9 April 2026
Beranda blog Halaman 577

APBN Tanggung Utang Whoosh, Menkeu Sebut Kebijakan Ada di Presiden

Presiden RI Prabowo Subianto saat duduk menggunakan kereta cepat "Whoosh" saat bertolak menuju Bandung, Jawa Barat, Rabu malam. Aktual/TIM MEDIA PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keberatannya menggunakan APBN untuk melunasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Namun, ia mengaku akan mematuhi instruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Saya pribadi lebih memilih tidak membayar, tetapi keputusan akhir ada pada kebijakan pimpinan di atas,” katanya saat konferensi pers Lapor Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Pemerintah saat ini tengah mempertimbangkan untuk menanggung biaya infrastruktur utama, seperti rel dan jalur kereta, sesuai arahan Presiden Prabowo.

Sementara itu, komponen operasional seperti rolling stock akan menjadi tanggung jawab Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Rolling stoknya bukan kita yang nanggung, tapi kita belum sampai kesimpulan detailnya seperti apa. Jangan sampai saya rugi-rugi amat tapi kita lihat yang terbaik buat keuangan negara,” ujar Purbaya.

Purbaya juga menyampaikan keinginannya untuk turut serta dalam diskusi dengan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dan pihak terkait. Tujuannya adalah memastikan proses yang transparan dan melindungi keuangan negara dari potensi kerugian.

“Makanya, saya bilang kalau nanti mereka diskusi dengan sana, saya ikut. Saya mau lihat, jangan sampai saya rugi-rugi amat, tapi kita lihat yang terbaik buat negara ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan negosiasi untuk merestrukturisasi utang proyek Whoosh dengan pihak China masih dalam tahap pembahasan. “Jadi ini prosesnya masih berjalan,” tambah Purbaya.

Rp1,2 Triliun

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan, Indonesia sanggup membayar utang proyek Whoosh. Namun, Prabowo tidak menjelaskan lebih lanjut apakah APBN akan menanggung utang Whoosh.

“Enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab nanti whoosh semuanya,” tegas Prabowo.

Bahkan, menurut Prabowo, pemerintah akan membayar utang proyek Whoosh sebesar Rp1,2 triliun per tahun.

“Pokoknya enggak ada masalah, karena itu kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga menyebut, bakal menggunakan uang negara hasil pengembalian dari para koruptor untuk membayar utang Whoosh.

“Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi (setelah diambil negara) saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan. Jadi, saudara saya minta bantu saya semua. Jangan kasih kesempatan koruptor-koruptor itu merajalela. Uang nanti banyak untuk kita. Untuk rakyat semua,” ujar Prabowo.

Dia lantas meminta tidak hanya melihat masalah Whoosh dari untung rugi tapi juga dari manfaatnya, seperti mengurangi kemacetan dan polusi.

“Dan ini ingat ya, ini simbol kerja sama kita dengan Tiongkok. Jadi, sudahlah, saya sudah katakan Presiden Republik Indonesia yang ambil alih tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut, Kita mampu. Dan kita kuat,” tandas Prabowo.

Utang Whoosh

Sebagai informasi, KCJB menghadapi beban utang yang cukup berat. KAI bersama dengan tiga BUMN lainnya harus menanggung renteng kerugian dari Whoosh sesuai porsi sahamnya di PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PT PSBI).

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2025 (unaudited) yang dipublikasikan di situs resminya, entitas anak KAI, PT PSBI, tercatat merugi hingga Rp4,195 triliun sepanjang 2024.

Artinya, dalam sehari saja bila menghitung dalam setahun ada 365 hari, konsorsium BUMN Indonesia harus menanggung rugi dari beban KCIC sebesar Rp11,493 miliar per hari.

Kerugian itu masih berlanjut tahun ini. Hingga semester I-2025 atau periode Januari–Juli, PSBI sudah membukukan kerugian sebesar Rp1,625 triliun.

Sebagai pemimpin konsorsium, KAI memegang porsi saham terbesar di PSBI, yakni 58,53 persen, sesuai penugasan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Selain KAI, pemegang saham lain PSBI adalah Wika dengan kepemilikan 33,36 persen, Jasa Marga sebesar 7,08 persen, dan PTPN VIII sebesar 1,03 persen.

Laporan: Nur Aida Nasution

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Raja Yordania Kenang Persahabatan Panjang dengan Prabowo: He Is My Brother

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Aktual/Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta, aktual.com – Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein menegaskan kedekatan personalnya dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Raja Abdullah II menyampaikan hubungan Yordania dan Indonesia berakar pada persahabatan yang telah terjalin puluhan tahun lamanya. Bahkan, Raja Abdullah II menyebut Prabowo sebagai saudaranya.

Hal itu disampaikan Raja Abdullah II dalam pertemuan bilateral dengan Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Raja Abdullah II mengenang kembali momen ketika ia memperkenalkan Prabowo kepada ayahandanya, mendiang Raja Hussein. Raja Abdullah II memperkenalkan Prabowo sebagai saudaranya.

“Saya selalu bercerita kepada ayah saya tentang persahabatan yang sangat istimewa ini. Dan ketika Anda datang ke Yordania, ayah saya bertanya kepada saya, ‘Siapa orang ini?’ Saya berkata, ‘Dia adalah saudara saya.’ Dan ayah saya berkata, ‘jika dia adalah saudaramu, maka dia adalah saudaraku juga’,” ungkap Raja Abdullah II.

Raja Abdullah II menambahkan sejak saat itu hubungannya dengan Prabowo terus menguat dan tidak pernah berkurang.

Raja Abdullah II juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Prabowo dan pemerintah Indonesia. Raja Abdullah II dan delegasi Yordania merasa sangat dihormati selama kunjungan tersebut.

“Merupakan kehormatan istimewa dapat kembali ke Indonesia, dan Anda sempat menyebutkan hubungan yang Anda miliki 27–28 tahun yang lalu dengan Yang Mulia Raja Hussein. Kami menjadi teman bertahun-tahun yang lalu. Kami menjadi saudara,” tuturnya.

Bahlil Targetkan Tambang GBC Freeport Kembali Beroperasi Maret-April 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 November 2025. Aktual/BPMI-SETPRES

Jakarta, aktual.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menargetkan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Papua Tengah yang dikelola PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali beroperasi pada Maret atau April 2026.

Bahlil menegaskan, pemerintah tidak ingin terburu-buru memberikan izin pengoperasian kembali tambang tersebut. Pasalnya, pemerintah masih mengevaluasi insiden longsor yang terjadi pada tambang bawah tanah tersebut.

“Kami targetkan mungkin bulan ke-3 atau ke-4 tahun depan bisa beroperasi (lagi). Kami  nggak mau sembarangan (memberi izin). Kalau sembarangan, kalau ada orang mati nanti siapa yang bertanggung jawab lagi? Ini nyawa orang,” tegas Bahlil saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Dia menjelaskan, Kementerian ESDM sudah menerjunkan tim untuk mengevaluasi insiden tersebut. Hasil evaluasi  akan diaudit oleh tim ahli, kemudian dibuatkan rekomendasi, dan selanjutnya dilakukan perbaikan. Barulah setelah itu bisa berproduksi lagi.

Kendati demikian, menurut Bahlil, bukan berarti seluruh tambang di wilayah tersebut tidak dapat beroperasi dalam waktu dekat.  Terdapat dua tambang bawah tanah lainnya,  yakni Deep Mill Level Zone dan Big Gossan yang tidak terdampak longsor.

“Freeport itu tidak semua arealnya kena masalah. Tapi kemarin saat ada masalah, kami  tutup semua, sampai dilakukan evakuasi. Setelah dilakukan evakuasi, kami membuat analisa. Ada bagian yang nggak ada hubungannya dengan longsor underground. Itu nggak apa-apa berjalan,” ucap Bahlil.

Sebelum ini, Bahlil menyampaikan bahwa insiden longsor dan penghentian tambang di GBC berdampak pada berkurangnya pasokan emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

“Menyangkut dengan B2B Antam, itu sedang dibicarakan. Memang sekarang ini  refinery emas  itu kan di Freeport. Kalau 3 juta konsentrat (tembaga) yang diolah oleh smelter, itu menghasilkan 50 sampai 60 ton emas,” ujar Bahlil.

Diskusi Publik KPP DEM Soroti Tantangan AI dalam Pengawasan Pemilu

Jakarta, aktual.com – Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) kembali menggelar diskusi publik dengan mengangkat tema “Antisipasi Perkembangan AI dan Model Pengawasan Digital di Pemilu” di Media Center Gedung Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Adapun para pembicara dalam diskusi tersebut, yakni Direktur Mafindo Septiaji Eko Nugroho, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty, Anggota KPU RI August Mellaz, Anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan.

Pada paparan pertama dalam diskusi tersebut, Direktur Mafindo Eko Septiaji Eko Nugroho, menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penyelenggaraan pemilu ke depan.

Ia pun mengungkapkan, bahwa dalam pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya masalah polarisasi dan isu SARA kerap menjadi tantangan serius, akan tetapi pada pemilu 2029 AI akan menjadi tantangan baru.

“Kita sudah aman dari isu sara, yang saya khawatirkan adalah ketika nanti AI, SARA jadi satu,” kata Septiaji dalam paparannya.

“Itu adalah satu skenario yang paling buruk ya, tapi kita harus siap, kita harus punya sistem yang siap menghadapi itu,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, mengatakan Bawaslu tengah membuat strategi pengawasan digital yang memanfaatkan AI.

“Kami juga mulai mengembangkan model pengawasan berbasis kecerdasan buatan,” ujar Lolly dalam pemaparannya.

Dia menuturkan, pengalaman Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 memberikan pembelajaran terkait kerawanan dugaan pelanggaran pada tahapan kampanye, bahkan menggunakan AI untuk memproduksi konten-konten yang disebarkan ke publik.

“Ke depan, ancaman deepfake harus dipandang sebagai tantangan serius. AI memang memberi peluang percepatan mitigasi, tetapi disaat yang sama membawa banyak jebakan,” ucapnya.

Selanjutnya, Anggota KPU RI August Mellaz, mengungkapkan di berbagai negara kini berhadapan dengan disinformasi dan manipulasi digital yang kian canggih, sementara Indonesia mulai merasakan gejalanya.

Dari sudut pandang penyelenggara pemilu, Mellaz menilai sebagian persoalan masih bisa ditangani karena skalanya belum besar atau masih bersifat konvensional.

Namun dia menegaskan kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama setelah mendengar pemaparan Mafindo mengenai aktor-aktor eksternal yang memiliki kemampuan teknologi tinggi untuk mengganggu proses demokrasi.

“KPU dan Bawaslu pasti akan terkena dampak langsung. Bahkan pemerintah pusat pun mengakui persoalan ini nyata dan bisa memengaruhi jalannya demokrasi,” katanya.

Selanjuynya, Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Irawan, mengungkapkan salah satu substansi yang akan dibahas dalam pembahasan RUU Pemilu oleh DPR adalah penggunaan teknologi informasi.

Penggunaan teknologi informasi ini, kata dia, sudah digunakan dari pemilu ke pemilu dan akan digunakan dalam pemilu ke depan.

“RUU Pemilu itu dalam rangka memguatkan dasar hukum terkait dengan berbagai penggunaan teknologi tersebut. Termasuk juga nanti akan kami masukkan juga, misalnya, kaitannya dengan keputusan MK mengenai larangan penggunaan edit berlebihan atau penggunaan artificial intelligence (AI),” pungkasnya.

Lebih lanjut, Moderator Diskusi yang juga Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi KPP DEM, berharap output diskusi publik hari ini dapat menjadi masukan penting untuk bisa dibawa dan dibahas dalam RUU Pemilu.

“Semoga diskusi hari ini dapat membawa suatu hal yang baik dalam menjawab tantangan AI pada Pemilu ke depan dan menjadi acuan dalam pembahasan regulasi terkait AI dalam RUU Pemilu yang akan dibahas oleh DPR,” kata Dhanis menutup diskusi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Anggaran Desa Berkurang Rp40 Triliun: Fokus Baru ke Koperasi Desa Merah Putih

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (batik), dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (jas) usai menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan PNBP di sektor kehutanan, di Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan skema pembiayaan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang bersumber dari dana desa sesuai mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025. Inpres tersebut kemudian menetapkan revisi terhadap PMK Nomor 49 Tahun 2025 terkait mekanisme pinjaman dalam pendanaan KDKMP.

“Memang PMK itu tidak berlaku, direvisi,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Menurut Purbaya, pemerintah akan mengalokasikan Rp 40 triliun dari total pagu dana desa 2026 senilai Rp 60,6 triliun untuk membantu PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencicil pinjaman ke bank-bank himbara. “Dana desanya Rp 60 triliun, sekitar Rp 40 triliun untuk mencicil Koperasi Merah Putih enam tahun ke depan,” jelasnya.

Guna membangun 80.000 unit Koperasi Merah Putih, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 240 triliun yang bersumber dari pinjaman himbara. Skema tersebut membuat pemerintah harus menyiapkan cicilan sekitar Rp 40 triliun per tahun selama enam tahun.

Dalam Inpres 17/2025, Menteri Keuangan memegang tiga peran penting. Pertama, memberi fasilitasi dan dukungan teknis anggaran untuk pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan KDKMP. Kedua, menyalurkan dana alokasi umum, dana bagi hasil, atau dana desa untuk pembayaran kewajiban pembangunan fisik tersebut. Ketiga, menempatkan dana pada himbara dan Bank Syariah Indonesia sebagai sumber likuiditas pembiayaan kepada PT Agrinas dengan limit maksimal Rp 3 miliar per gerai.

Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto mengungkap bahwa Inpres 17/2025 membuat Permendes Nomor 10 Tahun 2025 tidak berlaku. Sebelumnya, aturan itu mengatur penggunaan dana desa untuk pengembalian pinjaman sebesar 30% dari pagu dana desa. Namun skema kini bersifat top down, sehingga desa tidak lagi menjadi penjamin. “Desa menerima bangunan, gerai, termasuk pegawainya dari P3K,” kata Yandri, Rabu (12/11/2025).

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan pembayaran uang muka atau down payment (DP) kepada pelaksana pembangunan lewat Agrinas setelah pencairan dana Rp 600 miliar dari himbara. “DP termin pertama sudah dicairkan,” kata Ferry.

Ia menegaskan plafon pinjaman Koperasi Merah Putih tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk modal kerja. Rata-rata dana yang dialokasikan setiap Koperasi Merah Putih mencapai Rp 2,5 miliar untuk pembangunan aset, kelengkapan gerai, gudang, serta sarana pendukung seperti kendaraan.

Saat ini, pemerintah telah membangun 7.923 unit Koperasi Merah Putih. Selain pembangunan, pemerintah juga memverifikasi 40.000 data tanah calon lokasi Koperasi Merah Putih, dengan 20.000 lokasi dinyatakan siap dibangun. Hingga Desember 2025, terdapat 80.000 data tanah yang diajukan sebagai calon lokasi pembangunan.

Pemerintah menargetkan pembangunan 40.000–50.000 unit Koperasi Merah Putih, dengan estimasi penyelesaian fisik, termasuk gudang, gerai, dan fasilitas pendukung, pada Maret 2026.

PT GMTD Pastikan 16 Ha Miliknya, Kasus Penyerobotan Dilaporkan

Makassar, aktual.com — PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (PT GMTD Tbk) menegaskan bahwa perusahaan memegang kepemilikan sah atas lahan seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar. Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya klaim sejumlah pihak atas sebagian area tersebut dalam sebulan terakhir.

Dalam keterangan resminya, PT GMTD menyatakan bahwa seluruh lahan dimaksud dibeli dan dibebaskan secara legal pada periode 1991–1998, ketika perusahaan memegang satu-satunya kewenangan resmi untuk melakukan pembebasan, pembelian, dan pengelolaan tanah di kawasan Tanjung Bunga.

“Tidak ada pihak lain yang secara hukum berhak melakukan transaksi atau pembebasan lahan di kawasan tersebut pada periode tersebut. Klaim apa pun yang muncul di luar PT GMTD adalah tidak sah dan merupakan perbuatan melawan hukum,” tegas manajemen.

PT GMTD juga mengungkap adanya upaya penyerobotan fisik terhadap sebagian lahan yang mereka kuasai. Sekitar 5.000 meter persegi dari total area 16 hektare disebut telah diduduki secara ilegal oleh pihak tertentu dalam satu bulan terakhir.

Perusahaan mengaku telah melaporkan tindakan tersebut ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta.

Manajemen PT GMTD meminta seluruh pihak untuk melihat persoalan ini secara objektif dan merujuk pada dokumen hukum resmi.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya mendukung proses penegakan hukum:

“PT GMTD menghormati seluruh proses hukum dan siap bekerja sama dengan aparat demi kepastian hukum, ketertiban, dan kepentingan masyarakat luas.”

PT GMTD Tbk merupakan perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Struktur kepemilikannya antara lain mencakup, Pemprov Sulawesi Selatan, Pemkab Gowa, Pemkot Makassar, Yayasan Partisipasi Pembangunan Sulawesi Selatan, PT Makassar Permata Sulawesi (32,5%), serta Masyarakat umum

Struktur Komisaris dan Direksi PT GMTD Tbk

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris (Independen): Prof. Dr. Irawan Yusuf, Ph.D

Komisaris (Independen): Dr. Hinca I.P. Pandjaitan XIII, S.H., M.H., ACCS

Komisaris (Independen): Indra Yuwana, S.Kom, M.S.

Komisaris (Independen): Primus Dorimulu

Komisaris: Theo L. Sambuaga

Komisaris: Drs. Muhammad Firda, M.Si (Utusan Pemprov Sulsel)

Komisaris: H. Andi Ridwan Djabir, S.T., M.M. (Utusan Pemkot Makassar)

Komisaris: Harippudin, S.E. (Utusan Pemkab Gowa)

Direksi

Presiden Direktur: Ali Said, S.E.

Direktur: Iqbal Farabi, S.H., M.H.

Direktur: Drs. Danang Kemayan Jati

Berita Lain