2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 42964

Prabowo : Sistem Ekonomi Indonesia Tak Mendukung Ketahanan Nasional



Jakarta, Aktual.co —Pada hari kedua(27/11) Seminar Series yang diadakan oleh Dewan Guru Besar Universitas Indonesia menghadirkan salah satu Capres yang cukup populer yaitu Prabowo Subianto. Dalam seminar yang bertemakan  “Indonesia Menjawab Tantangan : Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang” Prabowo merumuskan 4 tantangan yang akan dihadapi presiden Indonesia di masa mendatang, menipisnya sumber daya energi, ledakan jumlah penduduk Indonesia, sistem pemerintahan yang lemah, tidak efisien dan korup. Yang terakhir adalah ketidakseimbangan struktural ekonomi Indonesia.
Minyak, gas, batubara sudah semakin menipis jumlahnya. Tapi sampai saat ini pemerintah belum mempunyai tata kelola energi alternatif yang nyata. Sedangkan sumber-sumber energi yang terbatas itu sudah dikontrak dan dikuasai oleh asing, sehingga di berbagai daerah terjadi kelangkaan minyak maupun gas.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 240 juta jiwa, setiap tahun mengalami peningkatan sekitar 5 juta jiwa. Tetapi pemerintah tidak mempunyai program yang komprehensif dalam mengendalikan laju pertambahan penduduk, bahkan pertambahan jumlah penduduk belum mendapatkan perhatian sama sekali cenderung diabaikan. Padahal ledakan jumlah penduduk merupakan masalah yang serius.  
Prabowo juga menyoroti tentang fenomena pemekaran wilayah “Sudah terlalu berlebihan kabupaten yang dimekarkan, sehingga anggaran Negara habis tersedot untuk gaji pegawai, tunjangan bupati, fasilitas bupati dan seterusnya. Seharusnya anggaran untuk membangun jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, pendidikan terkuras untuk membangun rumah dinas bupati, mobil bupati, gaji pegawai baru sehingga terjadi pemborosan anggaran yang tidak efektif ”.
“Pemerataan pembangunan yang digadang-gadangkan pemerintah juga tidak terbukti”. Jelas prabowo. “60 % uang yang beredar di Indonesia ada di DKI, 30 % ada di kota provinsi lainnya dan yang berputar di desa-desa hanya 10%. Padahal 2/3 dari penduduk Indonesia tinggal di desa, Berarti 160 juta penduduk Indonesia hanya menguasai 10% dari uang yang beredar di Indonesia. Secara logika kemiskinan masih membelenggu desa-desa di Indonesia,” Ungkap Prabowo  
“Sistem ekonomi Indonesia sekarang tidak mendukung kesejahteraan, keadilan dan ketahanan nasional. Kekayaan nasional yang tidak dikelola secara optimal berakibat pada melemahnya berbagai aspek dan lini perangkat Negara.” Tutup Prabowo.    

Peraturan Bersama Pemilu 2014

Dari kiri ke kanan : Ketua Bawaslu Muhammad, Dirjen Kesbangpol Kemendagri Andi Tanribali Lamo, Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nurhidayat Sardini, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak, Ketua Komisi II Agun Gunandjar Sudarsa, Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, dan Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo berbincang sebelum mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2013). Rapat ini membahas peraturan bersama dalam rangka penyelenggaraan Pemilu 2014. Aktual/Tino Oktaviano

KPK Periksa Sutan Bhatoegana Terkait Suap SKK Migas

Ketua Komisi VII DPR, Sutan Bhatoegana (kiri), duduk sambil berbincang di lobi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum pemeriksaan, di Jakarta, Rabu (27/11/2013). Setelah pernah diperiksa pada kasus Proyek Hambalang, kini petinggi Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, diperiksa lagi KPK atas kasus berbeda, yaitu suap Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) pada 2012-2013. Aktual/Tino Oktaviano

UI Uji Kwalitas Calon Pemimpin Bangsa



Jakarta, Aktual.co —Universitas Indonesia merasa perlu mereview menyeluruh terhadap arah pembangunan nasional. Karena hampir di segala lini dan aspek, mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, energi, hingga pangan terjadi pelemahan peran negara. Untuk itu Universitas Indonesia menggelar seminar series “Indonesia Menjawab Tantangan : Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang” dari tanggal 26 sampai 30 November 2013.  Inilah wadah para calon pemimpin Indonesia mendatang, untuk mengemukakan gagasan dan pikiran guna mengatasi permasalahan bangsa.
Seminar yang berlangsung selama 5 hari ini akan menghadirkan tokoh-tokoh nasional, Prabowo Subianto, Dahlan Iskan, Gita Wiryawan, Surya Paloh, Wiranto, Irman Gusman, Tri Rismahariny, Megawati Soekarno Putri dan Joko Widodo. 
Dewan Guru Besar Universitas Indonesia berharap, para calon pemimpin Indonesia tersebut bisa saling memberi masukan untuk Indonesia yang lebih baik dan mengarah pada Indonesia sebagai bangsa pemenang.

Penggunaan Software Ilegal Sudah Meluas di Berbagai Bidang Industri Manufaktur dan Jasa.

Petugas dari Direktorat Jenderal Hak dan Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM menempelkan poster seruan tidak menggunakan software bajakan di pusat perdagangan komputer Harco Mangga Dua, Jakarta, Rabu (27/11/2013). Sepanjang Februari – September 2013, BSA The Software Alliance dibantu pihak kepolisian melakukan 50 razia terkait software bajakan. Barang bukti sitaan software bajakan bernilai 1,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 16,6 miliar. Aktual/Tino Oktaviano

Ratusan Dokter Melakukan Aksi Solidaritas Protes Kriminalisasi Dokter

Ratusan Dokter Indonesia Bersatu melakukan aksi solidaritas tolak kriminalisasi dokter di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11/2013). Aksi solidaritas serentak ini sebagai respon terhadap dokter Dewa Ayu yang divonis bersalah karena kelalaian yang berakibat meninggalnya pasien. Aktual/Tino Oktaviano

Berita Lain