11 April 2026
Beranda blog Halaman 42155

Prasetyo Langgar Janji, Fraksi KMP Absen Sidang Paripurna

Jakarta, Aktual.co —Pimpinan fraksi yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menyatakan ketidaksetujuan dengan sidang paripurna DPRD DKI yang mengumumkan persetujuan pelantikan Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI definitif.
Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PKS, Triwicaksana mengatakan ada dua hal yang telah dilanggar Prasetyo Edi Marsudi selaku Ketua DPRD, yang membuat mereka tidak setuju dan memilih absen di sidang paripurna tadi pagi.
Dalam konferensi pers di lantai sembilan Gedung DPRD DKI usai sholat Jumat tadi, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Tri mengatakan hal pertama yang dilanggar Prasetyo yakni tata tertib dewan. Dengan menggelar sidang paripurna secara sepihak tanpa ada persetujuan dari keempat wakilnya. 
“Tata tertib yang disetujui bersama telah dilanggar. Yaitu mengundang rapat pimpinan gabungan kemarin dan paripurna tadi pagi tanpa melalui prosedur sebagaimana tata tertib bersifat kolektif kolegial. Di mana seharusnya semua surat surat wajib diparaf oleh para wakil ketua. Paling tidak dua orang wakil,” ujarnya, di DPRD DKI, Jumat (14/11).
Lantaran hanya ditandatangani Ketua DPRD saja, Tri menilai sidang paripurna tadi pagi tidak sesuai prosedur alias cacat prosedural. 
Pelanggaran kedua, Prasetyo sebagai Ketua DPRD dianggap telah melanggar komitmen minggu lalu dari kesepakatan fraksi gabungan. Di mana mereka telah sepakat untuk menunggu tafsiran dari Mahkamah Agung terkait Perpu no 1 tahun 2014 untuk pelantikan Ahok.
Dituturkan Tri, para pimpinan DPRD memang telah sepakat untuk konsultasi ke Kemendagri dan MA, menyusul adanya perbedaan pendapat terkait Perpu no 1 tahun 2014 terkait pasal 203 dan 174. Ke Kemendagri mereka akan mengonfirmasi beberapa poin terkait mekanisme pengangkatan Ahok. Sedangkan ke MA untuk meminta pandangan hukum atas perbedaan pendapat. 
“Sebenarnya dalam rapim sudah semuanya mufakat akan berkonsultasi ke Kemendagri dan juga MA,” ujarnya.
Tapi pada kenyataannya, Ketua DPRD ternyata malah tidak mengirimkan surat permintaan fatwa ke MA, dan hanya mengirim surat ke Kemendagri saja yang kemudian memberikan jawaban agar pelantikan Ahok segera dilakukan DPRD.
“Dua hal inilah yang menyebabkan KMP tidak setuju dan tidak menghariri paripurna tadi pagi,” paparnya.
Di tempat yang sama Ketua Fraksi Golkar Haji Zainuddin atau Haji Oding juga menyatakan pendapat senada. Tegas Oding, seharusnya Ketua DPRD tidak melakukan arogansi dengan mengambil keputusan sepihak.
“Golkar merasa sejalan jangan ada arogansi. Lembaga ini milik rakyat jadi kita harus taat azas dalam aturan. Kalau gak taat bagaimana kata dunia. Dalam rangka mengembalikan marwah konstitusi, kita bertekat kembalikan aturan yang telah kita sepakati. Oleh karena itu kita gak hadir. Kalo paripurna itu harus korum,itu bukan paripurna kalo gak korum,” tegasnya.
Konferesi pers dari fraksi KMP dihadiri oleh tiga orang Wakil Ketua DPRD DKI. Yakni M. Taufik dari Gerindra, Feriyal Sofyan dari Fraksi Demokrat dan Triwicaksana dari PKS.
Semua ketua Fraksi KMP juga hadir. Yakni Ketua Fraksi PPP Maman, Slamet Nurdin dari Fraksi PKS, Lucky P Satrawiria dari Fraksi Demokrat-Pan, Zainuddin dari Fraksi Golkar, dan Abdul Ghoni dari Fraksi Gerindra.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan Menteri Perhubungan dengan Kadin

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (tengah), berbincang dengan Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (kanan), dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Emirsyah Satar, saat pertemuan dengan pelaku usaha di Jakarta, Jumat (14/11/2014). Menteri Perhubungan menjelaskan program kerja kementeriannya terutama pada konteks pembangunan maritim Indonesia yang digagas Presiden Joko Widodo. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Menteri ESDM Pastikan Bangun Kilang

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah memastikan segera membangun kilang pengolahan minyak mentah menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang sudah tertunda bertahun-tahun. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan kilang BBM menjadi prioritas untuk memenuhi dan menjamin kecukupan energi ke depan.

“Saya pastikan kilang baru akan terbangun,” katanya di Jakarta, Jumat (14/11).

Sesuai hasil rapat dirinya bersama Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, pemerintah akan membuka kembali rencana pembangunan kilang yang dulu pernah disusun.

“Saya kira masih valid untuk dikerjakan,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, sejauh ini, investor juga masih berminat membangun kilang baru di Indonesia.

“Kami akan terus memantau dan berdiskusi dengan investor. Pemerintah tidak boleh diam, harus dicari jalannya agar kilang segera terbangun. Investor sebenarnya masih tertarik, hanya menunggu keseriusan kita,” ujarnya.

Terkait insentif kilang, pada prinsipnya pemerintah tidak akan mengorbankan investor karena sudah mau berbagi risiko untuk mendukung kedaulatan energi. Dalam pertemuan tersebut, Menkeu memberikan dukungan penuh untuk membangun kilang. Kemenkeu, telah menyiapkan sejumlah skema pendanaan dan lahan.

“Kemenkeu minta kita memilih lahan untuk lokasi kilang. Kami akan duduk bersama Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu untuk menindaklanjutinya,” katanya.

Saat rapat itu, Kemenkeu meminta kepastian dua hal yakni pembeli siaga produk kilang dan lembaga yang berkontrak dengan investor.

“Dalam hal ini Pertamina sebagai perusahaan negara,” katanya.

Pekan depan, dirinya akan bertemu Menteri BUMN dan Pertamina untuk mengerucutkan rencana pembangunan kilang tersebut. Pemerintah mempunyai dua skenario peningkatan kapasitas kilang.

Pertama, memodernisasi kilang eksisting dan kedua adalah membuat kilang baru. Skema modernisasi kilang akan dijalankan Pertamina. Pertamina sebenarnya sejak lama sudah menjajaki kerja sama membangun kilang dengan menggandeng mitra asal Iran, Kuwait, dan Arab Saudi. Namun, kini tinggal kerja sama dengan BUMN migas asal Arab Saudi, Saudi Aramco Asia (SAA) yang masih berjalan.

Rencana pembangunan kilang SAA tersebut masih menunggu persetujuan insentif fiskal dari Kemenkeu agar memenuhi keekonomiannya. Soal insentif juga menjadi ganjalan, sehingga Kuwait Petroleum Corporation (KPC) memilih mundur.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Paripurna Pengisian Jabatan Gubernur DKI Sepi

Suasana sidang paripurna istimewa pengumuman pengisian jabatan Gubernur DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (14/11). Sidang paripurna yang tidak dihadiri 4 Wakil Ketua DPRD serta hanya diikuti 38 anggota dari 106 anggota dewan itu beragendakan pembacaan mekanisme pengangkatan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta sisa masa jabatan tahun 2012-2017. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

KAMMI Tuntut Tiga Menteri Neolib Mundur

Jakarta, Aktual.co —  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengkritik keras rencana Pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sebuah ironi ditengah turunnya harga minyak dunia turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Menurut Ketua KAMMI Nasional Herdi, sikap pemerintah yang sedemikian rupa menunjukan bahwa Pemerintah bukan hanya tak bekerja baik, tapi juga membawa kebutuhan rakyat akan BBM pada persaingan bebas. Perusahaan minyak dunia kini banyak bercokol di tanah air. Maka jelas bahwa Kabinet Kerja tengah dinaungi oleh Neolib.

“Maka atas nama rakyat Indonesia menyampaikan tiga tuntutan rakyat (Tritura), pertama, menolak kenaikan harga BBM. Kedua, buang Menteri antek Neolib, Sofyan Djalil (Kemenko Perekonomian), Rini Soemarno (Menteri BUMN), dan Sudirman Said (Menteri ESDM). Ketiga, menuntut Pemerintah untuk menurunkan harga bahan pokok,” kata Herdi di Jakarta, Jumat (14/11).

KAMMI menilai pemerintah tidakmampu mengelola Sumber Daya Alam dan memberantas Mafia Migas, kemudian dibebankan pada rakyat dengan mengurangi subsidi BBM.

“Alasannya juga sangat klise, dengan alasan bahwa subsidi memicu defisit APBN,” ucap Herdi.

Herdi menyebut bahwa Pemerintah tidak layak menyalahkan defisit APBN karena beban dari subsidi BBM semata. Karena penyebab defisit APBN adalah penurunan target pendapatan negara yang tidak sebanding dengan kenaikan beban belanja negara.

“Defisit APBN itu bukan hanya karena beban dari subsidi BBM,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Trend Warna Nippon 2015

Head of Marketing Nippon Paint Indonesia, Irena Josoeb (kiri) dan Ahli Feng Shui Indonesia, Master Djohar Koh, saat acara konferensi pers Nippon Paint Colours of Fortune 2015 di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (13/11/2014). Colors of fortune merupakan panduan warna keberuntungan 2015 berdasarkan warna dan shio menurut perhitungan Feng Shui. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Berita Lain