4 April 2026
Beranda blog Halaman 472

Menko Airlangga Pastikan Regulasi UMP 2026 Rampung, Pengumuman Resmi?

Jakarta, Aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan regulasi terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 telah selesai diparaf dan menunggu tahap final sebelum diumumkan secara resmi. Kepastian ini menjadi perhatian publik, mengingat penetapan UMP 2026 akan berdampak langsung pada jutaan pekerja di seluruh Indonesia.

“Regulasi sudah diparaf,” kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah belum dapat mengumumkan besaran UMP 2026 karena masih menunggu hasil sosialisasi yang sedang berjalan. Ia menegaskan bahwa penetapan UMP tahun depan tetap mengikuti formula ekonomi yang berlaku, termasuk inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan variabel terkait lainnya.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bahwa survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) telah selesai dan menjadi dasar penting dalam perhitungan UMP di setiap provinsi.

“Penyesuaian upah minimum akan berbeda antar daerah, tergantung hasil survei KHL masing-masing,” ujar Yassierli di Istana Kepresidenan usai rapat bersama Presiden Prabowo, Kamis (27/11/2025).

Menurut Yassierli, penggunaan hasil survei KHL diharapkan mampu membuat penetapan UMP 2026 lebih adil, relevan dengan kondisi ekonomi lokal, serta mengurangi disparitas upah antarwilayah.

Dengan regulasi UMP 2026 yang telah diparaf dan formula yang sudah ditetapkan, pemerintah meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dalam waktu dekat. Airlangga menegaskan bahwa aturan baru ini dirancang untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi tenaga kerja sekaligus menjaga stabilitas dunia usaha.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Raja Juli Akan Cabut 20 Izin PBPH di Area Terdampak Banjir Sumatera

Menhut Raja Juli Antoni (ketiga kiri) dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/12/2025). ANTARA/HO-Kemenhut/am.
Menhut Raja Juli Antoni (ketiga kiri) dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (ketiga kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/12/2025). ANTARA/HO-Kemenhut/am.

Jakarta, aktual.com – Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengatakan pihaknya akan mencabut 20 izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang mencakup area seluas 750 ribu hektare (ha), termasuk di area terdampak banjir di Sumatera.

Dalam pernyataan terkonfirmasi dari Jakarta, Jumat (5/12), Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan sebelumnya Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sudah mencabut 18 PBPH seluas 526.144 ha pada Februari 2025, sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

“Kementerian Kehutanan, atas persetujuan Bapak Presiden akan kembali mencabut izin sekitar 20 PBPH berkinerja buruk seluas kurang lebih 750 ribu hektare di seluruh Indonesia, termasuk pada tiga provinsi terdampak banjir,” tuturnya.

Ia menyampaikan akan melakukan moratorium baru PBPH di Hutan Alam dan Hutan Tanaman.

“Saya juga akan memoratorium izin baru PBPH hutan alam dan hutan tanaman,” tambahnya.

Terkait dengan banyaknya gelondongan kayu yang terseret banjir dan longsor di wilayah Sumatera, Menhut menyebut akan melakukan investigasi dan evaluasi terkait kejadian tersebut.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Polri untuk melakukan investigasi dan penegakan hukum terkait temuan tersebut.

Menhut Raja Antoni menjelaskan bahwa Kemenhut sudah memiliki data awal berdasarkan pemindaian drone di sejumlah titik terdampak. Selain itu, Kemenhut juga memanfaatkan perangkat lunak Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO) untuk mengidentifikasi jenis kayu gelondongan yang terseret banjir.

“Keingintahuan publik tentang asal-usul material kayu itu sudah kami respons. Kami memiliki data awal dari penerbangan drone di daerah terdampak, dan memanfaatkan perangkat lunak AIKO untuk mengetahui jenis kayunya dan merekonstruksi asal-muasal kayu tersebut,” kata Raja Juli Antoni.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Target Tinggi Yamaha di Final ARRC 2025: Lima Rider Siap Tempur di Buriram Thailand

Jakarta, Aktual.com – Menyambangi kembali Chang International Circuit, Buriram, Thailand, tim Yamaha Racing Indonesia bertekad menutup musim Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 dengan capaian maksimal pada seri keenam yang berlangsung akhir pekan ini.

“Kami harapkan dapat merealisasikan target di seri terakhir ARRC akhir pekan ini, baik di kelas SS600 maupun AP250,” kata Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Wahyu Rusmayadi, Jumat (5/12/2025).

Wahyu menjelaskan, empat pembalap Yamaha Racing Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang musim dengan torehan sejumlah podium di beberapa seri. “Performa positif ini berkat kerja sama tim yang solid dan mental para pembalap yang selalu mampu melakukan pemulihan untuk mendapatkan hasil lebih baik,” ujarnya.

Pada seri pamungkas ini, Yamaha Racing Indonesia juga menurunkan Aldi Satya Mahendra sebagai wild card di kelas SS600. “Aldi memanfaatkan sesi ini sebagai pemanasan setelah pulih dari cedera sekaligus persiapan menuju World Supersport musim depan,” tambahnya.

Optimisme tim tak lepas dari hasil apik pada putaran pembuka ARRC 2025 di Buriram, ketika Yamaha Racing Indonesia meraih double podium melalui Wahyu Nugroho (SS600) dan Candra Hermawan (AP250). Podium ketiga pada Race 1 Wahyu Nugroho bahkan menjadi podium pertama Yamaha Racing Indonesia di kelas SS600 sepanjang keikutsertaan di ARRC.

Rentetan hasil positif berlanjut di Motegi, Mandalika, dan Sepang lewat kontribusi Wahyu Nugroho, Candra Hermawan, M. Faerozi, dan Muhammad Fadhil Musyavi.

Menjelang seri terakhir, Wahyu Nugroho menargetkan finis tiga besar dan Faerozi membidik posisi 10 besar. Keduanya sementara berada di posisi empat dan 12 klasemen SS600. Wahyu yang baru saja menyabet gelar juara nasional Supersport 600 cc Kejurnas Mandalika Racing Series mengaku semakin termotivasi.

Di kelas AP250, Candra Hermawan membidik posisi lima besar akhir musim. Saat ini ia berada di peringkat keenam. Sementara itu, pembalap muda berusia 15 tahun, Muhammad Fadhil Musyavi, menilai musim perdananya penuh pengalaman berharga. Setelah tampil sebagai wild card di Motegi dan Mandalika, ia resmi bergabung dengan Yamaha Racing Indonesia sejak seri kelima di Sepang.

Dengan tambahan Aldi Satya Mahendra, total terdapat lima pembalap Yamaha Racing Indonesia yang turun di seri final ARRC 2025 di Buriram.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Syarah Hizb Bahr: Keagungan “Allāhumma” dan Jejaknya dalam Doa-Doa Rasulullah

Ilustrasi Orang Berdoa. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Dalam Hizb al-Baḥr, sang Qutb al-Aqṭāb, Imam Abū al-Ḥasan al-Syādzilī, membuka doanya dengan kalimat agung: “Allāhumma.” Ini bukan sekadar pembuka formal atau pelengkap bahasa doa. Di balik kalimat ini terkandung makna spiritual yang sangat dalam.

Sebagian mufassir, seperti Imām al-Baghawī, menafsirkan kalimat “Allāhumma” sebagai bentuk seruan yang bermakna:

“Yā Allāh, ummanā bi khayr“,

yaitu: “Wahai Allah, tujulah kami dengan kebaikan” atau “Datangkanlah kebaikan kepada kami.”

Menariknya, dalam tata bahasa Arab, kalimat ini merupakan satu-satunya bentuk yang tetap mempertahankan huruf seruan dalam bentuk doa meskipun tanpa kata “” (يا). Sebagai gantinya, ditambahkan huruf mīm di akhir kata, sehingga menjadi “Allāhumma“. Beberapa ulama bahkan mengatakan bahwa mīm itu sendiri membawa makna doa dan harapan akan turunnya kebaikan dari arah langit.

Kalimat ini juga menjadi pembuka banyak doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya. Salah satu contohnya adalah kisah yang diriwayatkan dari sahabat mulia, Mu‘ādz bin Jabal, ketika ia sedang menghadapi persoalan utang yang berat.

Suatu hari, Mu‘ādz mengadukan masalah utangnya kepada Nabi Muhammad ﷺ. Nabi pun bertanya kepadanya,

“Wahai Mu‘ādz, apakah kamu ingin agar utangmu dilunasi?” Mu‘ādz menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.”

Lalu Nabi ﷺ mengajarkan sebuah doa yang dibuka dengan kalimat “Allāhumma“, yang maknanya begitu kuat dalam menanamkan keyakinan kepada kekuasaan Allah:

اللَّهُمَّ مالِكَ المُلْكَ تُؤْتِي المُلْكَ مَن تَشاءُ، وتَنْزِعُ المُلْكَ مِمَّنْ تَشاءُ، وتُعِزُّ مَن تَشاءُ وتُذِلُّ مَن تَشاءُ، بِيَدِكَ الخَيْرُ إنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَحْمَنَ الدُّنْيا والآخِرَةِ ورَحِيمَهُما، تُعْطِي مِنهُما ما تَشاءُ، وتَمْنَعُ مِنهُما ما تَشاءُ، اقْضِ عَنِّي دَيْنِي

“Ya Allah, Pemilik segala kerajaan. Engkau memberikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan mencabutnya dari siapa yang Engkau kehendaki…”

Doa ini bukan hanya rangkaian kalimat yang indah, tapi juga penuh dengan pengakuan terhadap keesaan Allah, pengaturan-Nya atas alam semesta, serta penyerahan diri yang total kepada kehendak-Nya. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda kepada Mu‘ādz:

“Kalau kamu memiliki utang sebesar seluruh isi bumi berupa emas, niscaya Allah akan melunaskannya untukmu.”

Kisah ini tidak berhenti sampai di situ. Dalam riwayat al-Ṭabarānī, disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ tidak melihat kehadiran Mu‘ādz dalam salat Jumat. Setelah salat, beliau mencari Mu‘ādz dan bertanya alasan ketidakhadirannya. Mu‘ādz menjelaskan bahwa ia ditahan oleh seorang Yahudi karena masih memiliki utang satu uqiyyah emas.

Mendengar hal itu, Nabi ﷺ berkata:

“Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah doa? Jika engkau membacanya, walau utangmu sebesar gunung Ṣabīr, niscaya Allah akan melunaskannya untukmu.”

Beliau pun mengajarkan doa tersebut dengan redaksi yang lebih panjang, yang memuat pengakuan akan kekuasaan Allah atas siang dan malam, hidup dan mati, rezeki dan segala urusan makhluk-Nya. Doa itu pun ditutup dengan permohonan khusus:

اللَّهُمَّ مالِكَ المُلْكِ، تُؤْتِي المُلْكَ مَن تَشاءُ، وتَنْزِعُ المُلْكَ مِمَّنْ تَشاءُ، وتُعِزُّ مَن تَشاءُ، وتُذِلُّ مَن تَشاءُ، بِيَدِكَ الخَيْرُ، إنَّكَ عَلى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، تُولِجُ اللَّيْلَ في النَّهارِ، وتُولِجُ النَّهارَ في اللَّيْلِ، وتُخْرِجُ الحَيَّ مِنَ المَيِّتِ، وتُخْرِجُ المَيِّتَ مِنَ الحَيِّ، وتَرْزُقُ مَن تَشاءُ بِغَيْرِ حِسابٍ، رَحْمَنَ الدُّنْيا والآخِرَةِ ورَحِيمَهُما، تُعْطِي مَن تَشاءُ مِنهُما، وتَمْنَعُ مَن تَشاءُ مِنهُما، ارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِنِي بِها عَنْ رَحْمَةِ مَن سِواكَ، اللَّهُمَّ أغْنِنِي مِنَ الفَقْرِ، واقْضِ عَنِّي الدَّيْنَ، وتَوَفَّنِي في عِبادَتِكَ وجِهادٍ في سَبِيلِكَ

“Ya Allah, rahmatilah aku dengan rahmat yang membuatku tidak lagi membutuhkan rahmat siapa pun selain Engkau…”

Begitulah keistimewaan doa yang dimulai dengan “Allāhumma” — doa yang penuh dengan pujian, pengakuan terhadap sifat-sifat Allah yang agung, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada-Nya. Maka tidak mengherankan jika Imam Abū al-Ḥasan al-Syādzilī memilih kalimat ini sebagai pembuka Hizb al-Baḥr — sebuah doa yang bukan hanya untuk meminta, tapi juga untuk menyadarkan kita siapa kita di hadapan Sang Pemilik segala sesuatu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Merger BUMN Berisiko Turunkan Kinerja, CORE Minta Tinjau Ulang!

gedung BUMN. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai merger BUMN sebaiknya tidak dilakukan terburu-buru. Menurutnya, jika persiapan dan evaluasi tidak matang, kinerja perusahaan justru bisa menurun setelah dilakukan penggabungan.

“Proses merger ini mesti harus ada evaluasi dan juga mitigasi dulu sebelum dilakukan,” ujarnya, ketika dihubungi, Jumat (5/12/2025).

Faisal menekankan, tujuan merger adalah meningkatkan kinerja, tapi hal itu hanya mungkin jika perusahaan yang digabung dalam kondisi sehat. Menggabungkan perusahaan sehat dengan yang bermasalah bisa menimbulkan risiko besar bagi holding.

“Kalau merger itu menggabungkan antara entitas yang sehat dengan tidak sehat, ini yang dikhawatirkan akan menurunkan kinerja,” katanya.

Ia menyoroti kondisi beberapa BUMN konstruksi, seperti PP dan Waskita Karya, yang kinerjanya belum stabil. Evaluasi dan penyesuaian perlu dilakukan agar merger tidak menambah risiko keuangan.

“Kalau misalnya PP ataupun Waskita Karya yang selama ini kinerja keuangannya juga kurang baik, ini perlu dievaluasi kembali atau mungkin dilakukan adjustment,” jelasnya.

Faisal juga menekankan pentingnya penyesuaian sumber daya manusia. Penyatuan perusahaan dapat memengaruhi chemistry dan kerja sama antarpegawai jika tidak dikelola dengan baik.

“Perlu ada menyatukan proses penyatuan perusahaan itu kan memang akan ada dampak terhadap chemistry,” ujarnya.

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Koleksi utang perusahaan BUMN Karya seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) masih terbilang jumbo hingga periode yang berakhir 30 September 2025.

Waskita membukukan total utang sebesar Rp 67,55 triliun dengan ekuitas hanya Rp 4,33 triliun. Sementara WIKA mencatatkan total liabilitas sebesar Rp 48,44 triliun dengan ekuitas Rp 8,57 triliun.

PTPP menderita utang sebesar Rp 40,22 triliun dengan ekuitas Rp 15,29 triliun, dan ADHI menanggung utang sebesar Rp 23,92 triliun dengan ekuitas Rp 9,70 triliun.

Kedua perusahaan pelat merah PT PP dan ADHI bahkan akan melakukan merger di tengah dugaan kasus proyek fiktif di perusahaan PT PP. Di sisi lain, Danantara Indonesia membeberkan tahapan demi tahapan merger perusahaan BUMN Karya yang ditarget beres pada kuartal I-2026. 

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

China Kerahkan 100 Kapal Angkatan Laut di Perairan Asia Timur

Arsip foto - Foto udara memperlihatkan sejumlah kapal Penjaga Pantai China (CCG) berlayar saat pelatihan di Laut China Selatan (12/5/2024). ANTARA/Xinhua/Rao Bin/aa.
Arsip foto - Foto udara memperlihatkan sejumlah kapal Penjaga Pantai China (CCG) berlayar saat pelatihan di Laut China Selatan (12/5/2024). ANTARA/Xinhua/Rao Bin/aa.

Tokyo, aktual.com – China mengerahkan lebih dari 100 kapal angkatan laut dan penjaga pantai di perairan Asia Timur sejak pertengahan November di tengah pertikaian diplomatik dengan Jepang terkait pernyataan Perdana Menteri Sanae Takaichi tentang Taiwan, menurut Reuters.

Mengutip pernyataan pejabat keamanan wilayah itu, dilaporkan bahwa kapal-kapal China berkumpul di perairan yang membentang dari bagian selatan Laut Kuning melalui Laut China Timur hingga ke Laut China Selatan yang disengketakan, serta ke Pasifik.

Hingga Kamis (5/12) pagi, terdapat lebih dari 90 kapal Tiongkok yang beroperasi di wilayah tersebut, turun dari lebih dari 100 kapal pada awal pekan ini, kata Reuters, mengutip laporan intelijen yang telah ditinjaunya.

Beijing mulai meningkatkan jumlah kapal yang dikirim ke wilayah tersebut setelah 14 November, usai memanggil Duta Besar Jepang untuk China, Kenji Kanasugi, untuk memprotes komentar Takaichi yang menyatakan bahwa Jepang dapat merespons secara militer jika Taiwan diserang, lapor Reuters.

China juga mengungkapkan kegeramannya dengan pengumuman bulan lalu oleh Presiden Taiwan, Lai Ching-te, yang mengalokasikan anggaran tambahan sebesar 40 miliar dolar AS (sekitar Rp620 triliun) untuk pertahanan guna melawan China, yang menganggap pulau berpemerintahan sendiri itu sebagai wilayahnya, tambah kantor berita itu.

Bersamaan dengan pengerahan pesawat tempur, beberapa kapal China di wilayah tersebut telah melakukan simulasi serangan terhadap kapal-kapal asing.

Armada itu juga telah mempraktikkan operasi penolakan akses yang bertujuan mencegah pasukan asing mengirimkan bala bantuan jika terjadi konflik, sebut salah satu sumber yang dikutip.

“Ini jauh melampaui kebutuhan pertahanan nasional China dan menciptakan risiko bagi semua pihak,” kata seorang pejabat yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut dalam laporan Reuters, seraya menambahkan bahwa Beijing sedang menguji respons di ibu kota regional dengan pengerahan pasukan yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain