7 April 2026
Beranda blog Halaman 948

Israel Sedang Siapkan Perang Baru di Gaza

Tank-tank Israel sedang memasuki wilayah Gaza - foto X

Yerusalem, Aktual.com – Meski mendapat protes besar-besaran dari dunia internasional, bahkan dari dalam negerinya sendiri. Namun rupanya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap pada rencana besarnya untuk menaklukan Gaza.

Dilansir dari ABS-CBN, media Israel melaporkan Netanyahu segera memerintahkan militernya untuk melakukan pendudukan total atas wilayah Palestina. Untuk itu ia berencana mengumpulkan para kepala keamanan di Yerusalem untuk mengeluarkan perintah baru. Namun, waktu pertemuan keamanan belum dikonfirmasi secara resmi. Netanyahu mengatakan pada hari Senin (4/8) bahwa pertemuan tersebut akan berlangsung ”dalam beberapa hari mendatang”.

Stasiun televisi Israel, Channel 12, melaporkan bahwa Netanyahu akan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat, serta para menteri pertahanan dan militer. Para pejabat senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada media Israel bahwa ia bermaksud memerintahkan pendudukan kembali Gaza. ”Netanyahu ingin tentara Israel menaklukkan seluruh Jalur Gaza,” kata sebuah laporan di lembaga penyiaran publik Kan.

Beberapa anggota kabinet yang berbicara dengan Netanyahu mengonfirmasi bahwa ia telah memutuskan untuk memperluas pertempuran ke wilayah-wilayah di mana para sandera mungkin ditawan.

Sementara surat kabar swasta, Maariv menyatakan: ”Dadu sudah dilempar. Kita sedang menuju penaklukan total Gaza.”

”Keputusan sudah diambil. Kami akan menduduki Jalur Gaza sepenuhnya,” ungkap seorang pejabat senior yang dekat dengan Netanyahu, seperti dikutip harian Yedioth Ahronoth.

”Akan ada operasi bahkan di area-area tempat para sandera ditahan. Jika Kepala Staf IDF (militer) tidak setuju, dia harus mengundurkan diri,” tambah pejabat tersebut.

Meskipun rencana penaklukan kembali belum dikonfirmasi secara resmi, rencana ini telah memicu tanggapan marah dari Otoritas Palestina dan pemerintah Gaza yang dipimpin Hamas, yang bersikeras tidak akan mengubah posisinya dalam perundingan gencatan senjata.

”Kami ingin mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang. Bola sekarang ada di tangan Israel dan Amerika Serikat, yang mendukung posisi Israel dan menunda tercapainya kesepakatan,” kata pejabat senior Hamas, Husam Badran, kepada Al Jazeera.

Sebelumnya Netanyahu menegaskan tujuan perangnya adalah mengalahkan musuh, membebaskan para sandera, dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.  Pernyataan Netanyahu itu muncul tatkala ratusan mantan pejabat keamanan Israel menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump, yang isinya mendesak Trump menekan Netanyahu untuk mengakhiri perang. Mereka menyatakan kemenangan militer telah dicapai dan sudah waktunya fokus pada negosiasi pembebasan sandera.

Untuk diketahui,  setelah 22 bulan pertempuran sejak 7 Oktober 2023,  menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sudah lebih dari 60.933 warga Palestina terbunuh, termasuk lebih dari 18 ribu anak-anak. Sedangkan lembaga-lembaga kemanusiaan melaporkan setidaknya 180 orang, termasuk 93 anak-anak meninggal dunia akibat kelaparan sejak Oktober 2023, dan saat ini 2,4 juta penduduk Gaza sedang terjerumus dalam bencana kelaparan yang dahsyat.

Di seluruh dunia, para pekerja kemanusiaan tengah mendesak gencatan senjata untuk mengizinkan masuknya makanan bagi mereka yang kelaparan, dan beberapa ibu kota Eropa telah mengumumkan rencana untuk mengakui negara Palestina, meskipun ada penentangan keras dari AS dan Israel.

Sementara itu, PBB memperkirakan bahwa pasukan Israel telah membunuh lebih dari 1.000 orang yang mencari makanan sejak Mei lalu, sebagian besar di dekat lokasi distribusi makanan yang disalurkan Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF).

(Indra Bonaparte)

Gadai Kedaulatan Data: Dagang Sapi vs Dagang Privasi

Gadai Kedaulatan Data: Dagang Sapi vs Dagang Privatisasi

Royalti Musik Bikin Polemik, DPR Dorong Regulasi Tak Bebani Pelaku Usaha

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama para ketua serikat pekerja di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (30/4/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Jakarta, aktual.com – Para pelaku usaha belakangan ini menghadapi polemik pembayaran royalti musik untuk lagu-lagu yang diputar di kafe, restoran, hotel, hingga pusat kebugaran. Imbasnya, sejumlah kafe memilih tidak lagi memutar lagu dalam negeri dan beralih ke musik luar negeri demi menghindari kewajiban royalti.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Hukum yang membawahi Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) untuk menyusun aturan pembayaran royalti yang tidak memberatkan.

“Kami sudah minta Kementerian Hukum bersama LMK-LMK membuat aturan yang tidak menyulitkan, sambil menunggu revisi Undang-Undang Hak Cipta yang sedang dibahas DPR,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senin (4/8/2025).

Di sisi lain, Direktur Hak Cipta dan Desain Industri DJKI, Agung Damarsasongko, menegaskan bahwa setiap pemilik usaha tetap wajib membayar royalti jika memutar musik di area komersial, meski sudah berlangganan YouTube atau Spotify.

“Layanan streaming bersifat personal. Saat musik diputar di ruang usaha, itu masuk kategori penggunaan komersial sehingga butuh lisensi tambahan yang sah,” jelas Agung dalam keterangan tertulis, Senin (4/8/2025).

Agung juga mengimbau pelaku usaha tidak memblokir musik dari band dan musisi Indonesia, karena tindakan tersebut dapat mematikan ekonomi musik lokal. Ia menyarankan menggunakan musik bebas lisensi atau Creative Commons, dan bagi UMKM bisa mengajukan keringanan atau pembebasan royalti melalui mekanisme LMKN.

Dengan polemik ini, DPR mendorong hadirnya regulasi yang berimbang antara hak musisi dan kenyamanan pelaku usaha, agar musik lokal tetap hidup tanpa membebani roda ekonomi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

3.200 Pekerja Boeing di AS Mogok Kerja, Tolak Tawaran Kontrak Baru Perusahaan

Jakarta, aktual.com – Sekitar 3.200 pekerja Boeing yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja Mesin dan Dirgantara Internasional Distrik 837 (IAM) resmi melakukan mogok kerja mulai tengah malam Senin waktu setempat. Langkah ini diambil setelah negosiasi kontrak baru dengan perusahaan berujung buntu.

Dilansir KYUK.org, para pekerja yang membangun jet tempur dan sistem persenjataan itu menolak kontrak modifikasi yang ditawarkan Boeing beberapa hari sebelumnya.

“Anggota Distrik 837 IAM membangun pesawat dan sistem pertahanan yang menjaga keamanan negara kita. Mereka berhak mendapatkan kontrak yang menjamin keamanan keluarga mereka dan mengakui keahlian mereka yang tak tertandingi,” kata Sam Cicinelli, Wakil Presiden Umum IAM Wilayah Midwest, dalam keterangan resminya, Minggu (3/8).

Sementara itu, Wakil Presiden dan Manajer Umum Boeing Air Dominance, Dan Gillian, menyatakan kekecewaan atas penolakan karyawan. Padahal, menurutnya, Boeing telah menawarkan kenaikan upah rata-rata 40% serta menyelesaikan isu utama terkait jadwal kerja alternatif.

“Kami kecewa anggota serikat menolak tawaran tersebut. Namun kami siap menghadapi pemogokan dan telah menyiapkan rencana kontingensi agar operasi tetap berjalan,” ujar Gillian melalui pernyataan email kepada NPR.

Para pekerja tersebut bertugas di tiga fasilitas Boeing, yaitu St. Louis dan St. Charles di Missouri, serta Mascoutah di Illinois. Mereka menangani perakitan dan pemeliharaan sistem persenjataan, teknologi rudal dan pertahanan, termasuk jet tempur F-15 dan F/A-18.

Sebelumnya, serikat pekerja telah menolak tawaran kontrak Boeing dengan suara mayoritas pada akhir Juli. Kontrak lama mereka berakhir tepat sebelum tengah malam 27 Juli 2025, menandai dimulainya babak baru ketegangan antara Boeing dan para pekerjanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Prabowo Dianugerahi Medali Kehormatan dari U.S. Special Operations Command

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima mendali kehormatan dari Jenderal Bryan Patrick Fenton, Komandan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/8). Aktual/TIM MEDIA PRABOWO PRABOWO

Jakarta, aktual.com — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Jenderal Bryan Patrick Fenton, Komandan Komando Operasi Khusus Amerika Serikat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/8).

Pertemuan itu berlangsung dengan hangat diterima oleh Prabowo dengan sapaan salam hormat dilanjutkan keduanya berbincang tentang penguatan kerja sama antara Indonesia dan Amerika di bidang pertahanan.

“Hai, Jenderal, apa kabar?,” sapa Prabowo ke Fenton dengan sapaan salam hormat.
“Baik, Pak. Bapak sendiri bagaimana?,” jawab Fenton
“Bapak masih terlihat bugar, ya?,” lanjut Prabowo sembari memegang pundak Fenton
“Wah, tentu saja,” jawabnya singkat.

Lebih lanjut di momen yang sama Jenderal Fenton menyerahkan medali kehormatan U.S. Special Operations Command (USSOCOM) ke Prabowo.

Penyerahan medali ini atas dedikasi Prabowo yang dinilai Amerika Serikat berhasil berkat kepemimpinannya yang luar biasa serta komitmen teguh Prabowo telah menghasilkan kemitraan yang tak ternilai dengan Pasukan Operasi Khusus.

“Melalui kepemimpinannya yang visioner, Presiden Subianto telah memperkuat hubungan pertahanan bilateral dan kolaborasi internasional antara Indonesia dan negara mitra termasuk Amerika Serikat yang memperkuat upaya bersama dalam kontra-terorisme dan kerja sama strategis, serta memajukan keamanan kawasan,” jelas Jenderal Fenton.

Jenderal Fenton kemudian mengalungkan medali kehormatan U.S. Special Operations Command (USSOCOM) ke Prabowo disertai pemberian cinderamata.

“Saya tidak mencantumkan ini di medali, tapi saya pikir ini mungkin bisa menjadi pajangan yang bagus di kantor Anda,” kata Jenderal Fenton.

Turut mendampingi Prabowo dalam pertemuan ini yakni Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Lestari Moerdijat: Pendidikan Inklusif Tak Bisa Berdiri Sendiri, Perlu Dukungan Semua Pihak

Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Upaya menjawab tantangan dalam membangun pendidikan inklusif di tanah air membutuhkan dukungan masif semua pihak terkait.

“Sejumlah kendala teknis dan budaya yang dihadapi dalam membangun pendidikan inklusif di tanah air harus segera diatasi dengan gerak dan langkah bersama semua pihak,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/8).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Minggu (3/8), mengungkapkan terdapat tiga tantangan dalam pembangunan pendidikan inklusif di tanah air.

Selain kurangnya tenaga pendidik, tantangan lainnya terkait masih terbatasnya jumlah sekolah, dan tantangan dari sisi kultural karena sebagian orang tua merasa malu apabila anaknya menjadi siswa di sekolah inklusi.

Menurut Lestari, sejumlah tantangan tersebut harus dijawab dengan langkah-langkah yang terukur sehingga pendidikan inklusif yang diharapkan bisa segera terwujud.

Kehadiran pendidikan yang inklusif, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, merupakan bagian dari pelaksanaan amanah konstitusi yang menjamin setiap warga negara mendapatkan pendidikan yang layak.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II itu berharap, sejumlah langkah untuk mewujudkan pendidikan inklusif di tanah air mendapat perhatian dan dukungan serius dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, serta masyarakat.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong semua pihak terkait membangun komitmen kuat agar dapat mewujudkan pendidikan inklusif yang bisa menjadi fondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Berita Lain