19 Januari 2026
Beranda blog Halaman 669

Perang dengan Kamboja, Thailand Tolak Media Pihak Ketiga

Ribuan pekerja warga Kamboja yang bekerja di Thailand berusaha pulang ke negeri asalnya setelah pecah perang di perbatasan - foto Ye Min / Chindwin News Agency via X

Bangkok, Aktual.com – Pemerintah Thailand menolak upaya mediasi dari negara ketiga untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung dengan Kamboja. Pihak Thailand bersikeras supaya Phnom Penh segera menghentikan serangannya, dan menyelesaikan situasi ini melalui pembicaraan bilateral.

Dilansir dari Bangkok Post, saat ini Amerika Serikat, China, dan Ketua Asean Malaysia telah menawarkan untuk memfasilitasi dialog, namun Bangkok sedang mencari solusi bilateral untuk konflik tersebut. Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura kepada Reuters.

”Saya rasa kita belum membutuhkan mediasi dari negara ketiga,” ujar Nikorndej dalam sebuah wawancara.

”Kami tetap pada pendirian bahwa mekanisme bilateral adalah jalan keluar terbaik, ini adalah konfrontasi antara kedua negara,” lanjut Nikorndej. Ia menambahkan bahwa pihak Kamboja harus menghentikan kekerasan di sepanjang perbatasan terlebih dahulu.

Terkait pernyataan PM Malaysia Anwar Ibrahim yang juga sebagai Ketua ASEAN mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan para pemimpin kedua negara dan mendesak mereka untuk menemukan resolusi damai.

Menurut Nikorndej pihaknya menyambut baik upaya Anwar Ibrahim, namun ia tetap menekankan perundingan bilateral, yakni dua negara yang saat ini sedang berseteru. ”Jika keluarga ASEAN ingin memfasilitasi kembalinya negosiasi bilateral yang konstruktif, hal itu juga disambut baik,” kata Nikorndej.

Sementara itu, pemerintah Kamboja hingga saat ini belum merespon permintaan Thailand supaya Kamboja menghentikan serangan. Perdana Menteri Kamboja Hun Manet justru meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan mengenai masalah tersebut, dan mengecam apa yang disebutnya ”agresi militer yang tidak beralasan dan direncanakan” oleh Thailand.

Plt PM Thailand: Bentrok Perbatasan Bisa Berkembang Jadi Perang Terbuka

Konvoi militer Thailand sedang menuju perbatasan – foto X

Sementara itu, dilansir dari NDTV, Pelaksana tugas (Plt) Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai mengatakan situasi saat ini bisa berkembang menjadi perang terbuka negaranya dengan Kamboja.

”Kami telah mencoba berkompromi karena kami bertetangga, tetapi sekarang kami telah menginstruksikan militer Thailand untuk bertindak segera jika terjadi keadaan darurat,” tegas Phumtham kepada wartawan di Bangkok, Jumat (25/7).

”Namun, jika situasi meningkat, hal itu bisa berkembang menjadi perang — meskipun untuk saat ini, masih terbatas pada bentrokan,” lanjut Phumtham.

Phumtham Wechayachai juga menyatakan kekecewaannya karena Kamboja menggunakan kekuatan militer, menargetkan rumah sakit dan masyarakat, yang merupakan kejahatan perang yang serius.

Dilansir dari Nation Thailand, di Gedung Pemerintah, Phumtham membahas situasi yang sedang dihadapi Thailand, dengan ancaman dari Kamboja. Meskipun negara tersebut telah menunjukkan kesabaran dan pengendalian diri dalam menghadapi provokasi, Thailand telah memilih untuk menempuh cara-cara damai dalam kerangka hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

”Sangat mengecewakan bahwa Kamboja memilih untuk menggunakan kekuatan militer terlebih dahulu,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa hal ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Phumtham mencatat bahwa serangan pasukan Kamboja terhadap rumah sakit dan wilayah sipil, lebih dari 20 km di luar perbatasan, telah mengakibatkan 13 kematian warga sipil, termasuk anak-anak, wanita, dan orang tua, serta kerusakan signifikan pada properti warga.

”Ini dianggap sebagai kejahatan perang yang serius,” tegasnya.

Phumtham lebih lanjut menjelaskan, Menteri Luar Negeri memberikan penjelasan kepada Sekjen PBB mengenai fakta-fakta, dan pemerintah mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB, mengutuk serangan-serangan yang tidak pandang bulu, terutama yang menargetkan warga sipil yang tidak bersalah. Ia juga mengimbau masyarakat internasional untuk ikut mengecam tindakan tidak manusiawi tersebut.

Untuk diketahui, pertempuran pecah sehari setelah Thailand menarik duta besarnya di Phnom Penh pada Rabu (23/7) dan mengusir utusan Kamboja, sebagai tanggapan atas ledakan ranjau darat yang melukai tentara Thailand. Militer Thailand menuduh ranjau tersebut baru-baru ini dipasang oleh Kamboja, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Phnom Penh sebagai tuduhan tidak berdasar.

Ketegangan perbatasan yang membara antara Thailand dan Kamboja telah berkobar menjadi permusuhan terbuka di beberapa lokasi di sepanjang garis depan, dengan pertukaran artileri untuk hari kedua berturut-turut. Setidaknya 16 orang, sebagian besar warga sipil Thailand , tewas sejauh ini dalam pertempuran terberat antara kedua negara tetangga Asia Tenggara itu dalam lebih dari satu dekade.

(Indra Bonaparte)

Perang Perbatasan, Thailand Umumkan Darurat Militer

Pasukan Thailand menembakkan meriam artileri 122 mm ke arah posisi pertahanan pasukan kamboja - foto X

Bangkok, Aktual.com – Militer Thailand mengumumkan pemberlakuan keadaan darurat militer di delapan distrik yang berbatasan dengan Kamboja, yakni tujuh distrik di Chanthaburi dan satu distrik di Trat. Pemberlakukan darurat militer ini dilakukan di tengah situasi saling serang negara tersebut dengan militer Thailand.

Dilansir dari NDTV, status darurat militer diberlakukan di beberapa wilayah di Chanthaburi dan Trat oleh militer Thailand di tengah meningkatnya konflik dengan Kamboja. Perintah ini memberikan kewenangan luas kepada pasukan keamanan di beberapa distrik perbatasan utama. Status darurat militer ini diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Darurat Militer Thailand tahun 1914.

Pada Jumat malam (25/7),  Komandan Pertahanan Perbatasan militer Provinsi Chanthaburi dan Trat, Apichart Sapprasert mengatakan bahwa “darurat militer sekarang berlaku” di delapan distrik yang disebutkan, dengan alasan ”penggunaan kekuatan oleh Kamboja untuk memasuki wilayah Thailand”.

Sementara dilansir dari Al Jazeera, distrik-distrik yang kini berstatus darurat militer adalah Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, dan Khao Khitchakut di Provinsi Chanthaburi dan Khao Saming di Provinsi Trat.

Untuk diketahui, dengan adanya pemberlakuan Darurat Militer di Thailand, maka militer memiliki wewenang penuh atas wilayah sipil. Mereka dapat menahan orang tanpa dakwaan, menggeledah rumah tanpa surat perintah, mengontrol media, membatasi pergerakan, dan memberlakukan jam malam. Pada dasarnya, darurat militer menempatkan militer sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban sipil, menangguhkan banyak perlindungan hukum yang lazim.

138 Ribu Warga Thailand Diungsikan

 Hingga Jumat malam (25/7) waktu setempat, pemerintah Thailand telah mengevakuasi lebih dari 138 ribu orang yang tinggal dekat perbatasan dengan Kamboja. Sedangkan laporan terakhir menyebutkan, korban jiwa di pihak Thailand 14 orang warga sipil dan seorang tentara, korban luka tercatat 46 orang termasuk 15 serdadu.

Bukan hanya itu, pemerintah Thailand juga sudah memerintahkan penutupan 751 sekolah di 7 provinsi perbatasan akibat eskalasi bentrokan dengan Kamboja. Tercatat ratusan sekolah yang ditutup itu di Surin, Sisaket, Sa Kaeo, Buriram, Ubon, Chanthaburi, dan Amnat Charoen. Rencana darurat diaktifkan untuk membantu siswa dan keluarga.

Untuk diketahui, sepanjang hari Jumat terus terjadi saling serang antara militer Thailand dan Kamboja. Ratusan roket artileri berat dikerahkan oleh kedua negara untuk saling menyerang di sepanjang perbatasan.

Militer Kamboja mengerahkan ratusan unit MLRS (Multiple Launch Rocket System/Sistem Peluncur Roket Ganda), termasuk sistem Roket BM-21 Grad buatan Rusia dan RM-70 buatan Ceko yang mampu menembakkan meriam kaliber 122 mm berulang kali secara cepat, dengan jangkauan 20 kilometer.

(Indra Bonaparte)

Garuda Jinakkan Gajah, Indonesia Libas Thailand Menuju Final

Jakarta, aktual.com – Timnas U-23 Indonesia maju ke final setelah menyingkirkan timnas U-23 Thailand lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 usai babak tambahan pada semifinal Kejuaraan ASEAN U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat.

Pada waktu normal, Thailand sempat unggul terlebih dahulu melalui Yotsakon Burapha, namun Indonesia dapat menyamakan kedudukan berkat gol Jens Raven, demikian catatan AFF.

Ketika babak adu penalti, Indonesia memastikan langkah mereka menuju partai final setelah menang dengan skor 7-6 atas Thailand.

Selanjutnya pada final, Indonesia akan menghadapi Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (29/7) pukul 20.00 WIB, sedangkan Thailand melakoni laga perebutan tempat ketiga kontra Filipina di tempat yang sama, Senin (28/7) pukul 20.00 WIB.

Secara statistik pada waktu normal ditambah babak tambahan, Indonesia unggul penguasaan bola dengan 71 persen, sedangkan Thailand lebih sering mengancam melalui 21 tendangan yang lima di antaranya tepat sasaran.

Pada babak pertama, Indonesia mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan sempat memberikan ancaman melalui tendangan Dony Tri Pamungkas yang masih menyamping dari gawang Thailand.

Thailand berbalik menciptakan peluang melalui sundulan yang dilepaskan oleh Pattarapon Suksakit, namun bola masih membentur mistar gawang Indonesia.

Sempat tertekan, Indonesia mampu menciptakan peluang emas melalui sundulan Jens Raven setelah menerima umpan silang dari Rahmat Arjuna, namun bola masih terkena tiang gawang.

Skuad asuhan Gerald Vanenburg kembali mendapatkan peluang emas untuk unggul terlebih dahulu, kali ini lewat tendangan Rahmat Arjuna, namun masih dapat dihalau kiper Thailand Sorawat Phosaman.

Memasuki babak kedua, Indonesia kembali mengambil inisiatif menyerang dan sempat melakukan upaya menekan melalui tendangan Robi Darwis yang masih mengarah tepat ke pelukan Phosaman.

Thailand mampu mencuri keunggulan terlebih dahulu pada menit 60 setelah memanfaatkan kesalahan lini tengah Indonesia melalui gol yang dicetak oleh Yotsakon Burapha sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Tertinggal terlebih dahulu membuat Indonesia langsung tersengat dan memiliki peluang melalui tendangan Rayhan Hannan yang masih menyamping tipis dari gawang Thailand.

Kesalahan lini tengah Indonesia kembali menjadi ancaman ke gawang Indonesia, kali ini lewat tendangan Siraphop Wandee, beruntung dapat dihalau oleh Ardiansyah.

Indonesia terus menggempur lini pertahanan Thailand dan akhirnya membuahkan hasil pada menit 83 setelah umpan sepak pojok Rayhan Hannan dapat dikonversikan menjadi gol lewat sundulan Jens Raven sehingga skor kembali sama kuat 1-1.

Keberhasilan menyamakan kedudukan membuat Indonesia terus menggempur lini pertahanan Thailand, akan tetapi hingga waktu normal usai, skor 1-1 tetap bertahan sehingga laga harus dilanjutkan ke babak tambahan.

Memasuki babak tambahan pertama, Indonesia kembali mengambil inisiatif menyerang, sementara Thailand mengandalkan serangan balik, namun tak ada gol tambahan yang tercipta.

Pada babak tambahan kedua, giliran Thailand yang mengambil inisiatif menyerang dan beberapa kali memberikan ancaman ke lini pertahanan Indonesia, namun dapat dibendung oleh Kadek Arel serta kolega.

Mendapatkan terus gempuran dari Thailand, Indonesia mampu bertahan sehingga pemenang pada pertandingan ini harus ditentukan oleh adu tendangan penalti.

Pada babak adu tendangan penalti, Indonesia mampu keluar sebagai pemenang setelah tujuh penendangnya mampu menjalankan tugasnya, berbanding enam penendang Thailand.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Anggota DPRD Bekasi Dukung Penuh Koperasi Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Kota Bekasi, aktual.com – Achmad Rivai, anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PAN Pembangunan, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pendirian Koperasi Kelurahan Merah Putih Jatimakmur di Kecamatan Pondokgede.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya Koperasi Merah Putih dan mendukung penuh kehadirannya. Apalagi ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden, yang menekankan pentingnya koperasi sebagai pilar dalam membangun sistem perekonomian nasional berbasis kebersamaan,” ujar Rivai pada Jumat (25/07/2025).

Ia menilai kehadiran koperasi tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses usaha yang inklusif dan berkelanjutan.

“Saya berharap koperasi ini tidak hanya hadir sebagai simbol, tapi benar-benar aktif, dinamis, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tambah anggota Komisi IV itu.

Rivai juga menegaskan pentingnya pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel agar koperasi bisa tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang. Ia turut menekankan pentingnya penguatan kapasitas manajemen serta keterlibatan aktif dari para anggota koperasi.

“Kunci keberhasilan koperasi terletak pada keterlibatan anggotanya dan kualitas pengelolaannya. Dengan itu, koperasi akan mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan komitmen untuk terus mendorong perhatian dari pemerintah kota terhadap pengembangan koperasi.

“Kami di DPRD Kota Bekasi akan terus mendorong pemerintah kota agar memberi perhatian serius terhadap pengembangan koperasi. Baik dari sisi regulasi, pelatihan, hingga permodalan. Karena koperasi adalah milik bersama. Jika dikelola dengan baik, koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang luar biasa,” tandasnya. (ADV)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Perintangan Tak Terbukti, Suap Menghukum: Perjalanan Kasus Hasto Kristiyanto hingga Vonis

Ilustrasi: Perintangan Tak Terbukti, Suap Menghukum: Perjalanan Kasus Hasto Kristiyanto hingga Vonis

Jakarta – Aktual.com, Januari 2020. KPK menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam operasi tangkap tangan atau OTT atas dugaan menerima suap dari Harun Masiku, mantan caleg PDIP yang tak lolos Pemilu 2019, yang diduga mencoba masuk DPR melalui skema PAW (Pergantian Antarwaktu). Nama Hasto Kristiyanto, sebagai Sekretaris Jenderal PDIP, kemudian disebut dalam alur penyidikan awal sebagai bagian dari lobi politik partai dalam proses PAW tersebut.

Meski nama Hasto mencuat sejak 2020, KPK baru secara resmi menetapkan dirinya sebagai tersangka menghalangi penyidikan pada 23 Desember 2024 melalui Sprin.Dik:152/DIK.00/01/12/2024. Penetapan tersebut menjadi tonggak baru setelah bukti pendukung dinilai cukup oleh penyidik KPK untuk menjerat Hasto dengan dugaan obstruction of justice dalam kasus Harun Masiku.

Sikap Hasto sebagai tersangka diuji pada 13 Januari 2025, saat pemeriksaan berlangsung sekitar 3,5 jam di KPK. Hasto menegaskan tidak terlibat dan menyebutnya bagian dari kriminalisasi politik. Namun, KPK tetap menyatakan bukti cukup kuat. Komunikasi dan perintah melalui staf serta ajudan diyakini menjadi bagian skema perlindungan terhadap Harun.

Setelah penetapan tersangka dan pemeriksaan, pada 20 Februari 2025, KPK menahan Hasto di Rutan Cabang Jakarta Timur selama 20 hari. Penahanan dianggap strategis untuk mencegah penghilangan bukti dan pengaruh terhadap saksi. Hasto dan pendukungnya menilai langkah ini sangat politis, namun KPK menegaskan tindakannya legal dan prosedural.

Penahanan memicu gugatan praperadilan yang diajukan tim hukum Hasto pada akhir Februari 2025 ke PN Jakarta Selatan. Mereka menyoroti keabsahan keputusan KPK dalam penetapan tersangka dan penahanan. Namun pada 11 Maret 2025, hakim menolak seluruh permohonan, menyatakan KPK bertindak sesuai hukum dan memiliki alat bukti awal yang sah.

Dengan praperadilan ditolak, persidangan pokok mulai terbuka. Sidang perdana digelar pada 14 Maret 2025 di Pengadilan Tipikor Jakarta. Jaksa membacakan dakwaan yang menyebut Hasto menyusun skema sistematis mencakup penghilangan bukti, memfasilitasi komunikasi rahasia Harun, dan mempengaruhi saksi menggunakan jaringan internal partai.

Persidangan berlangsung hingga Mei 2025, dengan pengajuan sejumlah bukti digital: transkrip komunikasi seperti frasa ‘amankan Harun’, ‘atur keterangan’, serta bukti tekanan terhadap saksi agar memberikan kesaksian tertentu. Fakta-fakta ini menjadi titik terang dalam menilai sistematisnya dugaan obstruction of justice.

Pada 3 Juli 2025, jaksa menuntut 7 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider enam bulan kurungan. Tuntutan berasal dari Pasal 5 ayat (1) huruf a dan Pasal 21 UU Tipikor, serta pelanggaran KUHP terkait suap PAW Harun Masiku.

Dalam pledoi atau pembelaannya, Hasto membaca sendiri pembelaannya. Ia membantah semua dakwaan, menyebut proses hukum dipolitisasi, dan perannya hanya administratif. Tim kuasa hukum menekankan tidak ada saksi langsung bahwa Hasto memerintahkan tindakan kriminal seperti penyembunyian bukti.

Puncak proses tiba hari ini, 25 Juli 2025, ketika majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun 6 bulan penjara terhadap Hasto, membebaskan dia dari dakwaan perintangan penyidikan, tetapi menyatakan bersalah atas tindak pidana suap terkait PAW Harun Masiku.

Majelis juga menjatuhkan denda Rp250 juta, subsider tiga bulan kurungan jika tidak dibayar

Putusan hari ini jelas lebih ringan dibanding tuntutan JPU. Majelis hakim secara eksplisit menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti keterlibatan Hasto dalam obstructive conduct, namun membuktikan keterlibatannya dalam suap subsidi pengurusan pergantian antarwaktu.

Hakim menyatakan aspek meringankan seperti kooperasi Hasto selama persidangan serta tidak pernah dihukum sebelumnya menjadi pertimbangan. Namun hakim menilai perlu adanya hukuman agar efek jera tetap tercapai.

Reaksi beragam muncul. Tim kuasa hukum menyatakan keputusannya dapat diterima, namun juga menyatakan rencana untuk mengajukan banding jika vonis tidak mencerminkan fakta lengkap di persidangan.

Sementara itu, KPK menyatakan akan menghormati putusan dan terus menjejaki kasus berjalan, terutama soal keberadaan Harun Masiku yang masih menjadi satu misteri hukum besar

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

PINTU Tricourt Cup 2025 Resmi Digelar, Total Hadiah Capai Rp60 Juta

Cabang "three on three" (3x3) Basketball di acara kompetisi olahraga bertajuk Pintu Tricourt Cup 2025. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – PT Pintu Kemana Saja (PINTU) aplikasi crypto all-in-one pertama di Indonesia sukses mengadakan kompetisi olahraga bertajuk Pintu Tricourt Cup 2025. Dalam kompetisi, terdapat tiga cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan antara lain, mini soccer, 3×3 basket, dan padel. Acara yang diselenggarakan pada 14 hingga 19 Juli 2025 diikuti sekitar 25 perusahaan Indonesia dari berbagai industri dengan total peserta mencapai lebih dari 250.

Chief Marketing Officer PINTU Timothius Martin mengungkapkan, “Pintu Tricourt Cup 2025 merupakan kompetisi olahraga yang pertama kali diselenggarakan oleh PINTU di tengah meningkatnya euforia terhadap olahraga yang telah menjadi bagian dari lifestyle masyarakat. Kami juga sangat bangga dengan sambutan positif dari berbagai perusahaan yang mengikuti ajang ini dengan mengirimkan pemain-pemain terbaiknya. Ini menjadi capaian yang luar biasa bagi kami yang tidak hanya menyediakan wadah untuk menyalurkan bakat dalam bidang olahraga setiap peserta, namun juga membuka potensi networking antarpelaku industri,”

Timo menambahkan, “Pintu Tricourt Cup 2025 juga kami manfaatkan sebagai channel edukasi dan literasi guna mendorong inklusi aset crypto, di mana kami memberikan voucher berupa aset crypto Bitcoin (BTC) kepada para peserta dan juga pengunjung atau suporter dari setiap tim yang bertanding. Langkah tersebut kami harap mampu mendorong peningkatan awareness hingga penetrasi terhadap aset crypto di Indonesia secara lebih luas,”

Aplikasi PINTU sukses menggelar Pintu Tricourt Cup 2025. Ajang kompetisi cabor tiga olahraga yang memperebutkan hadiah lebih dari Rp60 juta. 25 perusahaan yang mengikuti ajang ini antara lain, PT Pintu Kemana Saja (PINTU), PT Global Tiket Network (Tiket), PT CTXG Indonesia Berkarya (Mobee), CFX Indonesia, PT Grab Teknologi Indonesia, PT Espay Debit Indonesia Koe (DANA), PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja), PT Kredivo Finance Indonesia (Kredivo), PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati Fintech Group), PT Julo Teknologi Finansial (JULO), PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan), PT Bank Jago Tbk. (ARTO), SnackVideo, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia Group), PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax), PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli), PT Stockbit Sekuritas Digital (Stockbit), Tokopedia, Tiktok Global Business Solutions 1, PT Bumi Santosa Cemerlang (Pluang), X Indonesia, PT Modular Kuliner Indonesia (Hangry), Mekari, PT Kreasi Nostra Mandiri (Sayurbox), dan PT Shopee Internasional Indonesia.

Para pemenang Pintu Tricourt Cup 2025 untuk setiap cabang olahraga adalah sebagai berikut, Pada cabang Mini Soccer, Kredivo meraih Juara 1, diikuti oleh DANA sebagai Juara 2, Tiket sebagai Juara 3, dan Kopi Kenangan di posisi Juara 4. Untuk cabang 3×3 Basketball, Tokopedia keluar sebagai Juara 1, Kredivo menempati posisi Juara 2, Prodia sebagai Juara 3, dan Stockbit Bibit di posisi Juara 4. Pada turnamen Padel, kategori Men’s Doubles dimenangkan oleh Grab Indonesia 2 sebagai Juara 1 dan Grab Indonesia 1 sebagai Juara 2. Sementara itu, di kategori Women’s Doubles, X Indonesia berhasil meraih Juara 1, dan Kredivo menempati posisi Juara 2.

“Tingginya partisipan dari perusahaan dan peserta yang ikut, kami berencana menjadikan Pintu Tricourt Cup sebagai event tahunan dengan skala yang akan terus ditingkatkan serta diperluas ke berbagai cabang olahraga lainnya. Selain itu, kami juga meyakini bahwa kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan positif untuk mengkolaborasikan industri aset crypto lewat industri olahraga,” tutup Timo.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain