14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 971

KPK Tetapkan Kadis PUPR-Anggota DPRD OKU Sumsel Sebagai Tersangka Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan total enam orang tersangka dalam OTT di Oku Sumsel. (BeritaNasional/Bachtiar).

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Dinas PUPR hingga tiga Anggota DPRD di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek, setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan dari OTT yang dilakukan KPK pada Sabtu (15/3) itu, ada sebanyak enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun Kadis PUPR dan tiga Anggota DPRD berperan sebagai penerima suap sedangkan ada dua orang lainnya dari pihak swasta sebagai pemberi suap.

“Telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten OKU, dari 2024 sampai 2025,” kata Setyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (16/3).

Adapun enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Nopriansyah (NOP) selaku Kepala Dinas PUPR OKU, Anggota DPRD OKU Ferlan Juliansyah (FJ), Ketua Komisi III DPRD OKU M Fahrudin (MFR), Ketua Komisi II DPRD OKU Umi Hartati (UH), M Fauzi alias Pablo dari pihak swasta, dan Ahmad Sugeng Santoso (ASS) dari pihak swasta.

Setyo menjelaskan, kasus itu bermula dari adanya pembahasan Rancangan APBD Kabupaten OKU pada Januari 2025. Kemudian beberapa perwakilan DPRD menemui pemerintah daerah dan meminta jatah Pokir (pokok-pokok pikiran DPRD untuk pengadaan barang dan jasa).

“Kemudian disepakati jatah Pokir itu berubah menjadi proyek fisik di Dinas PUPR,” kata dia.

Selanjutnya, dia mengatakan bahwa pemerintah dan sejumlah Anggota DPRD itu pun menyepakati terkait nilai proyek bagi ketua, wakil ketua, maupun anggota. Walaupun ada perubahan nilai, tetapi fee proyek itu disepakati sebesar 20 persen sehingga totalnya sekitar Rp7 miliar.

“Saat APBD 2025 disetujui, anggaran Dinas PUPR naik dari awal Rp48 miliar menjadi Rp96 miliar, jadi signifikan,” katanya.

Kemudian ada sebanyak sembilan proyek dari PUPR terkait dengan kasus suap itu, di antaranya proyek rehabilitasi rumah dinas bupati dan wakil bupati, sejumlah proyek perbaikan jalan, proyek perbaikan jembatan, hingga pembangunan Kantor Dinas PUPR.

Proyek itu ditawarkan oleh Kepala Dinas PUPR kepada MFZ dan ASS selaku pihak swasta. Ketiga orang tersebut pun diduga bersekongkol untuk menggunakan perusahaan lain atau “pinjam bendera” guna melaksanakan sembilan proyek. Perusahaan-perusahaan yang digunakan sebagai cangkang pun berlokasi di Lampung.

Kemudian para Anggota DPRD itu menagih jatah fee proyek yang dijanjikan oleh Kadis PUPR itu karena dijanjikan akan diberikan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Menurut Setyo, pertemuan untuk menagih jatah itu pun dihadiri oleh oleh penjabat bupati.

Setelah itu, MFZ selaku pihak swasta menyerahkan uang sebesar Rp2,2 miliar dan ASS sebesar Rp1,5 miliar kepada Kepala Dinas PUPR untuk jatah para wakil rakyat tersebut. Uang itu, kata dia, bersumber dari pencairan proyek.

Alhasil, KPK pun berhasil mendatangi rumah Kadis PUPR dan menyita uang sebesar Rp2,6 miliar yang berasal dari MFZ dan ASS tersebut. Setelah penyitaan, KPK pun menangkap para tersangka lain.

“Saya ingin ingatkan kepada seluruh kepala daerah, legislatif, yang masih baru baru dilantik beberapa waktu lalu, ini merupakan hal yang menjadi perhatian pejabat untuk tidak melakukan praktek penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, yang tentunya berdampak pada aspek penegakan hukum,” katanya.

Untuk pihak penerima yakni NOP, FJ, UH, MFR, dijerat dengan Pasal 12 a atau Pasal 12 b, dan Pasal 12 f, dan Pasal 12 B, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan untuk MFZ dan ASS selaku pihak swasta, dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 a, atau Pasal 5 Ayat 1 b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

AS Beri Tahu Rusia Terkait Operasi Militer di Ibu Kota Yaman

Foto yang diambil dengan menggunakan ponsel ini memperlihatkan asap mengepul setelah serangan udara di Sanaa, Yaman, pada 4 Oktober 2024. (Xinhua/Mohammed Azaki)

Washington, Aktual.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio memberi tahu Menlu Rusia Sergei Lavrov tentang operasi militer Amerika Serikat terhadap kelompok Houthi di Yaman, kata Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu (15/3).

“Menlu memberi tahu Rusia tentang operasi pencegahan oleh militer AS terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran, dan menekankan bahwa serangan Houthi yang berlanjut terhadap kapal militer AS dan kapal komersial AS di Laut Merah tidak akan ditoleransi,” kata juru bicara Deplu AS Tammy Bruce dalam pernyataannya.

Kedua menlu juga membahas langkah-langkah lanjutan setelah pertemuan baru-baru ini di Arab Saudi dan mereka setuju untuk melanjutkan upaya memulihkan komunikasi antara Washington dan Moskow, menurut pernyataan itu.

AS melancarkan serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman yang menewaskan sedikitnya 19 orang, ketika Presiden AS Donald Trump memperingatkan ancaman serangan jika kelompok itu terus menyerang kapal-kapal barang di Laut Merah.

Houthi menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah dengan rudal dan pesawat nirawak sejak akhir 2023, yang mengganggu perdagangan global. Serangan itu, kata mereka, dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Kelompok itu menghentikan serangannya ketika gencatan senjata Gaza antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, diumumkan.

Namun, mereka mengancam akan melanjutkan serangan ketika Israel memblokir semua bantuan ke Gaza pada 2 Maret.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Komisi VI DPR Minta Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pengoplos Gas

Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim. ANTARA/HO-DPR RI/am.

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim meminta aparat penegak hukum menindak tegas komplotan pelaku pengoplosan liquid petroleum gas (LPG) guna memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Tindak tegas dan usut tuntas komplotan pengoplos gas tiga kilogram. Pengoplosan gas yang disubsidi ini sudah berlangsung lama, tapi terus berulang seakan pelaku tidak takut untuk mengulangi kejahatannya itu,” kata Gus Rivqy, sapaan karibnya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (16/3).

Dia menilai pengoplosan gas tiga kilogram (3 kg) terjadi di antaranya karena gas tersebut tersedia banyak dalam waktu yang relatif lama di pangkalan.

Artinya, kata dia, gas tersebut tidak berputar di distributor dan konsumen yang lantas dibeli pengoplos dengan memindahkan isi gas 3 kg ke tabung gas 12 kg non subsidi dengan cara yang berisiko.

“Perlu dibuat sistem sedemikian rupa agar gas tiga kilogram tidak menumpuk di pangkalan. Penjualan gas pada distributor dan konsumen pun disesuaikan jumlahnya,” ujarnya.

Dia menyebutkan faktor utama gas hasil oplosan 12 kg dijual kepada pengusaha, seperti restoran dan hotel karena kenakalan para pengusaha gas yang melakukan pengoplosan.

Untuk itu, dia menekankan perlunya pengawasan melekat guna menutup celah kecurangan pengoplosan gas oleh pengusaha nakal itu.

“Pengawasan melekat ini dibuat sistemnya, misal data gas yang dijual dan dibeli pengusaha dilaporkan ke yang berwenang seperti Pertamina dan Kementerian ESDM. Juga pemeriksaan terhadap tabung gas beserta isinya mesti dilakukan berkala melalui uji sampling dan lain-lain,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pengawasan tersebut harus dilakukan oleh beberapa pihak melalui pakta integritas.

“Jika pakta integritas tersebut dilanggar, pengusaha gas yang nakal, diberikan sanksi mulai dari administratif hingga pidana,” ucapnya.

Dia pun mengingatkan agar masyarakat dapat membedakan antara tabung gas yang tidak dioplos dengan tabung gas yang dioplos.

“Caranya dengan melihat kondisi tabung gas mesti dalam keadaan baik, kemudian segelnya juga jangan yang sudah rusak, adanya stempel SNI dan ukuran atau volumenya juga harus sesuai,” katanya.

Dia mengingatkan pula agar masalah pengoplosan gas oleh komplotan itu segera diselesaikan dan tidak terulang kembali di masa mendatang.

“Kerugian materi dan non materi yang ditanggung negara dan masyarakat sudah sangat besar. Komplotan pengoplos gas itu harus dihukum seberat beratnya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

KPPPA Dukung Kolaborasi Percepatan Kesetaraan Gender dengan Uzbekistan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi (keempat kiri) dan First Deputy Chairman Senate of Uzbekistan's Parliament Sodiq Safoyev (ketiga kiri) dalam pertemuan bilateral di sela kegiatan Commission on the Status of Women (CSW) ke-69 di New York. (ANTARA/HO-KemenPPPA)

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendukung kolaborasi percepatan kesetaraan gender antara Indonesia dengan Uzbekistan.

“Kolaborasi internasional seperti ini sangat penting agar kita bisa belajar dari keberhasilan negara lain dan bersama-sama mendorong dunia yang lebih setara dan inklusif,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/3).

Hal itu dikatakannya saat pertemuan bilateral dengan Sodiq Safoyev, First Deputy Chairman Senate of Parliament di sela kegiatan Commission on the Status of Women (CSW) ke-69 di New York.

Pihaknya berharap diskusi tersebut dapat memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Uzbekistan dalam memperjuangkan hak perempuan dan anak.

Dalam pertemuan tersebut kedua belah pihak membahas berbagai upaya strategis dan saling berbagi praktik baik dalam memperkuat partisipasi perempuan dalam politik serta reformasi kebijakan berperspektif gender di kedua negara.

Menteri PPPA mengapresiasi kemajuan Uzbekistan atas partisipasi perempuan di parlemen yang telah mencapai 34,6 persen pada Februari 2024, sekaligus telah melampaui kuota afirmasi sebesar 30 persen.

“Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat Uzbekistan untuk mencapai kesetaraan gender. Indonesia juga berupaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik. Pada periode 2024-2029 keterwakilan perempuan di DPR mencapai 22 persen, DPRD Provinsi 19 persen, dan DPD RI 37 persen. Kami percaya praktik baik di kedua negara ini dapat menjadi pembelajaran dan mendorong kemajuan di Indonesia,” ujar Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

Usai pertemuan kedua negara sepakat akan melakukan kesepakatan bersama dan pemerintah Uzbekistan berencana mengundang Menteri PPPA melakukan kunjungan ke Uzbekistan untuk meninjau kemajuan program pemberdayaan perempuan di negara tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Polres Jayawijaya Selidiki Kericuhan yang Sebabkan Enam Orang Terluka di Wamena

Kendaraan operasional Polres Jayawijaya dibakar massa saat kericuhan di Wamena. (ANTARA/HO/Dok Polres Jayawijaya)

Jayapura, Aktual.com – Kepolisian Resor Jayawijaya masih menyelidiki kasus kericuhan yang terjadi saat acara syukuran Bupati dan Wakil Bupati Jayawijaya di Wamena hingga menyebabkan enam orang terluka.

Dari enam orang terluka tiga diantaranya anggota Polres Jayawijaya yang sedang melakukan pengamanan.

Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo, Minggu (16/3) mengatakan, insiden yang terjadi Sabtu sore (15/3), selain menyebabkan enam orang terluka juga mengakibatkan, tujuh mobil dirusak termasuk satu unit truk milik Polres Jayawijaya dibakar.

Insiden yang terjadi di lapangan sepak bola Kama, jalan J.B. Wenas Wamena, Sabtu sore berawal saat aksi saling serang antara kelompok massa yang hadir dalam acara syukuran tersebut.

Massa melakukan aksi saling serang dengan melemparkan bebatuan yang ada di lapangan tersebut .

Diduga permasalahan berawal adanya sekelompok orang yang dipengaruhi minuman beralkohol memasuki lokasi bakar batu.

“Tiba-tiba terjadi aksi pelemparan batu dan kayu dari arah areal bakar batu ke arah tengah panggung hingga terjadi aksi saling membalas,” kata Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo yang dihubungi dari Jayapura.

Dikatakan, untuk mencegah aksi semakin besar Polres Jayawijaya dibantu Brimob menghalau massa yang bentrok namun mereka malah balik menyerang ke petugas.

Massa juga semakin banyak dan brutal karena melakukan pembakaran serta perusakan terhadap kendaraan yang berada di sekitar TKP termasuk kendaraan dinas milik Polres Jayawijaya.

Aksi kericuhan itu baru bisa diredam setelah adanya bantuan dari TNI dan untuk mengantisipasi adanya aksi susulan dilaksanakan patroli dan penyekatan di sejumlah wilayah guna mengantisipasi masuknya massa ke dalam kota, kata Kapolres Jayawijaya AKBP Heri Wibowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Israel Bunuh 150 Lebih Warga Palestina di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Orang-orang menyelematkan warga setelah serangan udara iSrael di tempat penampungan di sekolah al-Tabeen di Kota Gaza, pada 27 November 2024. ANTARA/Xinhua/Mahmoud Zaki.

Gaza, Aktual.com – Lebih dari 150 warga Palestina dibunuh Israel sejak kesepakatan gencatan senjata di Gaza diberlakukan pada 19 Januari 2025, kata kantor media Gaza dalam pernyataan pada Sabtu (15/3).

“Kami melihat penjajah sengaja meningkatkan kejahatan terhadap warga sipil dalam beberapa pekan terakhir,” kata pernyataan itu.

Ditambahkan, 40 warga Palestina di Gaza telah kehilangan nyawa dalam dua pekan terakhir.

Kantor itu berkata Israel “mengincar para penduduk yang mengumpulkan kayu bakar atau menginspeksi rumah mereka, sehingga mereka tewas akibat tembakan pasukan Israel.”

Pernyataan itu disampaikan menyusul serangan udara Israel di Beit Lahia, Gaza utara, yang menewaskan sembilan warga Palestina, termasuk jurnalis dan pekerja kemanusiaan.

Sembari mengutuk serangan itu sebagai “pembantaian mengerikan,” kantor media Gaza menuding Israel meningkatkan agresi di tengah banyaknya perintah militer dari pemimpin Israel.

Semua individu yang diincar Israel adalah warga sipil yang bekerja di area pengungsian dan melakukan dokumentasi media untuk badan amal, menurut kantor itu.

Kantor media Gaza juga mendesak Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICJ) untuk mengambil tindakan segera terhadap kejahatan perang Israel, khususnya yang dilakukan oleh pemimpinnya, Benjamin Netanyahu.

Kementerian Kesehatan Palestina sebelumnya memastikan bahwa korban luka dalam serangan di Beit Lahir itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara.

Menurut saksi mata, serangan udara Israel mengincar tim bantuan yang membagikan tenda buat warga yang terdampak agresi Israel.

Pusat Perlindungan Jurnalis Palestina melaporkan tiga wartawan tewas akibat serangan itu ketika sedang mendokumentasikan upaya bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

Serangan itu menunjukkan pelanggaran Israel terhadap gencatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat.

Tahap pertama gencatan senjata itu berlangsung selama 6 pekan dan berakhir awal Maret lalu. Namun, Israel menolak melanjutkan gencatan senjata ke tahap kedua yang mencakup pertukaran lebih banyak sandera dengan Hamas.

Netanyahu menghentikan negosiasi untuk gencatan tahap kedua. Dia justru berusaha memperpanjang tahap pertama tanpa komitmen untuk memenuhi syarat kemanusiaan dan militer dalam kesepakatan.

Di lain pihak, Hamas terus berkomitmen mematuhi gencatan senjata. Mereka mendesak mediator untuk memastikan kepatuhan Israel dan mendorong negosiasi gencatan senjata tahap kedua.

Sejak Oktober 2023, agresi Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 48.500 warga Palestina di Gaza dan menghancurkan wilayah kantong tersebut. Sebagian besar korban jiwa adalah wanita dan anak-anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan

Berita Lain