Gubernur Sumatra Utara Teuku Erry Nuradi mengikuti upacara pelantikan Kepala Daerah oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/5). Teuku Erry Nuradi yang sebelumnya menjabat Wagub Sumut menggantikan Gatot Pudjo Nugroho yang tersandung kasus korupsi dana bantuan sosial Sumatra Utara. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/kye/16

Medan, Aktual.com-Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi meminta warga Karo tetap tenang dan menyerahkan kasus bentrokan masyarakat dengan aparat Polres Karo ke hukum.

“Kasus bentrokan tentu akan diselesaikan secara hukum dan tetap dikawal bersama – sama dengan masyarakat. Jadi warga Karo diminta tetap tenang,” ujarnya di Medan, Minggu (31/7).

Dia mengatakan itu usai bersama Pangdam I/BB Lodewyk Pusung dan rombongan lainnya melayat warga korban meninggal dunia akibat bentrok, Abdi Saputra Purba.

Korban dikebumikan di tempat pemakaman umum Desa Lingga, Karo, lada Minggu sore sekitar pukul 17.28 WIB.

Menurut gubernur ketenangan sangat diperlukan di Karo yang masih terus dilanda erupsi.

Ketenangan semakin dinilai perlu karena juga sedang terjadi bentrokan di Tanjungbalai.

Kalau semua tenang, maka kekondusifan di Karo dan Tanjungbalai lebih cepat kembali pulih.

Seperti diketahui, akibat bentrok, usai massa menolak relokasi pada Jumat, 29 Juli, satu orang meninggal dunia (Abdi Purba) dan satu orang kritis (Ganepo Tarigan) dan sedang dirawat di rumah sakit.

Bentrokan terjadi karena masyarakat menolak rencana pembangunan lahan Relokasi Mandiri Tahap- II Desa Lingga Kecamatan Simpang Empat, Karo yang akan diperuntukan pemerintah bagi 1.683 kepala keluarga masyarakat korban erupsi Gunung Sinabung.

Konflik sudah mulai terjadi sejak pukul 14.30 saat masyarakat memprotes pagar yang dibangun masyarakat sebagai wujud penolakan pembangunan relokasi pengungsi itu.

Artikel ini ditulis oleh: