11 April 2026
Beranda blog Halaman 42638

XL Adakan Uji Coba 4G-LTE Kecepatan Sampai 100 Mbps

Jakarta, Aktual.co — Operator PT XL Axiata Tbk menggelar uji coba layanan seluler 4G-LTE (Long Term Evolution) pertama di Indonesia dengan layanan internet kecepatan tinggi hingga 100 Mbps.
“Uji coba (promo) layanan real mobile 4G-LTE ini didukung mitra penyedia jaringan Huawei dan Ericsson,” kata Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi, di sela peluncuran layanan Real Mobile 4G-LTE di Jakarta, Selasa (28/10).
Uji coba layanan 4G-LTE tersebut disaksikan langsung Menkominfo Rudiantara, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos & Informatika (SDPPI) Kemenkominfo, Muhammad Budi Setiawan Menurut Hasnul, tahap awal layanan real mobile 4G-LTE bisa dinikmati di lima lokasi di Jakarta, diantaranya pusat perbelanjaan Kota Kasablanca dan Central Park, serta empat lokasi lainnya yaitu Euphoria Lounge Menara Prima, XL Xplor Senayan City, serta Grha XL.
“Peluncuran layanan mobile 4G-LTE ini sejalan dengan spirit XL untuk selalu menjadi operator yang terdepan dalam berinovasi menyediakan layanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Hasnul menambahkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan teknologi 4G-LTE ini secara bertahap XL akan memperluas ke beberapa kota lainnya di luar Jakarta.
Untuk memasyarakatkan layanan 4G-LTE, XL akan membangun ekosistem pendukungnya seperti penyediaan ponsel yang mampu beroperasi di jaringan 4G-LTE seperti Sony Mobile, Intel Corporation, LG Mobile, HTC, Nokia (Microsoft), Huawei, Speedup, BlackBerry, dan Qualcomm.
Adapun nilai investasi yang dikeluarkan XL untuk menyediakan layanan mobile 4G-LTE ini berkisar Rp3 miliar, yang dialokasikan dari keseluruhan nilai investasi XL tahun 2014 yang mencapai sekitar Rp7 triliun.
LTE merupakan teknologi jaringan telekomunikasi terbaru yang dikategorikan sebagai teknologi generasi ke-4 ini yang memiliki keunggulan pada kecepatan, efisiensi jaringan, coverage layanan.
Pelanggan layanan data/internet XL saat ini mencapai sekitar 32 jutaan atau 51 persen dari total pelanggan sekitar 62,9 juta.
XL memiliki jaringan infrastruktur fiber optic sepanjang lebih dari 30 ribu km, serta BTS sebanyak lebih dari 47 ribu BTS (3G/2G) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

FIFA Dukung Piala Dunia 2018 di Rusia

Jakarta, Aktual.co — Presiden Badan Sepak Bola Dunia (FIFA), Sepp Blatter menegaskan bahwa, pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia dan memuji persiapan negara tersebut.

“FIFA mendukung penuh penyelenggaraan Piala Dunia oleh Rusia,” kata Blatter kepada kantor berita R-Sport, Selasa (28/10).

Sebelumnya sumber-sumber diplomatik bulan lalu mengatakan bahwa, negara-negara Eropa mendiskusikan suatu rencana yang didukung Inggris untuk memboikot Piala Dunia di Rusia, karena konflik di timur Ukraina.

“Boikot tidak akan memberi efek positif. Kami percaya pada negara dan pemerintahannya,” kata Blatter.

“Rusia adalah negara terbesar di dunia. Anda tahu, Rusia sorot media internasional. Sepak bola bukan hanya mempersatukan Rusia, tapi juga menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa sepak bola lebih kuat dari protes manapun,” tambahnya.

Ia membandingkan situasi ini dengan ketika Rusia menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di kota wisata Sochi tahun ini, ketika pemimpin-pemimpin negara barat menjauh.

“Ada kesamaan situasi, namun tidak selama atau setelah event itu, ada yang memprotes,” ujarnya.

Blatter mengatakan bahwa ia senang dengan kemajuan persiapan Rusia untuk Piala Dunia 2018.

“Saya dapat katakan bahwa dibandingkan dengan Brazil, Rusia lebih maju dengan waktu masih empat tahun lagi,” katanya.

Ketua FIFA itu datang ke Moskwa untuk menghadiri acara memperkenalkan logo Piala Dunia 2018.

Ia menambahkan bahwa acara pembukaan Piala Dunia 2018 dapat dilakukan sehari sebelum pertandingan pertama.

“Itu memungkinkan. Kami mencoba melakukan itu pada Piala Dunia 2006 di Jerman, tapi tidak berjalan dengan baik. Tapi saya yakin pada 2018 acara pembukaan bisa dilakukan lebih awal. Ada tiga tiga stadion di Moskwa yang bisa menggelar acara pembukaan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Pekerja Turki Terjebak di Tambang Batu Bara

Jakarta, Aktual.co — Setidak-tidaknya 20 pekerja terjebak, akibat tambang batu-bara di Turki selatan runtuh. 
Regu penyelamat dan paramedis, Selasa (28/10), dikerahkan ke tambang di kota Ermenek itu, sekitar 110 kilometer utara garis pantai laut Tengah Turki.
Turki tidak asing lagi dengan bencana tambang dan negara tersebut memiliki satu catatan kecelakaan industri terburuk dunia.
Bencana tambang terparah terjadi kurang dari enam bulan lalu di kota wilayah barat Soma, yang menewaskan 301 pekerja.
Laporan awal media menyebutkan tambang tersebut runtuh setelah air yang menggenang di dalam tambang mengalir ke kawasan tempat para pekerja berada.

Di Surabaya, XL Petakan 10 Titik 4G-LTE

Jakarta, Aktual.co — Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL) siap memetakan 10 titik penyebaran jaringan 4G – Long Term Evolution (LTE) di Surabaya karena semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet berkecepatan tinggi.
“Dalam waktu dekat, warga kota Surabaya segera bisa menikmati internet berkecepatan tinggi dengan teknologi 4G LTE hingga 100 Mbps,” ungkap Deputy CCO XL East and North, Kencono Wibowo, saat peluncuran layanan Mobile 4G-LTE di Surabaya, Selasa (28/10).
Pada tahap awal, ungkap dia, layanan internet berkecepatan tinggi ini baru bisa dinikmati secara terbatas di beberapa lokasi di Jakarta. Kemudian, perluasannya dilakukan secara bertahap ke berbagai kota lain di luar Jakarta.
“Kami yakin Desember 2014 jaringan 4G – LTE ini akan masuk Surabaya,” ujarnya.
Ia menyatakan, layanan mobile 4G-LTE di Surabaya akan diterapkan di Surabaya dengan membangun 10 Base Transceiver Station (BTS). Dari jumlah penyebaran BTS tersebut di antaranya menjangkau wilayah Jalan Basuki Rahmat, Jalan Pemuda, dan Kertajaya.
“Penentuan lokasi dan kota didasarkan pada beberapa pertimbangan seperti potensi permintaan pelanggan, ketersediaan alokasi frekuensi, dan besaran nilai investasi,” imbuhnya.
Sementara, tambah dia, untuk menyosialisasikan layanan 4G-LTE itu pihaknya akan membangun ekosistem pendukungnya. Contoh ketersediaan telepon seluler (ponsel) yang mampu beroperasi di jaringan 4G-LTE dan terjangkau untuk semua kalangan pelanggan.
“Oleh sebab itu, kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia ponsel dan ekosistem pendukung antara lain Sony Mobile, Intel Corporation, LG Mobile, HTC, Nokia (Microsoft), Huawei, Speed Up, BlackBerry, dan Qualcomm,” sambungnya.
Ia optimistis, dukungan ketersediaan perangkat telekomunikasi sangat penting. Hal itu seperti pada awal kemunculan 3G di mana hand set yang mendukung teknologi itu masih sedikit.
“Pada pertama kali ponsel 3G diluncurkan harganya memang mahal atau berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per unit sedangkan sekarang makin murah. Kami harap hand set 4G juga harganya bisa terjangkau ke depan,” jelasnya.
Layanan internet kecepatan tinggi itu, lanjut dia, diyakini 15 kali lebih cepat dibandingkan jaringan 3G. Kalau besaran nilai investasi yang dikeluarkan XL untuk menyediakan layanan mobile 4G-LTE ini sudah menjadi bagian dari keseluruhan nilai investasi perusahaan pada tahun 2014 yang mencapai sekitar Rp7 triliun.
“Jaringan 4G-LTE memiliki keunggulan pada kecepatan, efisiensi jaringan, coverage layanan dan lain-lain,” katanya.
Ia mengemukakan, pelanggan layanan datanya secara nasional kini mencapai sekitar 32 juta atau 51 persen dari total pelanggan XL yang saat ini sekitar 62.9 juta. Sampai sekarang pihaknya juga telah melakukan modernisasi seluruh jaringannya dan telah tuntas pada 2013.
“Bahkan, kini juga telah memiliki jaringan infrastruktur fiber optic sepanjang lebih dari 30.000 Km dan jumlah BTS yang dimiliki lebih dari 47.000 BTS baik 3G maupun 2G. Kami sedang menunggu kebijakan pemerintah untuk menggunakan teknologi netral di frekuensi 1.800 MHz agar bisa memperluas layanan 4G-LTE,” pungkasnya.

PM Palestina Tegaskan Rencana Israel Bangun Pemukiman Langgar Batas Negara

Jakarta, Aktual.co — Para pemimpin Palestina dan Israel terus terlibat pertengkaran lisan sementara ketegangan meningkat di Jerusalem Timur, yang telah menyaksikan peningkatan bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Keamanan Israel.
Pada Senin (27/10), Perdana Menteri Pemerintah Nasional Palestina (PNA) Rami Hamdallah mengatakan Jerusalem Timur adalah ibu kota abadi Negara Palestina.
Sebagaimana dikutip, ia mengatakan bahwa sepanjang menyangkut PNA, “Jerusalem adalah garis merah, dan demikian juga dengan Masjid Al-Aqsha”.
“Kami datang ke sini untuk mengatakan Jerusalem adalah Ibu Kota Negara Palestina dan bagian penting dari program nasional,” kata Hamdallah, sebagaimana diberitakan Xinhua, Selasa (28/10). 
“Pendudukan tidak sah dan melanggar hukum. Semua tindakan Israel dan permukiman adalah tidak sah.” 
Komentar tersebut dikeluarkan satu pekan setelah Uni Eropa menetapkan garis merah buat Isral sehubungan dengan kebijakan permukimannya di Tepi Barat Sungai Jordan, dan memperingatkan Israel agar tidak melakukan tindakan yang akan membahayakan berdirinya Negara Palestina.
Kompleks tempat Masjid Al-Aqsha dan Qubbatush Shakhrah berada di Al-Haram Asy-Syarif –yang oleh orang Yahudi disebut Bukit Knisah. Tempat Suci orang Yahudi, Tembok Ratapan (Tembok Barat) –“yang diduga adalah bagian dari kuil kuno Yahudi”– berada di kaki bukit Al-Haram Asy-Syarif.
Israel merebut kompleks tempat suci ketiga umat Muslim tersebut dari Jordania dalam Perang Timur Tengah 1967. Waqaf Muslim mengelola tempat itu dan pasukan keamanan Israel memantaunya dalam upaya memberlakukan status quo. Tempat tersebut telah menjadi duri dalam daging antara pemeluk agama dan orang Yahudi tak diperkenankan beribadah di Al-Haram Asy-Syarif.
Pemrotes Palestina seringkali bentrok dengan polisi sebagai reaksi terhadap pengunjung Yahudi ke tempat suci umat Muslim itu dan pemimpin Palestina serta Arab di seluruh dunia telah berulangkali menyatakan Israel berusaha meyahudikan kompleks Al-Aqsha.
Politisi sayap-kanan Israel telah mendorong digolkannya peraturan yang mengizinkan orang Yahudi beribadah di kompleks tersebut. Pada Senin pagi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh Presiden Palestina Mahmoud Abbas bermitra dengan anasir fanatik dalam menyebar hasutan anti-Israel mengenai desas-desus palsu bahwa Israel berusaha mengubah status quo atas Al-Haram Asy-Syarif.
Ketegangan telah meningkat di Jerusalem antara orang Yahudi dan Arab sejak Juni. Setelah penculikan dan pembunuhan tiga remaja Yahudi “oleh gerilyawan Palestina” di dekat Al-Khalil (Hebron) pada Juni, ekstremis Yahudi membunuh remaja Palestina yang berusia 15 tahun dari Jerusalem Timur.
Beberapa bulan belakangan telah menyaksikan bentrokan terus-menerus antara warga Jerusalem Timur dan pasukan keamanan Israel. Juga telah sering beredar laporan mengenai ekstremis Yahudi menyerang pejalan kaki Arab secara membabi-buta.
Ketegangan meningkat lagi sehubungan dengan pengumuman Israel baru-baru ini mengenai pembangunan rumah baru di Jerusalem Timur dan pemukim Yahudi bergerak memasuki permukiman yang kebanyakan warganya orang Palestina di daerah itu. Lebih dari 300.000 orang Palestina tinggal di Jerusalem Timur.
Pada Rabu lalu (22/10), seorang perempuan dan satu bayi tewas dan enam orang lagi cedera, ketika satu orang Arab Israel dari Jerusalem Timur menabrakkan mobilnya ke sekelompok orang di satu stasiun kereta di Jerusalem. Penyerang tersebut tewas oleh polisi ketika ia berusaha melarikan diri dari lokasi itu dengan berjalan kaki.

Artikel ini ditulis oleh:

BI: SKI Masuki Siklus Perlambatan

Jakarta, Aktual.co — Bank Indonesia (BI) menyatakan, siklus keuangan Indonesia (SKI) saat ini memberikan indikasi mulai memasuki fase perlambatan yang disebabkan oleh menurunnya laju pertumbuhan kredit sebagai indikator pembiayaan perekonomian domestik.

“Hasil estimasi Bank Indonesia menunjukkan terjadi perlambatan siklus keuangan sebagaimana tampak dari arah siklus keuangan yang cenderung menurun,” kata Direktur Ekesekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Selasa (28/10).

BI menilai, perlambatan siklus keuangan yang terjadi bersamaan dengan ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan global ke depan, menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sumber-sumber pembiayaan ekonomi pada tahun-tahun mendatang dapat menjadi relatif terbatas. Perbankan domestik memerlukan tambahan modal atau likuiditas dengan LDR yang telah mencapai 89,7 persen per September 2014. Sementara pembiayaan dari Utang Luar Negeri (ULN) yang dalam dua tahun terakhir naik tinggi mulai mengalami perlambatan.

Tirta menuturkan, volatilitas nilai tukar yang meningkat dalam dua tahun terakhir menaikkan risiko nilai tukar sehingga ikut mengurangi ULN. ULN sektor swasta pada Agustus 2014 tumbuh sebesar 12,2 persen (yoy) atau lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 13,2 persen (yoy).

“Memperhatikan perkembangan tersebut, Bank Indonesia mencermati dan mengelola pergerakan siklus keuangan melalui kebijakan makroprudensial. Sebagian hasil dari kebijakan makroprudensial yang telah diterapkan selama ini sudah mulai tampak pada perilaku amplitudo siklus keuangan,” ujar Tirta.

Sebagai contoh, lanjut Tirta, kedalaman penurunan siklus keuangan 2005-2009 lebih rendah dibandingkan dengan krisis sekitar 1998. Begitu pula dengan durasi peak-through pad siklus keuangan 2005-2008 yang lebih pendek dari kisaran krisis sekitar 1998.

Dalam rangka memperkuat kehati-hatian di sektor korporasi dan memperdalam pasar keuangan valas, Bank Indonesia akan menyempurnakan aturan ULN. Aturan tersebut ditujukan untuk memperkuat ketahanan korporasi dengan memitigasi risiko currency mismatch, risiko liquidity mismatch dan risiko overleverage.

“Dengan demikian, ketahanan korporasi menjadi lebih baik dalam menghadapi risiko yang mungkin ditimbulkan dari perlambatan siklus keuangan dan dinamika perekonomian global,” kata Tirta.

Bank Sentral di dunia kini memang memberi perhatian lebih terhadap dinamika siklus keuangan. Belajar dari beberapa krisis sebelumnya, pengelolaan makro perekonomian dengan hanya berdasarkan siklus bisnis atau naik-turunnya pertumbuhan ekonomi tidak cukup. Seringkali, risiko justru timbul dari pergerakan boom-bust (naik turunnya) siklus keuangan yang tidak selalu sama dengan siklus bisnis.

Sebelum terjadinya krisis keuangan global pada tahun 2008, kebijakan makroekonomi, termasuk moneter, sering terpaku pada siklus pertumbuhan ekonomi atau siklus bisnis. Terkadang siklus bisnis sudah mengalami fase turun sementara siklus keuangan masih mengalami fase meningkat. Luputnya bank sentral di dunia dalam mengawasi dinamika siklus keuangan dituding sebagai penyebab krisis keuangan global 2008.

Dalam hal ini, kebijakan Bank Sentral untuk menurunkan suku bunga sejalan dengan pencapaian inflasi yang rendah justu dapat memicu risk taking atau perilaku mengambil risiko berlebih pada sektor yang spekulatif dengan motivasi mencari high yield atau imbal hasil tinggi yang semakin dominan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain