11 April 2026
Beranda blog Halaman 43334

Money Politic Bukti Kegagalan Partai



Jakarta, Aktual.co —Money politic bukan sesuatu yang baru di alam demokrasi Indonesia, para calon legeslatif dan partai politik juga sudah berhitung dan menyiapkan anggaran guna mengambil simpati para calon pemilihnya. Faktor terjadinya praktek money politic di karenakan partai politik atau calon legeslatif tidak mampu mendekatkan diri kepada para calon pemilih sehingga menyebabkan politik transaksional.   
Dengan berlatar belakang, seberapa besar politik uang mempengaruhi politik elektoral Indonesia. Indikator Politik Indonesia mengadakan survey nasional di 39 Dapil, tiap Dapil diambil 400 sampel. Responden terpilih, diwawancarai dengan tatap muka. Responden merupakan WNI yang mempunyai hak pilih, berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat dilakukan wawancara pada bulan September – Oktober 2013. 
Hasil survey menunjukan 41,5% responden menganggap politik uang merupakan hal yang wajar, fenomena tersebut merupakan bukti gagalnya pendidikan politik di Indonesia. 55,7% responden akan menerima pemberian, tapi memilih calon sesuai dengan hati nuraninya. “Ibarat penipu kecil yang ingin menipu perampok besar”. Jelas Burhanudin selaku direktur Indikator Politik Indonesia.
Indikator Politik Indonesia menyimpulkan hasil surveynya, semakin rendah pendidikan dan penghasilanya semakin tinggi toleransinya terhadap politik uang. Semakin kecil jumlah konstituennya maka semakin besar potensi politik uang. Bisa disimpulkan Pilkades berpotensi besar politik uang dari pada Pilpres, Pemilihan DPRD lebih berpotensi politik uang dibanding pemilihan DPR-RI.

Turun 37 Poin, IHSG Terdesak Kurs Rupiah dan Isu The Fed

Sejumlah pialang mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (13/12/2013). Pada penutupan perdagangan di BEI) pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkulai lemas menutup perdagangan pekan kedua Desember 2013. Tekanan pelemahan kurs rupiah di level 12 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) serta isu penarikan stimulus Bank Sentral, The Federal Reserves, membuat IHSG terpuruk. Aktual/Tino Oktaviano

Pertamina Luncurkan Pertamax Point Rewards

Model memperlihatkan kartu Pertamax Point Rewards saat peluncuran program loyalitas pelanggan “Pertamax Point Rewards” di Jakarta, Jumat (13/12/2013). Pertamina meluncurkan program Pertamax Point Rewards untuk meningkatkan loyalitas pelanggan dan mendorong masyarakat menggunakan Pertamax. Aktual/Tino Oktaviano

Rapat Jokowi di DPR Sepi Anggota Komisi IV

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendengarkan pertanyaa anggota DPR Komisi IV, saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR di gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (12/12/2013). Rapat itu membahas reklamasi Pantai Utara Jakarta. Tapi sayang, tidak semua anggota Komisi IV hadir. Atau minimal setengahnya pun tidak. Aktual/Tino Oktaviano

Rp. 1,4 Triliun Uang Rakyat Untuk Partai



Jakarta, Aktual.co —Di tengah kebanggaan sebagai salah satu bangsa demokratis terbesar di dunia, justru 3 dari 4 pilar kebangsaan nya membusuk. Eksekutif, legeslatif dan yudikatif selalu seia sekata dalam bermufakat jahat. Hampir setiap hari oknum-oknum dari 3 institusi tersebut berdatangan ke KPK untuk menyampaikan keteranganya ke para penyidik. 
Dari 3 pilar kebangsaan yang busuk itu, legeslatif menempati posisi terbusuk. Politisi dan Korupsi bagaikan obyek dan bayanganya, selalu berjalan berdampingan. Legeslatif yang mengemban amanat rakyat untuk mengawasi anggaran yang dijalankan eksekutif, justru mendesain anggaran untuk dilaksanakan oleh eksekutif. Padahal APBN dan APBD sudah mengalokasikan dana sebesar  Rp. 1,4 Triliun ke partai politik untuk masa 5 tahun.
Sesuai PP. Nomor 83 tahun 2012, Bantuan Keuangan kepada Partai Politik digunakan untuk melaksanakan pendidikan politik bagi anggota Partai Politik dan masyarakat paling sedikit 60 %. Tapi kenyataanya sebagian besar dana bantuan dari pemerintah itu digunakan untuk operasional Partai, bukan untuk pendidikan politik ke masyarakat. Ada sebagian pengurus Partai yang menyandarkan hidupnya pada Partai, Jelas Ucok ditengah diskusi politik kebangsaan yang diselenggarakan oleh International Conference Islamic Scholarship (ICIS)(11/12).

Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva Usai Diperiksa KPK

Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva disambut kerumunan wartawan saat ke luar gedung usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis (12/12/2013). Hamdan Zoelva diperiksa penyidik sebagai saksi dengan tersangka Akil Mochtar terkait dugaan suap penanganan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Aktual/Tino Oktaviano

Berita Lain