Jakarta, Aktual.com – Pakar limbah mikro plastik, Agung Dharmar Syakti mengatakan bahwa limbah plastik yang sebagian besar diproduksi rumah tangga mengancam ekosistem perairan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Sampah nonorganik seperti plastik harus dikendalikan dari hulu, dengan menyiapkan infrastruktur dasar dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang,” ujarnya, Sabtu (16/3).

Ia menambahkan infrastruktur yang disiapkan berupa tempat sampah organik dan nonorganik agar tidak bercampur.

Sampah organik dapat dijadikan sebagai pupuk, namun kalau bercampur zat kimia dari baterai dan plastik contohnya, justru menjadi racun, karena itu harus dipisahkan sehingga bermanfaat.

Pengelolaan sampah plastik untuk kepentingan industri, seperti botol plastik juga perlu dikembangkan, di samping disiapkan mesin penghancur sampah nonorganik.

Mesin incenerator yang menghancurkan sampah plastik memang masih menyisakan permasalahan lantaran asap yang ditimbulkan toksin. Karena itu, risiko tersebut harus dikurangi dengan menyiapkan teknologi yang lebih canggih.

(Abdul Hamid)