7 April 2026
Beranda blog Halaman 567

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Soroti Lonjakan Kasus Penculikan Anak: Sistem Kita Rentan Dieksploitasi

Ilustrasi penculikan (Getty images/EyeEm)

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko memberikan perhatian serius terhadap meningkatnya kasus penculikan anak di berbagai daerah. Ia menilai maraknya peristiwa tersebut menunjukkan lemahnya sistem perlindungan anak yang mudah disalahgunakan oleh pelaku kejahatan.

“Penculikan anak bukan masalah lokal atau insidental, ini adalah peringatan serius bahwa sistem kita rentan dieksploitasi,” kata Singgih kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).

Singgih menekankan bahwa isu penculikan dan perdagangan anak harus ditempatkan sebagai prioritas legislasi sekaligus pengawasan. Ia mengingatkan bahwa eskalasi kasus yang muncul di ruang publik hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang lebih kompleks.

“Kasus yang muncul di permukaan, seperti hilangnya balita Bilqis, kemungkinan hanya sebagian kecil dari potensi kejahatan yang lebih sistemik dan tersembunyi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya penguatan regulasi media sosial karena sejumlah kasus terjadi akibat celah pengawasan digital. Menurutnya, pemerintah bersama Komisi I serta Kementerian Komunikasi dan Informatika harus segera meninjau ulang aturan terkait platform digital.

“Pemerintah bersama Komisi I dan Komunikasi dan Informatika harus segera melakukan evaluasi regulasi platform digital. Media sosial harus bertanggung jawab atas konten ‘adopsi ilegal’ dan transaksi anak, serta memperkuat kanal pengaduan yang responsif dan transparan,” jelasnya.

Sinkronisasi antarlembaga juga menjadi perhatian Singgih. Ia menilai kerja sama yang solid antara Kepolisian, Kominfo, Kementerian Sosial, dan lembaga masyarakat sangat diperlukan untuk mengungkap jaringan pelaku.

“Tim khusus bisa dibentuk untuk menyelidiki sindikat-sindikat adopsi ilegal yang menggunakan platform digital,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya edukasi literasi digital bagi orang tua serta dukungan psikologis jangka panjang bagi anak korban penculikan. Menurutnya, DPR dapat mendorong alokasi anggaran khusus untuk layanan rehabilitasi, pendampingan hukum, serta penguatan sistem pendataan korban.

“DPR bisa mendorong penganggaran khusus untuk layanan rehabilitasi dan pendampingan hukum bagi mereka, serta memperkuat sistem pendataan korban agar bisa di-track dan dipantau,” paparnya.

Lebih jauh, Singgih meminta adanya keterbukaan data terkait penculikan dan perdagangan anak agar kebijakan pencegahan dapat dirancang secara tepat sasaran.

“Jumlah laporan, modus yang paling umum, hasil penanganan, dan rekomendasi penindakannya (dirilis). Dengan data yang jelas, kebijakan pencegahan bisa lebih efektif,” tuturnya.

Sebagai catatan, publik sebelumnya dihebohkan dengan hilangnya Bilqis, balita berusia empat tahun di Makassar, yang ditemukan hampir seminggu kemudian di Jambi setelah menjadi korban penculikan dan dijual dengan surat palsu. Selain itu, kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, masih menjadi misteri setelah delapan bulan belum ditemukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Utusan AS Rencana Temui Kepala Negosiasi Hamas Bahas Gencatan Senjata

Utusan Khusus AS Steve Witkoff berencana untuk segera bertemu dengan kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, menurut laporan pada Jumat (14/11).
Utusan Khusus AS Steve Witkoff berencana untuk segera bertemu dengan kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, menurut laporan pada Jumat (14/11).

Washington, aktual.com – Utusan Khusus AS Steve Witkoff berencana untuk segera bertemu dengan kepala negosiator Hamas, Khalil al-Hayya, menurut laporan pada Jumat (14/11).

New York Times melaporkan tanggal pertemuan tersebut belum ditetapkan, mengutip dua sumber anonim, dan bahwa rencana tersebut dapat berubah, namun salah satu pejabat mengatakan Witkoff sedang berupaya membahas gencatan senjata di Jalur Gaza yang terkepung sejak Oktober.

Pertemuan itu “menunjukkan bahwa Witkoff tidak gentar oleh kritik Israel dan Amerika yang mengatakan bahwa keterlibatan AS dengan Hamas memberikan legitimasi yang tidak beralasan kepada kelompok tersebut,” lapor New York Times.

Baik Gedung Putih maupun Hamas tidak menanggapi permintaan komentar.

Namun, pertemuan itu bukanlah yang pertama antara Witkoff dan al-Hayya. Mereka pertama kali bertemu pada Oktober menjelang penandatanganan perjanjian gencatan senjata, dan Witkoff mengatakan ia bersimpati dengan al-Hayaa atas pengalaman bersama mereka kehilangan seorang putra.

Putra Witkoff, Andrew, meninggal karena overdosis opioid pada 2011. Himam al-Hayya tewas dalam serangan Israel di Doha, Qatar, pada September yang bertujuan membunuh Khalil al-Hayya dan pejabat senior Hamas lainnya.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya telah kehilangan seorang putra,” kata Witkoff dalam wawancara dengan program televisi 60 Minutes di CBS, “dan bahwa kami sama-sama bagian dari sebuah ‘klub’ yang sangat buruk, yaitu para orang tua yang telah menguburkan anak mereka.”

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Rosan Ungkap Raja Yordania Tawarkan Tiga Peluang Proyek Strategis ke Danantara

Jakarta, aktual.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan, Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II bin Al Hussein menawarkan tiga peluang proyek strategis kepada Danantara sebagai bentuk penguatan hubungan investasi antara kedua negara.

“Langsung dari Raja Jordan (Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II bin Al Hussein) juga menyampaikan potensi proyek atau kolaborasi yang ditawarkan kepada kami, kepada Danantara ada di tiga proyek,” kata Rosan usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II bin Al Hussein di salah satu hotel, Jakarta, Sabtu (15/11).

Dia menyebutkan, penawaran tersebut mencakup proyek gas pipanisasi, pembangunan jalan tol, dan sektor logistik yang dinilai selaras dengan portofolio investasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Itu ada di tiga proyek, di gas pipanisasi, kemudian ada di toll road atau jalan tol, dan juga logistik,” ujar Rosan.

Rosan menjelaskan, Raja Yordania terlebih dahulu meminta gambaran mengenai proyeksi imbal hasil Danantara sebelum akhirnya menyampaikan tiga proyek yang dianggap sesuai dengan karakter investasi lembaga tersebut.

Keselarasan antara profil return Danantara dan potensi proyek dari Yordania menjadi dasar kuat bagi perusahaan untuk mempertimbangkan kolaborasi strategis yang membuka ruang kerja sama ekonomi lebih luas.

“Nah, di tiga proyek itu beliau (Raja Yordania) menawarkan. Dan sebelumnya juga beliau menanya dulu kepada kami, kepada saya, returnnya Danantara seperti apa, ternyata ini masuk dengan returnnya Danantara,” jelas Rosan.

Lebih lanjut Rosan mengatakan bahwa penawaran itu juga akan ditindaklanjuti dengan evaluasi mendalam yang dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap ekspansi investasi yang produktif dan terukur.

“Sehingga beliau menawarkan dan kami akan menindaklanjuti dan juga mengevaluasi dengan blessing (persetujuan) langsung dari Bapak Presiden Prabowo untuk bisa mempelajari proyek yang ditawarkan ini oleh Kerajaan Yordania,” ucapnya.

Danantara berencana mengirim tim khusus, guna menelaah lebih detail aspek teknis, finansial, dan implementatif dari setiap proyek yang diajukan Pemerintah Kerajaan Yordania.

Proses peninjauan lapangan tersebut diharapkan menghasilkan kajian komprehensif yang dapat menjadi dasar keputusan strategis Danantara dalam memperkuat kerja sama dengan Yordania sekaligus memperluas jejak investasi internasional.

“Nanti kami akan kirim tim, kita akan kirim tim untuk mulai melihat detailnya dari proyek-proyek ini,” kata Rosan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Polemik “Bapak Pickleball Indonesia”: Jejak Historis Menunjuk Jeff van der Hulst, Klaim Susilo Dipertanyakan

Jakarta, aktual.com – Perkembangan olahraga pickleball di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir berjalan sangat cepat. Dari komunitas kecil, olahraga ini kini telah berkembang menjadi cabang olahraga yang dimainkan di berbagai kota.

Namun di tengah perkembangan tersebut, muncul polemik mengenai siapa sosok yang layak disebut sebagai “Bapak Pickleball Indonesia.” Dua nama yang sering muncul adalah Jeff van der Hulst dan Susilo.

Berdasarkan berbagai sumber yang dirangkum, seperti Wikipedia, UNJ.ac.id, poroskalimantan.com, baritopost.co.id, nama Jeff van der Hulst memiliki jejak yang lebih kuat dalam pengenalan awal olahraga ini di Indonesia. Pada 14 April 2019, Jeff datang ke Jakarta sebagai Pickleball Ambassador dari International Federation of Pickleball.

Dalam kunjungan tersebut ia memperkenalkan pickleball secara langsung melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kegiatan ini menjadi salah satu momentum awal dikenalnya pickleball secara lebih sistematis di lingkungan akademik dan komunitas olahraga di Indonesia.

Tidak berhenti di Jakarta, jaringan Jeff juga membantu memperluas pengenalan pickleball di berbagai daerah. Sosialisasi dilakukan di sejumlah kota, termasuk Cirebon, serta melibatkan tokoh-tokoh olahraga Indonesia yang memiliki koneksi internasional.

Salah satunya adalah mantan atlet bulu tangkis nasional Hendry Winarto, yang turut berperan memperkenalkan olahraga ini setelah berkarier dan bermukim di Amerika Serikat sebagai pelatih badminton dan pickleball. Jejak internasional Jeff juga tidak berdiri sendiri.

Ia merupakan bagian dari jaringan pengembangan pickleball dunia yang terhubung langsung dengan International Federation of Pickleball, organisasi yang mendorong penyebaran olahraga ini secara global. Karena itu, banyak kalangan komunitas pickleball menilai bahwa Jeff memiliki legitimasi kuat sebagai sosok yang membuka pintu masuk olahraga ini ke Indonesia melalui jalur resmi dan jaringan internasional.

Di sisi lain, nama Susilo muncul belakangan dalam narasi perkembangan pickleball di Indonesia. Ia dikenal sebagai dosen olahraga yang kemudian terlibat dalam pembentukan organisasi pickleball nasional serta pengembangan komunitas di lingkungan pendidikan olahraga.

Namun, klaim bahwa dirinya sebagai “Bapak Pickleball Indonesia” mulai menimbulkan perdebatan karena dinilai tidak memiliki dasar historis yang kuat terkait pengenalan awal olahraga tersebut. Sejumlah pelaku komunitas pickleball menyebut bahwa klaim tersebut lebih merupakan pernyataan sepihak.

Hingga kini tidak banyak catatan yang menunjukkan bahwa Susilo menjadi pihak pertama yang memperkenalkan olahraga ini ke Indonesia. Perannya lebih banyak terlihat pada fase pengorganisasian dan pengembangan komunitas setelah pickleball mulai dikenal.

Karena itu, bagi banyak pemerhati olahraga, penting untuk membedakan antara tokoh yang memperkenalkan olahraga dan tokoh yang kemudian mengembangkan organisasi atau komunitasnya. Dalam konteks ini, rekam jejak historis menunjukkan bahwa Jeff van der Hulst memiliki peran kunci dalam memperkenalkan pickleball kepada masyarakat Indonesia melalui jejaring internasional dan kegiatan sosialisasi awal yang terdokumentasi.

Polemik ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa sejarah olahraga perlu dicatat secara objektif. Tanpa dokumentasi yang jelas, klaim personal bisa saja muncul dan memicu perdebatan. Namun bagi komunitas pickleball yang mengikuti perkembangan sejak awal, nama Jeff van der Hulst tetap tercatat sebagai figur penting yang membuka jalan bagi hadirnya olahraga pickleball di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Prabowo Tekankan Hubungan Indonesia dengan Yordania Bukan Sekedar Mitra

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat jamuan santap malam bersama Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Aktual/Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, aktual.com – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Yordania bukan hanya sekadar mitra, tetapi hubungan yang dibangun atas dasar persaudaraan yang kuat dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menjamu Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein dalam jamuan santap malam kenegaraan di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/11) malam.

“Anggaplah kami lebih dari sekadar mitra, kita memiliki ikatan persaudaraan dan persahabatan yang kuat. Dan saya pikir ikatan ini harus tetap lestari di masa depan,” ucap Presiden dalam rilis pers, Sabtu (15/11).

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia memandang Yordania sebagai mitra penting dalam perjuangan perdamaian internasional, sekaligus sahabat dekat dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Presiden Prabowo pun menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaannya atas kehadiran Raja Abdullah II beserta delegasi Yordania di Indonesia.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi saya untuk menyambut kembali Yang Mulia dan delegasi terhormat Yordania di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Raja Abdullah II turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih karena kembali disambut dengan keramahan luar biasa di Jakarta.

Raja Abdullah II juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam komunitas Muslim dunia, terutama dalam peran diplomatiknya pada masa-masa sulit.

“Kami selalu memandang Indonesia sebagai bagian yang sangat penting dari komunitas Muslim. Peran Indonesia dalam urusan internasional, terutama di bawah kepemimpinan Anda, di masa-masa sulit ini sangatlah penting,” tuturnya.

Raja Abdullah II mengatakan kehadirannya di Indonesia bukan hanya sebagai kepala negara, melainkan sebagai saudara yang ingin mempererat kembali ikatan historis kedua bangsa.

Raja Abdullah II turut mengungkapkan bahwa bantuan Yordania kepada Indonesia pada masa sulit merupakan wujud persaudaraan sejati.

“Inilah yang dilakukan saudara terhadap satu sama lain, dan hal ini tidak berubah. Saya sangat senang bisa kembali ke sini untuk memperkuat tidak hanya ikatan fisik antara kita berdua, namun juga antara kedua negara kita,” ujarnya.

Dalam jamuan santap malam tersebut Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II duduk satu meja dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan sang putra Didit Hediprasetyo.

Jamuan santap malam kenegaraan ini tidak hanya menjadi penyambutan resmi, tetapi juga simbol solidaritas mendalam dan hubungan historis antara Indonesia dan Yordania.

Sambutan hangat, pertukaran pesan persaudaraan, dan suasana akrab yang tercipta sepanjang malam menjadi penegas bahwa kedua bangsa memiliki visi yang sama dalam memperkuat perdamaian, stabilitas, dan kerja sama antarbangsa.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain