13 April 2026
Beranda blog Halaman 42619

Keputusan Menkum dan HAM Jurang Pemisah PPP dan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Dengan keluarnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM tersebut membuyarkan upaya islah di internal PPP maupun dengan kubu Jokowi.
Hal itu disampaikan Karyono Wibowo Peneliti Senior Indonesia Public Institute, dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/10) “Dari parameter politik, belum ada untungnya memberikan legalitas kepada kubu Romi,” ucapnya. 
Pasalnya, suara PPP di parlemen masih belum bulat. Belum satu suara dan satu komando di bawah kepemimpinan Romi. 
“Pemandangan terbaru di sidang paripurna kemarin, PPP kembali gagal mendapatkan posisi di alat kelengkapan dewan. PPP kembali gagal setelah sebelumnya tidak mendapatkan posisi baik di pimpinan DPR maupun MPR,” jelasnya. (baca: Terkait kisruh PPP, Jokowi Lain Dimulut, Lain Dihati)
Hal itu salah satunya disebabkan karena konflik yang membelit partai berlambang Ka’bah itu. Olehnya, PPP harus menerima ‘pepesan kosong’ baik dari KMP maupun KIH.
Terkait posisi Lukman Hakim Saefudin yg masuk kabinet di pemerintahan Jokowi – JK itu bukan representasi dari perwakilan PPP.
“Menurut saya, posisi Lukman di kabinet lebih merepresentasikan dari Nadhatul Ulama dan kedekatan emosional dengan keluarga Bung Karno. Karena secara historis, ayah Lukman Hakim, pak Saefudin Zuhri pernah menjadi menteri agama di era Presiden Sukarno dan sangat dekat dengan keluarga Bung Karno,” paparnya.
Karenanya, pemerintahan Jokowi-JK lebih baik mendorong PPP untuk islah, untuk memelihara Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wataniyah dan Ukhuwah Basyariah. Karena bagaimanapun juga, PPP adalah aset bangsa yang harus dipelihara keutuhannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rini Bantah Calonkan Ahmad Faisal dan Hari Karyulianto Kandidat Dirut Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah rumor yang menyatakan bahwa dirinya mencalonkan nama Ahmad Faisal dan Hari Karyulianto untuk mengisi posisi Direktur Utama Pertamina yang ditinggalkan Karen Agustiawan sejak 1 Oktober lalu.

Ahmad Faisal merupakan mantan Direktur Niaga Pertamina era Ari Soemarno, kakak dari Rini Soemarno. Sedangkan Hari Karyuliano saat merupakan Direktur Gas Pertamina.

“Belum, belum ada. Untuk calon Dirut Pertamina masih akan di bahas dalam rapat,” kata Rini saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (29/10).

Disisi lain dari penggalian sumber aktual yang terpecaya menjelaskan bahwa ada skenario dari “interest group” yang akan mengambil alih hulu-hilir industri migas jika Rezim Jokowi-JK berkuasa, salah satunya mengambil alih Pertamina.

Sumber Aktual yang enggan disebutkan namanya itu, menyebutkan kandidat kuat pengganti Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan adalah Achmad Faisal. Mantan Direktur Niaga Pertamina era Ari Soemarno ini kuat menjadi salah satu kandidat Dirut Pertamina. Hal ini tak lepas atas “endorsment” Jusuf Kalla dan Ari Soemarno.‎

Sumber menambahkan, Achmad Faisal diketahui banyak memberikan fasilitas dan konsesi terkait proyek konversi konsumsi minyak tanah ke gas elpiji tabung 3 Kg era kepemimpinan SBY-JK. Proyek tersebut diluncurkan mantan Wapres JK pada 2007-2009. Publik banyak mengetahui, proyek in‎i banyak dipegang oleh lingkaran Jusuf Kalla.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

ISIS Rebut Tiga Sumur Gas di Homs Suriah

Jakarta, Aktual.co — Anggota Negara Islam (IS) pada Selasa (28/10) merebut tiga sumur gas di Provinsi Homs, Suriah Tengah.
IS merebut sumur gas di sebelah timur Palmyra di Homs, setelah bentrokan sengit dengan tentara Suriah.
Sumur gas yang direbut tersebut berada di dekat ladang gas alam Ash-Shaer, yang direbut oleh IS pada 17 Juli, tapi direbut kembali oleh tentara Suriah pada 26 Juli, setelah serangan balasan yang dilancarkan militer Suriah guna merebut kembali kendali atas ladang gas utama.
IS, yang sebelumnya dikenal sebagai Negara Islam di Irak dan Levant (ISIL), telah memproklamasikan Kekhalifahan di daerah yang membentang dari Suriah sampai Irak. Kelompok fanatik tersebut juga telah merebut hampir semua ladang minyak di Provinsi Deir Az-Zour –yang kaya akan minyak– di Suriah Timur di perbatasan dengan Irak.
Secara terpisah, tentara Suriah telah melancarkan serangan besar terhadap posisi gerilyawan di pinggiran timur Ibu Kota negeri tersebut, Damaskus, dan mereka sejumlah daerh penting serta mendesak ke arah kubu kelompok fanatik bersenjata itu.

Kasus Buruh Tusuk Sate, PDIP: Gak Usah ‘Lebay’

Jakarta, Aktual.co — Politikus PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan,  penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap MA (23 tahun) yang diduga mem-bully Presiden Joko Widodo melalui media sosial facebook, terlalu berlebihan.
“Jangan over reactive, kalau bahasa jakartanya ‘lebay’ tidak diperlukan dalam kondisi sekarang,” kata dia, di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (29/10).
Menurut dia, meski ada undang-undang ITE, tetapi tidak semua publik memahaminya, terlebih yang bersangkutan hanyalah buruh tusuk sate saja.
“Ini kan ITE, mungkin tukang sate ini tidak paham isi UU (ITE). Mungkin dia sikapnya spontan, siapa tau dibalik itu ada niat baik,” kata dia.
Dia menyarakan kasus ini untuk menjadi perhatian dari Presiden Jokowi sebagai objek. “Kalau saya boleh menyarankan biar pak Jokowi yang nanti (putuskan) ini, kalau perlu pak Jokowi  menemuinya, menjenguk. Seperti dulu ada orang yang pernah bikin spanduk yang mencemooh, kan pak Jokowi temui,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pemegang KJP Tak Bisa Lagi Tarik Dana Tunai

Jakarta, Aktual.co —Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim saat ini sudah dilakukan perbaikan untuk mencegah penyalahgunaan dana Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Siswa pemegang KJP, kini tidak bisa lagi menarik uang secara tunai. Jika mereka membutuhkan dana untuk biaya pendidikan mereka hanya bisa melakukan secara debit.
Tidak lagi bisa seorang siswa hanya mengandalkan surat keterangan tidak mampu untuk menarik tunai dana di kelurahan.
Karena sekarang ini yang menentukan dana untuk si siswa adalah langsung dari pihak Kepala Sekolah atau Wali Kelas yang mengetahui kebutuhan siswa. Selanjutnya baru diproses di kelurahan.
“Kita sudah perbaiki. Jadi mereka sudah gak bisa tarik ‘cash’ lagi,” ujar Ahok di Balaikota DKI, Rabu (29/10).
Dijelaskan lebih lanjut oleh Ahok, nantinya KJP juga tidak hanya digunakan untuk pembayaran biaya sekolah saja. Tapi juga untuk pembayaran transportasi siswa seperti bus, hingga bayar makan di kantin yang dilakukan secara debit.
Tampaknya upaya perbaikan dilakukan lantaran Ahok juga mengaku berencana menaikan besaran dana di KJP yang saat ini sebesar Rp250 ribu.
“Sementara kita masih kasih 50 ribu per minggu. KJP mau ditingkatkan karena Kalau SMK mereka butuhnya 800ribuan. Kalau ‎mereka kita kasih 250 ribu, siswa yang miskin gak sanggup nomboknya,” ujarnya.
Rencananya akan diberikan semacam ‘voucher’ beasiswa kepada siswa yang kekurangan dana. Voucher itu bisa digunakan untuk membantu membayar kebutuhan sekolah, dan juga untuk menabung. 
Namun semua rencana itu diakui Ahok saat ini masih dalam tahap perencanaan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kesal Kavlingnya Dibongkar, Rahmad Tuding Dinas P2B Main Mata

Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Selatan dituding pilih kasih dan melakukan praktik ‘main mata’ oleh seorang warga Lenteng Agung, Ahmad Rahmad.
Tudingan dilontarkannya lantaran kesal dua kavling tanah miliknya yang akan dibangun kos-kosan tiba-tiba disegel secara sepihak oleh petugas P2B Jaksel.
Dua kavling di Jalan AMD 8 RT 9/1 Lenteng Agung, Jakarta Selatan yang luasnya masing-masing 331 meter persegi itu disegel karena dianggap tak mengantongi izin.
“Padahal perizinan sedang saya urus. Ya karena disegel saya mematuhi aturan tidak lagi melakukan kegiatan,” ujarnya, Rabu (29/10) siang. 
Cerita berlanjut. Kata Rahmad, pada 18 Oktober 2014, datanglah petugas Kecamatan Jagakarsa ke kavilingnya yang sudah disegel.
Tanpa babibu, mereka langsung membongkar bangunan tanpa pemberitahuan sebelumnya. 
Tak berhenti di situ. Sepuluh hari kemudian, tepatnya 28 Oktober, datang lagi petugas dari Walikota Jakarta Selatan. Mereka pun kembali melakukan pembongkaran. 
“Datang sekitar 50 orang dari Polisi, Koramil. Di situ kuli bangunan ikut membongkar hampir habis bangunan saya. Padahal sudah tidak ada kegiatan dan pengurusan izin sedang berjalan,” ucapnya kesal.
Meski mengaku mempersoalkan bangunan miliknya dibongkar, namun Ahmad merasa Sudin P2B tidak berlaku adil. Yakni dengan tidak membongkar bangunan milik warga lainnya yang juga sudah disegel. 
Dari situlah dia menuding ada main mata antara petugas Sudin dengan pemilik bangunan.
“Saya tidak terimalah, bangunan sebelah saya yang paling depan pinggir jalan juga disegel tapi tidak dibongkar. Tapi punya saya dibongkar habis.Kalau bangunan saya mau dibongkar tidak masalah, asal sebelah saya juga dibongkar sama-sama dong.” 
Rahmad mengaku rugi hingga Rp150 juta dengan pembongkaran sepihak tersebut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain