12 April 2026
Beranda blog Halaman 431

Libur Akhir Pekan di Kota? Gas ke MOTION Motoplex Hadirkan City Ride hingga Lifestyle Urban

Jakarta, Aktual.com — Bagi masyarakat urban yang mencari alternatif weekend escape tanpa harus keluar kota, MOTION: Motoplex in Action hadir sebagai pilihan aktivitas akhir pekan yang memadukan otomotif, komunitas, dan gaya hidup. Event ini akan berlangsung serentak pada Sabtu, 20 Desember 2025, di berbagai dealer resmi Piaggio Group di Jakarta.

Mengusung konsep mototainment, MOTION menawarkan pengalaman akhir pekan yang berbeda dengan menghadirkan aktivitas berkendara, hiburan, serta ruang interaksi komunitas dalam suasana santai dan inklusif. Kehadirannya menyasar warga Jakarta yang ingin menikmati libur akhir pekan secara produktif, ringan, dan penuh pengalaman.

Kegiatan ini digelar secara bersamaan di empat lokasi strategis, yakni DPM Bandengan, Sinergi SCBD, Sinar Inti Kebon Jeruk, dan Gunung Selamat Pecenongan. Setiap dealer menghadirkan format acara serupa, namun dikemas sesuai karakter kawasan dan komunitas di sekitarnya, menjadikan MOTION terasa dekat dengan ritme kehidupan kota.

Jakarta yang dikenal sebagai pusat aktivitas otomotif dan gaya hidup dinilai menjadi latar ideal bagi konsep multilokasi ini. Melalui pendekatan 3E—Experience, Entertainment, and Empowerment—pengunjung dapat menikmati keseruan akhir pekan tanpa harus berdesakan di satu titik acara.

Sejak pertama kali digelar di berbagai kota di Indonesia, MOTION: Motoplex in Action konsisten menjadi ruang temu bagi pencinta otomotif dan lifestyle. Event ini membawa karakter khas brand Italia seperti Piaggio, Vespa, Aprilia, dan Moto Guzzi, yang kini dihadirkan lebih dekat dan relevan dengan keseharian masyarakat urban Jakarta.

PR & Communications Manager PT Piaggio Indonesia, Ayu Hapsari, menyebut format multilokasi ini dirancang agar MOTION menjadi bagian dari gaya hidup akhir pekan masyarakat kota.

“Melalui MOTION Jakarta yang digelar serentak di beberapa dealer, kami ingin menghadirkan pengalaman Motoplex yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat urban. Format ini memungkinkan lebih banyak pengunjung merasakan karakter setiap brand, sekaligus menjadikan MOTION sebagai agenda akhir pekan yang ringan, seru, dan relevan,” ujar Ayu, Jumat (19/12/2025).

Beragam aktivitas ditawarkan, mulai dari city ride dan community ride, test ride motor premium Piaggio Group, hingga coaching clinic seputar perawatan motor dan tips styling. Sejumlah dealer juga menghadirkan kolaborasi dengan brand lokal, menghadirkan unsur fashion dan kuliner yang memperkaya pengalaman akhir pekan.

Tak ketinggalan, pengunjung dapat melihat langsung model unggulan seperti Vespa Officina 8 dan Vespa LX 150 terbaru dengan mesin i-Get 150 cc, mempertegas perpaduan antara performa, desain, dan gaya hidup modern sebagai bagian dari urban weekend escape.

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

3,9 Juta Penumpang KA Diprediksi Bergerak! Menhub Ingatkan KAI Jangan Lengah Soal Keselamatan Nataru

Ilustrasi - calon penumpang kereta api berjubel mengantri untuk naik kereta api di stasiun Pasar Senin, Jakarta (Ist)

Jakarta, Aktual.com — Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebesar 3,29 persen atau sekitar 3,94 juta orang diprediksi menggunakan kereta api jarak jauh pada periode libur Nataru. Seiring potensi lonjakan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta agar manajemen keselamatan di sektor perkeretaapian ditingkatkan dan dijalankan secara disiplin.

Menhub Dudy menyatakan masa angkutan Nataru merupakan salah satu periode paling krusial dalam penyelenggaraan transportasi nasional, khususnya pada sektor perkeretaapian. Selain tingkat permintaan yang tinggi, beban operasional juga berlangsung lebih panjang dibandingkan periode normal.

“Dengan kondisi seperti ini, saya ingin menegaskan agar manajemen keselamatan perkeretaapian harus ditingkatkan dan dijalankan secara disiplin serta terukur,” ujar Dudy dalam Apel Gelar Pasukan Posko Angkutan Nataru 2025/2026 di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (18/12/2025).

Ia menjelaskan, penguatan manajemen keselamatan mencakup sejumlah aspek, antara lain penyiagaan personel yang memadai dan profesional, pemantauan intensif prasarana jalan rel, serta kesiapan peralatan dan sarana penanganan gangguan. Selain itu, mitigasi khusus juga harus dilakukan di daerah rawan banjir dan longsor, serta penguatan pengamanan di perlintasan sebidang berisiko tinggi.

“Keselamatan harus menjadi budaya, kebiasaan yang dibangun setiap hari di setiap lini kerja tanpa pengecualian. Keselamatan harus dikelola secara preventif dan berbasis data lapangan,” tegasnya.

Menhub menambahkan, pada masa libur Nataru 2025/2026, kereta api memegang peran strategis sebagai tulang punggung mobilitas nasional. Setiap gangguan layanan berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap lalu lintas jalan, bandara, pelabuhan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat, terlebih di tengah tantangan cuaca ekstrem.

“Tanggung jawab pada masa Nataru ini adalah tanggung jawab publik dalam skala nasional. Oleh karena itu, kesiapan operasional harus berada pada level tertinggi,” kata Dudy.

Ia juga mengingatkan kembali sejumlah insiden gangguan keamanan yang terjadi sebelumnya, termasuk kebakaran gerbong. Menurutnya, keselamatan perkeretaapian tidak hanya menyangkut faktor teknis dan alam, tetapi juga aspek nonteknis seperti keamanan dan ketertiban.

“Keselamatan perkeretaapian bukan hanya tanggung jawab internal PT KAI, tetapi hasil dari sinergi lintas sektor, termasuk Kemenhub, TNI, Polri, BMKG, BASARNAS, dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebagai informasi, total pergerakan masyarakat selama Nataru 2025/2026 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang. Stasiun Pasar Senen diprediksi menjadi stasiun asal terpadat dengan sekitar 1,21 juta penumpang, sementara Stasiun Yogyakarta menjadi tujuan terpadat dengan sekitar 805 ribu penumpang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Libur Nataru, Komdigi Gandeng Operator Sediakan Paket Komunikasi Khusus

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggandeng seluruh operator seluler di Indonesia untuk menyediakan paket komunikasi khusus selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan telekomunikasi dengan biaya yang lebih terjangkau di tengah meningkatnya aktivitas komunikasi selama masa liburan.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan akses komunikasi yang murah dan andal menjadi kebutuhan penting pada momen perayaan, ketika lalu lintas data dan panggilan meningkat signifikan.

“Untuk mendukung Nataru ini, ada diskon dan kemudahan tambahan yang akan diberikan oleh teman-teman operator kepada para pelanggan,” ujar Meutya dalam Apel Siaga Satuan Tugas Kualitas Layanan Telekomunikasi Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

Meutya meminta para operator seluler meningkatkan kapasitas base transceiver station (BTS) guna mengakomodasi lonjakan kebutuhan telekomunikasi masyarakat selama libur Nataru, yang diperkirakan meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari normal.

Untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga, Kemkomdigi membentuk Satuan Tugas Posko Bersama yang beroperasi mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Sebanyak 255 posko bersama disiagakan di berbagai daerah, termasuk 35 posko pengawasan spektrum frekuensi radio di bandara.

Posko-posko tersebut ditempatkan di titik-titik strategis, seperti simpul transportasi utama dan kawasan wisata, guna memantau kualitas jaringan serta merespons cepat apabila terjadi gangguan layanan.

Selain itu, operator seluler juga diminta memperhatikan ketersediaan cadangan energi pada infrastruktur telekomunikasi, mengingat meningkatnya risiko bencana akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah.

“Sesuai arahan Presiden, kita mencermati wilayah dengan potensi hujan tinggi. Operator kami minta memastikan cadangan energi, seperti genset dan baterai cadangan, dalam kapasitas penuh, terutama di daerah kritis,” tegas Meutya.

Mengakhiri sambutannya, Meutya memberikan apresiasi dan semangat kepada seluruh petugas, termasuk pegawai Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di daerah, yang tetap siaga bertugas selama masa libur Nataru.

“Meskipun yang lain berlibur, teman-teman Balmon justru memasuki masa sibuk. Kami minta terus berkoordinasi dengan operator jika terjadi penurunan kualitas layanan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Libur Nataru, Kemkomdigi Siagakan 255 Posko Telekomunikasi di Seluruh Indonesia

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiagakan 255 posko monitoring telekomunikasi di seluruh Indonesia guna memastikan layanan komunikasi masyarakat tetap lancar, aman, dan bebas gangguan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan liburan akhir tahun.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa konektivitas yang andal merupakan faktor penting dalam keselamatan publik, terutama di titik-titik padat perjalanan dan kawasan wisata.

“Kami menyiagakan 255 posko bersama yang akan bekerja mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 untuk memastikan layanan telekomunikasi berjalan dengan baik,” ujar Meutya usai Apel Siaga Satuan Tugas Kualitas Layanan Telekomunikasi Nataru 2025/2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2025).

Posko bersama tersebut ditempatkan di berbagai titik strategis, antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Rest Area KM 57, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, serta Pelabuhan Tanjung Pinang di Kabupaten Bintan. Selain itu, posko juga didirikan di kawasan wisata seperti Pantai Kuta Bali, Art Center Rantepao Toraja, dan Manado Town Square.

Kemkomdigi juga mengoperasikan posko pusat koordinasi utama di Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT), Gedung Kemkomdigi, Jakarta, serta posko pemantauan di seluruh bandara melalui 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) di daerah.

Meutya menegaskan, posko-posko tersebut merupakan tambahan di luar posko dan gerai layanan yang telah disiapkan oleh masing-masing operator seluler.

“Jadi, 255 posko ini merupakan tambahan dari gerai-gerai yang sudah dimiliki operator seluler,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan Kemkomdigi turut mendukung penyebaran informasi early warning system (EWS) di wilayah rawan bencana dan titik rawan kecelakaan.

“Kemkomdigi bekerja sama menyediakan layanan SMS blast untuk informasi EWS dan informasi darurat lalu lintas bersama Korlantas Mabes Polri,” kata Wayan.

Selain itu, Kemkomdigi juga memastikan layanan darurat terpadu melalui call center 112 tetap aktif di Provinsi DKI Jakarta dan 179 kabupaten/kota, guna memudahkan masyarakat mengakses bantuan darurat selama periode Nataru.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Waspada Cuaca Buruk! Pemerintah Siaga Penuh Amankan Transportasi Jelang Libur Nataru

Presiden Prabowo Subianto hadir meninjau langsung pelayanan transportasi publik yang menjadi nadi mobilitas warga Jakarta. Kepala Negara bergabung dengan para penumpang KRL (kereta rel listrik) dan menaiki gerbong kereta menuju Stasiun Tanah Abang Baru. Aktual/BPMI-SETPRES

Jakarta, Aktual.com — Pemerintah memfokuskan perhatian pada potensi cuaca ekstrem menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir tahun. Kondisi cuaca dinilai menjadi faktor krusial dalam menjamin keselamatan dan kelancaran penyelenggaraan transportasi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi rujukan utama pemerintah dalam menyiapkan langkah antisipasi dan mitigasi risiko.

“Perkiraan BMKG harus benar-benar kita jadikan referensi agar langkah antisipasi dan mitigasi bisa dilakukan secara tepat,” ujar AHY, Jumat (19/12/2025), usai rapat koordinasi lintas kementerian di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

AHY menjelaskan, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan bencana yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor, khususnya di jalur-jalur utama transportasi darat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum diminta menyiapkan alat berat dan material di lokasi-lokasi strategis.

Selain kesiapan infrastruktur, sektor transportasi juga menjadi perhatian utama. Menurut AHY, Kementerian Perhubungan secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap moda transportasi darat, laut, dan udara menjelang periode libur akhir tahun, terutama moda yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca.

“Kita berusaha untuk benar-benar waspada dan tidak lengah, terutama pada moda yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah perjalanan masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mencapai sekitar 120 juta perjalanan. Evaluasi terhadap penyelenggaraan Nataru sebelumnya serta arus mudik Lebaran tahun ini menunjukkan adanya perbaikan, termasuk penurunan angka kecelakaan dan korban di jalan.

“Keselamatan adalah prioritas utama, kemudian baru kenyamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat,” tegas AHY.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menyatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi teknis berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan atau ramp check terhadap seluruh moda transportasi, peningkatan kampanye keselamatan, serta penyiapan skenario penanganan kondisi darurat, khususnya pada sektor transportasi laut.

“Termasuk, teman-teman kita sudah menyiapkan skenario jika terjadi kondisi darurat, apa yang harus dilakukan sudah dipersiapkan,” ujar Suntana.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga dilakukan bersama TNI Angkatan Laut dan kepolisian untuk pengamanan jalur-jalur transportasi yang diperkirakan padat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Krisis Sampah di Perkotaan, Eddy Soeparno Dorong Solusi Sementara Sebelum Impelementasi WTE

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno merespons masalah lingkungan yang terjadi di Tangerang Selatan akibat tumpukan sampah dan penutupan TPA Cipeucang. Eddy mendorong adanya solusi sementara menanggulangi sampah sebelum diterapkannya Teknologi Waste to Energi (WTE).

“Pemerintah sudah berkomitmen untuk menangani masalah sampah secara komprehensif dengan Peraturan Presiden No. 109 Tahun 2025. Dalam tahapan menuju implementasi Waste to Energy tersebut diperlukan solusi jangka menengah sebagai solusi sementara sebelum proyek WTE bisa direalisasikan,” kata Eddy.

Seperti diketahui permasalahan sampah di Tangerang Selatan mencuat setelah timbunan sampah yang terjadi di Pasar Ciputat dan ruang publik lainnya dan mengganggu warga. Hal ini terjadi akibat ditutupnya TPA Cipeucang karena tuntutan warga akibat dugaan pencemaran lingkungan.

Menurut Eddy Soeparno, apa yang terjadi di Tangsel merupakan indikasi awal terjadinya masalah serupa di wilayah perkotaan lain yang saat ini masih dalam tahap awal untuk persiapan implementasi Waste to Energy berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2025.

Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan, solusi sementara dapat dimulai dari penguatan layanan dasar pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pengangkutan sampah, penataan tempat penampungan sementara, serta penertiban praktik pembuangan liar yang masih banyak terjadi di kawasan perkotaan.

Selain itu, Eddy mendorong penerapan pemilahan sampah yang sederhana di tingkat masyarakat, dengan fokus pada pemisahan sampah organik dan anorganik bernilai. Eddy menjelaskan, penerapan solusi sementara ini bukan hanya di Tangsel tapi juga untuk kota-kota yang menghadapi masalah yang sama.

“Pendekatan bertahap ini lebih efektif untuk diterapkan secara luas dibandingkan skema pemilahan yang terlalu kompleks dan sulit dijalankan di lapangan,” lanjutnya.

Eddy juga menilai pengolahan sampah organik secara terdesentralisasi perlu segera diperluas, terutama di pasar tradisional, kawasan komersial, dan lingkungan permukiman padat.

“Komposting skala lingkungan dan komunal dapat secara signifikan mengurangi volume sampah basah yang selama ini menjadi sumber bau, pencemaran, dan keluhan masyarakat,” lanjutnya.

Secara khusus  Eddy menekankan pentingnya penguatan tata kelola di tingkat daerah melalui pembentukan satuan tugas atau project management office yang secara khusus mengawal kesiapan implementasi Perpres 109 Tahun 2025.

“Kesiapan data, koordinasi lintas sektor, serta komunikasi yang transparan dengan masyarakat merupakan prasyarat utama agar kebijakan pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan diterima publik,” tutupnya.

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menanggapi penumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik di Kota Tangerang Selatan. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut perlu disikapi secara konstruktif dan menjadi momentum untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

“Persoalan sampah ini harus dilihat sebagai tantangan bersama. Yang terpenting adalah memastikan sampah di ruang publik dan permukiman warga segera tertangani, sambil menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang yang lebih kuat,” ujarnya.

Eddy mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan langkah-langkah cepat, seperti penyiapan lokasi penampungan sementara yang layak, pengaturan pengangkutan yang lebih terkoordinasi, serta kerja sama lintas wilayah agar pelayanan persampahan tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu masyarakat.

Lebih lanjut, Eddy menilai bahwa kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya percepatan transformasi pengelolaan sampah nasional. Ia mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah memiliki payung kebijakan melalui Peraturan Presiden tentang percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.

“Perpres Waste to Energy memberikan landasan hukum yang kuat bagi daerah untuk mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir. Sampah tidak hanya dipandang sebagai beban, tetapi juga sebagai sumber energi dan nilai ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan skema waste to energy perlu didorong secara bertahap dan realistis, disertai peningkatan pemilahan sampah dari sumber, penguatan bank sampah, serta edukasi masyarakat. Dengan pendekatan ini, volume sampah yang harus dibuang ke TPA dapat ditekan secara signifikan.

Pimpinan MPR ini menekankan bahwa implementasi kebijakan waste to energy membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, swasta, dan masyarakat. Dukungan regulasi, pembiayaan, dan teknologi harus berjalan seiring agar solusi ini benar-benar dapat diterapkan secara efektif.

“Jika dikelola dengan baik, kebijakan waste to energy bukan hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan energi dan target penurunan emisi. Ini sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang sedang kita dorong bersama,” tambahnya.

Waketum PAN tersebut berharap persoalan penumpukan sampah di Tangerang Selatan dapat segera teratasi dan menjadi pelajaran penting untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih modern, tangguh, dan ramah lingkungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain