14 April 2026
Beranda blog Halaman 92

DPR Soroti Rencana ASN untuk SPPI, Dinilai Abaikan Nasib Honorer

Sejumlah tenaga honorer lintas profesi menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/8/2023).

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam merealisasikan rencana pemberian status Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan mengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memicu kegaduhan karena di saat yang sama pemerintah justru berencana mengurangi tenaga honorer, termasuk guru, perawat, dan bidan desa melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

“Kita harus bicara jujur tentang rasa keadilan. Bagaimana perasaan guru honorer di daerah terpencil, perawat, dan bidan desa yang bertaruh nyawa di garis depan pelayanan kesehatan, sementara status mereka belum jelas?” ujar Sonny dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3).

Sonny juga menyoroti nasib para penyuluh pertanian, termasuk Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP), yang sebelumnya telah dijanjikan pengangkatan sebagai ASN oleh pemerintah.

Menurutnya, jika rekrutmen SPPI mendapatkan jalur prioritas menuju ASN, maka hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi tenaga yang telah lama mengabdi.

“Mereka adalah pejuang pangan yang telah bekerja bersama petani selama bertahun-tahun. Jika rekrutmen baru justru diprioritaskan, ini menjadi ketimpangan yang nyata,” tegasnya.

Selain itu, Sonny mengkritisi dominasi kementerian di luar sektor koperasi dalam proses rekrutmen SPPI. Ia menegaskan bahwa berdasarkan aturan, urusan perkoperasian merupakan ranah teknis Kementerian Koperasi dan UKM.

“Tanpa peran utama kementerian yang kompeten, program ini berpotensi menjadi sekadar proyek seremonial akibat ego sektoral,” ujarnya.

Terkait pembangunan infrastruktur KDMP, Sonny juga mengingatkan potensi pelanggaran terhadap aturan perlindungan lahan pertanian, khususnya Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Ia menegaskan bahwa meskipun KDMP merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pelaksanaannya tetap harus mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan lahan produktif yang menjadi sumber kehidupan petani,” katanya.

Lebih lanjut, Sonny mengajak pemerintah menjadikan momentum bulan Ramadan untuk melakukan refleksi dalam penyusunan kebijakan yang lebih adil dan inklusif.

Ia menekankan bahwa aspek keadilan sosial harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan rekrutmen, agar tidak menimbulkan kekecewaan bagi jutaan tenaga honorer yang telah lama mengabdi di berbagai daerah.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

CRAB Laporkan Bank Mandiri ke OJK Terkait Dugaan Pencairan Dana 54 Cek

Jakarta, Aktual.com – PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) atau PT TSI melaporkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 16 Maret 2026. PT TSI berharap OJK dapat menjadi pihak yang objektif dalam menyelesaikan sengketa dengan Bank Mandiri.

“Klien kami (TSI) merasa dirugikan karena dianggap memiliki tunggakan di Bank Mandiri sekitar Rp123,2 miliar berdasarkan pencairan 54 lembar cek yang diaktivasi, diketahui, ditandatangani, dan dikonfirmasi oleh direksi TSI,” ujar David Tobing kuasa hukum PT TSI, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (18/3).

David menjelaskan, kliennya merupakan nasabah yang mendapatkan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dari Bank Mandiri. Perjanjian KMK tersebut telah dibuat sejak 2009 di hadapan Notaris Ferry Susanto Limbong di Medan, Sumatera Utara.

Namun, menurutnya, kliennya tidak pernah mencairkan maupun menikmati aliran dana KMK senilai Rp123,3 miliar tersebut. Atas dasar itu, PT TSI juga telah melaporkan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pencairan fasilitas KMK, termasuk yang menikmati aliran dana tersebut, ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

“Kami berharap OJK, khususnya di bidang pengawasan perbankan, memberikan perhatian terhadap penyelesaian kasus ini,” kata David.

Ia juga optimistis OJK akan bertindak objektif dalam menangani perkara tersebut, terlebih dengan kepemimpinan Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, yang dinilai memiliki pengalaman di bidang perlindungan konsumen.

“Saya yakin beliau akan berani bertindak karena masalah ini dapat menurunkan kepercayaan nasabah,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT TSI memiliki fasilitas KMK sekitar Rp96 miliar dari Bank Mandiri. Sebagian pinjaman tersebut digunakan untuk modal kerja dan operasional perusahaan.

Permasalahan muncul ketika terjadi dugaan pencairan dana tanpa hak oleh oknum karyawan PT TSI dan Bank Mandiri pada periode 29 September hingga 30 Oktober 2025 di Kantor Cabang Bank Mandiri Balai Kota Medan.

Dana KMK tersebut diduga mengalir ke sejumlah perusahaan yang tidak memiliki hubungan dengan PT TSI. Hal ini diduga terjadi karena Bank Mandiri tidak menerapkan prinsip kehati-hatian serta prinsip APU PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) secara optimal.

Transaksi dilakukan berulang kali dalam jumlah besar. Misalnya, pada 29 September 2025 terjadi tujuh transaksi tunai senilai Rp18,9 miliar. Kemudian, pada 30 September 2025, terjadi delapan transaksi tunai dengan total Rp18,8 miliar.

David menegaskan, pihak Bank Mandiri tidak pernah melakukan konfirmasi kepada direksi PT TSI, maupun meminta dokumen pendukung sebagaimana lazimnya prosedur perbankan.

“Andai saja Bank Mandiri menjalankan proses bisnis secara benar, masalah ini tidak perlu terjadi. Sebagai bank milik negara terbesar di Indonesia, seharusnya prinsip kehati-hatian dan APU PPT diterapkan secara ketat. Bank Mandiri juga harus bertanggung jawab memulihkan kerugian nasabah serta membenahi prosedur internal, termasuk menindak pihak yang bertanggung jawab agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas David.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Konflik Iran‑AS‑Israel Berpotensi Ganggu Pasokan Pupuk dan Dorong Harga Pangan

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan, memperingatkan pemerintah agar mengantisipasi dampak perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, yang dinilai berisiko mengganggu pasokan bahan baku pupuk serta mendorong kenaikan harga pangan di Indonesia.

Menurut Daniel, konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu produksi pangan global secara signifikan karena terganggunya pasokan pupuk, yang selama ini bergantung pada bahan baku dari wilayah tersebut.

“Perang di Timur Tengah akan sangat berdampak pada produksi pangan dunia. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya pasokan pupuk,” ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).

Risiko ini sejalan dengan laporan internasional bahwa konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menghambat aliran perdagangan pupuk global yang melalui Selat Hormuz — jalur strategis yang mengangkut sebagian besar perdagangan pupuk dan bahan bakunya. Gangguan tersebut telah memicu lonjakan harga pupuk seperti urea dan bahan lain yang penting untuk pertanian dunia.

Kondisi ini berpotensi merembet pada produksi pangan karena pupuk nitrogen, urea, dan anhidrat amonia merupakan komponen vital untuk peningkatan hasil panen. Dengan gangguan pasokan, para analis internasional memperkirakan harga pupuk akan tetap tinggi dan pasokan bisa berkurang — terutama jika konflik berlanjut.

Selain pasokan pupuk, konflik juga diperkirakan memengaruhi harga energi global. Lonjakan harga minyak dan diesel akibat gangguan pengiriman energi dari kawasan itu akan meningkatkan biaya produksi pertanian dan distribusi logistik pangan. Hal ini berisiko menekan stabilitas harga bahan pokok di dalam negeri.

“Kenaikan harga minyak akan meningkatkan biaya produksi dan distribusi pangan. Ini akan berdampak pada kenaikan harga pangan secara keseluruhan,” tambah Daniel.

Daniel meminta pemerintah segera merumuskan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak konflik geopolitik ini terhadap harga pangan domestik. Ia menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi sumber pangan, pengoptimalan produksi dalam negeri, serta pengamanan pasokan pupuk dan energi.

“Pemerintah harus melakukan berbagai langkah strategis agar dampak ini tidak memberatkan masyarakat. Stabilitas harga pangan harus dijaga,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Mudik Lebaran Lebih Tenang dengan Geely EX2, EV Stylish & Fitur Teknologi Modern

Jakarta, Aktual.comGeely Auto Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas layanan EV di Indonesia melalui regional handover Geely EX2 di sembilan kota besar, termasuk Medan, Batam, Pekanbaru, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, dan Makassar. Program ini menyusul seremonial handover di Jakarta pada 28 Februari 2026, dan dirancang untuk mempercepat pengiriman unit bagi konsumen di luar Jabodetabek.

“Respon pasar terhadap Geely EX2 sangat positif, dengan lebih dari 5.000 SPK nasional. Penerimaan di luar Jakarta terus meningkat, dan saat ini lebih dari 1.000 unit sudah dikirim. Kami menargetkan seluruh pemesanan awal tersalurkan paling lambat akhir April 2026,” ujar Constantinus Herlijoso.

Geely EX2 hadir sebagai compact EV yang ideal untuk mobilitas urban dan mudik lebaran, menggabungkan desain fun dan stylish dengan teknologi modern. Skuter ini memiliki smiling front grille, velg 16 inci bermotif four-leaf clover, serta pilihan warna inspirasi ruang angkasa, memungkinkan pengendara mengekspresikan karakter dan gaya hidup. Interiornya fungsional dengan 36 kompartemen penyimpanan dan front trunk 70 liter, mendukung kegiatan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.

Kendaraan ini menonjol dengan jarak tempuh hingga 395 km dalam satu kali pengisian daya dan fast charging DC yang memungkinkan pengisian 30–80 persen hanya dalam 25 menit, ideal untuk mobilitas harian dan perjalanan mudik. Sistem penggerak roda belakang (RWD) dan multi-link rear suspension menghadirkan pengalaman berkendara stabil dan nyaman di berbagai kondisi jalan.

Selain itu, Geely EX2 dilengkapi fitur modern seperti kamera 540 derajat dengan transparent chassis serta Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), mendukung pengemudi di kondisi lalu lintas padat dan meningkatkan keselamatan.

Menjelang mudik Lebaran, Geely meluncurkan program after sales “Geely Semarak Lebaran”, menyediakan general check-up gratis di seluruh bengkel resmi sepanjang Maret 2026. Selama puncak arus mudik 19–24 Maret, sembilan diler akan siaga di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar untuk memastikan kendaraan pelanggan tetap prima.

Geely Auto Indonesia juga menargetkan peningkatan jumlah diler dan fasilitas servis dari 45 menjadi 80 titik sepanjang 2026, mendukung jaringan yang lebih luas dan layanan optimal bagi masyarakat Indonesia. Dengan performa bertenaga, fitur ADAS, jarak tempuh panjang, dan desain urban stylish, Geely EX2 membuktikan diri sebagai compact EV yang siap memenuhi kebutuhan pengendara modern, baik untuk mobilitas kota maupun mudik Lebaran.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Bangkitkan Semangat Skuter Urban Bertenaga, Vespa Luncurkan Primavera dan Sprint 180cc

Jakarta, Aktual.comVespa kembali memukau penggemar skuter urban dengan menghadirkan Vespa Primavera dan Vespa Sprint terbaru bermesin 180cc. Skuter ini dirancang untuk memberikan tenaga lebih kuat, fitur digital modern, serta pilihan desain dan warna yang memungkinkan pengendara mengekspresikan gaya hidup urban dengan penuh percaya diri.

“Pengguna Vespa mencari lebih dari sekadar mobilitas. Mereka ingin identitas, kebebasan, serta koneksi yang lebih dalam dengan dunia di sekitarnya. Dengan Vespa Primavera dan Vespa Sprint 180 terbaru, kami menghadirkan performa bertenaga, fitur modern, dan pilihan warna yang mencerminkan gaya hidup pengendara urban,” ujar Marco Noto La Diega, Managing Director & Country CEO PT Piaggio Indonesia.

Mesin 180cc generasi terbaru membawa peningkatan signifikan. Sekitar 14 persen komponen utama mesin diperbarui, termasuk transmisi yang dirancang ulang untuk akselerasi lebih halus. Tenaga skuter meningkat hingga 11 kW pada 8.250 rpm, naik 24 persen dibandingkan versi sebelumnya, dengan torsi naik 8 persen, menghadirkan respons lebih agresif di berbagai kondisi jalan. Sistem CVT terbaru menjaga kenyamanan berkendara sekaligus efisiensi bahan bakar.

Selain performa, Vespa memperkuat pengalaman digital pengendara. Semua varian kini dilengkapi Full Color LCD Dashboard, sementara Sprint Tech mendapatkan Full Color TFT Dashboard premium. Fitur Keyless System meningkatkan keamanan, dan teknologi MIA Connectivity memungkinkan integrasi dengan smartphone untuk navigasi, panggilan, pesan, serta hiburan saat berkendara. Kombinasi ini menjadikan Vespa bukan sekadar skuter, tetapi lifestyle device bagi masyarakat urban.

Desain dan estetika juga menjadi fokus utama. Vespa Primavera hadir dalam varian klasik dan sporty, menonjolkan aksen chrome dan pilihan warna ekspresif. Sprint memperluas lini dengan tiga varian, termasuk Sprint Tech yang futuristik dengan ambient lighting dan dual ABS. Pembaruan desain meliputi mudguard baru, side grid, front bag hook yang lebih praktis, serta proteksi termal yang meningkatkan kenyamanan dan gaya.

Vespa juga menghadirkan Vespa Dealer Equipment Collection (DEC) dan Special Package untuk personalisasi, termasuk apparel seperti jaket, hoodie, T-shirt, polo shirt, dan tumbler. Dengan opsi ini, pengendara dapat memadukan performa dan gaya secara maksimal, baik di jalan maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan tenaga lebih bertenaga, fitur digital modern, dan desain stylish, Vespa Primavera dan Sprint 180cc terbaru menyasar pengendara urban yang mengutamakan mobilitas cepat, ekspresi diri, dan gaya hidup dinamis. Skuter ini membuktikan Vespa tetap relevan sebagai ikon lifestyle sekaligus mesin performa tinggi bagi pengendara modern.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Viral! BGN Stop 62 SPPG MBG, Ada Dugaan Penyimpangan Anggaran Ramadhan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan program saat saat rapat bersama Komisi IX DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2025). Kepala BGN menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp 116,6 triliun untuk menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025. Dari total kebutuhan itu, BGN masih membutuhkan tambahan dana sekitar Rp 50 triliun karena saat ini baru tersedia Rp 71 triliun. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.comBadan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara 62 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena menyajikan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak sesuai pagu anggaran selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan penutupan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran publik dan kualitas layanan.

“Minimal ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai dalam memberikan menu, baik itu menu minimalis maupun menu yang kurang baik. Ini soal akuntabilitas anggaran,” ujarnya usai pertemuan dengan Kejaksaan Agung di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Dadan menekankan bahwa jumlah SPPG yang dihentikan hanyalah sebagian kecil dari total lebih 25.000 unit di seluruh Indonesia. Ia menyoroti fenomena viral di media sosial terkait 62 SPPG tersebut.

“Ada 25.000 lebih SPPG yang berjalan, tetapi 62 itu yang membuat menu kurang sesuai dan minimalis yang membuat viral, jadinya vocal minority, kan? 62 tetapi membuat viral seluruhnya, padahal sebagian besar kan melaksanakan dengan baik. Jadi, kami ingin yang 62 itu makin lama makin kecil, sehingga laporan yang keluar itu adalah yang silent majority ini, jadi harus diungkap bahwa (SPPG) yang bagus-bagus itu banyak,” ujarnya.

Sebagian besar SPPG ditutup sementara karena menu yang disajikan tidak sesuai pagu anggaran. Sebagian lainnya ditutup karena pelanggaran administratif, seperti belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Penutupan dilakukan secara bertahap melalui surat peringatan pertama dan kedua, sebelum akhirnya diberhentikan sementara. Mitra pengelola tetap diberikan kesempatan untuk memperbaiki layanan.

“Kalau pelanggaran berulang, tidak tertutup kemungkinan dilakukan penutupan permanen,” ucapnya.

Selain pengawasan internal, BGN membuka kemungkinan langkah hukum jika terbukti terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran.

“Kalau ada indikasi penyalahgunaan anggaran yang terbukti secara hukum, tentu akan ditindak. Saat ini fokus kami adalah pembinaan dan penguatan akuntabilitas, agar program MBG berjalan optimal dan dana publik digunakan dengan benar,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain