Jalan layang non tol Kampung Melayu hingga Tanah Abang yang melintas di atas jalan Dr Satrio, Jakarta, Selasa (29/10/2013). Panjang jalan layang tersebut membentang dari jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang hingga ke Kampung Melayu sepanjang 2,3 km. Jalan ini direncanakan rampung akhir November 2013 mendatang. Proyek tersebut tidak memiliki hambatan lagi. Sebab, utang proyek senilai Rp 24 miliar yang sempat membuat proyek terhenti April lalu telah dilunasi Pemprov DKI. Aktual/Tino Oktaviano
Jalan layang non tol Kampung Melayu hingga Tanah Abang yang melintas di atas jalan Dr Satrio, Jakarta, Selasa (29/10/2013). Panjang jalan layang tersebut membentang dari jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang hingga ke Kampung Melayu sepanjang 2,3 km. Jalan ini direncanakan rampung akhir November 2013 mendatang. Proyek tersebut tidak memiliki hambatan lagi. Sebab, utang proyek senilai Rp 24 miliar yang sempat membuat proyek terhenti April lalu telah dilunasi Pemprov DKI. Aktual/Tino Oktaviano
Jalan layang non tol Kampung Melayu hingga Tanah Abang yang melintas di atas jalan Dr Satrio, Jakarta, Selasa (29/10/2013). Panjang jalan layang tersebut membentang dari jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang hingga ke Kampung Melayu sepanjang 2,3 km. Jalan ini direncanakan rampung akhir November 2013 mendatang. Proyek tersebut tidak memiliki hambatan lagi. Sebab, utang proyek senilai Rp 24 miliar yang sempat membuat proyek terhenti April lalu telah dilunasi Pemprov DKI. Aktual/Tino Oktaviano
Jalan layang non tol Kampung Melayu hingga Tanah Abang yang melintas di atas jalan Dr Satrio, Jakarta, Selasa (29/10/2013). Panjang jalan layang tersebut membentang dari jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang hingga ke Kampung Melayu sepanjang 2,3 km. Jalan ini direncanakan rampung akhir November 2013 mendatang. Proyek tersebut tidak memiliki hambatan lagi. Sebab, utang proyek senilai Rp 24 miliar yang sempat membuat proyek terhenti April lalu telah dilunasi Pemprov DKI. Aktual/Tino Oktaviano
Jalan layang non tol Kampung Melayu hingga Tanah Abang yang melintas di atas jalan Dr Satrio, Jakarta, Selasa (29/10/2013). Panjang jalan layang tersebut membentang dari jalan KH Mas Mansyur Tanah Abang hingga ke Kampung Melayu sepanjang 2,3 km. Jalan ini direncanakan rampung akhir November 2013 mendatang. Proyek tersebut tidak memiliki hambatan lagi. Sebab, utang proyek senilai Rp 24 miliar yang sempat membuat proyek terhenti April lalu telah dilunasi Pemprov DKI. Aktual/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.co — Makna dan semangat sumpah pemuda benar-benar ada dalam jiwa pemuda Indonesia, ini bisa dilihat dari antusiasme para pemuda dalam memaknai hari sumpah pemuda yang selalu diperingati setiap tanggal 28 oktober. Untuk memaknai semangat sumpah pemuda, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bekerjasama dengan Inside Of Indonesia (IOI) melounching Circuit Creative Indonesia, Senin (28/10). Circuit Creative Indonesia merupakan wadah bagi para pemuda untuk menyalurkan kreativitasnya di bidang musik, seni budaya, dan industri kreatif. Event yang akan digelar setiap jumat, sabtu dan minggu selama setahun kedepan akan memberikan ruang untuk music indie, indie movie, stand up comedy dan ruang pamer untuk industri kreatif. Dalam sambutanya, ketua KNPI, Toufan EN Rotorasiko menyatakan bahwa bangsa Indonesia sangat mendapat perhatian dari dunia internasional, tinggal kemauan pemuda Indonesia untuk menaklukan dunia, jalan sudah terbuka lebar. Dalam kesempatan itu juga diberikan penghargaan kepada duta – duta Inside Of Indonesia yang dengan gigihnya mengenalkan seni, budaya, pariwisata dan industri kreatif Indonesia ke dunia Internasional.
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Mantan Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo (kiri) berjabat tangan dengan Kapolri terpilih Komjen Pol Sutarman (kanan), melakuka saat menghadiri upacara serah terima jabatan di Markas Korps Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (29/10/2013). Kapolri Komjen Pol Sutarman berjanji dalam tugasnya akan menyukseskan pengamanan penyelenggaraan pemilu 2014 dan mengusut tuntas kasus teror terhadap anggota Polri. Aktual/Oke Dwi Atmaja
Jakarta, Aktual.co —Sudah menjadi rutinitas dan bukan hal yang luar biasa setiap tanggal 28 Oktober selalu diperingati sebagai hari sumpah pemuda, setiap instansi pemerintah mewajibkan pegawainya untuk mengikuti upacara bendera, seluruh jajaran akademisi juga membacakan dengan lantangnya teks sumpah pemuda, ritual tersebut diadakan setiap tahun dan menyeluruh di pelosok tanah air. “Hanya pemuda yang mampu mengubah dunia, Pemuda yang akan mengisi pembangunan, Hanya pemuda tumpuan bangsa, Hanya pemuda yang mampu mengibarkan merah putih”. Itulah penggalan kalimat klise yang selalu di kumandangkan para tetua disetiap upacara sumpah pemuda. Mereka, para tetua yang duduk dan memangku amanat rakyat sangat tahu peran pemuda dalam membangun bangsa Indonesia, sangat tahu kualitas pemuda Indonesia, dan sangat tahu potensi pemuda Indonesia, tetapi kenapa mereka tidak menyerahkan tanggung jawab yang di embannya kepada para pemuda ?. Para tetua yang sekarang mengemban tampuk pimpinan juga pernah muda dan berprestasi, punya rasa nasionalis dan ideologi yang tinggi, tapi dengan berjalannya waktu ideologi itu tergerus oleh korupsi yang sudah membumi.
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.
Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 - 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.
Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 - 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.
Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 - 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.
Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 - 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.
Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 - 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.
Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 - 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
Ribuan buruh melakukan aksi mogok kerja di Kawasan Industri Pulogadung (KIP), Jakarta Timur, Senin (28/10/2013). Aksi tersebut menandakan dimulainya aksi mogok nasional yang rencananya akan terus digelar hingga 1 November mendatang.Dalam aksinya, para buruh menuntut pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Sistem Pengupahan Nasional. Karena Inpres itu bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan dan sangat merugikan buruh karena UMP/UMK 2014 dinaikkan cuma 5 – 10 persen. Aktual/Tino Oktaviano
CEO Katapedia Deddy Rahman memaparkan hasil survei tentang peta persaingan partai politik dan kandidat calon presiden tahun 2014 di Jakarta, Senin (28/10/2013). Hasil survei menunjukkan secara umum popularitas tiga partai yaitu Partai Golkar (89,1 persen), PDI Perjuangan (89,0 persen) dan Partai Demokrat (80 persen) tertinggi di antara partai lainnya sedangkan popularitas capres tertinggi yaitu Aburizal Bakrie (78,4 persen), Jokowi (76 persen) dan Prabowo Subianto (66,3 persen). Aktual/Tino Oktaviano
CEO Katapedia Deddy Rahman memaparkan hasil survei tentang peta persaingan partai politik dan kandidat calon presiden tahun 2014 di Jakarta, Senin (28/10/2013). Hasil survei menunjukkan secara umum popularitas tiga partai yaitu Partai Golkar (89,1 persen), PDI Perjuangan (89,0 persen) dan Partai Demokrat (80 persen) tertinggi di antara partai lainnya sedangkan popularitas capres tertinggi yaitu Aburizal Bakrie (78,4 persen), Jokowi (76 persen) dan Prabowo Subianto (66,3 persen). Aktual/Tino Oktaviano
CEO Katapedia Deddy Rahman memaparkan hasil survei tentang peta persaingan partai politik dan kandidat calon presiden tahun 2014 di Jakarta, Senin (28/10/2013). Hasil survei menunjukkan secara umum popularitas tiga partai yaitu Partai Golkar (89,1 persen), PDI Perjuangan (89,0 persen) dan Partai Demokrat (80 persen) tertinggi di antara partai lainnya sedangkan popularitas capres tertinggi yaitu Aburizal Bakrie (78,4 persen), Jokowi (76 persen) dan Prabowo Subianto (66,3 persen). Aktual/Tino Oktaviano
CEO Katapedia Deddy Rahman memaparkan hasil survei tentang peta persaingan partai politik dan kandidat calon presiden tahun 2014 di Jakarta, Senin (28/10/2013). Hasil survei menunjukkan secara umum popularitas tiga partai yaitu Partai Golkar (89,1 persen), PDI Perjuangan (89,0 persen) dan Partai Demokrat (80 persen) tertinggi di antara partai lainnya sedangkan popularitas capres tertinggi yaitu Aburizal Bakrie (78,4 persen), Jokowi (76 persen) dan Prabowo Subianto (66,3 persen). Aktual/Tino Oktaviano
CEO Katapedia Deddy Rahman memaparkan hasil survei tentang peta persaingan partai politik dan kandidat calon presiden tahun 2014 di Jakarta, Senin (28/10/2013). Hasil survei menunjukkan secara umum popularitas tiga partai yaitu Partai Golkar (89,1 persen), PDI Perjuangan (89,0 persen) dan Partai Demokrat (80 persen) tertinggi di antara partai lainnya sedangkan popularitas capres tertinggi yaitu Aburizal Bakrie (78,4 persen), Jokowi (76 persen) dan Prabowo Subianto (66,3 persen). Aktual/Tino Oktaviano