7 April 2026
Beranda blog Halaman 41947

Asjaya: IHSG Diprediksi Bergerak dikisaran 5.062-5.166

Jakarta, Aktual.co — Pada perdagangan hari ini, Jumat (21/11), Asjaya Indosurya Securities memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia akan bergerak di kisaran 5.062– 5.165.

“Pergerakan IHSG mengalami tekanan wajar, sehingga memperlihatkan koreksi sehat yang terjadi,” tulis Kepala Riset Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dalam riset hariannya, Jumat (21/11).

Ia menyebut Indeks berpotensi menguji support 5.062. Jika tidak dijebol, maka IHSG akan kembali melanjutkan kenaikan menuju level resisten 5.165,

“Untuk sementara waktu IHSG akan mengalami fase konsolidasi singkat sebelum melanjutkan kenaikan, dalam jangka panjang IHSG masih strong uptrend,” tuturnya.

Menurutnya, ada delapan saham yang dappat dipertimbangkan pada perdagangan hari ini, yaitu saham AALI, SIMP,  LSIP, BBNI, BBCA, KAEF, SGRO dan ADRO.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI: Suku Bunga Naik Antisipasi Inflasi Akibat Penaikan BBM

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) menegaskan kebijakan bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuan (BI rate) menjadi 7,75 persen adalah untuk memitigasi dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap inflasi.

“Langkah ini (menaikkan BI rate) menegaskan kembali bahwa kami menempuh kebijakan moneter bias ketat, sebagai langkah pre-emptive untuk memitigasi dampak lanjutan naiknya harga BBM pada tekanan inflasi ke depan,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat acara Bankers Dinner di Jakarta, Kamis (20/11) malam.

Agus menuturkan, pihaknya ingin memastikan bahwa tekanan inflasi akibat kenaikan harga BBM hanya bersifat sementara, dan laju inflasi serta perkiraannya ke depan tetap terjangkar pada kisaran tiga-lima persen.

Bank Indonesia meyakini, dengan inflasi dan perkiraannya yang terjangkar pada laju yang rendah, tabungan riil dan daya beli masyarakat tidak akan tergerus, sehingga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan laju pengentasa kemiskinan yang lebih kuat ke depan.

“Kebijakan moneter yang kami tempuh adalah juga untuk memastikan bahwa defisit neraca transaksi berjalan yang sudah berlangsung selama tiga tahun, tetap terkendal di sekitar 2,5-tiga persen dari PDB dan tidak membesar,” kata Agus.

Menurut Agus, defisit neraca transaksi berjalan yang terkendali sangatlah penting untuk memastikan perekonomian nasional dapat tumbuh kuat dan berimbang, serta penciptaan lapangan kerja dapat terus berlanjut.

Lebih dari itu, lanjut Agus, BI juga ingin memastikan kepercayaan investor tentang keseluruhan konsistensi dan kualitas pengelolaan kebijakan ekonomi makro Indonesia, tetap kuat ditengah semakin dekatnya peningkatan suku bunga global ke depan.

“Memelihara kepercayaan investor ini penting, agar likuiditas global yang mengalir ke pasar saham dan obligasi kita, terutama obligasi negara, dapat tetap tinggi. Ini pada gilirannya akan mengurangi beban pembiayaan pembangunan melalui Surat Berharga Negara,” ujar Agus.

Agus menambahkan, langkah moneter yang telah ditempuh pihaknya, selanjutnya akan diikuti dengan penguatan jalinan koordinasi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi (TPI) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: IHSG Berpotensi Melemah Akibat Sentimen Negatif

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah seiring aksi ambil untung pelaku pasar. Selain itu, dengan adanya utang gap 5.102-5.111 tersebut membuat IHSG berkeinginan untuk menutup utang gap tersebut.

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan jelang akhir sesi laju IHSG sempat ditarik naik, namun belum cukup mampu membawanya ke zona hijau.  Imbas kenaikan harga BBM yang dan kenaikan reaktif BI rate yang sebelumnya direspon positif, dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking.

“Kenaikan harga BBM yang dan kenaikan reaktif BI rate yang sebelumnya direspon positif, dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking. Adapun transaksi asing kembali tercatat nett sell (dari nett buy Rp 431,30 miliar menjadi net sell Rp 432,38 miliar),” tulis Reza dalam risetnya.

Pada perdagangan Jumat ((21/11) Reza memperkirakan laju IHSG  berada pada rentang support 5.055-5.068 dan resisten 5.100-5.132. Laju IHSG gagal mendekati di target resisten (5.132-5.145) dan lebih banyak di area target support (5.090-5.105). Utang gap 5.102-5111 sebelumnya tersisa telah lunas.

“Tetapi, masih maraknya sentimen negatif dari sejumlah bursa saham global membuat laju IHSG cenderung tertekan dan masih menyimpan potensi pelemahan lanjutan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BI: Arus Modal Masuk Capai Rp177,75 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal masuk (capital inflow) sejak awal tahun hingga pertengahan November 2014 mencapai Rp177,75 triliun, jauh lebih besar dibandingkan keseluruhan 2013 sebesar Rp35,9 triliun.

“Capital inflow kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah masuknya arus modal ke Indonesia,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo saat acara Bankers Dinner di Jakarta, Kamis (21/11).

Kebijakan berorientasi stabilitas, menurut Agus, telah mempertebal keyakinan investor tentang kualitas kebijakan makro ekonomi Indonesia.

“Aliran modal masuk sendiri menjaga gairah investasi di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN),” ujar Agus.

Selain itu, lanjut Agus, persepsi risiko terhadap Indonesia di pasar keuangan dunia pun terus membaik, seperti ditunjukkan oleh Credit Default Swap yang menurun drastis, dari 303 basis poin pada Agustus 2013 menjadi 142 basis poin pada pertengahan November 2014.

Agus menambahkan bahwa tingginya arus modal masuk tersebut juga didorong oleh adanya penurunan defisit neraca transaksi berjalan.

Pada Kuartal III 2014, defisit transaksi berjalan menjadi 6,84 miliar dolar AS atau sebesar 3,07 persen dari produk domestik bruto (PDB), menurun jika dibandingkan dengan defisit pada Kuartal II 2014 ini yang sebesar 8,69 miliar dolar AS atau 4,07 persen dari PDB.

Agus memperkirakan defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun 2014 akan mencapai 3 persen dari PDB.

Perbaikan neraca transaksi berjalan tersebut juga didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas, terutama ekspor manufaktur yang membaik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Gunakan Warga Lawan Mahasiswa UKI



Jakarta, Aktual.co —Aksi lempar batu antara aparat kepolisian dengan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia mewarnai aksi unjuk rasa yang di gelar di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur. 
Bentrokan yang terjadi dipicu saat mahasiswa Uki tengah menggelar aksi dengan membakar ban dan memblokade jalan yang menyebabkan terjadinya kemacetan panjang.
Dalam aksinya mahasiswa menuntut agar presiden Jokowi mencabut kebijakan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan menolak menteri yang merupakan bagian dari neolib.
Aksi unjukk rasa itu kemudian membubar paksa oleh aparat kepolisian yang datang  menembakan gas air mata ke kerumunan mahasiswa, sehingga bentrokan pun tak dapat dihindarkan. Aksi lempar batu dan bom molotov pun mewarnai bentrokan tersebut. Dalam bentrokan tersebut mahasiswa dipukul mundur ke dalam kampus oleh kepolisian dengan dibantu warga.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

WKSI: Rupiah Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pada perdagangan kemarin berbalik negatif terimbas pelemahan Yen. Di sisi lain, ekspektasi akan kenaikan suku bunga The Fed membuat Dolar AS bergerak menguat dan memanfaatkan pelemahan Yen.

“Meski belum akan dinaikan dalam waktu dekat, namun dari pertemuan The Fed pelaku pasar mengasumsikan rencana The Fed yang akan segera direalisasikan,” tulis Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.

Pada Jumat (21/11), Reza memperkirakan Rupiah di bawah level support Rp12.135, yakni Rp12.174-12.158 kurs tengah Bank Indonesia. Menurutnya laju penguatan Rupiah terhalang karena terapresiasinya nilai tukar Dolar AS.

“Tampaknya ekspektasi akan kenaikan lanjutan, Rupiah terhalangi dengan menguatnya laju Dolar AS,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain