11 April 2026
Beranda blog Halaman 42154

Aliasi Pelajar Jakarta Pertanyakan Sidang Paripurna DPRD

Jakarta, Aktual.co —Mahasiswa dari Aliansi Pelajar Jakarta geruduk Gedung DPRD DKI Jakarta menyatakan menolak pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), sekitar pukul 14.00Wib usai sholat Jumat.
Kedatangan mereka ke DPRD DKI guna mempertanyakan sikap dewan yang telah menyetujui pelantikan Ahok sebagai Gubernur definitif dalam sidang paripurna yang digelar pagi tadi.
“Kita ke sini minta konfirmasi DPRD bagaimana bisa setuju Ahok dilantik. Paripurna maksudnya apa?” ujar salah seorang pendemo, di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jumat (14/11). 
Bahkan setengah mengancam dia mengatakan mereka tidak bisa menjamin kalau Jakarta bisa stabil jika Ahok benar dilantik jadi Gubernur DKI.
Mereka juga mengatakan kebijakan Ahok lewat Instruksi Gubernur kerap melanggar HAM karena isinya diskriminatif dan tidak toleran dengan warga Jakarta. Namun dia tidak menjelaskan lebih lanjut apa Ingub mana yang dianggap melanggar HAM.
“Sebagai pejabat publik dia tidak beradab, maka kebijakannya juga akan berpengaruh,” ujar Helmi, kordinator aksi APPJ.
Saat ini lima orang perwakilan dari Aliansi Pelajar Jakarta telah diterima Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, yakni M.Syarif, Prabowo Sunirman dan Fajar Sidik di lantai sembilan DPRD DKI.
Aliansi Pelajar Pemuda Jakarta sendiri terdiri dari Gerakan Pemuda Islam (GPI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri PAN Yuddy Chrisnandi Hadiri ESQ Executive Training

Presdir ESQ Pusat Ary Ginanjar Agustian (Kanan) mendampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi (kiri) berjalan meninggalkan ruangan seusai membuka Executive Training ESQ di Jakarta, Jumat (14/11/2014). Acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh alumni ESQ angkatan 139. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Pertandingan Lawan Suriah Sebagai Seleksi Terakhir

Jakarta, Aktual.co — Asisten pelatih Tim Nasional senior Indonesia, Wolfgang Pikal mengungkapkan bahwa, laga uji coba melawan Suriah pada Sabtu (15/11) nanti, bakal dijadikan ajang penyeleksian terakhir pemain yang akan mengisi skuat timnas di kompetisi Piala AFF 2014 di Vietnam.

Pria berkewarganegaraan Austria itu mengatakan, pada pertandingan yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno(SUGBK), Senayan, Jakarta, pelatih kepala, Alfred Riedl lebih fokus kepada kematangan pemain di posisinya masing-masing.

“Tujuan dari pertandingan melawan Suriah, yakni membuat kerangka tim yang akan berangkat ke Vietnam. Ada tiga posisi yang masih belum terisi oleh pemain. Pertandingan akan membantu pelatih kepala dalam mengambil keputusan, siapa yang akan ke Hanoi,” kata Wolfgang dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (14/11).

Selain itu, Wolfgang juga menjelaskan, pada laga itu, pihak pelatih tidak menyiapkan strategi khusus. Riedl, kata Pikal, hanya fokus melihat peforma pemain.

“Kami tidak fokus terlalu banyak ke pertandingan uji coba. Tapi, kami tetap ingin menang,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Beri Sanksi Tegas Oknum Polisi Brutal

Jakarta, Aktual.co — Kekerasan yang dialami oleh jurnalis dalam peliputan demonstrasi penolakan harga BBM bersubsidi oleh anggota Brimob, di Makassar, Sulawesi Selatan terus menuai kecaman.
Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan dalam situasi apapun Indonesia menganut sistem yang mengatur tidak boleh ada kekerasan terhadap para jurnalis.
Sehingga, tidak dibenarkan bagi aparat kepolisian melakukan penyerangan terhadap para jurnalis.
“Saya menghimbau kejadian ini diusut dan pelaku diberi sanksi serta harus ada pernyataan Polri untuk meminta maaf kepada para jurnalis,” ucap dia, di Jakarta, Jumat (14/11).
Ia juga menjelaskan, bila kekerasan terhadap wartawan bukan sekedar kejahatan biasa karena jurnalis sedang melakukan tugas yang dilindungi undang-undang. Dia menegaskan Pasal 28 ayat f UUD 1945 menyebutkan bahwa setiap orang memiliki hak asasi untuk mendapatkan informasi.
“Demo anarkis memang perlu ditindak, namun harus tetap dalam prosedur hukum,” pungkasnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian mendesak masuk ke kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (13/11) sore dan menyerang mahasiswa. Kejadian itu sesaat setelah Wakil Kepala Polrestabes (Wakapolrestabes) Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Totok Lisdiarto terkena panah.
Selain menyerang masuk ke kampus, polisi juga memukul wartawan yang sedang melakukan peliputan, keempat wartawan korban pemukulan tersebut adalah Waldy (Metro TV), Ikrar (Celebes TV), Iqbal (Koran Tempo), dan Aco (TV One).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

PPKGBK Belum Miliki Gambaran Lakukan Renovasi Komplek GBK

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK), Raja Parlindungan Pane, mengaku belum memiliki gambaran untuk melakukan renovasi kawasan GBK. Hal itu, karena belum adanya daftar cabang olahraga yang akan di pertandingkan di kawasan tersebut.

Dikatakan pria yang juga menjabat sebagai Ketua SIWO Pusat itu, pihaknya baru akan mengajukan anggaran dana ke pemerintah, jika pihaknya sudah menerima Surat Keputusan (SK) terkait dengan cabor-cabor yang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 mendatang.

“Kita masih menunggu SK secara resmi, agar dapat mengusulkan dananya ke pemerintah,” kata Raja di Jakarta, Jumat (14/11).

Diungkapkan Raja, pihaknya baru mengetahui sedikit bocoran dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengenai cabor apa saja yang akan dipertandingkan di kejuaraan terbesar se-Asia itu.

“KOI sudah berkoordinasi dengan PPKGBK dan sudah menyampaikan secara lisan cabang olahraga mana saja yang ikut serta,” katanya menjelaskan.

Seperti diketahui, Indonesia resmi menjadi tuan rumah Asian Games 2018, setelah rapat yang diselenggarakan di Korea Selatan, jelang Asian Games 2014 lalu.

Oleh sebab itu, persiapan-demi persiapan, dilakukan oleh pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah. Dan PPKGBK selaku pengelola komplek GBK, ditugaskan untuk mempercantik kawasan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi III DPR Janji Tindaklanjuti Inisden Kekerasan Wartawan

Jakarta, Aktual.co — Azis Syamsudin Ketua Komisi III DPR RI mengatakan akan menindaklanjuti insiden brutal kepolisian terhadap sejumlah wartawan saat meliput aksi demo tolak kenaikan harga bahan bakar minyak di Makassar. 
“Kalau ada laporan ya kita tindak lanjuti,” ungkapnya, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jum’at (14/11).
Apakah bukti seperti foto penendangan dan rekaman video kekerasan terhadap awak media bisa menjadi bukti awal yang cukup untuk menindaklanjuti laporan nantinya? Azis enggan menjawab panjang lebar. “Iya, sepanjang dua alat bukti cukup bisa ditindaklanjuti. Dan sepanjang unsurnya terpenuhi ya kita dukung,” tandas dia. 
Sebelumnya aparat kepolisian mendesak masuk ke kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (13/11) sore dan menyerang mahasiswa. Kejadian itu sesaat setelah Wakil Kepala Polrestabes (Wakapolrestabes) Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Totok Lisdiarto terkena panah.
Selain menyerang masuk ke kampus, polisi juga memukul wartawan yang sedang melakukan peliputan, keempat wartawan korban pemukulan tersebut adalah Waldy (Metro TV), Ikrar (Celebes TV), Iqbal (Koran Tempo), dan Aco (TV One).

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain