13 April 2026
Beranda blog Halaman 926

Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi: 300 Triliun APBN Sudah Diselamatkan

Jakarta, aktual.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memimpin upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan di seluruh lembaga eksekutif dan pemerintahan.

Ia mengungkapkan bahwa perilaku korupsi kerap terjadi di berbagai level birokrasi dan institusi negara mulai dari kementerian hingga BUMN dan BUMD.

“Ini bukan fakta yang harus kita tutup-tutupi,” kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (15/8).

Prabowo menegaskan, dalam 299 hari masa pemerintahannya, ia telah mengambil langkah konkret untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran negara.

“Saya tidak ada pilihan lain selain memimpin upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan di semua lembaga eksekutif dan pemerintah. Itulah sebabnya pada awal 2025 ini kami telah identifikasi dan telah selamatkan Rp 300 triliun uang dari APBN yang kami lihat rawan diselewengkan,” ujarnya.

“Di antaranya anggaran perjalanan dinas luar dan dalam negeri yang begitu besar, anggaran alat tulis kantor yang begitu besar, dan berbagai anggaran yang selama ini jadi sumber korupsi dan sumber bacaan,” tambahnya.

Menurut Prabowo, langkah efisiensi ini merupakan perintah konstitusi.

“Efisiensi ini diperintah oleh UUD kita yaitu ayat 4 pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia. 300 triliun kami geser untuk hal-hal yang lebih produktif dan langsung bisa dirasakan rakyat banyak,” kata Presiden.

Ia menilai, pemberantasan korupsi harus dimulai dari kesediaan bangsa untuk melihat kekurangan dan kesalahan sendiri.

“Bangsa Indonesia harus berani melihat kekurangan-kekurangan sendiri, harus berani melihat kesalahan-kesalahan kita sendiri, harus berani melihat penyakit-penyakit yang ada di tubuh kita agar kita bisa perbaiki. Tanpa mau mengakui, tidak mungkin kita mampu memperbaiki,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Nippon Paint Sambut Hari Kemerdekaan RI ke-80 melalui Program CSR “Merah Putih” untuk Nelayan dan Masyarakat Pesisir

Jakarta, aktual.com – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Nippon Paint kembali mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) “Merah Putih”. Program CSR tahunan ini berfokus pada pengecatan kapal nelayan dan gapura di berbagai wilayah, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap masyarakat pesisir yang menjadi pahlawan ekonomi bangsa.

Program ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tapi juga menjadi simbol dukungan nyata bagi para nelayan dan masyarakat pesisir. Salah satu komunitas yang berpartisipasi adalah Paguyuban Nelayan Muara Jaya di Ujung Kulon, Banten, di mana mayoritas penduduknya mengandalkan sektor pariwisata dan hasil laut.

Mark Liew, General Manager – TU Division, Nippon Paint Indonesia, menjelaskan, “Program CSR Merah Putih ini merupakan agenda tahunan kami untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mendukung ekonomi lokal. Sebanyak 4.800 kapal nelayan dicat ulang menggunakan cat kayu dan besi Bee Brand 1000 serta Nippon Copper Paint Anti-Fouling dengan warna Merah Merdeka 1945 dan Super White 9109. Nuansa merah putih ini melambangkan semangat kemerdekaan. Kami berharap kapal-kapal ini dapat beroperasi dengan optimal dalam jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan keberlanjutan usaha para nelayan.”

Sejak 2021, Nippon Paint telah mendonasikan total 85.008 liter cat untuk pengecatan kapal nelayan. Bee Brand 1000 merupakan cat alkyd enamel premium yang mengkilap, cepat kering, dan tahan lama. Sementara itu, Nippon Copper Paint Anti-Fouling berfungsi melindungi kapal dari teritip dan organisme laut.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan Nippon Paint. Bantuan pengecatan ini sangat membantu menjaga keselamatan dan keberlangsungan usaha kami,” Ketua Paguyuban Nelayan Muara Jaya, Ahmad Arofi.

Selain program kapal nelayan, Nippon Paint juga konsisten menjalankan program Gapura Merah Putih sejak 2016. Tahun ini, sebanyak 126.609 liter cat didonasikan untuk 12.552 gapura di seluruh Indonesia. Pengecatan menggunakan Nippon Weatherbond Max dengan warna Merah Merdeka 1945 dan Brilliant White 1001, yang telah disesuaikan dengan standar internasional Pantone untuk bendera Indonesia. Nippon Paint menjamin akurasi dan konsistensi warna 100% di seluruh Indonesia.

Kedua program ini, baik Kapal Nelayan maupun Gapura Merah Putih, mengedepankan nilai gotong royong dengan melibatkan warga, nelayan, mitra toko, relawan, dan karyawan Nippon Paint. Hal ini sejalan dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang menjadi inti dari perayaan kemerdekaan.

“Inisiatif ini adalah wujud komitmen kami untuk pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan komunitas lokal, dan perayaan kemerdekaan dengan aksi positif. Masyarakat tangguh, Indonesia tumbuh. Merdeka!” tutup Mark Liew.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Prabowo Umumkan Penggilingan Beras Skala Besar Harus Berizin Khusus: Jangan Main di Atas Kebutuhan Dasar Rakyat!

Jakarta, aktual.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmennya melindungi kepentingan rakyat dari praktik segelintir pihak yang mencari keuntungan besar di atas penderitaan masyarakat. Ia menekankan, tidak ada yang kebal hukum, termasuk pelaku usaha besar sekalipun.

“Selama saya menjabat Presiden Republik Indonesia, jangan pernah anggap yang besar dan yang kaya bisa berpindah seenaknya. Kami tidak gentar dengan kebesaranmu. Kami tidak gentar dengan kekayaanmu karena kekayaanmu berasal dari rakyat Indonesia,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (15/8).

Prabowo menegaskan, pemerintah akan konsisten menggunakan kewenangan yang diatur UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ia mengingatkan, pelaku usaha yang menimbun barang kebutuhan pokok saat terjadi kelangkaan atau gejolak harga dapat dipidana hingga lima tahun atau dikenai denda maksimal Rp 50 miliar.

“Kami akan proses hukum dan berdasarkan wewenang konstitusional yang ada pada presiden, kami akan sita yang bisa kami sita. Kami akan selamatkan rakyat, kami akan membela kepentingan rakyat, kami pastikan rakyat Indonesia tidak akan menjadi korban serakahnomic, korban mereka-mereka yang mengejar keuntungan sebesar-besarnya, menipu dan mengorbankan rakyat Indonesia, dan membawa keuntungan itu, kekayaan itu keluar dari Republik Indonesia. Ini harus kita hentikan,” tegasnya.

Ia juga menekankan, cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara, sesuai amanat para pendiri bangsa. “Ini warisan Bung Karno, ini warisan Bung Hatta, ini warisan Bung Sjahrir. Saya yakin mereka berada di atas kebenaran,” katanya.

Untuk itu, menurut Prabowo, pemerintah akan menetapkan kebijakan baru yang lebih ketat bagi usaha penggilingan beras skala besar untuk mendapat izin khusus dari pemerintah.

“Atas dasar inilah Hari ini saya umumkan setelah pertimbangan cermat oleh pemerintah untuk melindungi hak rakyat mendapatkan beras yang tepat. Tepat takaran, tepat kualitas, harga terjangkau, dan usaha penggilingan penggilingan beras skala besar harus mendapat izin khusus dari pemerintah kalau mereka masih mau bergerak di bidang ini, kalau tidak, yang besar silakan lah pindah ke bidang lain jangan main di atas kebutuhan dasar rakyat Indonesia,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Cokelat Bali Mengguncang Pasar Dunia: Titiek Soeharto Soroti Lompatan Ekspor Rp1,6 Miliar dan Strategi Petani Lokal

Ketua Komisi IV DPR RI yaitu Siti Hediati Soeharto (Fraksi Partai Gerindra), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman (Fraksi PDI-Perjuangan), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto (Fraksi Partai Golkar), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan (Fraksi PAN) dan Abdul Kharis Almasyhari (Fraksi PKS). saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025).

Jakarta, Aktual.com – Produk cokelat asli Bali kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengapresiasi capaian para petani kakao yang berhasil menembus pasar global dengan kualitas produk yang diakui dunia.

Dalam kunjungan kerja ke Tabanan, Bali, Jumat (18/7), Titiek menegaskan potensi kakao Indonesia masih sangat besar untuk terus dikembangkan.

“Produksi cokelat di sini luar biasa. Kita ini penghasil cokelat terbesar dunia, dan saya kira ini masih bisa ditingkatkan lagi,” ujar Titiek.

Ia menilai, keberhasilan ekspor ini tidak hanya menambah devisa negara, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan petani. Titiek juga memberi apresiasi kepada Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang dinilai aktif memberikan pendampingan, edukasi, dan kemudahan proses ekspor bagi petani maupun pelaku UMKM.

Aroma Khas, Pasar Dunia Terpikat
Kepala Barantin, Saht M. Panggabean, mengungkapkan bahwa kakao Bali diminati pasar mancanegara berkat aroma dan cita rasa khas, serta teksturnya yang tidak mudah meleleh.

Data sertifikasi karantina mencatat, sepanjang 2024 ekspor kakao Bali mencapai 372,3 ton dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar. Produk tersebut diekspor dalam bentuk kakao blok, biji, dan bubuk ke sejumlah negara seperti Irlandia, Jepang, Lithuania, Australia, Uni Emirat Arab, Jerman, Arab Saudi, Belanda, Tiongkok, dan Prancis.

Dari Bali ke Dunia
Ekspor kali ini dilakukan PT Cau Coklat Internasional untuk pasar Australia. Perusahaan ini sebelumnya juga telah menembus Malaysia, Singapura, Jepang, Qatar, dan Selandia Baru.

CEO PT Cau Coklat Internasional, Kadek Surya Prasetya Wiguna, menyebut perusahaannya berdiri sejak 2014 dan awalnya fokus pada produksi cokelat serta bisnis agrowisata. Namun sejak 2018, mereka memperluas usaha menjadi distributor produk non-cokelat.

Dengan kapasitas produksi mencapai dua ton per hari, perusahaan menggandeng mitra di Surabaya untuk memperkuat produksi, serta membangun gudang penyimpanan di Seminyak dan Tabanan. Distribusi produk dilakukan melalui jaringan toko oleh-oleh ternama seperti Krisna Oleh-oleh, Keranjang Bali, Transmart, Coco Mart, hingga Duty Free bandara.

Untuk sektor agrowisata, Cau Coklat memanfaatkan agen perjalanan dengan target wisatawan lokal maupun mancanegara. Saat ini, mereka mempekerjakan lebih dari 150 tenaga kerja di bidang produksi, pemasaran, dan manajemen.

“Ke depan, kami berharap bisnis ini terus tumbuh dengan jangkauan pasar yang lebih luas,” tegas Kadek Surya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Puan Tanggapi Kritik Masyarakat Mulai dari Negara Konoha Hingga Bendera Onepiece

Jakarta, aktual.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi ramainya kritik yang sempat dilontarkan masyarakat beberapa waktu lalu, dalam Sidang Tahunan MPR 2025 pada Jumat (15/8/2025).

Kritik tersebut mencakup ungkapan seperti “Kabur Aja Dulu” hingga “Bendera One Piece”. Puan menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti di bilik suara, melainkan berkembang melalui ruang dialog di berbagai tingkatan masyarakat. Ia menambahkan, rakyat memiliki kesempatan untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan kritik.

“Kritik rakyat hadir dalam berbagai bentuk yang kreatif dan memanfaatkan kemajuan teknologi, khususnya media sosial, sebagai corong suara publik,” ujar Puan.

“Ungkapan tersebut dapat berupa kalimat singkat seperti ‘kabur aja dulu’, sindiran tajam ‘Indonesia Gelap’, lelucon politik ‘negara Konoha’, hingga simbol-simbol baru seperti ‘bendera One Piece’, dan banyak lagi yang menyebar luas di ruang digital,” tambahnya.

Menurut Puan, fenomena tersebut menunjukkan bahwa aspirasi dan keresahan rakyat kini disampaikan sesuai dengan perkembangan zaman. Ia pun mengimbau seluruh pemegang kekuasaan untuk mendengar kritik yang datang dari rakyat.

“Semua suara rakyat yang kita dengar bukanlah sekadar kata atau gambar. Di balik setiap kata ada pesan. Di balik setiap pesan ada keresahan. Dan di balik keresahan itu ada harapan. Karena itu, yang dituntut dari kita semua adalah kebijaksanaan. Kebijaksanaan untuk tidak hanya mendengar, tetapi juga memahami,” kata Puan.

Lebih lanjut, ia berharap kritik yang disampaikan rakyat tidak dijadikan bara yang memicu perpecahan atau merusak persaudaraan di antara masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Peringatan Keras Presiden Prabowo: Stop Kebocoran Kekayaan atau Indonesia Terjun Jadi Negara Gagal

Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD (Dok)

Jakarta, Aktual.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengeluarkan peringatan keras soal kebocoran kekayaan negara dalam skala besar yang dinilainya sebagai ancaman langsung terhadap keberlangsungan Republik Indonesia.

Dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD 2025 di Gedung DPR-MPR RI, Jumat (15/8), Prabowo menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Ibarat sebuah badan, kalau darahnya terus mengalir ke luar maka pada satu titik badan itu akan mati. Kalau kekayaan kita terus mengalir keluar negeri, kita berpotensi jadi negara gagal,” tegas Prabowo.

Presiden menilai persoalan net outflow of national wealth harus segera diatasi dengan langkah konkret. Ia menolak menghabiskan energi untuk saling menyalahkan dan menekankan pentingnya fokus pada pencarian solusi cepat dan tepat.

“Janganlah kita menghabiskan tenaga untuk mencari siapa yang salah. Pemerintah yang saya pimpin harus mengusahakan solusi yang tepat dan cepat atas masalah pokok ini,” ujarnya.

Siap Ambil Kebijakan Tidak Populer
Prabowo menegaskan dirinya siap mengambil kebijakan yang sulit dan bahkan tidak populer demi menyelamatkan aset bangsa.

“Saya berkewajiban mengambil langkah-langkah yang perlu walaupun itu sulit dan tidak populer bagi pihak tertentu. Semua demi kepentingan bangsa hari ini dan generasi mendatang,” paparnya.

Kembali ke Blueprint Para Pendiri Bangsa
Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa kembali kepada rancang bangun negara yang telah digariskan oleh para pendiri bangsa dalam UUD 1945.

“Kalau kita konsekuen menjalankan blueprint negara yang telah dibuat oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, Haji Agus Salim, dan generasi ’45, saya yakin bangsa kita akan selamat,” tandasnya.

Pernyataan tegas Presiden di forum tertinggi negara ini dinilai menjadi sinyal politik bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis, bahkan konfrontatif, untuk menghentikan aliran kekayaan keluar negeri—sebuah persoalan yang selama ini kerap menjadi “hantu tak kasat mata” dalam perekonomian nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain