Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli (tengah) bersama Anggota Panitia Pemberian Gelar Pahlawan Bambang W. Suharto (kiri) dan Budayawan Ridwan Saidi (kanan) menjadi pembicara dalam Dialog Pilar Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). Dialog tersebut membahas soal sikap kepahlawanan dalam kepemimpinan tahun 2014. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli (tengah) bersama Anggota Panitia Pemberian Gelar Pahlawan Bambang W. Suharto (kiri) dan Budayawan Ridwan Saidi (kanan) menjadi pembicara dalam Dialog Pilar Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). Dialog tersebut membahas soal sikap kepahlawanan dalam kepemimpinan tahun 2014. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli (tengah) bersama Anggota Panitia Pemberian Gelar Pahlawan Bambang W. Suharto (kiri) dan Budayawan Ridwan Saidi (kanan) menjadi pembicara dalam Dialog Pilar Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). Dialog tersebut membahas soal sikap kepahlawanan dalam kepemimpinan tahun 2014. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli (tengah) bersama Anggota Panitia Pemberian Gelar Pahlawan Bambang W. Suharto (kiri) dan Budayawan Ridwan Saidi (kanan) menjadi pembicara dalam Dialog Pilar Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). Dialog tersebut membahas soal sikap kepahlawanan dalam kepemimpinan tahun 2014. Aktual/Tino Oktaviano
Wakil Ketua MPR Melani Leimena Suharli (tengah) bersama Anggota Panitia Pemberian Gelar Pahlawan Bambang W. Suharto (kiri) dan Budayawan Ridwan Saidi (kanan) menjadi pembicara dalam Dialog Pilar Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). Dialog tersebut membahas soal sikap kepahlawanan dalam kepemimpinan tahun 2014. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) DPR Rieke Diah Pitaloka (tengah) dan Poempida Hidayatulloh (kanan) serta Koordinator Advokasi Migrant Care Nur Harsono memberikan keterangan pers terkait penangangan Amnesti TKI Overstayers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). DPR mencium adanya dugaan pemerasan dibalik proses pemberian amnesti TKI di Arab Saudi yang selesai pada 4 November 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) DPR Rieke Diah Pitaloka (tengah) dan Poempida Hidayatulloh (kanan) serta Koordinator Advokasi Migrant Care Nur Harsono memberikan keterangan pers terkait penangangan Amnesti TKI Overstayers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). DPR mencium adanya dugaan pemerasan dibalik proses pemberian amnesti TKI di Arab Saudi yang selesai pada 4 November 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) DPR Rieke Diah Pitaloka (tengah) dan Poempida Hidayatulloh (kanan) serta Koordinator Advokasi Migrant Care Nur Harsono memberikan keterangan pers terkait penangangan Amnesti TKI Overstayers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). DPR mencium adanya dugaan pemerasan dibalik proses pemberian amnesti TKI di Arab Saudi yang selesai pada 4 November 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) DPR Rieke Diah Pitaloka (tengah) dan Poempida Hidayatulloh (kanan) serta Koordinator Advokasi Migrant Care Nur Harsono memberikan keterangan pers terkait penangangan Amnesti TKI Overstayers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). DPR mencium adanya dugaan pemerasan dibalik proses pemberian amnesti TKI di Arab Saudi yang selesai pada 4 November 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Dua anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) DPR Rieke Diah Pitaloka (tengah) dan Poempida Hidayatulloh (kanan) serta Koordinator Advokasi Migrant Care Nur Harsono memberikan keterangan pers terkait penangangan Amnesti TKI Overstayers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2013). DPR mencium adanya dugaan pemerasan dibalik proses pemberian amnesti TKI di Arab Saudi yang selesai pada 4 November 2013. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja melakukan perawatan Monumen Patung Pembebasan Irian Barat di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (10/11/2013). Perawatan tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas bangunan patung, karena termasuk cagar budaya yang dilindungi. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja melakukan perawatan Monumen Patung Pembebasan Irian Barat di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (10/11/2013). Perawatan tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas bangunan patung, karena termasuk cagar budaya yang dilindungi. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja melakukan perawatan Monumen Patung Pembebasan Irian Barat di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (10/11/2013). Perawatan tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas bangunan patung, karena termasuk cagar budaya yang dilindungi. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja melakukan perawatan Monumen Patung Pembebasan Irian Barat di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (10/11/2013). Perawatan tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas bangunan patung, karena termasuk cagar budaya yang dilindungi. Aktual/Tino Oktaviano
Pekerja melakukan perawatan Monumen Patung Pembebasan Irian Barat di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (10/11/2013). Perawatan tersebut dilakukan secara rutin untuk menjaga kualitas bangunan patung, karena termasuk cagar budaya yang dilindungi. Aktual/Tino Oktaviano
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens (kanan) dan Ketua Komite Politik dan Hubungan Internasional GMNI Wilhelmus Wempy memberikan paparannya saat menjadi pembicara pada diskusi bertema "Siapa Figur Pemimpin Paling Pluralis" di Jakarta, Minggu (10/11/2013). Diskusi tersebut membahas survei pemimpin pluralis pada tahun pemilu 2014 mendatang. Aktual/Tino Oktaviano
Ketua Komite Politik dan Hubungan Internasional GMNI Wilhelmus Wempy, Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens dan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jerry Sumampouw (kiri kekanan) memberikan paparannya saat menjadi pembicara pada diskusi bertema "Siapa Figur Pemimpin Paling Pluralis" di Jakarta, Minggu (10/11/2013). Diskusi tersebut membahas survei pemimpin pluralis pada tahun pemilu 2014 mendatang. Aktual/Tino Oktaviano
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens (kanan) dan Ketua Komite Politik dan Hubungan Internasional GMNI Wilhelmus Wempy memberikan paparannya saat menjadi pembicara pada diskusi bertema "Siapa Figur Pemimpin Paling Pluralis" di Jakarta, Minggu (10/11/2013). Diskusi tersebut membahas survei pemimpin pluralis pada tahun pemilu 2014 mendatang. Aktual/Tino Oktaviano
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens (kanan) dan Ketua Komite Politik dan Hubungan Internasional GMNI Wilhelmus Wempy memberikan paparannya saat menjadi pembicara pada diskusi bertema "Siapa Figur Pemimpin Paling Pluralis" di Jakarta, Minggu (10/11/2013). Diskusi tersebut membahas survei pemimpin pluralis pada tahun pemilu 2014 mendatang. Aktual/Tino Oktaviano
Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens (kanan) dan Ketua Komite Politik dan Hubungan Internasional GMNI Wilhelmus Wempy memberikan paparannya saat menjadi pembicara pada diskusi bertema “Siapa Figur Pemimpin Paling Pluralis” di Jakarta, Minggu (10/11/2013). Diskusi tersebut membahas survei pemimpin pluralis pada tahun pemilu 2014 mendatang. Aktual/Tino Oktaviano
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tampak menangis saat menjemput jenazah suaminya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/11/2013). Rencananya, Hikmat Tomet akan disemayamkan di kompleks pemakaman keluarga di Ciomas, Serang pada Minggu (10/11/2013). Aktual/Tino Oktaviano
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tampak menangis saat menjemput jenazah suaminya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/11/2013). Rencananya, Hikmat Tomet akan disemayamkan di kompleks pemakaman keluarga di Ciomas, Serang pada Minggu (10/11/2013). Aktual/Tino Oktaviano
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tampak menangis saat menjemput jenazah suaminya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/11/2013). Rencananya, Hikmat Tomet akan disemayamkan di kompleks pemakaman keluarga di Ciomas, Serang pada Minggu (10/11/2013). Aktual/Tino Oktaviano
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tampak menangis saat menjemput jenazah suaminya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (9/11/2013). Rencananya, Hikmat Tomet akan disemayamkan di kompleks pemakaman keluarga di Ciomas, Serang pada Minggu (10/11/2013). Aktual/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.co —Politisi instan akan memunculkan politik tansaksional yang berpotensi menciptakan koruptor di masa mendatang. “Partai politik lebih memilih merekrut pribadi yang mempunyai nilai popularitas dibanding pribadi yang mempunyai kualitas dan integritas”. Papar Akbar Tanjung dalam kuliah budaya politik di rumah Pergerakan Perhimpunan Indonesia (8/11). Politisi senior Partai berlambang beringin itu juga mengkritisi semua partai yang ada di Indonesia tentang. Nilai perjuangan partai, sistem rekrutmen dan pendanaan partai, gagasan partai, dan faktor kepemimpinan. 4 point itu sering dilupakan saat partai-partai politik berkampanye, padahal point-point tersebut sangat penting dalam hal pendidikan politik kepada masyarakat. Akbar juga menambahkan, “Politisi itu bukan profesi melainkan panggilan jiwa, kepedulian untuk memperjuangkan sesuatu. Politisi juga harus memiliki sifat kepemimpinan yang bervisi negarawan sehingga seorang politisi akan menjauhkan diri dari sifat tamak dan rakus”.