5 April 2026
Beranda blog Halaman 43370

Anis Matta dan Ayu Azhari Jadi Saksi Sidang Ahmad Fathanah

Presiden Partai Keadialan Sejahtera (PKS) Anis Matta (kiri), bersama Artis Ayu Azhari (kanan) menjadi saksi dalam sidang lanjutan Ahmad Fathanah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (26/9/2013). Selain Anis dan Ayu ada delapan saksi lainnya yaitu artis Ayu Azhari, Sefti Sanustika, Yuli Puspita Sari, Evi Anggraini (Komisaris PT Intim Perkasa), Andi Pakurimba Sose (Direktur PT Intim Perkasa), Andi Reiza Akbar Sose (Direktur Operasional PT Intim Perkasa), Nur Hasan (sopir Fathanah), dan Henry Sutiyo, dalam kasus kepengurusan kuota impor daging sapi. Aktual/Oke Dwi Atmaja

MOMBA 2013 STKIP Kusuma Negara

Jakarta, Aktual.co —Pada tanggal 21 sampai 22 September 2013, STKIP Kusuma Negara Jakarta melaksanakan Masa Orientasi Mahasiswa Baru 2013, MOMBA 2013 yang diikuti 1300 calon mahasiswa bertujuan untuk menyamakan visi dan misi agar selaras dengan visi STKIP Kusuma Negara, mengingat para calon mahasiswa memiliki latar belakang pendidikan, lingkungan, status sosial yang berbeda-beda.

Pada acara tersebut Hayono Isman juga berkesempatan memberi pembekalan kepada calon mahasiswa baru, beliau sangat terkesan dengan para calon mahasiswa yang memilih jurusan Ilmu Pendidikan dikarenakan profesi pendidik merupakan profesi yang kurang mendapat minat digenerasi sekarang ini. Padahal kecerdasan bangsa Indonesia kedepan tergantung kepada para calon pendidik yang berkualitas, serta pemerintah juga sudah menganggarkan 20 persen dari APBN untuk pendidikan.

KPK Kembali Periksa Ike Wijayanto

Mantan Pelaksana Teknis Panitera Muda Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Bandung, Ike Wijayanto keluar usai diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (25/9/2013). Ike diduga orang yang memperkenalkan Manajer SDM PT Onamba Indonesia Odih Juanda dengan hakim Imas pada awal November 2010. Ike juga diduga meminta ongkos perkara Rp 10 juta. KPK menangkap tangan Imas dan Odih kala serah terima uang Rp 200 juta di Restoran La Ponyo, Bandung, Jawa Barat. Aktual/Oke Dwi Atmaja

APEC Akan Memiskinkan Rakyat Indonesia

Jakarta, Aktual.co —APEC (Asia Pasific Economic Cooporation) merupakan wadah kerjasama bangsa-bangsa di kawasan Asia Pasifik di bidang ekonomi yang secara resmi dibentuk bulan November 1989 di Canberra, Australia. Lahirnya APEC dilatarbelangi oleh gagalnya perundingan “Putaran Uruguay” yang membahas tentang pasar bebas, sehingga memicu proteksi setiap negara dan akan menghambat pasar bebas. Untuk itu APEC dibentuk dengan tujuan meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi di Asia Pasific, maka pada KTT APEC ke 6 di bogor tahun 1994 menghasilkan kesepakatan bea masuk      0 %  dan 5 % yang lebih terkenal dengan sebutan “Bogor Goals”.

Perlu digaris bawahi adalah tujuan APEC yang meliberalisasi perdagangan dan investasi, tujuan tersebut akan sangat menguntungkan bagi negara – negara yang sudah mapan industri didalam negerinya dan negara yang mempunyai kapital besar untuk berinvestasi dinegara berkembang, campur tangan pemerintah akan semakin kecil semua keputusan akan ditentukan oleh pasar, jadi para pengusaha kecil akan bersaing langsung dengan korporasi besar.

Indonesia dalam beberapa bulan belakangan sedang menghadapi krisis yang di karenakan Defisit Neraca Perdagangan, Defisit Neraca Pembayaran dan Defisit APBN justru sedang semangat-semagatnya menyambut KTT APEC ke 25 yang akan diadakan dari tanggal 1 sampai 8 Oktober 2013 di Bali.

Liberalisasi perdagangan akan berdampak semakin besar Defisit Neraca Perdagangan, pasar Indonesia akan dipenuhi produk-produk impor yang jauh lebih murah dari pada produk dalam negeri, kartel dan mafia perdagangan akan semakin mudah menguasai pasar domestik. Sedangkan industri dalam negeri akan sulit bersaing dikarenakan minimnya infrastruktur yang berakibat pada produksi berbiaya tinggi.

Liberalisasi Investasi akan memberi kebebasan para kapitalis untuk menghisap sumber daya alam Indonesia, sedangkan rakyat Indonesia hanya bisa menjadi buruh dan menyaksikan kekayaan alam Indonesia dinikmati oleh bangsa asing.  

Simon Kembali Diperiksa KPK

Komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya menaiki tangga saat akan diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Rabu (25/9/2013). Pemeriksaan Simon kali ini dalam kapasitas sebagai saksi. Simon merupakan tersangka dalam kasus suap senilai hampir Rp 14 miliar kepada mantan Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini. Aktual/Oke Dwi Atmaja

Khofifah Gugat Kemenangan Karsa

Pasangan calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawireja (BerKah) didampingi kuasa hukumnya saat menghadiri sidang perdana dalam kasus sengketa Pilgub Jawa Timur di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (24/9/2013). Pasangan BerKah mengugat hasil Pilgub Jatim yang diduga terjadi kecurangan penggelembungan suara dan dopping anggaran terhadap Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Aktual/Oke Dwi Atmaja

Berita Lain