13 April 2026
Beranda blog Halaman 42618

Kembangkan Peredaran Narkoba di Lapas, Tiga Orang Ini Ditangkap

Surabaya, Aktual.co — Sindikat pengedar sabu jaringan salah satu lembaga permasyarakatan di Jawa Timur berhasil diungkap anggota Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya.
Hasilnya, polisi berhasil mengamankan sabu-sabu sebagai barang bukti seberat setengah kilogram atau senilai setengah miliar rupiah serta tiga pelaku.
AT, SH dan LI yang kesemuanya warga Surabaya, merupakan bagian dari beberapa rangkaian yang berhasil ditangkap polisi sebagai pengedar.
“Jadi penangkapan ketiganya adalah hasil pengembangan ada dugaan sebagai pemasok sabu di salah satu lapas di Jawa Timur,” ujar Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Agus Yulianto, Rabu (29/10).
AKBP Agus menjelaskan, ketiganya ditangkap ditempat-tempat yang berbeda tetapi masih satu jaringan. Hampir kesemuanya ditangkap setelah melakukan transaksi. Polisi belum berhasil siapa pemasok ketiganya, sebab semua pelaku melakukan transaksi lebih awal dari jam yang dijadwalkan.
Selain mencari siapa pemasoknya, polisi juga masih menyelidiki siapa yang akan dipasok di dalam lapas tersebut.
“Dari ketiganya, kita juga berhasil mengamankan sabu-sabu yang sudah dikemas dan siap diedarkan di luar lapas serta pil koplo. Sasaran untuk di luar lapas ini rata-rata orang-orang yang sudah mereka kenal atau pelanggannya sendiri,” lanjutnya.
Akibat perbuatannya, ketiganya dijerat undang-undang psikotropika dnegan hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

Setya Novanto Ogah Tanggapi Wacana KIH Bikin Pimpinan DPR Tandingan

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI Setya Novanto ogah menanggapi wacana adanya pimpinan DPR tandingan yang dibentuk fraksi partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH), pimpinan PDIP.
Setya hanya mengatakan jika para pimpinan komisi yang baru saja terbentuk akan segera melakukan tupoksinya, salah satunya dengan melakukan rapat bersama pemerintah.
“Kita akan bekerja terus, kita akan melakukan suatu program-program yang sudah dirumuskan karena komisi-komisi sudah terbentuk maka sejak hari ini seluruh komisi yang ada sudah terbentuk langsung bekerja,” kata Setya di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/10).
“Itu memang harus rapat dengan menteri karena kita anggap sudah selesai (proses pemilihan pimpinan komisi).”
Ketika ditanya langkah KIH yang membentuk pimpinan DPR RI tandingan ilegal atau tidak, bendahara umum Partai Golkar itu pun menyerahkannya kepada masyarakat untuk menilai.
“Ya, itu kita semua percayakan kepada rakyat Indonesia yang melihat karena kita sudah melalui proses yang sangat panjang, sudah melakukan empat kali paripurna. Kita juga masih memberikan kesempatan, tapi masih juga mencoba nengadakan suatu musyawarah bersama, musyawarah dengan pihak terkait (KIH). Tentu ini sudah kita lakukan, kita sudah memberikan yang terbaik,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Persiapan Asian Games 2018, Menpora Akan Gelar Rapim

Jakarta, Aktual.co — Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, membuat Lintas Kemeterian Lembaga (LKM) harus sesegera mungkin melakukan konsolidasi. Ini dilakukan untuk membahas persiapan Indonesia.

Dalam persiapan menghadapi turnamen terbesar se-Asia itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diibaratkan menjadi jembatan penghubung bagi kementerian-kemeterian lainnya yang bersinggungan dengan persiapan tesebut.

Dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, jika Kemenpora akan terlebih dahulu melakukan Rapat Pimpinan (Rapim).

“Besok (Kamis, 30/10) Rapim, nah di sana (rapim) kita akan bahas persiapan Asian Games 2018. Harus sabar biar maksimal. Karena saya belum tau, sudah sejauh mana persiapannya,” ungkap Imam Nahrawi di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10).

Lebih lanjut dikatakan Imam, jika persiapan Asian Games 2018 memang menjadi pekerjaan utama yang akan dilakukannya.

“Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, bahwa saya ditugaskan untuk memprioritaskan persiapan Asian Games,” tandsnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemuda Pancasila Geruduk Mall Grand City Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Puluhan anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) Surabaya menandatangi mall Grand City Surabaya. Peristiwa ini terjadi sebagai bentuk amarah ormas terhadap puluhan penjaga keamanan mall yang sebelumnya memborgol anggota PP dan menghajarnya secara bergantian.
Anggota PP, Wahyu, mengatakan, penganiayaan yang dilakukan terhadap anggota PP terjadi pada Rabu dinihari tadi. Bermula ketika salah satu anggota PP, Yuska menggelar acara karaoke di Happy Pappy yang berada di Grand City Surabaya bersama anggota PP lainnya yang berjumlah 10 orang.
“Di ruangan tersebut terjadi perselisihan antara anggota PP sendiri,” ujar Wahyu.
Saat itulah terjadi keributan, hingga akhirnya diamankan anggota sekuriti mall. Setelah itu, diketahui, seorang anggota PP menghilang. 
“Tahunya saat kami keluar, kami kehilangan satu teman kita. Yuska tidak bersama kita lagi. Namun, tiba-tiba sekitar pukul 03.00 WIB, kita dapat telepon dari Polsek Genteng, kalau teman kita dianiaya satpam Grand City,” sahut rekan Wahyu yang lain.
Mendapat laporan itu, beberapa orang dari PP langsung mendatangi Mapolsek Genteng saat itu juga. Ternyata Polsek Genteng tidak mau teriama laporan satpam mal. Sebab, anggota PP yang diserahkan ke polsek sudah dalam kondisi babak belur, dan tangan diborgol serta tidak ada alasan jelas soal laporannya.
“Ternyata dari pengakuan Yuska, dia diculik dari kelompoknya, Yuska dibawa oleh sekitar 30 satpam mal dibawa ke tempat parkir. Tangannya diborgol ke belakang didudukkan pada kursi dan dihajar habis-habisa hingga babak belur,” lanjut Wahyu.
Nah, pada Rabu sore inilah ratusan anggota PP Surabaya, giliran menggeruduk Grand City, untuk mencari satpam-satpam yang telah memukuli Yuska. “Kita cuma ingin tanya maksud dan alasan mereka (satpam) ini apa,” tandas Wahyu.
Sementara dari pantauan, memang puluhan anggota PP bergerombol di depan pintu masuk mal dan menjadi perhatian pengunjung. Beberapa anggota polisi berseragam dan berpakaian preman juga terlihat di lokasi mal. 

Bos Soechi Lines Dukung Program Kemaritiman

Jakarta, Aktual.co — Pemerintahan Presiden Jokowi-JK menambah Kementerian Koordinasi (Kemenko) Kemaritiman dalam kabinetnya. Perusahaan pelayaran, PT Soechi Lines, Tbk menyatakan siap mengikuti program dari Kemenko Kemaritiman.

“Sekarang kementerian baru sudah jelas concern di maritim, artinya transportasi laut akan semakin diperlukan, untuk itu kami siap mengikuti program kementerian,” ujar Presiden Direktur PT Soechi Lines, Tbk Go Damardi, di Jakarta, Rabu (29/10).

Seperti diketahui PT Soechi Lines, Tbk hari ini mengadakan Initial Potential Ofgering (IPO) perdananya. Hal ini dimaksud untuk mengembangkan perusahannya dan mendukung program pemerintah Indonesia dibidang maritim.

“Kami ingin memenuhi demand dalam negeri yang terus meningkat apalagi pada pemerintahan baru ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Soal Keterlambatan Peralatan Olahraga, Kemenpora Tidak Tegas

Jakarta, Aktual.co — Permasalahan keterlambatan peralatan olahraga bagi kontingen Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2014 silam, belum juga ada titik terang. Pasalnya, pihak Kemenpora, masih belum mimiliki sikap tegas.

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Alfitra Salam, mengatakan bahwa Kemenpora masih menunggu keputusan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang-Jasa Pemerintah (LKPP).

“Kami masih menunggu fatwa dari LKPP, karena itu penting sebagai landasan untuk mengambil langkah selanjutnya,” ujar Alfitra kepada Aktual.co ketika ditemui di acara serah terima jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Sertijab Menpora), Jakarta, Rabu (29/10).

Jawaban yang sama dari Sesmenpora, ketika ditanya apakah Kemenpora akan mengganti uang yang sudah dikeluarkan oleh beberapa cabang olahraga (cabor) seperti cabor bowling dan angkat besi, untuk menalangi pembayaran sejumlah peralatan yang digunakan pada Asian Games 2014 lalu.

Lebih jauh dikatakan Alfitra, jika pemenang tender pelelangan pengadaan peralatan Asian Games, ternyata sudah mengundurkan diri.

“Kami juga akan memverifikasi kembali data perlengkapan yang dilakukan. Bukan dibatalkan, mereka (perusahaan pengadaan barang) mengundurkan diri. Makanya kita menunggu surat keputusan dari LKPP. Biar kami tidak salah mengambil kebijakan,” tutup Alfitra.

Sebelumnya, Alfitra Salam juga mengungkapkan, masalah keterlambatan peralatan latihan olahraga ini, akan dilaporkan ke Bareskrim Polda Metro Jaya.

Hal ini karena, kata Alfitra Salam, pihaknya dan beberapa pengurus besar (PB) cabang olahraga di Indonesia, merasa ditipu oleh pihak suplier, untuk pengadaan peralatan latihan untuk persiapan Asian Games Incheon 2014.

“Kami juga merasa ditipu. Kami berencana untuk melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri,” ungkap Alfitra di Hotel Twins, Jakarta, Rabu, (8/10).

Namun, rencana tersebut tidak kunjung juga dilaksanakan, karena ketidaktegasan dari Kemenpora untuk menyelesaikan permasalahan yang telah merugikan cabor peserta Asian Games Incheon 2014.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain