12 April 2026
Beranda blog Halaman 42145

Siap Jadi Jaksa Agung, Andhi Nirwanto Serahkan Rekam Jejak ke Pengamat

Jakarta, Aktual.co —  Plt Jaksa Agung, Andhi Nirwanto, menyatakan kesiapannya untuk memimpin Korps Adhyaksa jika ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo.
“Saya tidak pernah menolak jabatan,” katanya yang juga menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung (Waja) di Jakarta, Jumat (14/11).
Ia menceritakan dirinya sudah mengabdi di kejaksaan selama 34 tahun, dan selama itu juga sering dimutasi dengan mendapatkan jabatan sebanyak 19 kali.
“19 kali jabatan itu, tidak pernah ada yang saya tolak. Itulah tadi saya katakan, saya tidak pernah menolak jabatan,” katanya.
Soal rekam jejak selama bekerja sendiri, kata dia, semuanya diserahkan kepada pengamat yang menilai. “Kita serahkan kepada pengamat,” tegasnya.
Sampai sekarang atau sebulan lebih, kejaksaan belum ada pemimpinnya, setelah Jaksa Agung sebelumnya, Basrief Arief, berhenti dari jabatannya seiring berakhirnya masa kerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
Saat in, sejumlah nama calon beredar, antara lain, HM Prasetyo, mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAM Pidum) yang saat ini menjadi politisi Partai Nasdem.
M Yusuf, Ketua PPATK dan R Widyo Pramono, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PMKS di Jakpus Kian Hari Kian Menumpuk

Jakarta, Aktual.co — Jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial di Jakarta Pusat meningkat dari 1.019 orang pada 2013 menjadi 1.443 pada Januari-Oktober 2014.
“Jumlahnya meningkat karena PMKS umumnya berasal dari daerah penyangga seperti Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi yang tidak punya fasilitas panti selengkap di Jakarta,” kata Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Wanson T Sinaga, Jumat (14/11).
Dari 1.443 PMKS yang terjaring, yang paling banyak adalah gelandangan sebanyak 393 orang dan joki “three in one” sebanyak 230 orang. Joki menjadi masalah serius di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
“Joki ini risikonya cukup tinggi karena mereka rawan diperlakukan tidak baik misalnya dilecehkan atau diperkosa akibat masuk ke mobil orang tak dikenal,” kata Wanson.
Selain itu, katanya, bertambahnya jumlah PMKS ini juga disebabkan karena masyarakat yang masih terus bersedekah di jalan. Ini membuat penertiban PMKS semakin sulit dilakukan.
PMKS yang sudah ditertibkan selanjutnya dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya (PSBI BD) yang tersebar di tiga lokasi yaitu Kedoya, Cengkareng, dan Cipayung.
Wanson mengatakan di PSBI BD dengan kapasitas masing-masing 300 orang tersebut mereka akan diberi pembinaan sesuai klasifikasinya masing-masing, misalnya joki diberi pembinaan minimal tiga hari sedangkan pengemis minimal tiga minggu.
“Nanti setelah pembinaan biasanya pihak keluarga akan minta surat rekomendasi ke kami dan Dinas Sosial DKI agar para PMKS itu bisa dipulangkan,” ujarnya.
Jakarta Pusat memiliki beberapa titik rawan PMKS yaitu kawasan Monas, Masjid Istiqlal, Bundaran HI, Senen, Karet Bivak Tanah Abang, Gunung Sahari, Cideng, Salemba, Harmoni Gajah Mada, dan perempatan Coca-Cola Cempaka Mas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Presiden Jokowi Dijadwalkan bertemu PM Australia

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbot dalam kunjungan kerjanya di Australia.
Presiden didampingi Ibu Negara Iriana dan rombongan tiba di Brisbane, Australia pada Jumat siang pukul 14.50 waktu setempat setelah sebelumnya bertolak dari Myanmar dan transit di Bali.
Saat tiba di Brisbane, Presiden disambut oleh Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Koesoema dan Nino Nadjib Riphat serta Duta Besar Australia untuk Indonesia Gregory Moriarty.
Selain dijadwalkan bertemu dengan PM Australia, Presiden juga akan melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang tinggal di Australia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Benarkan Periksa Djan Faridz Dikasus Perumahaan MBR

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), R Widyo Pramono mengaku pihaknya telah memeriksa Mantan Menteri Perumahan Rakyat era SBY, Djan Faridz, terkait kasus dugaan korupsi proyek perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang tahun anggraan 2012.
“Kalau tadi menanyakan yang sudah pernah dilantik jadi menteri (Djan Faridz-red) itu sudah diperiksa, sudah diperiksa sudah lama,”kata Widyo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (14/11).
Widyo memastikan, bahwa kasus yang sudah bergulir sejak 2012 silam itu masih diproses tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Dia yakin seluruh saksi yang terkait kasus tersebut sudah diperiksa penyidik.
Meski kasus tersebut ditangani Kejati NTT, Widyo mengaku, Kejagung tetap melakukan monitoring dan tetap memproses kasus tersebut.
“Yang jelas penyidik saya sangat respon terhadap penanganan Pidsus seluruh Indonesia disisir dengan baik, ditangani dengan sempurna. Sehingga percayalah kepada kami, bahwa kami menangani perkara sesuai aturan yang ada, tidak akan mendzolimi, tidak akan mencari-cari perkara,”tandasnya.
Dalam kasus ini, 10 orang telah dijadikan tersangka. tiga diantaranya yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) MBR Kota Kupang Efraim Pongsilurang, PPK MBR Kabupaten Kupang Don Carlos Nisnoni dan PPK MBR Kabupaten TTU, Fransiskus Dethan.
Kuasa hukum ketiga tersangka, Philipus Fernandes sempat meminta agar penyidik Kejati NTT menetapkan Deputi, Asisten Deputi dan Kasatker Kemenpera serta kontraktor pelaksana menjadi tersangka.
Philipus menegaskan, bahwa proyek MBR dikendalikan oleh Kasatker Kemenpera bersama deputi dan asisten deputi. Sehingga penyidik harusnya menetapkan tersangka dari pihak Kemenpera.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kadisdik DKI Perintahkan Suku Dinas Blusukan ke Sekolah

Jakarta, Aktual.co —Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Lasro Marbun memerintahkan jajarannya “blusukan” ke sekolah-sekolah mengajak siswa berdiskusi untuk mencegah kekerasan antarpelajar yang masih terjadi.

“Saya ingin kasudin dan jajarannya selalu mengecek ke lapangan dan berkunjung ke sekolah, terutama yang ada cerita kekerasan fisiknya, ajak siswanya diskusi untuk mencegah kekerasan antarpelajar,” kata Lasro di Jakarta, Jumat (14/11).

Ia yakin siswa dapat diajak bicara baik-baik dengan jalur diskusi langsung untuk diberi tahu apa yang seharusnya mereka lakukan dan tidak lalukan.

Selain itu, katanya, melalui diskusi dengan siswa jajarannya dapat mengetahui keinginan mereka sehingga dapat dicarikan jalan untuk mengakomodasi keinginan tersebut.

“Saya kemarin ke SMK berdiskusi langsung dengan siswa. Saya tanya keinginan mereka, seharusnya berbuat seperti apa dan yang tidak boleh seperti apa dan sebenarnya mereka mengerti,” tuturnya.

Melalui diskusi juga, katanya, dinas dan suku dinas dapat mengajak pelajar menyalurkan tenaganya pada hal-hal positif seperti belajar, berkegiatan keagamaan serta diskusi dalam menyelesaikan perbedaan.

Ia mengatakan selain jajarannya di suku dinas, ia juga telah mengumpulkan guru dan memerintahkan mereka lebih rajin berdiskusi dengan siswanya untuk menggugah hati mereka.

“Saya kumpulkan guru-guru untuk ini dan mereka sudah mulai rajin ke lapangan. Saya yakin mereka dapat menggugah hati siswanya dengan berdiskusi sehingga kekerasan dapat berkurang,” katanya.

Sebelumnya kekerasan antarpelajar terjadi Jumat (7/11), siswa kejuruan di Jakarta menyiramkan air keras pada siswa SMK 1 yang diduga dipicu dendam akibat tawuran.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

12 Ribu Personel Diterjunkan Amankan Pelantikan Ahok

Jakarta, Aktual.co —  Polda Metro Jaya mengerahkan 12 ribu personel anggotanya guna mengantisipasi aksi unjuk rasa menjelang pelantikan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang direncanakan pasa Selasa (18/11) mendatang.
“Kemarin kita siapkan 10 ribu personel. Mungkin nanti mendekati 12 ribu personel, nanti juga kita meminta bantuan mabes Polri. Polisi tetap menekankan pendekatan pelayanan yang baik terhadap pengunjuk rasa,” kata Kapolda Irjen Polisi Unggung Cahyono, di Jakarta, Jumat (14/11).
Kapolda berharap aksi unjuk rasa dalam menyampaikan pendapat berlangsung aman dan tidak anarkis.
“Dipersilahkan menyampikan pendapat di depan umum tapi tetep sifatnya yang tidak anarkis,” harap Kapolda Jawa Timur tahun 2013 ini.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta resmi mengumumkan pengusulan kepada presiden pengangkatan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubernur.
Usulan ini kata Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi akan disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri.
Rapat paripurna ini merupakan tindak lanjut dari surat rekomendasi Menteri Dalam Negeri yang diterima beberapa waktu lalu serta rapat pimpinan dengan seluruh fraksi yang digelar pada Kamis (13/11).
“Setelah paripurna, surat usulan tersebut langsung diserahkan kepada Presiden melalui Kemendagri. Kemungkinan, saya akan menyerahkan surat itu pada hari ini juga, sehingga pelantikan bisa cepat dilaksanakan,” ujar Prasetyo.
Namun dia belum dapat memastikan waktu pelantikan Ahok karena kewenangan tersebut berada di tangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
“Apalagi, sampai dengan saat ini Presiden Jokowi masih melaksanakan tugas kenegaraan di luar negeri. Jadi, kita tunggu keputusan dari Presiden untuk memberikan instruksi kepada Kemendagri,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain