7 April 2026
Beranda blog Halaman 42049

BNN Sambangi DPRD DKI, Singkronkan Penanggulangan Narkoba

Jakarta, Aktual.co —Badan Narkotika Nasional (BNN) menyambangi DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka bukan lantaran ada anggota dewan yang terindikasi menggunakan narkoba atau untuk melakukan tes urin.
Dikatakan Ketua Parlemen Muda Jakarta (PMJ) DPRD Jakarta, Taufiqurahman, pihaknya atas nama PMJ memang berinisiatif mengundang BNN untuk melakukan singkronisasi program terkait penanggulangan penyalahgunaan narkoba di Jakarta. 
“Kalau test urin mah 106 anggota dewan sudah melewati itu saat pencaleg-kan. Kalau kedatangan BNN ke sini karena pengguna narkoba di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan, istilahnya sudah stadium tujuh. Karena itu kita sedang mencari jalan yang tepat bagaimana bisa meminimalisir para pengguna narkoba,” kata Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat-PAN ini, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/11).
Setelah melakukan komunikasi, akhirnya ada usulan agar Pemprov DKI bisa menyediakan lahan atau tempat rehabilitasi para pengguna narkoba. Karena keberadaan tempat rehabilitasi yang sudah ada ternyata tidak bisa menampung lagi.
“Aturan sekarang para pengguna kan tidak boleh ditahan. Melainkan wajib direhabilitasi, sementara dari laporan BNN keberadaan tempat rehabilitasi pengguna narkoba sudah tidak mencukupi.  Makanya kami dan BNN Provinsi (BNNP) menyepakati untuk para pengguna DKI memiliki tempat rehabilitasi sendiri. Nah ini yang mau kami realisasikan,” tuturnya.
Pernyataan senada juga disampaikan Kepala BNN Irjen Anang Iskandar. Kata dia kehadirannya ke kantor dewan adalah dalam rangka singkronisasi program agar masyarakat hidup sehat. 
“Artinya apa yang belum pernah jangan sampai kena, yang kena kita atasi bersama-sama. Tapi yang jelas kehadiran kami silaturahmi saja. Kalau pun dalam lawatan kami ini ada pembicaraan terkait program-program, kita singkironisasikan saja, biar semuanya berjalan secara beriringan,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Warga Antri BBM

Kendaraan roda dua antre membeli bahan bakar premium di Jakarta, Senin malam (17/11). Pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM bersubsidi terhitung sejak pk. 00.00 WIB tanggal 18 Noveber 2014. Premium Rp8.500/ liter, naik Rp2.000 dari sebelumnya Rp6.500/ liter. Turut naik juga solar menjadi Rp7.500 / liter. Naik Rp2.000 dari sebelumnya Rp5.500/ liter. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Idrus Dukung Ical Kembali Pimpin Golkar

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar mendukung Aburizal Bakrie kembali memimpin partai berlambang pohon beringin itu.
“Saya dukung Aburizal, walaupun tidak memiliki suara. Ya, sebagai sekjen, saya tidak memiliki suara,” kata Idrus di gedung DPR di Jakarta, Senin (17/11).
Saat ini, kata dia, belum ada calon lain yang menyatakan akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Mungkin, katanya, hal itu disebabkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) DPP Partai Golkar belum ditetapkan.
Jadwal Munas DPP Partai Golkar akan diputuskan dalam Rapat Pimpinan Nasional DPP Partai Golkar yang diselenggarakan di Yogyakarta mulai Senin untuk selama beberapa hari.
“Besok saya ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan itu,” kata dia.
Idrus memastikan Munas DPP Partai Golkar diselenggarakan awal 2015. Namun, waktu dan tempat pelaksanaan belum diputuskan.
“Sudah ada komitmen seluruh pengurus untuk melaksanakannya awal tahun 2015,” kata dia.
Dia menganggap kubu-kubu pendukung yang muncul menjelang Munas DPP Partai Golkar merupakan hal yang biasa. Namun, kubu-kubu itu diharapkan memiliki semangat bersama untuk membesarkan Partai Golkar.
“Jangan menebar fitnah dan melakukan kampanye hitam. Itu tidak baik,” kata Idrus. 
Pada kesempatan sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Fadel Muhammad menyatakan tidak mencalonkan diri pada Musyawarah Nasional Partai Golkar lantaran mengalah kepada Aburizal Bakrie.
“Pak Aburizal kan mau maju lagi, jadi saya dari awal mendukungnya. Mengalah untuk menanglah,” kata Fadel.
Semula, dia berniat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar. Apalagi sebanyak 11 pengurus DPD I Partai Golkar mendukungnya.
“Tapi karena Pak Aburizal maju lagi, saya berniat untuk mendukungnya. Pak Aburizal itu layak melanjutkan kepemimpinannya,” kata dia.
Fadel yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi XI DPR itu, mengatakan tidak ada polemik menjelang Musyawarah Nasional Partai Golkar. Persoalan yang terjadi justru seluruh pengurus ingin kader terbaiknya memimpin Golkar.
“Yang terjadi ini bagus, dinamika politik di internal Golkar berjalan baik, bukan polemik. Saya pikir itu bagus,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Janji “Back Up” Dana Olahraga Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrowi, berjanji untuk terus memberikan dukungan terhadap anggaran olahraga Indonesia. Pasalnya, anggaran yang ada sekarang, terbilang sangat kecil.

“Kita akan back up terus. Makanya semua atlet harus terus bersemangat untuk membawa nama Indonesia di kancah internasional,” katanya Menpora di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (17/11).

Dengan minimnya anggara olahraga yang ada saat ini, kata dia, pihaknya terus berusaha memberikan dorongan kepada pihak ketiga untuk turut membantu perkembangan olahraga Indonesia.

Pria yang juga politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, selain mendorong penambahan anggaran APBN dan peran pihak ketiga, pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan lintas kementerian.

“Olahraga biasanya berfungsi ganda. Selain untuk meraih prestasi, bisa juga menjadi duta pariwisata. Makanya kita akan melakukan MoU dengan Kementerian Pariwisata,” katanya menjelaskan.

Seperti diketahui, anggaran olahraga Indonesia saat ini adalah 0,3 persen dari APBN. Kondisi ini jauh dibandingkan negara tetangga, Malaysia yang mencapai 3 persen.

Artikel ini ditulis oleh:

Alokasi Gula Mentah Dipotong, Empat Pabrik Rafinasi Gulung Tikar

Jakarta, Aktual.co —  Akibat adanya pemotongan alokasi impor gula mentah oleh pemerintah dari 3,05 juta ton menjadi 2,8 juta ton akhirnya sebanyak empat pabrik gula rafinasi mulai berhenti beroperasi sejak September-Oktober 2014.

“Sudah ada empat pabrik gula rafinasi yang tidak beroperasi dan merumahkan sebagian karyawannya,” kata Chairman Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), Wisnu Hendraningrat, di Jakarta, Senin (17/11).

Penutupan empat pabrik gula rafinasi karena adanya pengurangan alokasi impor 187.000 ton gula mentah oleh Kementerian Perdagangan sebagai bentuk sanksi adanya perembesan gula rafinasi ke pasar konsumen.

“Karena izin impor turun, mengakibatkan kontrak dengan industri makanan minuman belum bisa terpenuhi,” kata Wisnu.

Wisnu menambahkan, keempat pabrik gula rafinasi yang berhenti beroperasi tersebut adalah PT Makassar Tene, PT Berkah Manis Makmur, PT Duta Sugar International dan PT Dharmapala Usaha Sukses.

Menurut Wisnu, bahkan beberapa pabrik lainnya juga akan mulai berhenti beroperasi dalam waktu dekat dan saat ini sudah mulai memperlambat produksi akibat tidak adanya pasokan bahan baku gula mentah.

“Selain itu, juga menggangu pasokan ke industri makanan minuman,” ujar Wisnu.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polri di Paspampres, Pengamat Nilai Kepala Negara Ingin Lebih Nyaman

Jakarta, Aktual.co — Kehadiran sejumlah anggota Polri di Group A, Paspampres, yang bertugas mengamankan langsung Presiden, menjadi pertanyaan banyak pihak, termasuk oleh internal TNI dan Polri.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan dari Universitas Padjadjaran Bandung Muradi dalam keterangan tertulisnya kepada Aktual.co, Senin (17/11).
Meski demikian, dirinya menyadari jika secara legal tidak ada aturannya pengamanan kepala negara maupun kepala pemerintahan dilakukan oleh kepolisian kecuali terkait dengan tiga alasan.
“Pertama, hubungan antara kepala negara tidak baik, misalnya kepala negara merasa tidak nyaman dengan keberadaan militer yang mengamankannya. Sehingga kepala negara meminta kepolisian untuk mengamankan dirinya. Hal ini lazim terjadi di negara-negara dengan tradisi kudeta dan pemberontakan bersenjata,” kata dia.
Kedua, kata dia, kepala negara merasa bahwa ada faksionis di tubuh militer, sehingga efeknya akan mengganggu keselamatan kepala negara, sehingga dibutuhkan institusi lain untuk mengamankan kepala negara. 
“Hal ini sering dilakukan di negara dengan tradisi konflik bersenjata dan kudeta,” kata dia.
Ketiga, karena permintaan khusus dari kepala negara dengan mengintegrasikannya dengan pengamanan presiden yang telah ada. Langkah ini pernah dilakukan oleh Presiden Fidel Ramos saat menjabat sebagai presiden Philipina. Sebagaimana diketahui bahwa Fidel Ramos adalah purnawirawan jendral polisi.
“Bila melihat tiga alasan tersebut, maka melekatnya tujuh anggota Polri di paspampres karena permintaan dari presiden Jokowi. Hal ini dapat dipahami apabila mengingat pola kerja Jokowi yang kerap kali dadakan untuk melakukan blusukan atau sekedar memantau kinerja bawahannya. Hal yang mana sulit dilakukan dengan pengamanan paspampres yang telah memiliki protap dan SOP yang baku dan standar,” kata dia.
Dengan melekatnya anggota Polri di Paspampres tersebut bukan berarti menjadi bagian dari personel paspampres tetap, tapi sekedar dilekatkan agar memudahkan Jokowi melakukan blusukan dan kerja-kerjanya tanpa harus melalui proses yang baku, yang menjadi protap dan SOP paspampres.
“Dapat saja apabila pola pengamanan paspampres bisa lebih lentur maka anggota Polri ditarik dan sepenuhnya menjadi kewenangan pengamanan Paspampres, termasuk pada pengamanan blusukan yang bersifat dadakan dan tanpa perencanaan.”
Apalagi sebagai institusi Polri telah memiliki peran dan fungsi yang membutuhkan konsentrasi penuh dalam pengamanan keamanan dalam negeri sebagaimana yang diatur dalam UU Kepolisian.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta agar keterlibatan Polisi dikaji di dalam Paspampres. Saat ini, pasukan Paspamres memang ada unsur Polri di dalamnya, namun itu sifatnya sementara.
“Presiden minta itu dikaji (penyerapan unsur polisi ke Paspampres) karena organisasi Paspampres di bawah Komando TNI jadi perlu dipikirkan bagaimana bentuk keterlibatan Polri dalam organisasi Paspampres itu,” kata Seskab Andi Widjajanto, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (17/11).
Andi mengatakan, unsur polisi dalam pengamanan presiden saat ini hanyalah sebagai BKO untuk perbantuan. Sifatnya sementara.
“Sifatnya adhoc terutama untuk pengamanan presiden di ring 1, ring 2 da ring 3. Sifatnya satgas,” kata dia.
Menurut Andi, setiap bentuk pengamanan presiden seharusnya ada dari unsur polisi, TNI dan intelijen. “Jadi presiden minta ini untuk diformalkan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain