15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 722

Anggaran KPU 2026 Membengkak, DPR Beri Lampu Hijau Tambahan Hampir Rp1 Triliun

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf. Aktual/DOK DPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, merespons permohonan tambahan anggaran yang diajukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk tahun 2026 sebesar Rp986,06 miliar. Ia menilai usulan tersebut masih perlu dikaji lebih dalam, mengingat belum adanya kegiatan pemilu yang signifikan di tahun tersebut.

“Permohonan ini masih butuh pendalaman lebih lanjut. Karena kalau kita lihat, tahun 2026 itu belum ada kegiatan-kegiatan kepemiluan yang menonjol,” ujar Dede Yusuf dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama KPU dan Bawaslu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).

Lebih lanjut, Dede juga menyinggung keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru saja memisahkan jadwal Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah. Menurutnya, putusan itu dapat berdampak besar terhadap struktur kelembagaan KPU maupun Bawaslu ke depan.

“Putusan MK tersebut mungkin akan mengubah struktur kelembagaan, dan itu tentu akan berdampak juga pada arah dan prioritas anggaran,” ujarnya.

Politisi Partai Demokrat ini juga menekankan pentingnya peran KPU dan Bawaslu dalam meningkatkan kualitas pendidikan politik, terutama bagi generasi muda. Ia mengingatkan bahwa jika anak muda tidak mendapatkan pemahaman yang memadai soal demokrasi, angka partisipasi pemilih bisa menurun drastis pada Pemilu 2029 atau bahkan 2031.

“Itu menjadi sangat urgent, sangat krusial. Jangan sampai pemilih pemula hanya mendapatkan informasi politik dari media sosial. Ini yang harus kita pikirkan matang-matang,” tegas Dede.

Ia juga mendorong agar penggunaan teknologi digital, media sosial, dan berbagai bentuk informasi lain dalam penyelenggaraan pemilu ke depan, dapat dilakukan secara kolaboratif bersama para pemangku kepentingan terkait.

Sebelumnya, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menjelaskan bahwa usulan tambahan anggaran tahun 2026 itu diperuntukkan bagi dua kebutuhan utama: belanja gaji dan tunjangan kinerja (tukin) untuk CPNS dan PPPK, serta pelaksanaan program kerja strategis.

Dari total Rp986,06 miliar yang diajukan, sebanyak Rp695,81 miliar dialokasikan untuk gaji dan tunjangan bagi 2.808 CPNS dan 3.486 PPPK. Sementara Rp290,24 miliar digunakan untuk kegiatan seperti pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH), penyuluhan produk hukum, kehumasan, pendidikan pemilih pemula dan kelompok rentan, pendataan DPT berkelanjutan, hingga penyusunan peta indeks partisipasi pemilih.

“Jadi ini untuk dua kebutuhan utama. Yang A untuk belanja pegawai, yang B untuk program-program strategis,” jelas Afif dalam rapat tersebut.

Meski DPR belum sepenuhnya menolak usulan tersebut, Komisi II berharap KPU dapat menyusun anggaran secara lebih rinci dan sesuai dengan kebutuhan aktual pasca putusan MK. Pendalaman lebih lanjut pun disebut akan terus dilakukan dalam rapat-rapat berikutnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Samsung Siap Debut Ponsel Lipat Terbarunya Galaxy Z Flip7 FE

Ilustrasi ponsel lipat Samsung. Samsung Galaxy Z Flip5. ANTARA/HO-Samsung Newsroom Global.

Jakarta, aktual.com – Samsung dalam waktu dua hari lagi akan menghelat Galaxy Unpacked mendebutkan deretan ponsel lipatnya yang terbaru dan salah satunya ialah Galaxy Z Flip7 FE sebagai pilihan ponsel lipat dengan harga terjangkau pertamanya.

Menjelang acara tersebut, kini melalui platform benchmark Geekbench diketahui spesifikasi ponsel itu terungkap salah satunya dari sisi chipset yang disematkan yaitu Exynos 2400 sebagai chip besutan Samsung.

Dilaporkan Gizmochina, Senin, dalam temuannya di Geekbench terungkap beberapa spesifikasi penting selain chip di antaranya RAM maupun sistem operasi yang akan digunakan.

Secara lebih inci, Geekbench menunjukkan bahwa Galaxy Z Flip 7 FE edisi global menggunakan Exynos, yang memiliki kode “s5e9945” di bagian motherboard-nya.

Chip ini diketahui memiliki 10-inti dengan kecepatan clock maksimum 3,21GHz, dan untuk grafis, ia dilengkapi dengan GPU Samsung Xclipse 940. Kedua ciri ini mengonfirmasi bahwa Galaxy Z Flip7 FE bakal dilengkapi Exynos 2400.

Selanjutnya, spesifikasi yang terungkap dari sisi RAM menunjukkan ponsel pintar ini dilengkapi RAM cukup mumpuni 8 GB dan akan menjalankan sistem operasi berbasis Android terbaru yaitu Android 16.

Dalam pengujian inti tunggal dan multi-inti, perangkat ini masing-masing memperoleh skor 1940 dan 6136 poin.

Sejauh ini, rumor yang beredar menunjukkan bahwa Galaxy Z Flip 7 FE akan menampilkan layar utama 6,7 ​​inci dan layar penutup 3,4 inci.

Ponsel ini mungkin menampung baterai 3.700mAh dengan pengisian daya 25W. Dari sisi kamera, ponsel ini akan memiliki kamera depan 10 megapiksel dan kamera ganda 12 megapiksel (utama) dan 12 megapiksel (ultra-lebar).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dampak Geopolitik, Raksasa Nikel Indonesia Turunkan Produksi

Dampak Geopolitik Raksasa Nikel Indonesia Turunkan Produksi.

Jakarta, aktual.com – Kondisi geopolitik dunia berdampak pada menurunnya produksi nikel Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), beberapa raksasa nikel sudah mengurangi produksi mereka dalam enam bulan terakhir.

“Langkah yang dilakukan oleh para raksasa smelter adalah wajar. Mengingat, berkurangnya permintaan stainless stell China akibat faktor geopolitik,” kata Dewan Penasihat Pertambangan APNI, Djoko Widajatno dalam keterangan tertulis yang di kutip aktual.com, Senin (7/7/2025).

Dari data APNI, dua raksasa smelter nikel di Indonesia, Tsingshan Holding Group yang digerakkan melalui PT Tsingshan Steel Indonesia dan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), dan merupakan bagian dari Jiangsu Delong Nickel Industry Co memutuskan memangkas kapasitas produksi smelter mereka.

Tsingshan Holding Grup, pada Januari 2025 masih melakukan pemurnian terhadap 150-160 ribu ton bijih nikel berkadar tinggi atau saprolite. Namun, dalam waktu kurang dari enam bulan, smelter dengan teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) itu memangkas produksi sebesar 50%.

Kondisi itu terus menurun hingga Juni 2025, dimana kapasitas produksi smelter perusahaan hanya diangka 80 ribu ton.

Penurunan kapasitas produksi lebih besar dialami oleh PT GNI. Sebelumnya, pada Februari 2025 GNI telah diterpa kabar akan menutup total smelter mereka yang terletak di Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Namun, manajemen membantah kabar tersebut. Manajemen menyatakan operasional berjalan seperti biasa, dan perubahan terjadi akibat adanya perubahan manajemen operasional.

Berdasarkan data APNI, dalam jangka waktu enam bulan, PT GNI telah memangkas 80% produksi smelter mereka. Pada bulan Januari 2025, GNI masih melakukan pemurnian terhadap 100 ribu ton bijih nikel, angka ini turun terus hingga Juni 2025 yang hanya sebanyak 10-20 ribu ton.

Sebelumnya, Ketua Badan Kejuruan (BK) Pertambangan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli mengatakan penurunan harga nikel berpengaruh pada penurunan harga stainless steel yang dijual.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Mentan Ungkap 10 dari 212 Produsen Beras Nakal Telah Diperiksa Satgas Pangan

Mentan Ungkap 10 dari 212 Produsen Beras Nakal Telah Diperiksa Satgas Pangan.

Jakarta, aktual.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan 10 dari 212 produsen beras nakal telah diperiksa Satgas Pangan bersama Bareskrim Polri sebagai langkah membongkar praktik curang dan melindungi konsumen.

“Sekarang ini, pemeriksaan sudah berjalan. Itu ada 10 perusahaan terbesar yang sudah dipanggil oleh Bareskrim (Polri), Satgas Pangan,” kata Amran ditemui di Jakarta, Senin (7/7).

Langkah itu merupakan tindak lanjut dari laporan 212 merek beras yang dianggap tidak sesuai standar mutu, baik dari sisi volume, kualitas maupun kejelasan label, yang dikirim langsung ke Kapolri dan Kejaksaan Agung.

Amran menekankan momen penindakan itu tepat karena stok beras nasional sedang dalam kondisi melimpah sehingga intervensi tidak menimbulkan risiko kekurangan pasokan di pasaran. Stok saat ini mencapai 4,2 juta ton.

Menurut dia, pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut telah berlangsung sejak tiga hari lalu dan diharapkan menjadi pintu masuk membongkar praktik kecurangan yang merugikan konsumen.

Amran menyebutkan pengawasan dan penindakan ini adalah bagian dari upaya pemerintah menciptakan keadilan bagi petani, pelaku usaha jujur dan masyarakat sebagai konsumen utama.

“Ini harus kita selesaikan, kesempatan emas kita selesaikan. Di saat produksi kita, stok kita banyak. Kalau stok kita sedikit, tidak mungkin hal ini kita bisa lakukan karena bisa nanti memukul balik. Tapi sekarang stok kita banyak,” tegas Amran.

Investigasi kasus kecurangan beras komersial dilakukan Kementerian Pertanian, Bapanas, Satgas Pangan, Kejaksaan, hingga Kepolisian, setelah adanya anomali soal beras, padahal produksi padi saat ini sedang tinggi secara nasional, bahkan tertinggi dalam 57 tahun terakhir dengan stok hingga saat ini mencapai 4,2 juta ton.

Berdasarkan hasil temuan pada beras premium dengan sampel 136, ditemukan 85,56 persen tidak sesuai ketentuan; 59,78 persen tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET); serta 21,66 persen tidak seusai berat kemasan.

Lalu, temuan pada beras medium dengan sampel 76 merek ditemukan 88,24 persen tidak sesuai mutu beras; 95,12 persen tidak sesuai HET; serta 9,38 persen tidak seusai berat kemasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

PM Malaysia Sebut BRICS Bisa Ciptakan Dunia Adil

Para pemimpin negara yang menghadiri sesi pleno "Perdamaian, Keamanan, dan Reformasi Tata Kelola Global" pada KTT BRICS ke-17 berpose untuk foto bersama di Rio de Janeiro, Brasil, 6 Juli 2025. ANTARAXinhua/Li Xiang.

Kuala Lumpur, aktual.com – Kelompok BRICS, yang telah menjelma sebagai kekuatan yang kuat dan berprinsip, merepresentasikan sebuah peluang untuk membentuk tatanan internasional yang lebih seimbang dan adil, ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Organisasi-organisasi internasional yang sudah ada perlu direformasi untuk merefleksikan realitas global yang terus berubah dan mempertimbangkan aspirasi negara berkembang, tutur Anwar dalam sebuah pernyataan.

“Saya juga menyerukan perombakan besar-besaran terhadap berbagai institusi global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), agar lebih merefleksikan realitas dan kebutuhan negara-negara berkembang saat ini, alih-alih masih terjebak dalam struktur pasca-Perang Dunia II yang sudah ketinggalan zaman,” imbuhnya.

Anwar, yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang diselenggarakan di Brasil, menambahkan bahwa kelompok itu harus memperkuat kerja sama ekonomi baik di antara negara-negara anggotanya maupun dengan kelompok regional lainnya seperti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Para anggota BRICS dan ASEAN juga harus terus memperkuat kerja sama strategis, termasuk meningkatkan perdagangan dan investasi lintas kawasan demi kepentingan bersama negara-negara berkembang,” tutur Anwar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pukat UGM Nilai Surat Kementerian UMKM untuk Pendampingan Istri Menteri ke Eropa Berpotensi Langgar Etik dan Hukum

Pukat UGM Nilai Surat Kementerian UMKM untuk Pendampingan Istri Menteri ke Eropa Berpotensi Langgar Etik dan Hukum.

Jakarta, aktual.com – Surat dari Kementerian UMKM yang meminta pendampingan enam Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) selama kunjungan Agustina Hastarini, istri Menteri UMKM Maman Abdurrahman, ke Eropa, menuai sorotan dan kritik tajam dari sejumlah pihak. Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) menyebut surat tersebut berpotensi mengandung pelanggaran.

“Ya, surat itu mengandung pelanggaran ya. Bisa merupakan pelanggaran etik, disiplin, atau pidana,” ujar peneliti dari Pukat UGM, Zaenur Rohman, kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Zaenur menilai bahwa surat tersebut mencerminkan kegagalan dalam membedakan antara kepentingan pribadi dan urusan kedinasan. Hal inilah yang disebutnya sebagai pelanggaran etika. Ia juga menambahkan, bila surat tersebut dikirim melalui sekretariat jenderal Kementerian UMKM, maka bisa masuk kategori pelanggaran disiplin.

“Dia bisa menjadi pelanggaran pidana kalau ada anggaran pemerintah, anggaran instansi yang digunakan untuk melakukan pemenuhan permintaan-permintaan. Itu bisa merupakan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Tipikor, yaitu merugikan keuangan negara,” sambungnya.

Ia juga mengkritik isi surat tersebut sebagai tindakan yang tidak etis dan mencerminkan pola pikir feodal yang masih mengakar di kalangan pejabat.

“Ini mencerminkan kegagalan untuk membedakan mana urusan privat, mana urusan dinas, urusan publik, urusan pemerintah,” tutur Zaenur.

Zaenur mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa kemungkinan adanya penggunaan anggaran negara, baik dari Kementerian UMKM maupun KBRI, dalam pelaksanaan kunjungan tersebut.

“Kalau anggaran misalnya dikeluarkan oleh KBRI, anggaran berarti punya APBN, anggaran pemerintah, kalau itu digunakan untuk kepentingan pribadi secara melawan hukum, itu korupsi,” jelasnya.

“Kalau anggarannya berasal dari internal kementerian, itu juga korupsi,” sambungnya.

Ia juga menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto mengambil sikap atas kasus ini, termasuk dengan meminta Sekretariat Kabinet menelusuri kebenaran isi surat dan memberikan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.

“Saya pikir juga presiden perlu melakukan penertiban terhadap pembantunya. Melalui Seskab misalnya untuk memperjelas perkara ini dan jika memang terbukti harus memberikan peringatan dan memberikan sanksi,” ujar Zaenur.

Sebagai informasi, surat bernomor B-466/SM.UMKM/PR.01/2025 dari Kementerian UMKM yang menjadi polemik itu tertanggal 30 Juni 2025. Surat tersebut ditujukan kepada enam KBRI dan satu konsul jenderal RI, berisi permintaan pendampingan selama kunjungan Agustina Hastarini ke berbagai kota di Eropa, antara lain Istanbul (Turki), Pomorie dan Sofia (Bulgaria), Brussels (Belgia), Paris (Prancis), Lucerne (Swiss), dan Milan (Italia), dalam rangka kegiatan misi budaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain