membaca dan memahami situasi ekonomi yang ada. Pasang target tinggi-tinggi tapi jauh dari realisasi ya sama saja. Makanya riwayat pendidikan ini jadi penting,” pungkasnya.
Seperti diketahui, pemerintah tahun 2014 menargetkan penerimaan pajak dalam APBN senilai Rp1.072 triliun. Namun seiring akan berakhirnya tahun 2014, target penerimaan tersebut dipastikan tidak tercapai.
Melesetnya target penerimaan pajak 2014 diakui Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. Dia pesimistis penerimaan pajak pemerintah tahun ini sesuai target. 
Karena penerimaan Ditjen Pajak sampai minggu lalu baru mencapai 75 persen dari target APBN-P 2014. Di mana penerimaan pajak September 2014 hanya Rp683 triliun,
“Mengingat fiskal 1,5 bulan lagi, target pajak rasanya tidak tercapai,” ujar Bambang, 20 November lalu.
Sedangkan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan kalau calon Dirjen Pajak yang baru harus memenuhi syarat utama, yakni berpengalaman kerja di bidang perpajakan selama 15 tahun.
Dari sisi pendidikan, kata dia, si calon juga juga harus berpendidikan minimal pascasarjana Strata dua (S2). Memiliki pemahaman teknis perpajakan dan operasional kantor pajak, serta pemahaman tentang perekonomian dan bisnis.
“Jadi kalau bisa S3 itu Alhamdulillah. Kalau S1 yang dimungkinkan ya siapa tahu S1 tapi dia punya kemampuan yang luar biasa bisa kemungkinan,” ujarnya, (12/11) lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain