18 April 2026
Beranda blog Halaman 896

Kompolnas Pastikan Kawal Kasus Kematian Ojol Terlindas Rantis Brimob

Anggota Kompolnas Muhammad Choirul Anam di Jakarta, Jumat, (29/8/2025). ANTARA/Khaerul Izan .

Jakarta, aktual.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan akan mengawal kasus kematian pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob hingga tuntas.

“Kompolnas bukan soal siap atau tidak siap. Tapi Kompolnas memang akan mengawal kasus ini seterang-terangnya,” kata Anggota Kompolnas Muhammad Choirul Anam di Jakarta, Jumat (29/8).

Ia mengatakan, sudah bertemu dengan keluarga korban, dan mereka meminta keadilan atas tewasnya pengemudi ojol saat demo yang berakhir ricuh tersebut.

Karena itu, Cak Anam memastikan bahwa Kompolnas akan mengawal kasus dari proses awal hingga akhir, agar semua dapat diawasi dengan baik.

Apalagi, kata dia, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga sudah berkomitmen untuk menangani kasus tersebut secara transparan.

“Kapolri menyatakan penanganan kasus akan dilakukan secara transparan. Seperti misalnya, kami akan dikasih akses selebar-lebarnya, seluas-luasnya, setransparan mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Polisi Abdul Karim memastikan penanganan kasus kendaraan taktis (rantis) yang menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol) hingga tewas dilakukan secara transparan.

“Pemeriksaan dilakukan secara cepat dan transparan,” katanya saat memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa penanganan kasus tersebut juga dilakukan bukan hanya dari Propam Mabes Polri, tapi bersama dengan Korps Brimob, mengingat pelaku penabrakan merupakan anggota Brimob.

Selain pihak internal Polri, penanganan kasus tersebut juga dikoordinasikan dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Hal ini dilakukan untuk memastikan penanganan kasus agar transparan.

“Kami juga sudah koordinasi dengan pihak Kompolnas untuk bisa melibatkan diri dan pengawasan, dalam beberapa proses pemeriksaan tersebut,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kapolri Pastikan Tangani Permasalahan Demo Satu Persatu

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memberi keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARA/Khaerul Izan

Jakarta, aktual.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, akan menangani semua permasalahan satu per satu untuk memastikan tertangani dengan baik.

“Nanti kita akan rapatkan. Yang jelas kita tangani semuanya satu persatu,” kata Jenderal Listyo saat menemui keluarga korban di RSCM Jakarta, Jumat (29/8).

Terkait permasalahan tewasnya pengemudi ojol yang dilindas kendaraan taktis (rantis), kata Listyo, pihaknya akan menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan baik.

Begitu juga, kata dia, permasalahan kericuhan yang terjadi di Mako Brimob Kwitang, semua akan ditangani, agar semua dapat terjaga.

“Saya kira proses akan selalu ada. Yang jelas evaluasi terus akan kita lakukan,” ujarnya.

Jenderal Listyo menekankan bahwa pihaknya meminta maaf kepada keluarga korban, komunitas ojol, serta masyarakat luas terkait peristiwa yang terjadi.

“Sekali lagi, mohon maaf atas peristiwa yang terjadi dan kami mewakili keluarga besar institusi Polri memohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.

Demo yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat di Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh, pada kerusuhan tersebut seorang pengemudi ojol tertabrak dan terlindas kendaraan taktis Brimob.

Kadiv Propam Polri Irjen Polisi Abdul Karim mengatakan, saat ini sedang memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya terkait insiden kendaraan taktis (rantis) yang menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol).

Menurut dia, ketujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya itu berada di dalam mobil rantis yang menabrak pengemudi ojol pada saat terjadi demo berujung rusuh.

Tujuh anggota tersebut, kata dia, masing-masing berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kabinet PM Schoof di Ujung Tanduk, Belanda Terancam Krisis Politik

Bendera Belanda bersama sejumlah bendera negara lain berkibar di depan Eurocontrol, Brussels, Belgia pada Jumat (18/7/2014). Aktual/Reuters-Francois Lenoir

Jakarta, aktual.com – Perdana Menteri Belanda Dick Schoof menghadapi mosi tidak percaya di parlemen yang dapat memaksa kabinetnya mundur dan memicu krisis politik terbesar dalam sejarah negeri kincir angin itu.

Melansir Bloomberg, Kamis (28/8/2025), mosi tersebut diajukan sehari sebelumnya oleh pimpinan Partai DENK, Stephan van Baarle. Partai yang dikenal membela hak-hak minoritas itu hanya memiliki tiga kursi, namun langkahnya memicu debat panjang sehari penuh di Gedung Perwakilan Rakyat di Den Haag.

Pemerintahan Schoof saat ini berstatus sementara setelah koalisi empat partai runtuh pada Juni lalu. Krisis terbaru dipicu keluarnya Partai New Social Contract (NSC) dari koalisi karena perbedaan sikap atas kebijakan Israel terhadap Palestina. Mundurnya Menteri Luar Negeri Caspar Veldkamp bersama koleganya membuat kabinet kini hanya ditopang dua partai minoritas dengan 32 dari 150 kursi parlemen.

“Kami menilai seluruh kabinet sebaiknya mundur. Mengabaikan genosida adalah perilaku yang tidak dapat diterima,” tegas Van Baarle dalam sidang parlemen.

Dalam debat panas, Schoof meminta parlemen tetap mendukung pemerintahannya dan berjanji menjalin hubungan lebih erat dengan legislatif. “Kami sangat menyadari perlunya dukungan parlemen agar bisa mencapai hasil dalam periode mendatang,” ujarnya.

Gejolak politik Belanda menambah ketidakpastian di Eropa, menyusul Prancis yang juga berada di ambang kejatuhan. Kondisi ini dikhawatirkan melemahkan posisi Uni Eropa menghadapi perang dagang Presiden AS Donald Trump dan dukungan terhadap Ukraina.

Meski demikian, pasar keuangan relatif stabil. Imbal hasil obligasi pemerintah Belanda tenor 10 tahun terhadap Jerman bertahan di 17 basis poin dalam dua pekan terakhir. Pemilu dijadwalkan Oktober mendatang, namun lanskap politik yang terpecah membuat proses pembentukan pemerintahan baru diperkirakan berlangsung berbulan-bulan.

Debat penentuan nasib kabinet Schoof masih berlanjut hari ini. Jika mosi tidak percaya lolos, opsi penggantian kabinet dengan pejabat nonpartai atau keputusan Raja Belanda akan menjadi penentu arah politik negeri itu.

Beredar di Media Sosial Ojol Ditabrak dan Dilindas Baracuda Brimob

Jakarta, aktual.com – Seorang pengemudi ojek online (ojol) dikabarkan terlindas mobil baracuda milik Brimob saat kendaraan tersebut melintas di tengah kerumunan massa aksi.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, tampak mobil baracuda melaju di kerumunan massa aksi. Seorang pengemudi ojol terlihat berada di tengah jalan, kemudian seketika terlindas. Usai insiden tersebut, mobil baracuda tidak berhenti dan terus melaju meninggalkan lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun informasi terkait kondisi pengemudi ojol tersebut.

“Ojol dilindes mobil baracuda brimob dan malah ditinggal lari,” tulis akun Instagram @storyrakyat_, Kamis (28/8).

Sebelumnya, Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/8), petang berakhir ricuh. Aparat memukul mundur massa hingga ke sejumlah titik dari depan Gedung MPR/DPR hingga ke arah Slipi, begitu pula mereka yang terkonsentrasi di depan Gedung RRI atau Kemenpora.

Kericuhan memaksa aparat menutup jalur tol dalam kota. Sejumlah rute kereta api yang melintasi Stasiun Palmerah juga dialihkan. Selain mahasiswa, tampak pula pelajar ikut melakukan aksi dan berupaya bertahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Sita Uang Vendor, Kasus Korupsi EDC BRI Mulai Terbongkar

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc/am.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dari vendor terkait kasus dugaan korupsi pengadaan electronic data capture (EDC) di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyitaan dilakukan setelah pemeriksaan terhadap saksi karyawan swasta bernama Robby Kurnawan.

“Saksi hadir dan didalami terkait aliran uang dan pengaturan proyek. Dalam perkara ini KPK juga telah melakukan penyitaan-penyitaan atas sejumlah uang dari pihak vendor terkait proyek EDC di BRI,” ujar Budi di Gedung Merah Putih, Kamis (28/8/2025).

Budi menegaskan, langkah penyitaan itu bertujuan untuk pembuktian sekaligus pemulihan kerugian keuangan negara. Ia juga mengimbau pihak vendor agar kooperatif membantu proses penyidikan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka, yakni Direktur Utama PT Pasifik Cipta Solusi Elvizar, Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto, Direktur Digital Teknologi Informasi Operasi BRI Indra Utoyo, SEVP Manajemen Aktiva dan Pengadaan BRI Dedi Sunardi, serta Dirut PT Bringin Inti Teknologi (BRI IT) Rudy Suprayudi Kartadidjaja.

Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menyebut penetapan tersangka didasarkan pada bukti permulaan yang cukup. Menurutnya, praktik korupsi berlangsung dengan dua skema, yakni pembelian dan sewa mesin EDC periode 2020–2024 senilai total Rp2,1 triliun.

Dalam penyidikan, Catur diketahui menerima Rp525 juta, dua ekor kuda, dan satu sepeda Cannondale senilai Rp60 juta dari Elvizar. Sementara Rudy diduga menerima aliran dana hingga Rp19,72 miliar.

“Kerugian keuangan negara yang dihitung dengan metode real cost sekurang-kurangnya sebesar Rp744,54 miliar,” tegas Asep.

Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Unjuk Rasa Aman dan Terkendali

Jakarta, aktual.com – Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak merasa khawatir terkait aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga malam hari. Kepolisian menegaskan bahwa patroli masih terus dilakukan di berbagai titik.

“Kami masih di lapangan, masyarakat tidak perlu khawatir. Rekan-rekan kami masih melakukan patroli mobile, memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat dalam rangka tetap menjaga kondusivitas dan terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025).

Menurut Ade Ary, hingga pukul 18.45 WIB kondisi masih bisa dikendalikan oleh aparat yang berada di lapangan. Ia menambahkan, pengamanan dilakukan dengan kekuatan penuh sekaligus memberikan imbauan serta edukasi kepada masyarakat agar tetap menghormati hak dan kewajiban satu sama lain.

“Ini masih terus dilakukan patroli, imbauan, edukasi. Bapak Kapolda Metro Jaya terus mengingatkan, beliau masih ada di sini, masih ada di sini, di gedung DPR-MPR-RI, melakukan pemantauan secara langsung di lapangan,” ujar Ade Ary.

Ia juga menegaskan bahwa jajaran kepolisian, termasuk Kapolres Metro Jakarta Pusat dan para PJU, masih terus bergerak melakukan kegiatan kepolisian untuk menciptakan kondisi yang aman. “Kapolres Metro Jakarta Pusat masih mobile, bersama beberapa PJU dari Kapolda Metro Jaya. Kemudian rekan-rekan kami, Kapolres jajaran juga masih terus melakukan kegiatan kepolisian, guna mewujudkan situasi yang kita inginkan semuanya, yaitu aman. Dan kami tegaskan sampai dengan malam ini situasi aman terkendali,” katanya.

Meski demikian, masih terdapat kericuhan di beberapa titik sekitar Jakarta. Aparat kepolisian tetap melakukan pencegahan hingga penguraian guna menjaga agar keadaan tetap kondusif.

Diketahui, massa telah dipukul mundur dari depan gedung MPR/DPR dan kemudian menyebar ke wilayah Pejompongan, Asia Afrika, hingga sekitar Palmerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain