11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 745

Iran Tunjuk Kepala Intelijen Garda Revolusi Baru, Isyarat Pergeseran Strategi

Sejumlah pejabat tinggi Iran tewas sejak konflik Israel dan Iran yang dimulai pada Jumat (13/6/2025). Aktual/ Reuters

Teheran, aktual.com – Pemerintah Iran menunjuk kepala intelijen baru di Garda Revolusi pada Jumat (20/6/2025), menurut laporan kantor berita resmi IRNA. Sebelum itu, para pendahulunya tewas dalam serangan Israel pekan lalu. Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, menunjuk Brigadir Jenderal Majid Khadami sebagai kepala baru divisi intelijennya, kata Irna.

Ia menggantikan Mohammed Kazemi, yang tewas pada hari Minggu bersama dua perwira Garda Revolusi lainnya yaitu Hassan Mohaghegh dan Mohsen Bagheri dalam serangan Israel. Pakpour baru-baru ini ditunjuk setelah Israel menewaskan pendahulunya Hossein Salami dalam sebuah serangan pada Jumat (13/6/2025).

“Selama tahun-tahun komandan kami yang gugur, Kazemi dan Mohaqeq, memimpin Intelijen IRGC, kami menyaksikan pertumbuhan signifikan dalam semua aspek intelijen di dalam IRGC,” ungkap Pakpour, Jumat.

Israel melancarkan serangan udara terhadap situs nuklir dan militer di Iran minggu lalu, dengan mengklaim musuh bebuyutannya itu hampir mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan itu dibantah oleh otoritas Iran.

Adapun Israel dikabarkan menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran, yang memicu serangan balik oleh Iran, yang pada Kamis (19/6/2025) menghantam sebuah rumah sakit Israel.

Setelah pengangkatannya oleh pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei Jumat lalu, Pakpour mengancam akan membuka “gerbang neraka” sebagai balasan atas serangan Israel. Tokoh-tokoh tinggi Israel secara terbuka berbicara tentang tewasnya Khamenei.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Prabowo Prioritaskan Rusia Ketimbang G7, Eddy Soeparno: Diplomasi Luar Negeri yang Berani

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Di tengah ketegangan Israel-Iran, Presiden Prabowo memutuskan untuk tidak memenuhi undangan forum negara-negara G7.

Presiden Prabowo memilih untuk memenuhi undangan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai pembicara utama dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menilai keputusan Presiden Prabowo sebagai langkah diplomasi yang tepat dan strategis untuk merespons konstelasi di timur tengah.

“Ini langkah diplomasi yang strategis, tepat dan juga menunjukkan konsistensi Indonesia pada politik luar negeri yang menolak segala bentuk penjajahan dan atau serangan atas kedaulatan negara lain.”

“Apalagi terbukti kemudian di antara kesepakatan negara G7 adalah mendukung Israel dengan alasan membela diri. Langkah Presiden Prabowo tidak menghadiri forum G7 adalah keputusan terbaik.”

Hal ini disampaikan Eddy Soeparno di sela-sela menjadi pembicara dalam Bimtek Bela Negara Anggota DPRD PAN dengan tema “Peran Anggota Legislatif dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa di Tengah Dinamika Politik”.

Acara dilaksanakan di Universitas Indonesia Mandiri di Lampung Selatan, Kamis (19/6).

Doktor Ilmu Politik UI ini menegaskan, kehadiran Presiden Prabowo di SPIEF 2025 merupakan tonggak penting dalam menegaskan posisi strategis Indonesia di kancah global.

“Pilihan untuk hadir dalam SPIEF 2025 ini adalah wujud diplomasi ekonomi aktif Indonesia yang semakin kuat dalam menghadapi situasi global yang kompleks dan semakin dinamis,” lanjutnya.

Waketum PAN ini meyakini, pertemuan tingkat tinggi Presiden Prabowo dengan Vladimir Putin akan membicarakan respons kedua negara terhadap konflik Israel-Palestina serta mempersiapkan langkah-langkah terbaik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

“Peran aktif diplomasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menjadikan Indonesia semakin diperhitungkan. Apalagi Presiden Prabowo konsisten dengan Politik Bebas-Aktif dan amanat konstitusi untuk menolak segala bentuk penjajahan dan penindasan,” tutup Eddy.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Komisi III DPR: Diduga Pemeriksaan dan Putusan Kasus Agnes Mo Tak Sesuai UU

Jakarta, aktual.com – Komisi III DPR RI menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA), dan Koalisi Advokat Pemantau Peradilan.

Rapat ini digelar guna membahas kasus gugatan hak cipta lagu ‘Bilang Saja’ yang menyeret Agnez Mo. Hasil rapat, Komisi III DPR RI menyimpulkan jika pemeriksaan dan putusan hakim atas perkara Agnez Mo tidak sesuai Undang-Undang (UU).

“Satu, Komisi III DPR meminta kepada Bawas MA untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan Koalisi Advokat Pemantau Peradilan terkait dugaan terjadinya pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara dengan register nomor Register No. 92/ BDT.SUS- HK/hakcipta2024 PN Niaga Jakarta Pusat yang diduga pemeriksaan dan putusannya tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, 20 Juni 2025.

Atas dugaan itu, kata Habiburokhman, Komisi III DPR RI meminta MA untuk membuat surat edaran atau pedoman terkait panduan untuk penerapan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta secara komperehensif.

“Sehingga tidak ada lagi putusan yang tidak mencerminkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan, serta merugikan orkestrasi dunia seni dan musik Indonesia,” katanya.

Selanjutnya, Habiburokhman meminta Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI untuk dapat menyosialisasikan secara luas terhadap semua pihak terkait mekanisme perolehan lisensi pengelolaan royalti yang dilakukan melalui LMKN.

Termasuk, pemahama terhadap filosofi dan tujuan UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan ketentuan perundang-undangan terkait. Dengan begitu, tidak ada lagi sengketa, gugatan, putusan peradilan yang dapat merugikan seluruh artis atau pelaku industri musik Indonesia.

“Termasuk dalam perkara Register No. 92/ BDT.SUS- HK/hakcipta2024 PN Niaga Jakarta Pusat, dan menimbulkan ketidakpastian hukum,” tegas Habiburokhman.

Sementara itu, Bawas MA yang diwakili Inspektur Wilayah UU Suradi mengamini telah menerima laporan dari Koalisi Advokat Pemantau Peradilan terkait dugaan pelanggaran etik majelis hakim yang memutus perkara Agnez Mo. Laporan itu diterima MA pada Kamis, 19 Juni 2025.

“Benar kita tanggal 19 Juni 2025 menerima pengaduan dari Koalisi Advokat tentang dugaan adanya pelanggaran kode etik dan pedoman berlaku hakim,” kata Suradi.

Dia memastikan MA akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan transparan. “Dan itu akan segera kami tindaklanjuti, apakah ada pelanggaran atau tidak istilahnya masih dugaan,” katanya.

Sementara itu, Wawan yang mewakili Agnez Mo menyampaikan terima kasih atas kesempatan rapat bersama DPR. Dia berharap ada keadilan bagi Agnez Mo dan dunia musik saat ini.

“Mbak Agnez tetap sebagai warga negara tunduk dan patuh pada proses hukum yang saat ini sedang berjalan sesuai kanalnya dan prosedurnya. Mudah-mudahan dengan waktu yang sesuai mendapatkan hasil yang baik tidak hanya bagi Mbak Agnez Monica dan bagi seluruh pelaku industri di entertainment Indonesia,” ujar Wawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Komisi III Gelar RDPU Bahas Putusan Perkara Hak Cipta

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman Bersama Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Razilu serta musisi Tantri 'Kotak' menggelar konferensi pers usai rapat tertutup di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Komisi III DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) mengenai gugatan hak cipta lagu 'Bilang Saja' terhadap penyanyi Agnez Mo. Komisi III DPR mengambil kesimpulan adanya dugaan pemeriksaan dan putusan hakim di perkara tersebut tidak sesuai dengan undang-undang (UU). Aktual/TINO OKTAVIANO

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Dräger Indonesia Luncurkan Ventilator Pertama Buatan Lokal, Dorong Pemerataan Akses Kesehatan Nasional

Drager Indonesia meluncurkan inovasi terbarunya, Savina 300 ID yaitu ventilator buatan Indonesia.Aktual/Dok.Drager Indonesia

Bekasi, aktual.com – Dalam upaya mendukung pemerataan akses kesehatan, Dräger Indonesia Meluncurkan Ventilator Dräger Pertama Buatan Indonesia, Savina 300 ID

Peluncuran Savina 300 ID di Indonesia dilakukan oleh Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia – Bapak Faisol Riza, Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Kefarmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS, Managing Director Dräger Indonesia – Ratna Kurniawati beserta COO Dräger APAC dan Managing Director ASEAN – Mr Thomas Jakob dan turut didampingi oleh Chairman and Shareholder of Gobel Group – Bapak Dr. (H.C.) H. Rachmat Gobel serta Presiden Director PT PHC Indonesia – Yuji Okada.

Peluncuran Savina 300 ID yang bekerja sama antara PT PHC dan Dräger Indonesia dalam perakitan Savina 300 ID diadakan di PT PHC, Cikarang Barat, Kamis (19/6).

Savina 300 ID adalah ventilator berbasis turbin yang menggunakan teknologi dari Jerman yang dapat memberikan terapi invasif dan non-invasif dalam satu perangkat, bisa digunakan di ruangan ICU, HCU, PICU dan atau bahkan bisa dipindah-pindahkan dengan mudah. Savina 300 ID cocok digunakan di RS yang belum memiliki instalasi sentral gas udara tekan.

Savina 300 ID memiliki beragam fitur dan aplikasi seperti: digunakan untuk pasien dengan berat mulai dari 5kg, memiliki baterai internal dan eksternal, memiliki indikator untuk pengukuran CO2, pilihan bahasa Indonesia untuk memudahkan pengoperasian, layar sentuh yang berwarna dengan interface sesuai standard Dräger secara global sehingga mudah dipelajari dan digunakan oleh tenaga kesehatan.

Menteri Kesehatan RI dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Kefarmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia – Dr. Dra. Lucia Rizka Andalucia, Apt, M.Pharm, MARS, menyambut baik atas kerja sama dan inovasi ini.

“Kementerian Kesehatan mendorong kerja sama dengan multipihak agar dapat memproduksi alat-alat kesehatan di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor alat kesehatan, dan mempercepat akses terhadap teknologi medis yang aman, inovatif dan berkualitas. Hari ini kita melihat ventilator dengan teknologi Jerman yang diluncurkan oleh Dräger Indonesia dan saya optimis peluncuran ini dapat membantu perluasan akses layanan kesehatan di Indonesia. Dengan demikian, kita bisa mencapai kemandirian alkes yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Perkembangan industri alat kesehatan (alkes) juga beriringan dengan meningkatnya penyerapan produk alat kesehatan dalam negeri (AKD), yang pada 2024 mencapai 48%, dibandingkan 12% pada 2019.

Tren ini menjadi indikasi positif bagi Indonesia dalam mencapai kemandirian di sektor alat kesehatan, sebuah langkah yang sangat penting di tengah dinamika global yang terus berubah.

“Industri alat kesehatan memegang peran vital di Indonesia, tidak hanya sebagai penopang ketahanan sistem kesehatan nasional, tetapi juga sebagai bagian dari sektor industri mesin dan perlengkapan yang ditargetkan tumbuh rata-rata 6,7–7,7% per tahun pada periode 2025–2029. Kebutuhan alat kesehatan di dalam negeri diproyeksikan terus meningkat, didorong oleh pertumbuhan penduduk, dinamika epidemiologi, serta ekspansi fasilitas layanan kesehatan. Produk ventilator saat ini masih masuk ke dalam 10 besar alat kesehatan by value yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri. Nilai impor ventilator pada tahun 2024 mencapai 68,4 juta dollar dan naik 2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan tantangan besar kemandirian sektor kesehatan nasional yaitu dominasi produk impor yang masih tinggi,” ujar Wakil Menteri Perindustrian RI, Bapak Faisol Riza dalam sambutannya.

“Dalam konteks ini, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dräger Indonesia atas komitmen dan investasi strategis yang telah dilakukan. Investasi ini akan mendorong peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, mendukung substitusi impor, menciptakan lapangan kerja, serta memfasilitasi transfer teknologi dan penguatan sumber daya manusia industri. Hal ini sangat sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan transformasi industri 4.0. Pada kesempatan ini saya mengucapkan selamat kepada Dräger Indonesia karena investasi yang dilakukan tidak hanya menunjukkan kepercayaan terhadap potensi pasar Indonesia, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam memperkuat pondasi kemandirian industri alat kesehatan nasional. Dengan memproduksi ventilator di dalam negeri, Dräger Indonesia turut mendukung program substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN),“ lanjutnya

DPD RI Minta Dukungan Senator Spanyol soal Pembentukan Forum Senator ASEAN

Wakil Ketua DPD RI Yorris Raweyai (kanan) bersalaman dengan Delegasi Senator Spanyol yang dipimpin Javier Maroto Aranzabal di ruang Delegasi DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) meminta dukungan senator Spanyol terkait rencana pembentukan Forum Senator ASEAN. “Hubungan kita dengan Spanyol ini bukan hal baru, tapi sudah cukup panjang. Tadi kita saling memberikan masukan dan pengalaman,” kata Yorris Raweyai seusai pertemuan. Aktual/TINO OKTAVIANO

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain