1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 781

Eddy Soeparno Terima Kunjungan Dubes Selandia Baru, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geothermal

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, bersama, Jacquie Dean, dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, serta delegasi lainnya. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, bersama, Jacquie Dean, dari Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru, serta delegasi lainnya

Pertemuan ini dilakukan sebagai upaya penguatan kerja sama strategis di bidang transisi energi, pembangunan rendah karbon hingga kolaborasi dalam pengembangan sumber daya alam panas bumi atau Geothermal.

Kepada delegasi dari Selandia Baru, Eddy Soeparno menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo memiliki target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Selain itu, Indonesia juga berupaya mewujudkan Ketahanan Energi, Air, hingga Pangan.

“Semua kebijakan menuju target pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional akan dilakukan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan untuk mencapai Net Zero Emissions tahun 2060 mendatang,” kata Eddy.

Dalam diskusi tersebut, Eddy menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan teknologi dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga angin, energi surya dan khususnya Panas Bumi atau Geothermal. Apalagi Indonesia dan Selandia Baru diketahui memiliki sumber daya Geothermal yang berlimpah.

Secara khusus, Eddy berharap Indonesia dan Selandia Baru bisa saling berkolaborasi agar pengembangan sumber-sumber Geothermal di Indonesia, bisa dikembangkan secara cepat dengan dukungan teknologi dan pengalaman dari Selandia Baru.

“Indonesia memiliki potensi sumber daya Geothermal hingga 24 GW namun yang termanfaatkan baru sekitar 10 persen. Sementara kita juga memahami bahwa Selandia Baru memiliki sumber daya Geothermal yang berlimpah dan sampai saat ini berkontribusi hingga 80 persen dalam pasokan listrik di sana,”

“Pencapaian Selandia Baru ini harapannya bisa diikuti oleh Indonesia dengan transfer of knowledge, transfer of information, hingga berbagi pengalaman untuk memaksimalkan potensi Geothermal,” lanjutnya.

Anggota DPR RI Komisi XII ini juga menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan rendah karbon ditentukan salah satunya oleh kemampuan membangun kolaborasi lintas negara dan lintas sektor.

“Kami percaya bahwa keberhasilan pembangunan rendah karbon ditentukan salah satunya dari kemampuan membangun kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas kepentingan. Kami di MPR RI akan terus mendorong terbentuknya kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan demi masa depan generasi mendatang,” tutup Eddy.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Aktivis Serukan Arah Baru Demokrasi Ekonomi untuk Kesejahteraan Rakyat

Sejumlah mantan Aktivis 98 di antaranya Ketua Komisi III DPR Habiburakhman (tengah) Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (kedua kanan), Aktivis Sosial Rocky Gerung (kanan), Ekonom Salamudin Daeng (kedua kiri) dan Politi Partai Gelora Andi Rahmat, hadir menjadi pembicara dalam Sarasehan Aktivis Lintas Generasi Memperingati Reformasi 1998, di Jakarta, Rabu (21/5/2025). Dalam sarasehan yang melibatkan aktivis lintas generasi mulai dari aktivis Malari 1974, Aktivis 80'an, Aktivis Reformasi '98 hingga aktivis Angkatan Gen Z ini, mereke bertukar pikiran soal kondisi negera saat ini yang dikemas dengan "Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi". Aktual/TINO OKTAVIANO

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

BTN Syariah Sabet Penghargaan Internasional sebagai Best Islamic Bank 2025

Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Hirwandi Gafar (kedua kiri) bersama Kepala Divisi Syariah BTN Abdul Firman (kedua kanan) tersenyum usai menerima penghargaan dari Head of Middle East and Africa Euromoney Patrick Cooke (kanan) saat acara Euromoney Islamic Finance Awards di Dubai, Selasa (21/5). BTN Syariah kembali meraih penghargaan gemilang sebagai Best Islamic Bank-Indonesia 2025 atas keberhasilan transformasi bisnis, inovasi layanan, serta kontribusinya dalam membangun ekosistem perbankan syariah berkelanjutan di Indonesia. Dengan prestasi tersebut, BTN Syariah pun siap melakukan spin off untuk memenuhi kebutuhan layanan jasa dan produk perbankan syariah terbaik bagi masyarakat Indonesia. Aktual/DOK BTN

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Refleksi 27 Tahun Reformasi, Aktivis Tegaskan Urgensi Demokrasi Ekonomi

Jakarta, Aktual.com – Sejumlah tokoh aktivis hadir dalam sebuah acara Sarasehan Aktivis Lintas Generasi yang digelar pada 21 Mei 2025 dengan mengangkat tema “Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi”. Dalam forum tersebut, para aktivis lintas generasi menekankan pentingnya mendorong reformasi ke arah transformasi struktural yang lebih substansial.

Dalam sarasehan tersebut, Akademisi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung, Wim Tohari Daniealdi mengatakan bahwa Sarasehan Aktivis Lintas Generasi merupakan sebuah agenda penting untuk mencapai capaian politik formal menuju transformasi yang lebih substantif.

“Dalam Sarasehan Aktivis Lintas Generasi yang diselenggarakan pada 21 Mei 2025, dengan tema ‘Dari Demokrasi Politik Menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi’, sejumlah tokoh aktivis yang hadir menegaskan pentingnya agenda reformasi melampaui capaian-capaian politik formal menuju transformasi struktural yang lebih substantif,” kata Akademisi Wim Tohari Daniealdi, Rabu (21/5).

Menurutnya, dorongan ini bukan sekadar ajakan moral, tetapi merupakan tuntutan historis yang menghendaki semangat reformasi diarahkan pada penegakan demokrasi ekonomi sebagaimana amanat konstitusi.

Ia juga mencatat bahwa usia reformasi kini telah menyentuh angka 27 tahun—hanya terpaut lima tahun dari masa kekuasaan Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun.

“Perbandingan ini bukan soal angka semata, tetapi menjadi pengingat bahwa sebuah sistem yang lahir dari semangat perubahan kini telah mendekati usia yang sama panjang dengan sistem yang dahulu digantikannya. Oleh sebab itu, sarasehan ini menjadi momen reflektif yang sangat relevan – bukan hanya untuk mengenang sejarah, tetapi untuk meninjau secara kritis capaian dan arah perjalanan reformasi,” ucapnya.

Demokrasi Prosedural Tanpa Keadilan Ekonomi

Dalam refleksinya, Wim menyoroti bahwa meskipun reformasi telah menggulingkan rezim otoriter dan membuka ruang demokrasi, cita-cita kerakyatan belum sepenuhnya terwujud.

“Sudah 27 tahun berlalu sejak rezim Orde Baru tumbang. Reformasi 1998, yang mengubah fondasi politik Indonesia, tidak hanya menggulingkan kekuasaan otoriter, tetapi juga membuka jalan bagi demokratisasi, desentralisasi, kebebasan pers, dan partisipasi publik yang lebih luas,” ucapnya.

Namun, ia menilai bahwa demokrasi politik saat ini belum disertai dengan transformasi sosial-ekonomi yang signifikan.

“Namun, seiring waktu, euforia demokrasi politik itu tampak menjauh dari cita-cita kerakyatan yang menjadi ruh utama konstitusi kita. Reformasi berhasil mengubah sistem, tetapi belum berhasil mentransformasikan struktur sosial dan ekonomi,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa demokrasi yang berjalan saat ini cenderung prosedural tanpa keadilan ekonomi, dan yang berkembang justru liberalisme pasar tanpa memperkuat kapasitas nasional.

“Bila kita mau jujur mengakui, dalam dua dekade terakhir, demokrasi Indonesia sebenarnya berjalan berdampingan dengan neoliberalisme. Pasca-1998, Indonesia menjalankan berbagai deregulasi ekonomi atas desakan lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan World Bank,” katanya.

Wim menambahkan bahwa kebijakan seperti pembukaan sektor strategis untuk investasi asing, liberalisasi keuangan, dan pelemahan peran negara dalam industri nasional dilakukan dengan dalih efisiensi dan pertumbuhan. Namun, hasilnya belum mencerminkan pemerataan kesejahteraan.

Ia mengutip data World Bank tahun 2023 yang menunjukkan bahwa 1 persen penduduk terkaya Indonesia menguasai hampir 50 persen total kekayaan nasional, sementara gini rasio tetap stagnan di angka 0,38.

“Sementara itu, 9,5 juta penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional, dan lebih dari 130 juta orang bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak stabil,” jelasnya.

Ia pun menilai bahwa liberalisasi ekonomi tidak menghadirkan kemandirian, melainkan menciptakan ketergantungan struktural pada kekuatan ekonomi besar.

“Alih-alih menciptakan kemandirian, liberalisasi justru menciptakan ketergantungan struktural. Sektor-sektor vital seperti pertambangan, energi, dan perkebunan didominasi oleh perusahaan asing atau konglomerasi nasional yang dekat dengan kekuasaan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti lambatnya perkembangan industri manufaktur dan teknologi, serta tingginya ketergantungan pada impor barang konsumsi.

“Produk-produk hulu Indonesia terus diekspor dalam bentuk mentah, sementara industri manufaktur dan teknologi tak kunjung berkembang signifikan. Impor barang konsumsi naik tajam dalam dua dekade terakhir, dan ketahanan pangan justru melemah. Nilai impor bahan pangan pada tahun 2023 menembus sekitar Rp250 triliun, termasuk impor beras yang mencapai lebih dari 3 juta ton – angka tertinggi dalam satu dekade terakhir,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kejagung Tangkap Mantan Dirut PT Sritex

Kantor Kejaksaan Agung RI

Jakarta, aktual.com – Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menangkap mantan Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman (Sritex) Iwan Setiawan Lukminto terkait kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex.

“Betul, malam tadi ditangkap di Solo,” kata Jampidsus Febrie Adriansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/5).

Sebelumnya, Kejagung menyatakan sedang menyidik kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Harli Siregar mengatakan bahwa penyidik sedang mengkaji indikasi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit bank kepada PT Sritex tersebut.

“Kita harap, tentu dari berbagai keterangan, akan dikaji apakah ada fakta hukum terkait dengan dugaan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan jabatan dan seterusnya yang terindikasi merugikan keuangan negara,” ucapnya.

Kejagung, imbuh dia, juga sedang mengkaji aspek perbuatan melawan hukum. Penyidik sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk membuat terang perihal ada atau tidaknya tindak pidana dalam perkara dimaksud.

PT Sritex dinyatakan pailit pada bulan Oktober 2024 dan resmi menghentikan operasional usahanya per 1 Maret 2025.

Kurator kepailitan PT Sritex mencatat tagihan utang dari para kreditur perusahaan tekstil tersebut dengan jumlah mencapai Rp29,8 triliun.

Dalam daftar piutang tetap tersebut, tercatat 94 kreditur konkuren, 349 kreditur preferen, dan 22 kreditur separatis.

Kreditur preferen atau kreditur dengan hak mendahului karena sifat piutangnya oleh undang-undang diberi kedudukan istimewa, antara lain Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sukoharjo, Kantor Bea dan Cukai Surakarta dan Semarang, Kantor Ditjen Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah-DIY, serta Kantor Pelayanan Pajak Modal Asing IV.

Sementara itu, dalam daftar kreditur separatis dan konkuren, terdapat tagihan dari sejumlah bank serta perusahaan yang merupakan rekan usaha pabrik tekstil tersebut.

Dalam tagihan yang diajukan oleh beberapa lembaga keuangan tersebut, terdapat piutang dengan nominal sangat besar.

Pada akhirnya, rapat kreditur dalam kepailitan PT Sritex menyepakati tidak dilaksanakan keberlanjutan usaha atau going concern yang selanjutnya dilakukan pemberesan utang.

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat korban pemutusan hubungan kerja (PHK) PT Sritex mencapai 11.025 orang yang diberhentikan secara bertahap sejak Agustus 2024 hingga Februari 2025.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ini Kata Kemenkes Soal Aplikasi PedulLindungi Diretas Jadi Laman Judol

Ilustrasi - Warga mengakses aplikasi SatuSehat Mobile di Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir/rwa/am.

Jakarta, aktual.com – Kementerian Kesehatan merespons isu PeduliLindungi yang diduga diretas dan dialihkan ke laman judi online dan menyatakan bahwa PeduliLindungi tidak dikelola lagi oleh pihaknya, karena sudah beralih ke SatuSehat sejak 2023.

“Jadi, SatuSehat sejak berubah dari PL (PeduliLindungi) per Maret 2023, otomatis pengelolaan, termasuk urusan keamanan, seluruhnya berikut website, juga tidak di Kemenkes lagi, dan dikelola oleh pihak lain,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam keterangan di Jakarta, Selasa (20/5).

Dia mengatakan web tersebut kini dikelola pihak Telkom, sedangkan yang dikelola Kemenkes, yakni SatuSehat, dapat diakses di satusehat.kemkes.go.id

“Kami meminta masyarakat waspada akan situs yang bernama PeduliLindungi yang meminta data, karena saat ini Kemenkes mengelola SatuSehat, bukan lagi PeduliLindungi,” kata Aji.

Adapun PeduliLindungi adalah aplikasi yang sempat digunakan pemerintah dalam penanganan kasus COVID-19 pada saat pandemi global tersebut berlangsung. PeduliLindungi kemudian diubah menjadi SatuSehat, yang merupakan platform integrasi data kesehatan individu agar terintegrasi dari satu fasilitas pelayanan kesehatan dengan yang lainnya.

Sebelumnya, dikabarkan di media massa bahwa situs PeduliLindungi diduga diretas. Namun, situs tersebut terpantau sudah kembali normal.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain