Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan salam Komando saat Apel Kesiapan Natal, Tahun Baru 2019 serta menjelang Pemilu legislasi dan Presiden 2019 di Monas, Jakarta, Jumat (30/11/2018). Apel Kesiapan Natal, Tahun Baru 2019 serta menjelang Pemilu legislasi dan Presiden 2019 ini diikuti 50.000 personel dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Polri. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan agar seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Panglima TNI mengatakan hal itu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam acara doa bersama dalam rangka HUT TNI Ke-74 dan untuk Pahlawan Revolusi di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/9) malam.

Menurut dia, doa bersama dalam rangka HUT RI ke 74 TNI ini sekaligus untuk mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa raganya demi merah putih ini.

“Doa bersama sesungguhnya tidak hanya ditujukan kepada TNI yang akan berulang tahun pada tanggal 5 Oktober nanti, tapi lebih luas lagi kita berdoa bagi bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia tercinta ini. Kita berdoa bagi persatuan dan kesatuan bangsa yang akan membawa kepada kejayaan Indonesia,” kata Panglima TNI.

Saat ini, kata Hadi, dirasakan tantangan yang dihadapi semakin rumit, berbagai bencana dan peristiwa bertubi-tubi dialami.

Gempa bumi dan letusan gunung berapi, kekeringan, kebakaran hutan serta lahan, kerusuhan di Papua dan Papua Barat, demonstrasi yang berujung kerusuhan, serta pilkada serentak dan Pemilu 2019.

“Kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi cobaan di usia ke-74 tahun, ternyata belum cukup dewasa,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan agar seluruh komponen bangsa untuk saling menghargai, menghormati dan menyadari perbedaan serta menjadikan kekuatan, bahu-membahu dalam pembangunan.

Pendiri bangsa ini sesungguhnya sudah menyadari hal tersebut, sehingga menjadikan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan sebagai bagian dari komponen bangsa yang memiliki kewajiban untuk bersinergi dengan komponen lainnya.

“Kita harus bersama-sama memanfaatkan setiap potensi yang ada untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bersama, tidak boleh ada yang tertinggalkan dan terpinggirkan atau tertinggal sama sekali,” jelasnya.

Indonesia, tambah dia, adalah negara yang besar, memiliki segala-galanya yakni kekayaan alam yang melimpah, penduduk yang besar serta keanekaragaman yang begitu banyak Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan berkahnya kepada bangsa dan negara Indonesia.

“Semoga pula TNI dapat melaksanakan setiap tugas pokoknya,” ujarnya di hadapan ribuan prajurit TNI dan anggota Polri.

Dalam acara doa bersama ini juga dihadiri KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman dan ratusan prajurit TNI/Polri serta Ibu-ibu Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT).

Serta tausyiah oleh Habib Lutfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya. Sedangkan dzikir dan doa dipimpin KH Muhammad Musthofa Aqil Siroj.

(Arbie Marwan)