6 April 2026
Beranda blog Halaman 41964

Rakyat Minta Pecat Menteri Merah KPK

Puluhan Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Rakyat (Amara) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (20/11/2014), Dalam aksinya mereka menyampaikan tiga tuntutan rakyat, Batalkan kenaikan BBM, Turunkan harga sembako, Pecat dan tangkap menteri yang distabilo merah oleh KPK. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Unjuk Rasa, Mahasiswa di Medan Hujat PDI Perjuangan

Medan, Aktual.co — Ratusan mahasiswa di Kota Medan menghujat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, saat unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM, Kamis (20/11).
Iringan mahasiswa bergerak dari Bundaran Majestyk Medan menuju bundaran Kantor Pos di jalan Balai Kota Medan.
Saat berada di jalan Raden Saleh, ratusan mahasiswa itu sempat terhenti sejenak, saat berada didepan salah satu kantor PDI Perjuangan. Ratusan mahasiswa itu kompak meneriaki ‘PDI Perjuangan Munafik’
“PDIP Munafik.. PDIP munafik.. PDIP munafik!” sebut mahasiswa.
Situasi sempat sedikit tegang dengan beberapa aparat yang berjaga, namun bisa dikendalikan dan terus melanjutkan long march.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi VI Pertanyakan Keterlibatan PD DDI Dalam Seleksi Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi VI DPR Refrizal mengkritik proses seleksi Direktur Utama Pertamina yang dilakukan Kementerian BUMN dibawah kepemimpinan Rini Soemarno. Pasalnya, pihak ketiga yang digandeng Menteri BUMN Rini Sumarno untuk melakukan assesment diduga tidak independen.
“Kalau dulu Pak Sugiharto (mantan Menteri BUMN) sepertinya dari UI, dari perguruan tinggi, yang tidak berpihak ya,” terang Refrizal usai rapat kerja dengan Jasindo di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (20/11).
Disampaikan dia, pada era BUMN dipegang Sugiharto konsultan assesment ini dilakukan dengan baik. Meski keputusan akhir tetap ditangan kementerian BUMN. Akan tetapi prosesnya berlangsung secara transparan. 
Disinggung pihak ketiga yang digandeng adalah PT Daya Dimensi Indonesia (PT DDI), anggota Fraksi PKS itu kembali menekankan pentingnya dunia perguruan tinggi menjadi konsultan assesment. 
“Ambillah perguruan tinggi yang kompeten, nanti ditentukan orang-orangnya agar hasilnya baik, dilakukan secara transparan,” jelasnya.
Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, mengkritik keras pelibatan PT DDI sebagai konsultan assesment oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.
“Saya mohon Rini Soemarno mawas diri, dia sudah melibatkan abangnya Arie Soemarno dan Ongky Soemarno dalam pemilihan direksi BUMN melalui assesment PT DDI. Mohon maaf itu tindakan KKN,” ucapnya di Jakarta, Rabu (19/11) kemarin. 
“Rini sebaiknya menghentikan praktek-praktek KKN, kalau tidak saya minta Pak Jokowi bertindak,” sambungnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Naikan BBM, Komisi VI DPR : Sama Saja Presiden Letakkan Beban Fiskalnya Kepada Rakyat

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi VI DPR RI, Achmad Hafidz Tohir mengatakan kebijaakan kenaikan harga BBM bersubsidi yang diambil oleh pemerintahan Jokowi-JK, menunjukkan ketidakkreatifanya pemerintah dalam menyiasati sempitnya ruang fiskal  anggaran.
Karena, tidak selalu untuk mengurangi beban fiskal secara melulu menaikan harga BBM, terlebih kenaikan yang dinilai tidak jelas kriteriannya.
“Dengan menarik subsidi 2000 perak sama saja dibahu orang miskin terbebankan fiskal pemerintah, ini kan seharusnya tanggung jawab pemerintah, harusnya pemerintah kreatif memikirkan sumber-sumber uang lain,” kata dia usai menggelar rapat, di ruang Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (20/11).
Menurut dia, kenaikan harga BBM itu tentunya berdampak pada meningkatnya keberadaan masyarakat miskin di Indonesia. Pasalnya, sambung dia, akan terjadi penurunan daya beli terutama pada masyarakat yang berada dalam katagori rentan miskin.
“Dengan kenaikan 2000, angka inflasi akan naik sampai 3 persen, artinya apa? ketika inflasi 3 persen terjadi daya beli masya miskin menurun, karena uang itu nilainya tidak berarti, dan ongkos produksi naik,” seru dia.
“Sehingga barang ini bertemu pengahasilan tetap dengan barang tingggi gape disitu, bisa membuat angka inflasi lebih tinggi di level masyarakat miskin bisa mencapai 5 persen. Kalau dibiarkan dari 70 juta masyarakat miskin yang rentan miskin bisa tergerus masuk dalam kalangan masyarakat miskin,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kurtubi: SKK Migas Tak Perlu Pejabat Baru, Bubarkan Saja

Jakarta, Aktual.co —  Anggota Komisi VII DPR RI Kurtubi turut mengomentari kebijakan Pemerintah yang mengangkat Amien Sunaryadi sebagai Kepala Definitif SKK Migas.

“Pemerintah dalam penunjukan Amien sepertinya ingin memberantas peluang-peluang korupsi di SKK Migas. Karena Amien mantan Wakil Ketua KPK. Integritasnya baik,” kata Kurtubi kepada Aktual.co di Jakarta, Kamis (20/11).

Kendati demikian, Kurtubi berpendapat bahwa seharusnya badan yang dibentuk dengan Kepres itu segera dibubarkan. Pasalnya, sistem tata kelola Migas yang diterapkan SKK Migas itu bertentangan dengan konstitusi.

“Seharusnya (SKK Migas) segera dibubarkan. Tidak perlu mengangkat pejabat baru. Karena sistem kelola migas model SKK itu bertentangan dengan konstitusi. Mahkamah Konstitusi (MK) sudah membubarkan BP Migas dan mencabut 17 pasal yang tercantum di UU migas. Nah, SKK Migas ini sama dengan BP migas, keberadaannya tidak sesuai kontitusi,” terangnya.

Kemudian, lanjutnya, keberadaan SKK Migas telah merugikan negara, karena tidak bisa menjual minyak secara langsung, harus selalu melalui pihak ketiga.

“Itu merugikan negara. Ditambah lagi, UU migas telah menghambat proses investasi eksplorasi yang semakin hari semakin anjlok,” jelasnya.

Menurut pendapat saya seharusnya SKK Migas tidak perlu ada.

“Dilikuidasi dan fungsinya dikembalikan ke Pertamina. Seyogyanya, tidak perlu mengangkat pejabat baru,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Banjir Dua Jam, Pemprov Tak Mau Pasok Bantuan Makanan

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI tak mau lagi asal memberi bantuan makanan kepada warga Jakarta yang wilayahnya terendam banjir di musim hujan ini.
Penyebabnya, ada warga yang ternyata malah menjadikan banjir bukan sebagai sebuah bencana. Tapi justru sebagai peluang untuk meraup keuntungan.
“Di DKI ini ternyata memang ada juga oknum rakyat yang suka kalau banjir biar dapat makanan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balaikota DKI, Kamis (20/11).
Jika banjir hanya terjadi beberapa jam saja, kata Ahok, maka tidak perlu diberikan bantuan makanan. 
“Saya gak mau lagi. Selama bisa beli makan sendiri ya beli aja. Toh kerendamnya juga gak berhari-hari. Kalau cuma dua sampai tiga jam ya ga usah dibantu makanan,” ujar Gubernur yang baru dilantik kemarin ini. 
Bahkan, kata mantan Bupati Belitung Timur itu, ada warga di pemukiman kumuh yang sampai menggunakan cara-cara seperti membolongi turap di bantaran sungai. Sehingga saat air sungai naik daerahnya kembali terendam banjir. “Terus kena banjir biar mereka dapet bantuan.” 
Sebelumnya Ahok mengaku tak heran dengan banjir yang terjadi hari ini di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Kata dia, wilayah itu memang masuk dalam daftar 634 RW yang pasti terendam banjir. 
“Makanya kita udah data. Saya juga mau kumpulkan laporan ketua RW, petugas pompa air, dan PU,” ujar Ahok di Balai Kota, Kamis (20/11).
Koordinasi akan segera dilakukan dengan dinas terkait. Senin depan, Ahok akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengetahui penyebab banjir dan cara penanggulangannya. Misal, proyek penanggulangan banjir mana yang bisa dikebut lebih dulu.
Pemprov DKI memang terus mengebut proyek normalisasi sungai. Namun belum sepenuhnya selesai, sehingga resiko banjir Jakarta masih tinggi. 
Hari ini, beberapa daerah di Jakarta terkena banjir akibat curah hujan yang tinggi. Daerah-daerah yang terkena banjir adalah Kelurahan Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Pulo.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain