Jakarta, Aktual.co — Pasar Brasil merosot tajam setelah kelompok sayap kiri memenangi pemilihan ulang dengan perolehan angka ketat, meskipun Presiden Dilma Rousseff telah berjanji untuk menyatukan bangsa dan meningkatkan ekonomi yang selama ini statis.
Pasar saham Sao Paulo anjlok enam persen dalam pembukaan perdagangan dan mata uang, dimana Real turun empat persen terhadap dolar AS setelah Rousseff mengalahkan Aecio Neves, sosok yang lebih disukai oleh dunia bisnis.
Harga saham sempat sedikit naik tetapi ditutup turun 2,77 persen, sedangkan harga Real turun 2,58 persen menjadi 2.52 Real per dolar AS yang merupakan posisi terendahnya sejak 2005.
Saham perusahaan minyak raksasa milik Brazil, Petrobras, tercata turun 12.33 persen setelah didesak ikutserta dalam kampanye Rousseff, yang kemudian mengharuskannya mengembalikan dana miliaran dolar AS kepada negara.
Terkait dengan hal tersebut, Presiden perempuan ini berusaha untuk meminimalisir gejolak pasar dalam wawancara pertamanya pascapemilu.
“Pasar jatuh di AS, pasar jatuh di Eropa. Seluruh dunia sedang menghadapi banyak kesulitan. Memang benar bahwa pasar Brasil lebih turun. Namun saya tidak akan menjabarkan langkah-langkah untuk mengatasi situasi itu di sini, masalah-masalah besar itu akan dibahas dengan semua sektor” ujar Rousseff melalui tayangan Televisi lokal.
“Mari berharap agar pasar kembali tenang. Dan hal itu akan terjadi,” tambah Rouseff.
Berdasarkan hasil pemilu presiden pada Minggu lalu, Rousseff mengantongi 51,6 persen suara dan mengalahkan Neves dengan perolehan 48,4 persen suara.
Hasil suara ini didapatkan setelah melakukan kampanye yang pedas, dimana wilayah Utara ditandai dengan masyarakat miskin sdangkan wilayah Selatan dengan masyarakat yang lebih sejahtera, kemudian kaum menengah di wilayah Tenggara menjadi kontributor utama kemenangan kandidat petahana.
Rousseff akan memulai pemerintahan periode keduanya pada 1 Januari 2015 yang dihadapkan dengan sejumlah tantangan di antaranya mengatur negara yang bertentangan, merebut kembali kepercayaan sektor swasta, menghidupkan kembali ekonomi yang sedang berada pada resesi dan menanggulangi korupsi.
“Rousseff harus segera mengatur politik dan ekonomi, dimana harus dapat menjangkau industri dan sektor swasta. Selain itu, membangun kepercayaan juga diperlukan untuk meningkatkan investasi,” kata David Fleischer, analis politik di Universitas Brasilia.

()