5 April 2026
Beranda blog Halaman 41963

Penipu Berkedok Sales Motor Menyerahkan Diri

Lumajang, Aktual.co — Setelah lebih dari sepekan diburu Polisi, Ririn Anita Setyowati (30), warga Kelurahan Jogoyudan, Lumajang, Jawa Timur, akhirnya menyerahkan diri.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, Iptu Heri Sugino membenarkan bahwa tersangka menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
”Semalam tersangka bersama suami dan keluarganya, mendatangi mapolres untuk menyerahkan diri, dia datang atas kemauannya sendiri menyusul adanya laporkan para korban,” kta Heri, Kamis (20/11).
Tersangka mengaku selama ini kabur dan bersembunyi di Malang, “Tapi dia kooperatif dalam kasus ini dan semalam menyerahkan diri. Yang pasti, kasusnya tetap kita proses karena para korban yang dirugikan mencapai hampir 60 jutaan,” tambahnya.
Ririn menjadi tersangka, menyusul adanya laporan sejumlah korban penipuan yang  melapor ke Mapolres Lumajang. Modus yang digunakan tersangka adalah berpura-pura sebagai sales dealer ‘sumber mas motor’ di Lumajang. 
Kepada para konsumen, Ririn meminta sejumlah uang dengan alasan untuk uang muka pembelian motor, baik cash maupun kredit. Kenyataannya, setelah uang diterima, tidak diserahkan kepada pihak dealer tetapi digunakan untuk pribadi dan dibawa kabur.
Kejadian ini terungkap, setelah konsumen yang merasa sudah membayar tidak mendapatkan kabar kapan motornya dikirim. Setelah korban mengecek ke pihak dealer, ternyata uang mukanya tidak dibayarkan ke dealer dan justru dibawa kabur tersangka.
Pimpinan Dealer ‘Sumber Mas Motor’ Lumajang, Yuhanes Efendy mengaku akan tetap melakukan upaya hukum atas pencemaran nama baik perusahaannya yang digunakan tersangka dalam kasus penipuan konsumen. 
“Kalau dia mau mengembalikan uang konsumen dan meminta maaf atas ulahnya yang membawa –bawa nama dealer, kita tidak akan melakukan tuntutan hukum. Tetapi, sekarang saya serahkan saja kepada konsumen dan pihak Polres untuk menindak lanjuti kasus ini,” kata Yuhanes.

Artikel ini ditulis oleh:

Tunjuk Politisi jadi Jaksa Agung, DPR: Jokowi Cari Aman

Jakarta, Aktual.co — Penunjukan politikus Partai NasDem HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung baru menggantikan Basrief Arief dinilai sangat sarat kepentingan politik.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa menduga bahwa penunjukkan Jaksa Agung itu bukan untuk penegakan hukum, melainkan hanya untuk melakukan pengamanan kasus tertentu.
“Diangkatnya politisi, terjawab bukan penegakkan hukum, jadi jangan berharap banyak,” kata dia kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/11).
Oleh karena itu, sambung Ketua DPP Gerindra itu pun mengatakan tidak perlu berharap dengan penujukan Prasetyo sebagai orang nomor satu di lembaga Satya Adhi Wicaksana itu.
Pasalnya, kata dia, selama menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum pada periode 2005-2006 tidak menujukan prestasinya.
“Liat saja, konteks penegakan hukum, diangkatnya Prasetyo di kejaksaan tidak berprestasi. Pencari keadilan jangan berharap ada terobosan di institusi itu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

KPK Terus Gali Kasus Suap Alih Fungsi Lahan

Tersangka kasus dugaan suap alih fungsi hutan industri di Riau yang juga Gubernur Riau non aktif Annas Maamun saat turun dari mobil tahanan setibanya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (20/11/2014). KPK memeriksa Annas Maamun terkait pengembangan kasus suap alih fungsi lahan kelapa sawit dan hutan industri di Riau. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Sidang Perdana Romi dan Masyito Penyuap Akil Mochtar

Wali Kota Palembang nonaktif Romi Herton dan istrinya Masyito menjalani sidang perdana di Pengadilan Tidak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (20/11/2014). Romi dan istrinya didakwa menyuap Akil Mochtar saat menjabat hakim Mahkamah Konstitusi. Total suap yang diberikan Rp 14,145 miliar dan USD 316,700 melalui Muhtar Ependy. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Sisi Positif Ibu Peran Ganda Dalam Keluarga

, Aktual.co — Tidak banyak masyarakat di Indonesia bahkan di dunia yang mengetahui peran ganda seorang ibu. Maksud peran ganda adalah seorang ibu yang bekerja, dan menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurusi keluarga tercinta. Banyak statemen yang menilai bahwa ibu yang berperan ganda tidak lah baik bagi pertumbuhan anak-anaknya.

“Biasanya seorang ibu bekerja dilatarbelakangi oleh alasan finansial atau kebutuhan sosial-relasional. Tidak ada yang salah dengan keputusan seorang ibu untuk berkarya, akan tetapi konsekuensi dari kondisi ini mengharuskan ibu untuk lebih cermat dalam membagi waktu dengan keluarga,” ujar Psikolog anak, Efnie Indiranie, M.Psi di Jakarta, Kamis (20/11).

Seorang ibu yang bekerja sebaiknya mempunyai kecakapan dalam mengelola waktu, disiplin dan mampu berbagi peran dengan suami dalam menciptakan kebersamaan keluarga agar ikatan fisik dan emosi keluarga tetap bisa terbangun.

“Hal positif lain dari seorang ibu yang bekerja adalah ia mempunyai kemampuan di atas rata-rata. Kemampuan tersebut memiliki dampak positif bagi perkembangan anak, antara lain anak menjadi lebih mandiri, bertanggung jawab dan dapat menyelesaikan tugasnya lebih baik,” tambah Efnie.

Jadi untuk Anda seorang ibu yang mempunyai peran ganda, janganlah khawatir, karena pada dasarnya Anda tetap harus menjaga komunikasi dengan keluarga entah itu anak maupun sang suami.

“Seorang Ibu tetap harus bisa meluangkan waktu untuk keluarga terutama anak dan mengetahui kegiatan apa saja yang sudah dilaluinya. Karena anak dalam masa pertumbuhan sangatlah penting untuk dibimbing dan diarahkan, agar tak salah arah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Harga Cabai di Jogja Tembus Rp60 ribu Per Kg

Yogyakarta, Aktual.co — Sejumlah harga kebutuhan pokok  di Yogyakarta meningkat drastis. Di sejumlah pasar tradisional harga kebutuhan seperti sayur-sayuran baik cabai dan selederi mengalami peningkatan signifikan. 
Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi  (Perindakop) kota Yogyakarta, di pasar Kranggan, harga cabai teropong merah mengalami kenaikan harga hingga Rp10rb per kg, yang sebelumnya Rp50 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg pada Kamis (20/11/2014) ini. 
Hal serupa juga terjadi pada harga cabai keriting merah yang mengalami kenaikan Rp5 ribu per kg, yang sebelumnya Rp55 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg. 
Sementara harga sayuran dan bumbu lainnya seperti bawang merah/bawang putih, kol, tomat, loncang, wortel, kacang panjang, kedelai, kacang dan kelapa, secara umum masih relatif stabil. 
“Hanya slederi yang meningkat cukup signifikan, sebesar Rp2 ribu, yang sebelumnya Rp8 ribu menjadi Rp10 ribu,” ujar staf bidang perdagangan, dinas perindakop kota Yogyakarta, Sugiyono.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain