12 April 2026
Beranda blog Halaman 42146

PD Pasar Jaya Proses Revitalisasi Pasar Benhil

Jakarta, Aktual.co — Kepala Humas Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya Agus Lamun mengatakan proses revitalisasi Pasar Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat sudah memasuki tahap pembangunan Tempat Sementara Pedagang (TPS).

“Pelelangan sudah dan saat ini pelaksanaan pembangunan tempat penampungan sementara dan masih dalam proses. Enam bulan ke depan diharapkan sudah selesai,” kata Agus di Jakarta, Jumat (14/11).

Ia mengatakan setelah dilakukan pembongkaran maka pengelola harus menyediakan tempat penampungan sementara untuk para pedagang. Karena keterbatasan lahan direncanakan TPS itu akan dibangun di Pasar Bendungan Hilir lama.

Revitalisasi pasar yang telah berdiri sejak tahun 1970 itu menggunakan konsep terpadu yang sangat dimungkinkan pasar akan ditambah fasilitas penunjang lain seperti hunian.

“Pengembangan konsep ‘mixed use development’ atau pembangunan terpadu yang tidak hanya fungsi pasar, tapi juga fungsi-fungsi yang lain seperti retail, perkantoran dan ada hotel,” jelas Agus.

Ia mengatakan kendala yang dihadapi dalam pembangunan Pasar Benhil diantaranya karena saat ini masih ada beberapa permasalahan hukum dengan beberapa pedagang.

Sebanyak 17 dari 41 pedagang Pasar Benhil Kapling 36-A menggugat PD Pasar Jaya ke Pengadilan PTUN DKI Jakarta terkait pengosongan kios yang dilakukan oleh PD Pasar Jaya.

“Salah satu kendalanya adalah pedagang kapling 36 yang menggugat PD pasar jaya dan masih dalam tahap proses pengadilan. Untuk menghormati itu kita juga akan bertahap juga dalam melakukan pembangunannya,” tambahnya.

Lambatnya pembangunan Pasar Benhil berdampak pada molornya pembangunan pasar rakyat lainnya seperti Pasar Manggis dan Pasar Pesangarahan di Jakarta Selatan, Pasar Nangka Bungur di Jakarta Pusat, Pasar Kampung Duri di Jakarta Barat, dan Pasar Bawang di Jakarta Utara.

“Ketika Pasar Benhil bermasalah maka ini akan berkaitan erat dengan aliran dana yang akan dikucurkan ke pada kelima pasar itu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Intensifkan Penanganan Sampah

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengintensifkan petugas kebersihan di daerah itu untuk penanganan sampah di lokasi titik rawan bencana banjir di seluruh kota setempat.

“Kami telah memetakan daerah-daerah rawan banjir di Jakarta dan kami terus mengintensifkan petugas untuk penanganan dan pengendalian sampah di 13 kali,” kata Kadis Kebersihan Provinsi DKI Jakarta Saptastri Ediningtyas Kusumadewi di Jakarta, Jumat (14/11).

Adapun ke-13 kali yang terus menjadi perhatian itu yakni Kali Mookevart, Kali Angke, Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Baru Barat, Kali Ciliwung , Kali Grogol, Kali Cakung, Kali Jati Kramat, Kali Buaran, Kali Sunter, Kali Cipinang dan Kali Baru Timur.

Sedangkan untuk titik rawan banjir di wilayah Provinsi DKI ada 56 titik yang masing-masing tersebar di Jakarta Pusat yakni di Kemayoran, Kwitang, Senen, Manggarai, Jati Petamburan, Sumur Batu, Tanah Abang, Jati Pulo, Tomang.

Jakarata Utara di Kelapa Gading, Cilincing, Penjaringan, Tanjung Priok, Pademangan, Koja, Sunter, Plumpang dan Jakarta Barat Latumenten, Green Garden, Kebon Jeruk, Kembangan, Kali Sekretaris, Palmerah Utara, S. Parman, Kyai Tapa, Petamburan, Duri Kepa, Pasar Patra, Tomang Barat, Daan Mogor, Green Viil, Grogol Petamburan dan Tubagus Angke Kemudian Jakarta Selatan Pesanggarahan, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Tebet, Pancoran, Cilandak, Setiabudi, Kalibata, Pasar Minggu, Rawajati, Mampang dan Jakarta Timur Klender, Otista, Makasar, Duren Sawit, Cakung, Kampung Melayu, Halim PK, Cipinang Besar, Jatinegara Barat, Perintis Kemerdekaan, Pulo Gadung dan Condet Ia mengatakan, dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana banjir dan pengendalian sampah, pihaknya juga telah menyiapkan sebanyak 7.284 personil yang akan diturunkan ke seluruh wilayah di ibu kota Negara Republik Indonesia itu.

“Seluruh personel tersebut akan diterjunkan ke seluruh daerah banjir yang terjadi di ibu kota ini,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan peralatan dan sarana kebersihan dalam kesiapsiagaan bencana. Peralatan kebersihan yang disiapkan itu seperti truk sampah, toilet berjalan, truk tangki air kotor, truk tangki air bersih dan alat berat. Sedangkan untuk sarana kebersihan yang disiapkan adalah kantong plastik, pengki, cangkrang, loa dan sekop.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sudinsos Jakpus Tambah Personel Satgas P3S

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat akan menambah personel Satuan Tugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (Satgas P3S) dari tiga titik menjadi enam titik pada 2015 mendatang.
“Akan kita tambah lagi di tiga titik yaitu kawasan Senayan, Cideng Utara, dan perempatan Senen,” ujar Kasie Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Pusat Wanson T Sinaga di Jakarta, Jumat (14/11).
Saat ini, katanya, Jakarta Pusat telah memiliki 21 petugas P3S yang tersebar di tiga titik yaitu kawasan Bundaran HI, Karet Bivak, dan Harmoni Gajah Mada. Para petugas itu direkrut berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan camat daerah setempat.
“Ada tujuh petugas di masing-masing titik, mereka bekerja delapan jam setiap hari dengan gaji Rp2,2 juta per bulan yang diambil dari anggaran Pemda,” katanya.
Wanson mengatakan peran Satgas P3S selama dua tahun terakhir ini dinilai cukup efektif untuk menghalau Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) khususnya di wilayah Jakarta Pusat.
“Apalagi Jakarta Pusat merupakan ring satu yaitu tempat adanya Istana Negara dan Kantor Gubernur DKI, maka upaya penertiban PMKS harus lebih ekstra di wilayah ini,” tuturnya.
Berdasarkan data Sudin Sosial Jakarta Pusat sejak Januari hingga Oktober 2014 jumlah PMKS yang sudah ditertibkan di Jakarta Pusat mencapai 1.443 orang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KAMMI Tolak Kenaikan BBM dan Menteri Antek Asing

Direktur Global Future Institute (GFI), Hendrajit (kiri) saat menjadi narasumber pada acara diskusi yang digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2014). Dalam kesempatan tersebut KAMMI menolak Kenaikan Harga BBM, Buang menteri antek neo liberal, Turunkan harga bahan pokok. Selain Hendrajid, hadir sebagai pembicara Presidium KAMMI Ade Irfan dan Abdullah Mansuri dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Sekitar 140 Ribu Keluarga di Bali Terima Kartu Keluarga Sejahtera

Denpasar, Aktual.co — Sekitar 140 ribu keluarga kurang mampu di Bali secara bertahap akan menerima simpanan keluarga sejahtera yang disalurkan melalkui rekening simpanan uang eletronik.

Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto menuturkan, 10 ribu lebih di antaranya telah diterima oleh masyarakat di Kabupaten Jembrana, Bali.

“Dari 1 juta keluarga simpanan uang elektronik yang diluncurkan, lebih dari 10 ribu diterima masyarakat di Kabupaten Jembrana,” kata Bambang di Kuta, Bali, Jumat (14/11).

Sementara itu, untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah disalurkan kepada 160 ribu anak usia sekolah. Di Jembrana, anak usia sekolah yang menerima KIP sebanyak 1.300 anak.

Selain itu juga Bambang menuturkan jika akan didistribusikan Kartu Indonesia Sehat bagi hampir 4,5 juta individu, di mana lebih dari 38 ribu diterima warga di Kabupaten Jembrana.

Peluncuran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang menggantikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) sebagai penanda keluarga kurang mampu yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera. Kartu Indonesia Pintar (KIP), sebagai penanda penerima manfaat Program Indonesia Pintar, dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), sebagai penanda penerima manfaat Program Indonesia Sehat.

“Peluncuran tersebut adalah bagian dari ujicoba pelaksanaan berbagai program yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 166 Tahun 2014 tentang Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan,” jelasnya.

Menurut Bambang, Simpanan Keluarga Sejahtera adalah bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu, yang diberikan dalam bentuk rekening simpanan sebagai bagian dari strategi nasional keuangan inklusif.

“Pemberian bantuan ditujukan untuk mendorong akses terhadap sistem keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pendapatan serta menjaga stabilitas sistem keuangan,” jelas Bambang.

Pemberian simpanan, sambung Bambang, merupakan perbaikan dari mekanisme pemberian bantuan tunai dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat yang diberikan sebagai bagian dari paket kompensasi akibat penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak pada tahun 2013.

Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa layanan perbankan masih belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan pedalaman. Untuk itu, pemerintah mendorong penggunaan simpanan dalam bentuk Layanan Keuangan Digital (LKD), yang berupa uang elektronik.

“Melalui LKD, masyarakat tidak lagi dibatasi oleh keberadaan bank atau ATM. Mereka bisa mengirim ya, yaitu pada 1 Januari 2014. Program Indonesia Sehat melalui KIS memberikan tambahan manfaat dan layanan preventif, promotif, dan deteksi dini, yang akan dilaksanakan secara lebih intensif dan terintegrasi,” papar Bambang.

Peluncuran tahap awal tersebut akan dilakukan di 19 Kabupaten/Kota di 10 Provinsi, yaitu Jembrana, Pandeglang, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Cirebon, Kota Bekasi, Kuningan, Kota Semarang, Tegal, Banyuwangi, Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Kupang, Mamuju Utara, Kota Pematang Siantar, dan Karo. Peluncuran tersebut diperkirakan akan selesai pada pertengahan bulan Desember 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Agraria Laporkan Harta Kekayaan

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan ketika mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (14/11/2014). Ferry Mursidan Baldan ke KPK untuk menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN). AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain