19 April 2026
Beranda blog Halaman 42797

YLKI: Mal di Jakarta Banyak Langgar Aturan

Jakarta, Aktual.co —Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuding banyak pembangunan mal di Jakarta yang menyalahi aturan.
Bentuk pelanggaran itu di antaranya ada mal yang tidak menyediakan lahan parkir untuk para pengunjungnya. Akibatnya, masyarakat di sekitar mal itu berdiri terganggu dengan kendaraan milik pengunjung yang terpakir di bahu jalan. 
“Padahal ketika membangun gedung atau tempat usaha itu sudah ada peraturannya yakni di Undang-Undang No 28 tahun 2002 di mana setiap gedung atau mal harus menyediakan lahan parkir yang luas. Agar tidak mengganggu masyarakat dan para pengguna jalan yang lain. Jadi ini adalah tanggung jawab si pengelola gedung,” kata anggota YLKI, Sularsi saat disambangi Aktual.co di Jakarta, Jum’at (24/10).
Dia menyontohkan salah satunya yakni Mal Pejaten yang pengunjungnya rata-rata menggunakan kendaraan roda dua, namun tidak tersedia lahan parkir yang memadai. 
Guna menertibkan pembangunan mal di Jakarta, menurutnya perlu diberikan semacam sanksi tegas bagi pihak-pihak yang memberikan izin pembangunan mal yang melanggar aturan.
“Di kota sendiri banyak aturan-aturan. Tetapi banyak yang dilanggar dalam pembangunan mal besar. Ketika mal tersebut dibangun pasti ada izinnya, jadi siapa yang memberikan izin? harusnya yang memberikan izin itu yang diberikan sanksi,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah mal yang mencapai 173 menjadikan Jakarta sebagai kota dengan jumlah mal terbanyak di Indonesia.
Namun, dijelaskan pengamat perkotaan Yayat Supriatna keberadaan mal di Jakarta saat ini tidak merata. Sebagian besar terpusat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. 
Sedangkan untuk Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara menurutnya masih tidak begitu banyak.
Guna menekan pembangunan mal, ujarnya, Pemprov DKI sebenarnya telah menerapkan moratorium atau berupa penghentian sementara izin pembangunan mal di wilayah Jakarta Pusat, Selatan.  
Tujuannya, untuk mengurangi beban kemacetan Jakarta yang ditimbulkan dari keberadaan mal.
Dilarang di pusat dan selatan, para pengusaha kemudian melirik wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang masih diperbolehkan dibangun mal. 
“Ada kecenderungan sekarang ini bisa dikatakan pengusaha mulai melebarkan pengembangan mal ke kota sekitar akibat ada moratorium sebagai upaya mengurangi beban Jakarta,” ujar Yayat saat dihubungi di Jakarta, Rabu (22/10) lalu.
Salah satunya, Tamini Square yang didirikan di simpangan Jalan Taman Mini dan Jalan Pondok Gede. 
Dari informasi yang dihimpun Aktual.co, sejak didirikan tahun 2006, keberadaan Tamini Square telah menyumbang makin parahnya kemacetan di simpangan tersebut. Akibat keluar masuknya kendaraan, dan juga angkot yang menunggu pekerja dan pengunjung mal.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertemuan Mega, Hendropriyono dan Jimly, PDIP: Di Dalam Ada Pembicaraan Penting

Jakarta, Aktual.co — Jelang pengumuman nama menteri kabinet Presiden Joko Widodo, sejumlah tokoh nasional silih berganti menyambangi kediaman Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Jalan Tengku Umar, Jakarta Pusat.
Setelah, Ketua DKPP Jimly Assiddique dan mantan Kepala BIN Hendropriyono, kini giliran mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menyambangi kediaman Megawati.
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu tiba sekitar 14.10 WIB dengan menggunakan kemeja putih itu hanya menjawab singkat kedatangannya tersebut.
“Kita cuma kumpul-kumpul saja, biasa,” kata Sutiyoso kepada wartawan, di kediaman Megawati, Jumat (24/10).
Ketika ditanya lebih lanjut, perihal pembahasan apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan hari ini. Pria yang akrab disapa Bang Yos ini, belum mau berkomentar.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kabinet Jokowi Mesti Tutup Situs Teroris

 Jakarta, Aktual.co —  Posisi Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) baiknya diisi figur profesional sehingga punya ketegasan dan keberanian untuk memblok, menutup berbagai situs maupun media sosial kalangan teroris, baik di dalam maupun dari luar negeri.

Ketua Indonesia Police Watch Neta S Pane menilai ancaman terorisme di era pemerintahan Presiden Joko Widodo masih cukup tinggi. Apalagi pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menkominfo tidak bersikap tegas untuk menutup tuntas berbagai situs dan media sosial kalangan teroris.

“Akibatnya, para teroris bisa dengan bebas mensosialisasikan misi, ajaran, dan gerakannya,” kata Neta, Jumat (24/10).

Para teroris juga bisa dengan bebas membangkitkan emosional kalangan muda
untuk kemudian mengajak mereka bergabung. Situs teroris juga bebas memaparkan cara-cara membuat bom atau bahan peledak lainnya.

“Kondisi ini membuat peta daerah rawan teroris dan sentra pembuatan senjata rakitan kian melebar,” jelasnya.

Neta mengatakan, ibukota Jakarta menduduki posisi nomor dua sebagai daerah rawan teroris saat ini. Urutan pertama Sulteng, kemudian Jakarta, Aceh, Sumut, Lampung, Klaten, Solo, Jatim, Bima, Maluku, dan Papua. Sentra pembuatan senjata rakitan pun melebar
ke Lampung, Cipacing (Jabar), dan Klaten (Jateng).

Melihat situasi ini Presiden Jokowi perlu menekan perkembangan potensi terorisme ini. Caranya antara lain, Menkominfo harus mau dan mampu memblok semua situs dan media sosial kalangan teroris. Lalu instansi pemerintah, seperti Imigrasi, Bea Cukai dan lainnya harus terus menerus berkordinasi dengan BNPT, Polri, dan institusi intelijen.

“Antisipasi maksimal ini sangat perlu dilakukan mengingat ada ratusan pemuda Indonesia yang saat ini bergabung dengan ISIS di jazirah Arab dan setiap saat mereka bisa pulang ke Indonesia untuk menebar sikap radikalnya,” tuntasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sutiyoso Datangi Rumah Megawati

Jakarta, Aktual.co — Jelang pengumuman nama menteri kabinet Presiden Joko Widodo, sejumlah tokoh nasional silih berganti menyambangi kediaman Ketua PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Jalan Tengku Umar, Jakarta Pusat.
Setelah, Ketua DKPP Jimly Assiddique dan mantan Kepala BIN Hendropriyono, kini giliran mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menyambangi kediaman Megawati.
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu tiba sekitar 14.10 WIB dengan menggunakan kemeja putih itu hanya menjawab singkat kedatangannya tersebut.
“Kita cuma kumpul-kumpul saja, biasa,” kata Sutiyoso kepada wartawan, di kediaman Megawati, Jumat (24/10).
Ketika ditanya lebih lanjut, perihal pembahasan apa yang akan dibicarakan dalam pertemuan hari ini. Pria yang akrab disapa Bang Yos ini, belum mau berkomentar.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Ajudan Ketua DPRD DKI Intimidasi Wartawan, IPW: Itu Berlebihan

Jakarta, Aktual.co — Insiden intimidasi pelarangan liputan kepada awak media Aktual.co, oleh ajudan Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Prasetyo, berinisial ‘D’ sangat disayangkan.
Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengingatkan bahwa sebagai pejabat publik, setiap orang harus bersikap terbuka untuk menjelaskan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan publik.
“Sang ajudan maupun Prasetyo harus menyadari posisi ketua DPRD adalah pejabat publik, sementara wartawan di lindungi UU dalam menjalankan tugas jurnalistiknya,”  ucap Neta kepada Aktual.co, di Jakarta, Jumat (24/10).
Kalau pun kemudian, sambung Neta, menurut ajudannya, Prasetyo kesal saat ditanyai terus oleh wartawan soal alat kelengkapan DPRD DKI Jakarta, mungkin ada miskomunikasi antar yang bersangkutan dengan wartawan. Oleh karena itu, miskomunikasi ini yang perlu diluruskan.
“Namun diharapkan ajudan Ketua DPRD DKI tersebut jangan bersikap berlebihan. Sebagai ajudan yang bersangkutan justru harus membantu meluruskan miskomunikasi ini,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pembubaran Tim 11, Elite PDIP Bungkam

Jakarta, Aktual.co — Soal adanya informasi pembubaran diri Tim 11 PDI Perjuangan yang bertugas membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih awal terus menguap kepermukaan publik.
Namun, ketika dikonfirmasi kesejumlah para elit partai tersebut, mengaku tidak ada yang mengetahui.
Seperti yang disampaikan singkat oleh Politisi senior PDI Perjuangan, Pramono Anung ketika dikonfirmasi usai melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya, di Jalan Tengku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (24/10).
“Tidak tahu (soal Tim 11 yang membubarkan diri),” kata Pramono dari dalam mobil Toyota Land Cruiser hitam dengan kaca yang terbuka.
Sementara itu, ketika akan dikonfirmasi soal pertemuannya dengan orang nomor satu di partai berlambang kepala banteng tersebut pun, mantan wakil ketua DPR RI itu enggan menjelaskan.
“Saya ada pertemuan lagi ya, Maaf,” ucap Pramono dengan menutup kaca kendaraanya.
Sebelumnya sempat diberitakan, Tim 11 PDIP yang beranggotakan sejumlah akademisi dan praktisi ini bertugas membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga membubarkan diri. Tim ini sebenarnya dibentuk melakukan aneka kajian, mulai dari isu pertahanan, hukum, sosial budaya.
Padahal, menurut informasi, kontrak tim ini dengan Jokowi-JK berakhir pada tanggal 30 Oktober 2014. Selain itu dari hampir 100 nama calon menteri yang diajukan ke Jokowi terbentur dan terpental dengan sendirinya

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain