12 April 2026
Beranda blog Halaman 41916

Dua Orang Tertembak Saat Antri Dana Kompensasi BBM

Denpasar, Aktual.co — Dua orang tertembak peluru tajam saat mengantri dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) di Kantor Pos Payangan, Gianyar, Bali. Mereka adalah I Nyoman Misi (50) dan I Wayan Sudana (57). Keduanya asal Banjar Lebah A, Desa  Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali.

I Nyoman Misi mengalami luka tembus pada kepala dengan panjang 3 centimeter. Sementara I Wayan Sudaha mengalami luka tembus pada paha kiri dengan panjang 2 centimeter.

I Made Tenaya saksi di lokasi menuturkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 13.30 WITA. Kala itu, ia dan warga lainnya, termasuk dua orang korban tengah mengantre pencairan dana Bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (BPSKS) di Kantor Pos Payangan.

“Waktu itu dia (kedua korban) tengah duduk-duduk bersama warga lainnya menghadap ke timur,” kata Tenaya, Minggu (23/11).

Tiba-tiba saja terdengar bunyi letusan. Saat itulah kedua korban terlihat kesakitan. I Nyoman Misi terlihat memegangi kepala serta korban I Made Sudana memegangi paha sebelah kirinya yang dalam keadaan terluka.

“Saya menemukan 1 buah proyektil peluru tajam tergeletak di saluran pembuangan yang berada di depan kantor pos tersebut,” katanya.

Mengetahui rekannya terluka, korban dirujuk ke UPT Kesmas Payangan dan kembali dirujuk ke RS Sanjiwani guna dapat penanganan lebih lanjut. Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Payangan guna penyelidikan lebih lanjut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Selisih Harga Premium Menipis, Konsumen Lirik Pertamax

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah konsumen mulai melirik bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax karena harganya mulai turun mendekati harga jual premium.

“Harga pertamax mulai turun, biasanya mencapai Rp10.500 namun sekarang menjadi Rp9.950 per liter,” kata Dodi, seorang warga Koba Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Minggu (23/11).

Pengguna kendaraan mulai melirik pertamax karena harganya tidak jauh beda dengan premium dan kualitasnya lebih bagus.

“Selama ini konsumen tidak sanggup membeli pertamax karena harganya mahal, sementara harga bensin jauh lebih murah,” katanya.

Dengan kondisi harga BBM jenis premium Rp8.500 per liter, maka konsumen melirik pertamax yang harganya tidak jauh beda yaitu Rp9.950 per liter.

Sementara Sumin, warga yang lain menilai kenaikan harga BBM jenis premium dan solar mampu mendongkrak penjualan pertamax. Selisih harga membuat konsumen terutama yang menggunakan sepeda motor memilih memakai pertamax.

“Selain harganya tidak jauh berbeda dengan premium, pertamax juga memiliki keunggulan yaitu membuat mesin kendaraan lebih awet, lebih irit dan tangki motor tidak mudah berkarat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Kubu Agung Laksono Sinyalir Ada Upaya Inkonstitusional di Munas Golkar

Medan, Aktual.co —Disinyalir ada upaya-upaya inkonstitusional dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional Golkar ke IX yang akan digelar 30 November mendatang.
Dikatakan juru bicara Tim Pemenangan Agung Laksono, Riza Fakhrumi Tahir, upaya inkonstitusional itu diduga sudah dimulai sejak Rapimnas VII Golkar di Yogyakarta pada 17-19 November lalu.
“Situasi Rapimnas Golkar adalah situasi yang tidak baik bagi masa depan internal Golkar. Indikasi pemaksaan, indikasi ingin menggiring seseorang menjadi calon tunggal ini sangat kuat,” tudingnya, dalam keterangan pers kepada wartawan di Medan, Minggu (23/11).
Upaya inkonstitusional, ujarnya, berawal dari penetapan Munas IX yang dipercepat menjadi 30 November 2014. Padahal, dalam Munas VIII tahun 2009 silam, Munas ditetapkan dilaksanakan Januari 2015.
Sedangkan mengutak-atik keputusan Munas, menurutnya, sama artinya dengan mengangkangi hak-hak kedaulatan partai Golkar. Dan sangat tidak demokratis dan inkonsitutisonal.
“Tapi dengan terpaksa kami harus menerima situasi itu, karena Ketum kami (Aburizal Bakrie-red) akan maju lagi sebagai calon di periode mendatang.” 
Upaya inkonstitusional lainnya, lanjut Riza, yakni dengan adanya wacana peniadaan hak-hak DPD Kabupaten Kota untuk memiliki suara dalam Munas nanti. 
Wacana itu meniadakan sistem ‘one delegation one vote’ menjadi sistem ‘voting block’ yakni ‘one delegation ten vote’.
“Soal voting block ini masih wacana, tapi ini harus diantisipasi, karena kalau ini diberlakukan maka akan merugikan semua calon. ‘Voting block’ tidak ada lagi satu delegasi satu suara, yang ada satu delegasi 10 suara,” beber Riza.
Lucunya, sambung dia, saat ini sebanyak 34 DPD Partai secara serentak mendeklarasikan dukungan kepada Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum. Menurutnya, deklarasi itu sangat tidak rasional.
“Ini seakan-akan sudah menang, padahal suara terbesar itu Kabupaten Kota sebanyak 563 DPD kabupaten kota. Tidak rasional kan dia sudah leading, sudah menang hanya karena 28 DPD se Indonesia.”
Padahal, ujarnya, Kabupaten Kota sudah tidak lagi mendukung ARB, mengingat kepemimpinannya selama 5 tahun terakhir yang dianggap tidak memberi perhatian kepada pengurus partai di tingkat Kabupaten Kota.
“Makanya saya yakin kabupaten Kota tidak akan memilih ARB. Sebagian kecil lah. kenapa? Selama ini kabupaten kota menuntut dilibatkan dalam pengambilan strategis, contohnya penentuan calon capres, strategi pemenangan pilpres. Apa mau kabupaten kota dipimpin orang yang mengabaikan mereka?” urainya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Gabungan Gagalkan ‘Ilegal Tapping’ Minyak Pertamina EP

Jakarta, Aktual.co — Tim gabungan PT Pertamina EP, Polri, dan TNI meringkus enam tersangka pencuri minyak saat beroperasi di wilayah operasi Adera Field, sekitar Sungai Ogan Ilir, Sumsel.

“Mereka dibekuk pada hari (Minggu) ini,” kata Manajer Humas Pertamina EP Muhammad Baron dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (23/11).

Pengungkapan pencurian minyak bermula saat staf keamanan Pertamina EP mandapatkan laporan tindakan “illegal tapping” (melubangi pipa secara ilegal). Atas laporan tersebut, tim segera menggerebek ke lokasi.

“Hasilnya, enam pelaku diringkus, enam lainnya melarikan diri,” ujarnya.

Dalam Operasi juga disita barang bukti kapal tongkang yang dimodifikasi sebagai tempat penampungan minyak hasil curian serta berbagai alat “illegal tapping” lainnya.

“Diperkirakan kapal tersebut bisa memuat 5.000-8.000 liter minyak mentah. Ditemukan juga selang yang digunakan untuk menyalurkan minyak tersebut,” tambahnya.

Ia berharap kasus ini dapat segera diselesaikan, serta terungkap seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

“Apa peran yang mereka kerjakan, mulai dari yang ambil minyak, ‘beking’, maupun penadahnya. Karena hal ini jelas-jelas merugikan negara, terlebih di tengah kondisi kesulitan energi negeri ini sekarang,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Demo BBM Dipanggil Polisi, Dua Mahasiswa Tegaskan Melawan

Medan, Aktual.co —Dua orang mahasiswa Kampus Pancabudi Medan, Sumatera Utara bernama Hendra M. Sihaloho dan Taufiq Helmi mendapat surat pemanggilan dari Satuan Reskrim Polresta Medan, terkait aksi demonstrasi menolak penaikan BBM bersubsidi yang dinilai melanggar ketertiban umum.
Helmi yang merupakan Presiden BEM Pancabudi menegaskan akan melakukan penolakan.
“Kita tidak akan pernah takut dan mundur selama memperjuangkan aspirasi rakyat kecil,” tegas Hendra saat dihubungi Aktual.co di Medan, Minggu (23/11).
Menurutnya, pemanggilan itu adalah bentuk gaya lama yang dipraktikkan dalam rezim Orde Baru dalam membungkam aksi-aksi mengkritisi pemerintah. “Kami akan tegas melawan gaya ini.”
Sementara itu, Hendra yang merupakan Alumnus dari kampus Pancabudi menambahkan, pihaknya akan menggalang kekuatan melawan pembungkaman itu. Dia yakin ini adalah titik balik bersatunya kekuatan mahasiswa di Kota Medan melawan rezim otoriter gaya baru.
“Kita akan galang kekuatan. Dan intinya, kita akan tetap menolak kenaikan BBM,” tandasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram Widarso melalui selulernya kepada Aktual.co membenarkan pemanggilan itu.
“Oh iya, betul,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, pemanggilan itu tidak saja kepada kedua mahasiswa Pancabudi itu, namun kepada semua mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa yang dinilai mengganggu ketertiban umum.
“Bukan cuma mereka, semua, yang aksi-aksi. Ya yang mengakibatkan macet, bakar ban, semua saya periksa. Iya. Saya kan sudah bilang, kalau demo-demo silahkan, jangan aneh-aneh, ada ketentuannya, jangan bikin macet. Mereka harus bertanggungjawab, itu aja,” kata Wahyu.
Diketahui, kenaikan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah berujung penolakan berbagai elemen organisasi dan gerakan mahasiswa termasuk di Kota Medan. Aksi-aksi itu mendesak pemerintah untuk mencabut kebijakannya menaikkan harga BBM.

Artikel ini ditulis oleh:

Pencarian Bayi Hilang Saat Banjir, Terus Digelar di Tapanuli Tengah

Medan, Aktual.co —Delapan personil SAR, dibantu TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek setempat dan masyarakat, dikerahkan untuk mencari seorang bayi umur empat tahun, Butet.
Bayi malang itu dilaporkan hilang saat terjadi banjir disertai longsor di Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Saat dihubungi Aktual.co, koordinator Pos SAR Sibolga-Tapteng, Abdul Rahman Sembiring menuturkan, pencarian terhadap korban akan dilakukan kembali dari titik awal. Yakni radius 50 meter dari tempat kejadian. 
“Karena di situ kan banyak sampah-sampah batang kayu, kami prediksikan korban nyangkut. Karena semalam penyisiran sudah sampai perbatasan Tapteng-Batangtoru (Tapsel),” sebut Rahman ketika dihubungi Aktual.co, Minggu (23/11).
Jika korban ternyata tenggelam dalam air, kata dia, maka dalam satu hari belum akan muncul ke permukaan. Untuk itu, pencarian akan difokuskan pada penyisiran air.
“Air juga masih cukup keruh, karena mungkin di hulu masih hujan atau air sisa hujan kemarin masih banyak.”
Dikatakan Rahman, pencarian hari ini diperkirakan masih akan berat. Di samping cuaca yang mendung dan berpotensi hujan, sungai lokasi pencarian cukup lebar dan berarus deras.
“Sungai juga bercabang-cabang, dengan lebar mencapai 15 meter,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain