11 April 2026
Beranda blog Halaman 41915

Bangkitkan Inspirasi Kejayaan Indonesia, YAD Gelar Festival Trowulan Majapahit

Jakarta, Aktual.co —  Situs purbakala Majapahit di Trowulan menjadi pusat perhatian peneliti arkeologi nasional dan mancanegara. Sejarah mencatat, Gajahmada pernah mengucapkan Sumpah Palapa pada upacara pengangkatannya sebagai Patih Amangkubhumi Majapahit di tahun 1258 Saka.

“Saya melihat bahwa Majapahit adalah sebuah inspirasi. Inspirasi bagi bangsa indonesia, dalam menjaga kebinekaan dan persatuan,” kata Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD), Hashim Djojohadikusumo dalam kesempatan membuka Seminar Internasional bertema ‘Inspirasi Majapahit’, di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (22/11).

Pada 700 tahun yang lalu, Majapahit merupakan kota yang besar di dunia. Penduduk yang berasal dari berbagai suku ras dan agama bisa hidup berselaras.

“Ini sangat penting bagi bangsa indonesia. Ini merupakan contoh bagi bangsa Indonesia demi kejayaan bangsa indonesia di masa yang akan datang dan bukan untuk masa lalu,” tegasnya.

YAD memiliki komitmen untuk melestarikan berbagai peninggalan budaya dan sejarah, salah satunya situs kerajaan Majapahit. Karena itu YAD mendirikan Mandala Majapahit dengan melibatkan masyarakat Trowulan. Mandala Majapahit adalah sebuah wadah masyarakat dalam menghimpun berbagai data, informasi dan temuan terkait tinggalan Majapahit, dan sekarang telah berkembang menjadi forum beragam aktivitas sosial, budaya dan ekonomi warga Trowulan.

“Karena itu, kita mendukung Festival Trowulan Majapahit  dari tahun ke tahun, sebagai sebuah dedikasi bagi Indonesia. Apalagi Festival Trowulan Majapahit merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh masyarakat Trowulan yang tergabung dalam Mandala Majapahit,” imbuh Hashim.

Seminar Internasional menjadi puncak kegiatan Festival Trowulan Majapahit (FTM) -2014 yang diselenggarakan pada setiap akhir pekan di sepanjang  bulan November.

“FTM baru pertama kali diadakan dan diharapkan menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Diadakan setiap bulan November untuk memperingati hari jadi Majapahit dimana Raden Wijaya menduduki tahta kerajaan pada bulan purnama di November 1293,” jelas Catrini Kubontubuh, Direktur eksekutif YAD.

Satu hal yang menarik adalah, seminar Internasional tersebut juga diadakan untuk memberikan masukan pengkayaan bagi program Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) yang akan memulai kegiatan penelitian lapangan di tahun 2015. Masukan dibuka tidak hanya dari bidang arkeologi tapi diperluas ke arsitektur, sejarah, sampai ke bidang ekonomi kreatif.

“Kalau PATI 1 dan 2 dilakukan dengan cara memberi kesempatan bagi para dosen dan Mahasiswa jurusan Arkeologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana dan Univesitas Hasanuddin dalam membangun pengalaman ekskavasi, maka kali ini PATI memberi kesempatan para peserta membangun jaringan internasional, saling bertukar informasi mengenai Majaphit. Untuk itu, selain para ahli dari Indonesia, kami juga mengundang para pembicara tingkat internasional hadir dan menyampaikan pikirannya dalam seminar ini”, tutur Catrini.

Para pembicara Seminar diantaranya  Prof. Dr. John. N. Miksic (National University of Singapore), Ivan Chen (Studio Anantarupa) , Ir. Catrini P K, M.Arch (ITB), Prof. Dr. Edi Sedyawati (Guru Besar UI), Rochtri Agung Bawono, M.Hum (Universitas Udayana), Dr. Supratikno Rahardjo (UI), Widjaja Martokusumo (ITB), Sektiadi M.Hum (UGM) dan Nanang Moeni (Wakil Warga Trowulan).

Festival ini didukung oleh berbagai pihak antara lain Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD),Tim Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Save Trowulan, Sanggar Tari Bhagaskara, Sanggar Gulo Klopo, Bumi Purnati Indonesia, Padepokan Lemah Putih, World Monuments Fund dan komunitas mitra lainnya yang tergabung dalam Sahabat Trowulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dirjen Pajak Baru Harus Berintegritas, Atasi Permasalahan Pajak

Jakarta, Aktual.co —Perlu sosok Dirjen Pajak yang memiliki integritas dan kompetensi untuk mengelola pajak. Karena di Indonesia hampir 78 persen atau hampir sebagian besar, penerimaan Indonesia berasal dari pajak. 
Pengamat pajak, Wiko Saputra mengatakan sepintar dan sepaham apapun seorang Dirjen Pajak dalam bidang ekonomi dan perpajakan, namun jika tidak memiliki integritas tinggi maka permasalahan pajak akan terus ada bahkan meningkat.
“Yang paling penting adalah sosok itu punya integritas yang tinggi. Bagaimana dia bisa mengatasi permasalahan pajak kita,” ujar Wiko saat diskusi di Warung Daun Cikini Jakarta, Minggu (23/11).
Terkait sosok internal maupun eksternal untuk Dirjen Pajak, Wiko menganggap tidak ada masalah. Nantinya, sosok Dirjen Pajak mendatang harus mempunyai visi perekonomian sehingga bisa membuat kebijakan pajak yang baik.
“Selain integritas, harus ada visi perekonomian yang baik. Bagaimana dia nantinya bisa membuat kebijakan-kebijakan yang tepat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Dirjen Pajak saat ini Fuad Rahmany akan segera pensiun per Desember 2014. Kementerian Keuangan akan melakukan lelang jabatan untuk menggantikan posisi Dirjen Pajak. Untuk kriteria dan syarat-syaratnya bisa dilihat di website kemenkeu.go.id. 

Artikel ini ditulis oleh:

Belum Kerja Buat Rakyat, DPR Dianggap Makan ‘Gaji Haram’

Jakarta, Aktual.co —Sejak dilantik satu Oktober lalu, hingga kini para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih saja berkutat pada persoalan konflik dualisme antara para fraksi yang tergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP).
Yang berakibat pada terbengkalainya pekerjaan-pekerjaan penting untuk kepentingan rakyat, di luar kepentingan kelompok. Pengamat politik dari Komite Pemilih Indonesia (TEPI), Jeirry Sumampow pun menilai para anggota DPR RI saat ini makan ‘gaji haram’. Karena praktis sejak dilantik belum ada yang dikerjakan untuk kepentingan rakyat.
“Sejauh ini masih terus memperdebatan posisi pimpinan. Praktis tidak ada kinerja DPR dalam tiga bulan ini. Jadi DPR sekarang ini otomatis gaji yang diterimanya (DPR) adalah ‘gaji haram,” ujarnya dalam acara diskusi, di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (23/11).
Jeirry pun menyayangkan sosok-sosok muka baru para anggota DPR yang juga tidak bisa diharapkan. “Tidak ada gerakan dari mereka untuk mengembalikan citra DPR.”
Sedangkan peneliti dari Indonesian Institute for Development and Democracy, Arif Susanto, menilai kebobrokan di DPR sekarang merupakan warisan dari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Ini merupakan warisan sistem politiknya SBY yang masih dijalankan. Di mana (di era SBY) hanya menghasilkan ironi demokrasi. Pasalnya, satu sisi demokrasi kita relatif stabil, tapi stabil itu karena transaksi. Ini yang coba dilakukan khususnya KMP di mana coba menekan terus agar mendapat power sharing (dari Jokowi),” paparnya.
Para anggota DPR sekarang, menurutnya, masih ‘kagok’ dengan gaya politik baru Presiden Jokowi. “Karena anggota DPR masih menjalankan gaya politik lama.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Legislatif Dorong DKI Naungi Industri Kreatif, Seperti Jakjazz 2014

Jakarta, Aktual.co —Parlemen Muda Jakarta (PMJ) akan mendorong keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada industri kreatif di DKI Jakarta.
Tak hanya itu, PMJ juga akan mendorong agar Pemprov untuk menciptakan satuan badan tersendiri yang menaungi industri kreatif di DKI Jakarta.
Misal dengan membuat “Jakarta Creatif Center” yang nantinya akan menaungi segala bentuk industri kreatif yang ada di Jakarta.
“Nah musik jazz bagian dalam industri kreatif salah satunya,” ujar Taufiqurahman, Ketua PMJ saat dihubungi Minggu (23/11).
Seperti di pelaksanaan event Jakjazz 2014 yang akan digelar tanggal 24 November sampai tujuh Desember 2014. Di mana PMJ juga turut serta dalam pelaksanaannya. “Jadi PMJ seperti pelindung dalam acara tersebut.”
Dalam upaya awal ini, kata dia, PMJ bersama pelaksanaan event yang menampilkan para musisi jazz itu memberi terobosan berbeda dibanding gelaran event serupa di tahun-tahun sebelumnya. Di mana Jakjazz 2014 kali ini diklaimnya akan lebih merakyat, jauh dari kesan eksklusif. 
“Semua kalangan dapat menikmatinya karena gratis.”
Selain itu, bakal banyak muncul juga wajah baru di panggung Jakjazz 2014. Sebagai bentuk bahwa di tahun ini banyak memberi kesempatan bagi musisi-musisi jazz muda untuk tampil. 
Setengah promosi, dia mengatakan kalau pemilihan tempat untuk panggung Jakjazz kali ini pun sangat unik. Mulai di pasar tradisional, taman terbuka, bahkan pinggiran kali. 
“Dengan pesan jangan buang sampah ke kali karena bisa bikin banjir misalnya. Sehingga memberikan kesan yang kuat bahwa jazz milik semua, Jakjazz milik Ibukota.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Munas Golkar Momentum Jokowi-JK Gembosi KMP

Jakarta, Aktual.co — Partai Golongan Karya (Golkar) akan menggelar hajatan penting berupa Musyawarah Nasional (Munas) dengan agenda utama memilih ketua umum. Hajatan yang akan digelar pada 30 November 2014 ini menjadi momentum emas bagi Jokowi-JK untuk memperkuat koalisi pendukung pemerintah di parlemen, sekaligus menggembosi Koalisi Merah Putih (KMP).
Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy Arif Susanto mengatakan, Munas Golkar akan sangat menentukan ke mana arah politik partai beringin dalam lima tahun kedepan, apakah tetap menjadi oposisi atau berbalik arah menjadi pendukung pemerintahan.
“Momentum ini bisa diambil oleh Jokowi untuk setidaknya menarik suara-suara dari elemen partai Golkar demi keberlangsungan stabilitas politik,” ucap Arief dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (23/11).
Pemerintah Jokowi-JK, lanjut Arif, perlu segera bernegoisasi dengan Partai Golkar agar kondisi politik bisa segera membaik.
“Hal ini perlu ya, untuk bernegoisasi, bukan berkompromi. Karena jika mengacu kepada SBY, itu kompromi. Jokowi jangan berkompromi tapi bernegoisasi untuk menciptakan keadaan politiknya yang membaik,” tuntas Arif.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Lelang Jabatan Dirjen Pajak Harus Steril Kepentingan Politik

Jakarta, Aktual.co — Pengamat ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Mangasa Sipahutar mengatakan bahwa lelang jabatan pada Dirjen Pajak ini sama esensinya seperti lowongan pekerjaan. Namun karena badan yang mengadakannya adalah Direktorat Jenderal Pajak, maka ini menjadi sangat luar biasa.
“Saya merasa tidak ada bedanya antara lelang jabatan Dirjen Pajak ini dengan lowongan pekerjaan. Sama-sama mencari posisi yang kosong. Namun karena yang mengadakan adalah Ditjen Pajak, ini yang menjadi perhatian banyak kalangan,” ujar Mangasa di Warung Daun Cikini, Jakarta, Minggu (23/11).
Lebih lanjut dikatakan Mangasa, yang harus mendapat perhatian khusus dalam lelang jabatan ini adalah panselnasnya. Sebab anggota panselnas harus orang yang berkompetensi tinggi dan jauh dari kepentingan politik.
“Panselnasnya ini yang harusnya diperhatikan, harus yang berkompetensi tinggi. Kita lihat dulu siapa panselnya disana? Apakah ada kepentingan politik disana?,” pungkas Mangasa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain