11 April 2026
Beranda blog Halaman 42158

Kalah Cepat, Persib Gagal Dapatkan Pemain Timnas U-19

Bandung, Aktual.co — Kualitas para pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 memang tidak perlu diragukan lagi.

Dengan usia yang relatif tergolong muda, potensi para punggawa Timnas U-19 membuat kepincut para pelatih tim Indonesia Super League (ISL), salah satunya Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman.

Namun pria yang akrab disapa Djanur ini mengaku pemain incarannya yang berada di Timnas U-19 telah dikontrak oleh tim lain.

“Ada yang saya incar, tapi sudah disabet sama tim lain,” katanya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/11).

Namun, mantan Pelatih Pelita Jaya Karawang ini, enggan membeberkan siapa pemain yang dia maksud.

“Yang jelas sudah dikontrak tim lain. Tapi yasudahlah,” ucap pemain di era perserikatan ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaksa Agung dari Internal Dianggap Dapat Percepat Kinerja Kejagung

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak segera menunjuk Jaksa Agung untuk mengisi kekosongan kepemimpinan semenjak di tinggal Basrief Arief pada 20 Oktober bulan lalu. Sebab, peran Jaksa Agung sangat mempengaruhi penyelesaian sejumlah perkara yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
Belakangan kencangnya tarik menarik apakah jabatan orang nomor satu di kejaksaan itu akan di jabat oleh internal, maupun eksternal kejaksaan menjadi faktor molornya pengumuman calon Jaksa Agung. Alasan itu, lantaran sejumlah nama kandidat, baik dari internal maupun eksternal sama kuat dan berpengalaman di bidang hukum.
Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM), Fariz Fachryan berpendapat, alangkah baiknya Jokowi memilih calon Jaksa Agung dari pihak internal. Selain berpengalaman, calon dari internal dinilai mampu membenahi penanganan kasus yang selama ini belum terselesaikan.
“Saya kira jika ingin melakukan pembenahan yang cepat di Kejaksaan Agung, Jokowi harus menunjuk pihak internal yang berpengalaman sebagai Jaksa Agung,” kata Fariz saat dikonfirmasi, Jumat (14/11).
Pihak internal kata Fariz, diyakini dapat memberi perubahan baru di lingkungan Korps Adhyaksa. Mereka tak perlu memakan waktu lama membenahi segala persoalan yang selama ini menjadi kendala dalam penyelidikan maupun penyidikan. “Pihak internal bisa bekerja dengan cepat membenahi Kejagung. Karena mereka sudah mengetahui seluk-beluk Kejagung,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, dua kandidat kuat dari internal masuk dalam catatan. Nama Pelaksana Tugas (PLT) Jaksa Agung Andhi Nirwanto dan Jampidsus Kejagung Raden Widyo Pramono dikabarkan dekat sebagai calon kuat.
Jika dilihat dari pengalaman dan rekam jejak, Andhi dinilai lebih layak sebagai pengganti Basrief memimpin Kejaksaan. Apalagi belakangan dikabarkan Andhi telah menghadap Jokowi ke istana presiden.
Sejumlah prestasi Andhi juga menjadi catatan lain. Selaku Tim Pemburu Aset dan Buronan Koruptor, Andhi pernah mengekstradisi buronan Tipikor Andrian Kiki Ariawan dari Perth Australia dan terpidana Tipikor mantan Dirut TVRI Sumita Tobing.
Selain itu Andhi juga pernah melakukan penyitaan aset terpidana Tipikor mantan Bupati Lampung Timur, Satono. Ketika menjabat Jampidsus, Andhi berhasil menangani penyelidikan sebanyak 3.353 perkara, penyidikan 4.783 perkara, dan penuntutan 5.033 perkara.
Kemudian, menyelamatkan keuangan negara untuk perkara di gedung pidana khusus Kejagung sebesar Rp 88 M + USD 7.600, dan untuk seluruh Indonesia Rp 905 M. Selain itu juga mengeksekusi terpidana Komjen Susno Djuaji dan Teddy Tengko (bupati Kepulauan Aru).
“Kalau melihat dua orang ini bagus sekali. Tapi harus dilihat dari rekam jejaknya. Karena secara pengalaman, orang tersebut pasti bisa menggambar masalah apa saja yang dihadapi institusi Kejaksaan,” katanya.
Meski begitu, Fariz enggan memprediksi siapa diantara dua kandidat internal itu yang bakal dipilih Jokowi. Dia meyakini Jokowi tidak akan keliru memilih sosok yang tepat menjadi Jaksa Agung.
“Kami sulit memprediksi siapa calon yang akan ditunjuk pak Jokowi. Karena pak Jokowi sedikit tertutup dalam menentukan Jaksa Agung. Saya yakin Jokowi bakal menunjuk orang yang lebih berpengalaman,” ujarnya.
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar sependapat. Dia meyakini, sebuah pengalaman yang dimilki seorang kandidat Jaksa Agung punya pengaruh besar. Sebab itu, dia menyarankan Jokowi lebih melihat track rekort para kandidat yang kiranya berpengalaman di bidang hukum.
Disinggung soal dua sosok kuat di internal, dia enggan berandai-andai. Menurut dia, baik Andhi maupun Widyo termasuk calon yang memiliki kriteria layak sebagai pengganti Basrief. “Kalo dilihat dari pengalaman, Andhi cukup baik. Namun jika dilihat dari usia, Widyo lebih terbilang muda,” kata Fickar.
Meski dinilai layak dan berpengalaman, namun Fickar tak memberi garansi, apakah Andhi bakal melakukan amanah sesuai harapan presiden. Karenanya Jokowi diharapkan mempunyai pertimbangan yang matang.
“Tidak hanya melihat intregritas. Meski pak Andhi orang yang berpengalaman, namun bisa saja ada pertimbangan lain,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sumringah Hadiri Sidang Paripurna DPRD, Ahok Yakin Dilantik di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Thaja Purnama (Ahok) menginjakan kaki ke Gedung DPRD DKI dengan wajah sumringah hadiri sidang paripurna yang umumkan persetujuan DPRD DKI untuk melantiknya sebagai Gubernur DKI definitif.
Kepada wartawan di DPRD, Ahok bahkan mengaku yakin tanpa sidang paripurna pun dirinya bakal tetap dilantik, yakni berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri. 
Lantaran dia menganggap sidang paripurna DPRD hanya sebuah seremonial saja sesuai budaya ketimuran.
“Tanpa paripurna DPRD pun akan tetap dilantik sesuai SK mendagri. DPRD ada paripurna, tapi bukan berarti paripurna DPRD bisa menolak (pelantikan). kan namanya orang timur biasanya ada acara, kaya paripurna ini,” ujarnya, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (14/11).
Kata dia, dirinya akan dilantik segera setelah surat persetujuan yang diserahkan DPRD DKI lewat Kemendagri ditanda tangani Presiden Joko Widodo.
“Dilantiknya dipastikan di Ibukota. DPRD bersurat dulu ke kemendagri untuk ditandatangani presiden. Kalau presiden berhalangan, pak JK (Jusuf Kalla) yang melantik. Kalau wakil berhalangan ya Mendagri (Tjahjo Kumolo) yang melantik,” ujarnya.
Sidang paripurna  yang menyetujui pelantikan Ahok ini hanya dihadiri oleh fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) saja dengan dipimpin Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.
Sedangkan kursi keempat Wakil Ketua DPRD DKI yakni Abraham Lunggana dari Fraksi PPP, Mohammad Taufik dari Fraksi Grindra,Feriyal Sofyan dari Demokrat dan Triwicaksana dari PKS, kosong melompong saat berlangsung sidang selama 30 menit itu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Arema Nilai Format Kompetisi ISL 2014 Tidak “Fair”

Jakarta, Aktual.co — Format kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014, mendapat kritikan tajam dari pihak Arema Cronus, karena CEO Arema, Iwan Budianto, mengatakan format kompetisi ISL tahun ini, tidak fair.

“Sejujurnya, kalau bicara fair tentang kompetisi, seharusnya Arema jadi juara. Tapi, karena sistem dan model kompetisi seperti ini, apa boleh buat? Kami merasa ini tidak fair buat kami,” ujar Iwan di Malang, Jawa Timur, Jumat (14/11).

Meski menganggap format kompetisi tersebut tidak adil, Iwan Budianto, tetap menjunjung keputusan dari PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi.

“Tapi, apa boleh buat, Inilah kompetisi yang harus kita jalani,” sesalnya.

Iwan menilai, berdasar statistik, Arema layak jadi juara. Pasalnya, sepanjang musim, Ahmad Bustomi dan kawan-kawan hanya kalah empat kali dari 27 laga.

Namun, karena format kompetisi yang menggunakan sistem grup, yang dibagi dalam dua wilayah, maka analisa Iwan itu tidak bisa digunakan. Karena, penilaian juara bukanlah berdasarkan statistik kemenangan atau kekalahan yang dialami suatu klub, tapi kemenangan mutlak yang menjadi parameternya.

Pada musim kompetisi tahun ini, Singo Edang gagal meraih gelar juara, setelah disingkirkan Persib Bandung, dalam pertandingan babak semifinal, dengan skor 1-3.

Artikel ini ditulis oleh:

Tidak Masuk Skuat Timnas, Ferdinand Pilih Berlibur dengan Keluarga

Bandung, Aktual.co — Ferdinand Alferd Sinaga, pemain terbaik Indonesia League Super (ISL) 2014, batal dipanggil untuk membela Timnas Indonesia.

Pencetak 12 gol pada musim lalu, bersama Persib Bandung ini, kalah bersaing dengan beberapa nama kondang seperti Sergio Van Dijk, Cristian Gonzales, Boaz Salossa dan Samsul Arif.

Menanggapi hal tersebut, Ferdinand berbesar hati. Ferdinand menilai, striker yang terpilih memiliki kualitas permainan yang lebih baik darinya, sehingga dirinya percaya skuat Merah Putih dapat berprestasi.

“Saya tidak masalah. Disana kan banyak striker senior yang memiliki kualitas lebih. Jadi tidak dipanggil juga tidak masalah,” ucapnya di Bandung, Jawa Barat, Jumat (14/11).

Untuk mengisi waktu luangnya, berhubung skuat Persib Bandung masih menjalani masa liburan, Ferdinand lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Saya jadi punya waktu lebih menghabiskan libur bersama keluarga,” kata striker bernomor punggung 17 ini.

Saat ini, timnas Indonesia di bawah asuhan Alfred Riedl, sedang menjalani pemusatan latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Dan pemain yang mengikuti pemusatan latihan itu, berjumlah 26 pemain, setelah sebelumnya, pelatih asal Austria itu, mencoret sebanyak tiga pemain.

Artikel ini ditulis oleh:

Wanita Ini Hidup Kembali Setelah Disimpan di Kamar Mayat

Jakarta, Aktual.co — Ini bukan peristiwa horor atau mistis, tapi ini adalah kisah nyata yang terjadi di Polandia. Seorang perempuan bernama Janina Kolkiewicz berusia 91 tahun, hidup kembali setelah sebelumnya dinyatakan meninggal dan disimpan di lemari pendingin jenazah selama 11 jam lamanya. 
Janina saat ini telah kembali ke rumah setelah mengeluh kedinginan. Di rumahnya, Janina menghangatkan dirinya dengan menyeruput semangkuk sup hangat dan dua kue panekuk. 
Otoritas Polandia mengungkapkan, kalau staf di kamar mayat sempat etrheran-heran saat melihat gerakan dalam kantong jenazah dalam tempat penyimpanan, pihak kepolisian setempat pun kemudian melakukan penelitian. 
Seperti yang dilansir dari surat kabar Polandia, Dziennik Wschodni, pihak keluarga Janina dan dokter yang merawatnya mengaku sangat terkejut dengan peristiwa tersebut. 
“Saya yakin dia meninggal,” kata dokter Wieslawa Czyz, kepada stasiun televisi TVP.
“Saya terkejut. Saya tidak mengerti apa yang terjadi. Jantungnya berhenti berdetak dan dia tidak lagi bernafas,” lanjut Czyz.
Kolkiewicz mengatakan kepada kerabatnya bahwa dia merasa “normal dan baik-baik saja” setelah kembali ke rumah.Dia tampaknya tidak menyadari bahwa dalam beberapa hari, dia mungkin saja berada di dalam kuburan.
“Bibi saya tidak tahu apa yang terjadi karena dia memiliki demensia stadium akhir,” ungkap Bogumila Kolkiewicz, keponakannya, mengatakan kepada media lokal. Dikutip dari BBC, Jumat (14/11). 

Berita Lain